TAWANAN CEO AROGAN

TAWANAN CEO AROGAN
Meeting Di Lexie Group


__ADS_3

Plak! Satu pukulan mendarat di bahu Alpha.


"Kamu kesini mau tebar pesona atau mau persentase?" tanya Dave memasang wajah datarnya.


"Siap salah pak. Mau persentase." jawab Alpha membenarkan posisinya.


Dini tersadar kemudian terkekeh melihat dua laki-laki di depannya, satu dingin satu kocak.


"Oh ya pak, tadi nanya apa ya?" tanya Dini dengan kikuk.


"Astaga, kenapa Keinara bisa memperkerjakan resepsionis seperti ini? Malah bertanya lagi." batin Dave kesal.


"Mau bertemu dengan ibu Keinara Lexie Abigail Douglas, Ceo di perusahaan ini." ucap Dave dengan wajah datar.


"Apakah sebelumnya sudah membuat janji dengan ibu Keinara?" tanya Dini lagi.


"Sudah!" jawab Dave singkat.


"Ruangan ibu Keinara ada di lantai 7 pak. Silahkan masuk ke dalam lift yang sebelah sana." ucap Dini menunjuk lift khusus karyawan.


Dave langsung pergi tanpa mengucapkan terima kasih kepada Dini, sedangkan Alpha masih berdiri memandang Dini yang berada di depannya.


Dave menggeleng-gelengkan kepalanya melihat Alpha yang tidak bergeming dari meja resepsionis.


"Pak, bosnya sudah masuk ke dalam lift. Bapak tidak ikut ke ruangan, bu Keinara?" tanya Dini tersenyum sumringah.


Alpha melihat ke lift dan benar saja, Dave sudah berada di dalam lift yang sudah mau tertutup.


"Astaga, ketinggalan aku." ucap Alpha langsung berlari mengejar Dave, ia pun berhasil masuk ke dalam lift itu dengan napas terengah.


"Sudah puas menggodai perempuan itu? Kebiasaan dan sangat memalukan!" ucap Dave memandang ke depan tanpa melihat Alpha yang berdiri di sampingnya dengan wajah menunduk.


"Maaf, aku juga tidak tahu bagaimana caranya menghilangkan kebiasaanku ini. Habis resepsionisnya yang mulai duluan, jadi tidak sepenuhnya salahku." ucap Alpha membela diri.


"Huh! Selalu ada saja jawabanmu, emang belum puas dengan wanita-wanita yang sering kamu kencani? Bahkan hampir setiap minggu kamu pergi berkencan hanya untuk kesenangan semata tanpa memikirkan resiko yang akan terjadi. Kenapa kamu tidak pernah mau berubah, Alpha? Kamu tidak takut sakit hati?" tanya Dave kebingungan dia merasa sahabatnya itu nyaman dengan banyak kenalan wanitanya.

__ADS_1


"Bukannya kamu juga yang selalu mengajak aku pergi ke club, apalagi kalau kamu sedang stres, Kamu juga seperti itu." jawab Alpha membalas perkataan Dave barusan.


"Tapi kamu tahu sendiri, aku sama sekali tidak pernah menyentuh wanita-wanita itu. Mereka hanya menemaniku duduk saja, bukan seperti dirimu yang langsung gaspol." jawab Dave meluruskan perkataan Alpha asistennya.


"Kamu serius tidak pernah menyentuh wanita-wanita yang selalu menempel denganmu di club itu? Bukannya kamu sering mengajak salah satu di antara mereka pergi ke hotel denganmu?" tanya Alpha melihat Dave dengan tatapan menyelidik.


"Emang aku tidak pernah jujur denganmu? Aku memang membenci wanita yang terlihat murahan, tapi aku juga tidak berniat untuk menyentuh mereka semua hanya demi membalas dendamku." jawab Dave dengan tatapan tajam melirik ke arah Alpha.


"Astaga, kenapa baru sekarang kamu mengatakannya? Selama ini, aku pikir kamu sudah tidur dengan mereka, kamu sudah menipuku, Dave." ucap Alpha menyeringai.


"Kamu saja yang terlalu lama mengetahuinya, karena kamu sibuk dengan wanita-wanitamu." jawab Dave terkekeh.


