TAWANAN CEO AROGAN

TAWANAN CEO AROGAN
Kerjasama


__ADS_3

"Ya sudah terserah denganmu saja, Ayyasha. Aku sudah jelaskan tapi kamu tidak percaya. Saranku, sebaiknya kamu jangan memulai permusuhan dengan keluarga Douglas. Kalau kamu nekat aku tidak mau membantumu." jawab Derry tegas dari balik telpon genggamnya.


"Bagaimana kalau yang dikatakan, Derry itu semuanya benar? Tapi kalau iya, kenapa dia bisa ada di rumah, Dave? Apa hubungannya dengan, Dave dan Nenek Nina?" gumam Ayyasha menautkan alisnya mencoba untuk menerka-nerka.


"Ayyasha, kamu masih mendengar aku?" tanya Derry lagi dari balik telpon genggamnya.


"Iya, aku masih mendengarkan kamu. Ok, kalau kamu tidak mau melanjutkan rencana kita, biar aku sendiri yang memberikan pelajaran. Tapi ingat jangan harap aku mau menemuimu lagi!" ucap Ayyasha mengancam kesal, dia mematikan sambungan telponnya sepihak.


"Ya sudah kalau itu yang menjadi keputusannya. Lebih baik aku cari aman saja, Pak Nayaka sudah banyak membantuku. Aku tidak mungkin membalas kebaikannya dengan sebuah pengkhianatan. Masalah wanita itu, aku bisa mencari wanita lain yang bisa memuaskanku." gumam Derry mengangkat bahunya.


Ayyasha melempar semua apapun yang ada di kamarnya.


Arghh!!


"Aku gagal mendapatkan, Dave gara-gara wanita sialan itu. Padahal semalam tinggal sedikit lagi aku akan mendapatkannya. Lihat saja, aku akan membuat Keinara menyesal seumur hidupnya karena sudah menggagalkan rencanaku!" gumam Ayyasha mengepalkan tangannya, raut wajahnya menunjukkan kebencian yang begitu dalam.


Tiba-tiba Ayyasha meringkuk memeluk lututnya, tubuhnya bergetar hebat karena menahan amarahnya. Ayyasha merampas tasnya mencari sesuatu yang bisa menenangkan dirinya.


Seketika tubuhnya menjadi tenang saat apa yang dibutuhkannya sudah masuk ke dalam tubuhnya.


Sementara di kantor Lexie Group, Keinara sudah dapat masuk kembali bekerja di kantornya. Hari ini ia akan memberitahu siapa pemenang tender yang akan bekerja sama dengan perusahaannya. Salendra Corp adalah perusahaan yang dia pilih, ia ingin membuktikan apakah perusahaan Salendra Corp seperti yang di ceritakan banyak perusahaan lain yang selalu memberi kepuasan kepada perusahaan yang bekerja sama dengan mereka.


"Jonathan, hubungi perusahaan Salendra Corp. Katakan kalau mereka yang memenangkan tender dari perusahaan kita." perintah Keinara kepada asisten pribadinya.


"Baik bu, saya akan menghubungi mereka." jawab Jonathan bergegas melangkah berjalan pergi keluar meninggalkan Keinara sendiri menuju ruangannya.


Tuut... tuut... tuut.


"Selamat siang, Salendra Corp di sini." sapa Alpha yang langsung menerima panggilan telpon.


"Selamat siang, pak. Saya perwakilan dari Lexie Group, ingin memberitahukan kalau perusahaan Salendra Corp terpilih untuk bekerja sama dengan Lexie Group untuk pembangunan proyek di luar kota. Kami menunggu kontrak kerja samanya besok pagi." ucap Jonathan menjelaskan rinci tentang terpilihnya Salendra Corp.


"Baik, pak. Terima kasih telah mempercayai perusahaan Salendra Corp. Besok pagi saya akan mengantarkan surat kontrak kerja samanya." ucap Alpha dengan senang.

__ADS_1


Panggilan pun berakhir, Alpha melompat kegirangan karena mereka berhasil memenangkan tender besar.


"Yes." ucap Alpha dengan raut wajah bahagia.


Dave menaikkan alisnya saat melihat Alpha tersenyum bahagia.


"Hemm... apa yang membuatmu senyum-senyum sendiri? Sarafmu tidak bergeserkan?" tanya Dave yang baru saja datang di ruangannya.


"Dave, kita harus merayakan kemenangan ini." jawab Alpha sambil berdiri dari duduknya.


"Maksudmu?" tanya Dave balik.


"Kita telah memenangkan tender dari Lexie Group. Baru saja asisten pribadi istrimu menghubungiku. Pokoknya kita harus merayakannya." jawab Alpha berjalan melangkah menghampiri Dave yang duduk di hadapannya.


