
Satu bulan kemudian
Samuel yang buron telah ditahan. Bahkan, polisi sudah melakukan konferensi pers, atas dirinya yang ditangkap. Saat dirinya ditampilkan dihadapan Publik dengan mengenakan baju tahanan. Samuel tertunduk malu. Ia terlihat sangat menyesali perbuatan nya. Ekspresi wajah kejam dan sangar, kini telah melunak dan pasrah. Sehingga sikapnya yang sangat kooperatif saat dalam penyelidikan pun, membuat polisi respect padanya. Tidak hanya kepolisian yang respect, para warga yang dulu nya sering ia bantu dengan kedermawanannya, mendukungnya untuk bebas dari jeratan hukum. Teriakan itu, banyak berseliweran di sosial media. Dan kini Samuel kembali viral, dengan julukan Mafia Sang Malaikat.
Banyak postingan yang jadi trend topic. Bahwa, selain jadi mafia. Samuel juga adalah seorang malaikat penolong pada warga miskin dulunya. Dengan banyaknya media yang meliput kebaikannya dahulu, membuat penilaian orang padanya, berubah jadi positif. Dan banyak permintaan agar dirinya tidak dihukum berat.
Hari ini, Samuel akan menjalani persidangan perdana. Ia sangat gugup sekali. Ia gugup bukan karena ia takut akan dihukum mati. Tapi, ia gugup karena malu akan perbuatannya selama ini. Samuel menyeka air mata yang menggenang di pelupuk matanya, disaat ia ingat kejadian sekitar tiga tahun yang lalu. Ia dengan bringasnya menggagahi seorang wanita yang sudah minta ampun padanya. Tapi, karena kebencian yang besar pada keluarga si wanita, ia tidak kasihan Melihat keadaan wanita yang ia gagahi itu. Dan yang lebih kejamnya lagi, setelah ia menikmati tubuh sang wanita. Wanita yang dalam keadaan sekarat, karena ia juga menghajarnya saat Berhubungan badan itu, dilempar ke hutan.
"Pak Samuel...!"
Sipir memanggil Samuel dengan suara lantang. Yang membuatnya terkejut dalam lamunannya.
"Iya pak, siap!" Sahutnya tersenyum tipis. Ia bangkit dari duduknya. Setelah menyeka kembali air matanya. Ia seret kakinya menuju pintu tahanan jeruji besi itu. Walau Samuel masih memiliki harta yang banyak, ia tidak mau mengandalkan uangnya, untuk mendapatkan tempat yang mewah. Ia terima dengan ikhlas dengan apa yang diberikan pihak kepolisian. Dan Samuel cukup bersyukur. Dalam tahanan itu, hanya dirinya seorang. Jadi, ia bisa bebas beraktifitas, tanpa gangguan tahanan lain. Seperti sholat, membaca Al-Quran dan berpuasa.
Ya, Samuel selama masa dalam tahanan, selalu berbuat baik. Bahkan ia tidak pernah meninggalkan sholat. Ia juga rajin berpuasa.
"Ada yang ingin bertemu!" ujar Pak Polisi sopan.
"Haahh..!" Samuel mengangkat wajahnya dengan cepat, menatap beran Pak Polisi. Tadinya Samuel mengira, ia akan dibawa ke persidangan. Karena, hari ini jadwal sidang pertama nya.
"Iya pak, Tapi hanya sebentar. Karena 30 menit lagi, akan diadakan persidangan." Jawab Pak Polisi tersenyum tipis pada Samuel.
Auranya Samuel bersinar sinar saat ini. Siapapun yang berinteraksi dengannya, pasti bawaannya jadi bahagia. Samuel mentransfer aura kebaikan pada orang-orang di sekelilingnya.
"Siapa pak? pengacara ku?" tanya Samuel dengan penasarannya. Ia sudah keluar dari tahanan.
"Bukan Pak, yang mau bertemu dengan bapak, seorang nenek-nenek!"
"Nenek-nenek?" seketika ekspresi wajahnya Samuel berubah ceriah dan semangat. Akhirnya, ia bisa bertemu dengan nenek, dan bisa saja si Nisya ikut. "Berapa orang yang datang pak?"
__ADS_1
"Satu orang pak Samuel. Hanya si nenek. Namanya Nenek. Kami tanyakan namanya, katanya nenek!" Jawab Pak Polisi sopan.
"Iya pak!'
" Mari.. Di sana ruangan anda bisa bertemu dengan si nenek!" tunjuk pak sipir ke arah sudut lorong tahanan itu.