"Jadi, Keinara orang yang pertama kamu tiduri?" tanya Alpha membulatkan matanya, ia semakin penasaran dengan pengakuan Dave yang hampir membuatnya tidak percaya.


Tring!!



Pintu lift terbuka Dave membekap mulut Alpha yang tadinya meninggikan intonasi suaranya.


"Kamu hampir saja membuatku malu. Kita membicarakan ini nanti. Kamu tidak lihat di sini banyak orang?" ucap Dave melepaskan tangannya dan Alpha membenarkan ucapan Dave.


"Ingin bertemu dengan ibu Keinara ya, pak?" tanya sekretaris Keinara yang baru saja datang.


"Iya benar, bu." jawab Alpha singkat.


"Ibu Keinara sudah menunggu di ruangan meeting, silahkan ikut dengan saya." ucap Jingga sekretaris Keinara, dia berjalan di depan Dave dan Alpha. Dave dan Alpha pun mengikuti wanita yang bernama Jingga itu.


"Cantik dan seksi." ucap Alpha memperhatikan tubuh Jingga.


"Ini ruangannya, pak. Silahkan masuk." ucap Jingga mempersilahkan Dave dan Alpha masuk.


Dave dan Alpha masuk melihat Keinara duduk di depan laptopnya dengan laki-laki duduk di sampingnya yang tadi menemaninya di hotel.


"Selamat siang." Sapa Alpha kepada dua orang yang berada di hadapannya.

__ADS_1


"Selamat siang, silahkan duduk." jawab Jonathan mempersilahkan Dave dan Alpha.


Jonathan membulatkan matanya melihat laki-laki yang tadi pagi sempat berdebat dengannya di parkiran hotel.


"Kamu ngapain disini?" tanya Jonathan yang tidak mengetahui kalau orang yang ada di depannya saat ini adalah Dave Abimanyu Prayata Salendra. Ia berpikir kalau Dave Alpha yang duduk di samping Dave.


"Yang jelas saya di sini mau ikut meeting." jawab Dave dengan nada dingin sambil menatap tajam Jonathan.



Keinara mengangkat kepalanya melihat Dave dan Alpha.



"Selamat datang di perusahaan kami, pak Dave. Semoga nanti kita bisa bekerjasama dengan baik ya." ucap Keinara berdiri menyalami Dave dan Alpha.


"Semoga saja." ucap Dave membalas salaman Keinara tanpa melihat wajahnya.


"Jadi dia Dave Abimanyu Prayata Salendra. Bukan? Laki-laki yang disampingnya itu." batin Jonathan memandangi wajah Dave.


"Ada satu perusahaan lagi yang belum datang, mohon ketersediaannya untuk menunggunya, pak." ucap Jonathan memberitahu.


"Tidak masalah." jawab Dave menyandarkan punggungnya di sandaran kursi, ia melihat Keinara yang sedang mengutak-ngatik laptopnya.


Jonathan berdiri di samping Keinara karena Keinara yang memintanya untuk mengecek bahan yang ada di laptopnya, mereka terlihat dekat membuat Dave bertanya-tanya dalam hatinya.


"Kalian berdua sepertinya sangat serasi ya." ucap Dave membuat Keinara dan Jonathan melihat ke arahnya.


"Maksud pak Dave, apa ya?" tanya Keinara melihat Dave, dalam hatinya ia ingin sekali memaki Dave, tapi ia tidak mungkin mempermalukan dirinya di kantornya sendiri.


"Pasti, bu Keinara dan pak Jonathan sudah mengerti apa maksud saya." ucap Dave tersenyum tipis.


"Apa, maksud Dave berkata seperti ini. Aku sangat yakin pasti ada yang dia rahasiakan dariku." batin Alpha melirik Dave.


"Maaf, pak Dave jika saya memotong pembicaraan. Saya dan bu Keinara adalah atasan dan bawahan jadi apa yang ada dalam pikiran, pak Dave saat ini, itu adalah tidak benar. Dan tolong jangan bahas hal lain yang tidak berhubungan dengan pekerjaan di ruang meeting ini." ucap Jonathan melihat Dave dengan raut wajah serius.

__ADS_1


Ok, saya mengerti." jawab Dave membalas cuek.


Perusahaan yang tadinya mereka tunggu, perwakilannya sudah datang dan rapat pun di mulai.


__ADS_2