"Ouh, jadi mereka memilih Salendra Corp. Baguslah jadi pekerjaanmu ada." ucap Dave dengan raut wajah biasa saja.


"Dave, kamu kok nggak bahagia kita memenangkan tender ini?" tanya Alpha mengerutkan keningnya.


"Bukannya kita sudah sering memenangkan tender dari perusahaan besar? Jadi menurutku tidak ada yang istimewa disini, biasa saja." jawab Dave memutar bola matanya malas.


"Kamu menyukai, Keinara?" tanya Dave menautkan alisnya.


"Hemm...mana mungkin aku berani menyukai istri bosku, aku hanya kagum melihatnya. Jarang-jarang ada seorang wanita yang sukses memimpin perusahaan sebesar itu, walaupun sebenarnya perusahaan Lexie Group sudah sukses dari dulu ya. Tapi semenjak Keinara yang menjadi Ceo di sana, perusahaan itu semakin berkembang." ucap Alpha menjelaskan panjang lebar.


"Ehemm, berawal dari kagum dan pada akhirnya jatuh cinta. Dia masih sah menjadi istriku, jadi urungkan niatmu untuk jatuh cinta sama dia. Kalau kamu nekat aku akan memindahkanmu ke kantor cabang yang ada di pedalaman." ucap Dave mengancam.


"Baru juga mengagumi sudah mendapat ancaman. Sepertinya aku mencium bau-bau cemburu di sini." ucap Alpha mengendus-enduskan hidungnya.


Plakk, sebuah berkas dilempar mengenai kepala Alpha.


"Kerja atau _" perkataan Dave seketika terpotong.


"Siap bos, aku akan bekerja." jawab Alpha cepat, dia berjalan kembali ke meja kerjanya.

__ADS_1


Ruangan itu menjadi hening hanya terdengar suara tangan yang menari-nari di atas keyboard laptop.


Tok... tok... tok.


"Masuk." jawab Dave dari dalam ruang kerjanya.


"Selamat siang, pak Dave. Saya mau mengantar surat ini, sebelumnya saya mohon maaf karena mendadak memberikannya." ucap wanita yang menjadi sekretarisnya Dave.


"Apa ini, Yesi?" tanya Dave mengambil amplop coklat dan membukanya.


"Surat pengunduran diri saya, Pak. Saya harus ikut dengan suami pindah ke luar kota karena suami saya mendapat dinas di luar kota selama setahun." jawab Yesi sambil tertunduk.


"Tidak bisakah kamu berhenti setelah saya mendapatkan pengganti?" tanya Dave membuang napasnya.


"Maaf, pak Dave tidak bisa. Besok saya dan suami sudah harus berangkat ke luar kota. Sekali lagi saya minta maaf, pak. Terima kasih atas kerja samanya selama ini, permisi." pamit Yesi berjalan melangkah keluar dari ruangan kerja Dave, setelah mengutarakan maksudnya.


"Lengkap sudah penderitaanku, pekerjaanku pasti akan bertambah." keluh Alpha ternganga mendengar Yesi mengundurkan diri.


"Alpha, segera hubungi HRD untuk membuka lowongan sekretaris baru." perintah Dave yang baru saja menerima surat pengunduran diri sekretarisnya.


"Hal sekecil itu pun harus aku juga yang mengerjakannya. Enak ya jadi bos, nasib-nasib." ucap Alpha menuruti semua perintah dari Dave.


Sementara di tempat lain, di salah satu kontrakan di Jakarta. Seorang wanita sedang membuat surat lamaran kerja sesuai bidangnya. Sudah beberapa perusahaan dia mengirimkan via email untuk melamar pekerjaan tapi satu pun tidak ada yang memanggilnya hingga saat ini.


Dua jam yang lalu ia melihat notifikasi masuk ke ponselnya dari aplikasi lowongan kerja yang ia download dari playstore.


Wanita itu pun bersemangat mengirim lamaran kerjanya via email dengan harapan, ia akan diterima bekerja karena ia sudah bosan jadi pengangguran.


"Semangat, Jovanka kamu pasti bisa mendapatkan pekerjaan ini." gumam Jovanka menyemangati dirinya sendiri di dalam kamar kontrakannya.


Suara ketukan pintu membuat Jovanka menghentikan aktivitasnya.


"Ada apa Hilda?" tanya Jovanka antusias menatap Hilda yang masuk ke kamarnya.

__ADS_1


"Jovanka kamu sudah membuka aplikasi lowongan kerja? Salendra Corp sedang membutuhkan sekretaris, kamu tidak mencobanya?" tanya Hilda menyarankan.


__ADS_2