Samuel menyeret kakinya, dengan tangan masih diborgol. Dengan penjagaan yang ketat pihak kepolisian.
Sepanjang melewati lorong menuju tempat nenek berada. Perasaan Samuel tidaklah tenang. Ia sangat penasaran dengan kabar yang akan ia dengar dari si nenek. Kabar Nisya, yang sudah bertemu saudara laki-laki nya, dan kabarnya Ismail, anak baik dan ia anggap adalah anaknya sendiri.
Huufftt...
Saat sampai di depan ruangan tempat nenek menunggunya. Samuel terlihat menarik napas panjang. Dari luar, ia sudah bisa melihat punggung Sang nenek yang membelakanginya. Karena, ruangan itu tidaklah dikunci.
Menyadari kehadiran Samuel di ruangan itu, sang nenek pun memutar tubuhnya. Sehingga kini ia bisa melihat jelas Samuel. Pria yang ia tolong dari kematian di hutan beberapa bulan yang lalu.
"Kamu semakin sehat saja." Ujar nenek tersenyum tipis menatap lekat Samuel yang tengah merangkulnya dari samping. Samuel tersenyum tipis, karena dapat pujian dari sang nenek. "Kamu juga terlihat semakin muda, wajahmu berseri-seri, dan semakin tampan!" puji si nenek lagi dengan tulus.
Samuel merasa senang dengan pujian sang nenek. "Ini semua berkat nenek. Berkat nenek, aku jadi taubat. Dan kini lebih dekat dengan Sang Khalik!" Jawabnya, mengurai pelukannya dari Wanita tua yang bertubuh kurus, tapi masih sehat itu.
Merekapun kini duduk berhadapan di sebuah kursi kayu warna coklat tua.
"Ismail apa kabarnya Nek?" Tanya Samuel dengan mata berkaca-kaca, ia rindu sekali anak itu.
"Baik, sangat baik. Apalagi ia sudah bersama ayahnya."
"Ayah? ayahnya?" tanya samuel dengan mata melotot. Ia cukup terkejut dengan penuturan sang nenek.
"Iya, Fredy ayahnya. Suaminya Nisya, sangat telaten menjaga Ismail dan juga Nisya." Jelas nenek dengan muka datar.
__ADS_1
"Fre, Fredy ayahnya Ismail? bukankah, Fredy itu abangnya Nisya?" tanya Samuel dengan muka tegang nya. Setahu dia, Nisya adalah adiknya Fredy.
"Iya, Nisya itu sudah menikah. Suaminya si Fredy!" Jelas Nenek dengan serius
"Oouuww.. Gitu!" ujar Samuel dengan lemas, ia menunduk, bingung dengan apa yang terjadi.
"Iya Nak! apa kamu beneran suka dengan Nisya?" tanya Nenek lembut. Tangannya menjulur meraih bahunya Samuel.
Perlahan Samuel mengangkat wajahnya. "Gak perlu ku jawab, nenek pasti tahun isi hatiku!" ujar Samuel lirih, matanya menunjukkan kesedihan mendalam.
Pupus sudah harapan Samuel. Tadinya, ia masih ada semangat untuk hidup, setelah menjalani hukuman. Berharap, bisa memilki Nisya. Tapi, mengetahui Fakta. Kalau Nisya adalah istri nya Fredy, membuatnya lemas dan tidak semangat lagi untuk hidup.
"Eemmm... Kamu yang sabar ya! kalau benar kamu sayang Nisya. Kamu harus banyak berdoa untuknya. Sekarang dia masih dalam perawatan medis!"
"Nisya kenapa Nek?" tanya Samuel dengan tegangnya. Tangannya yang masih diborgol, mendarat cepat memegang tangan nenek yang keriput.
"Nisya dalam keadaan tidak baik-baik saja sekarang. Ia sering ngamuk-ngamuk, nampak linglung, dan kadang diam seperti patung.
" Koq gitu nek? apa yang terjadi dengannya nek? Nisya kenapa nek?" tanya Samuel dengan tidak sabarannya.
Sang nenek menatap sedih Samuel yang terlihat down, setelah mengetahui kabar tentang Nisya.
"Nek....!" Kembali Samuel menggoyang lengan si nenek, yang memilih diam, dan akhirnya membuat Samuel semakin penasaran dengan keadaan Nisya.
***
Bersambung
Guys tinggalkan jejak dengan like komentar positifnya ya terima kasih.
__ADS_1