TAWANAN CEO AROGAN

TAWANAN CEO AROGAN
Hadiah Spesial


__ADS_3

"Makanya kasih tahu dong, jadi penasaran nih!" ucap Keinara mendesak dengan wajah cemberut.


"Baiklah aku akan beritahu kamu." ucap Dave, ia merogoh saku celananya mengambil ponselnya dan mengirim pesan pada seseorang.


\[Naiklah, kakakmu sudah tidak sabar lagi\] Dave.


\[Baik, kak\] Zayn.


Seorang laki-laki muda yang tampannya tidak kalah dari Dave berjalan melangkah naik ke atas panggung.


Keinara terkesiap melihat siapa yang datang, kedua bola matanya membulat saat adik yang sangat dia rindukan datang menemuinya di saat hari yang sangat spesial dan membahagiakan untuknya.


Keinara melihat Dave seakan ingin bertanya, tapi ia terlalu merindukan adiknya itu dan lebih memilih memeluk Zayn menumpahkan kerinduannya di sana.


"Selamat ya, kak. Waktu kalian menikah aku tidak bisa datang untuk melihat, kakak. Jangan pernah sedih lagi, kak Dave adalah yang terbaik untuk, kakak. Dan satu lagi, aku juga mau mengatakan kalau kuliahku akan selesai tahun ini. Kak Keinara harus datang di acara wisudaku nanti, aku tidak mau mendengar alasan apapun." ucap Zayn memeluk erat Keinara dengan senyum senang, ini kali pertamanya untuk Zayn pulang ke Indonesia setelah beberapa tahun melanjutkan kuliahnya di Amerika.


"Siap calon Ceo Lexie Group, kami pasti akan datang. Apa Papi dan Mami sudah tahu kalau kamu datang?" tanya Keinara menyelidik melepaskan pelukannya menatap lekat wajah Zayn.


"Yang tahu kedatanganku hanya kak Dave. Sebenarnya ini rencana, kak Dave yang katanya dia mau memberikan kejutan buat kakak." jawab Zayn menggelengkan kepalanya.


"Dave? Dari mana dia tahu kalau aku punya adik?" tanya Keinara dalam hati, mengerutkan keningnya.


"Maaf, kemarin aku lancang menerima panggilan yang masuk ke ponselmu. Rasa penasaranku yang memaksaku untuk mengangkatnya. habis, kamu buat nama kontaknya kesayanganku jelas saja aku cemburu. Aku berpikir kalau yang menghubungimu itu adalah selingkuhanmu." bisik Dave tepat di telinga Keinara, seakan tahu apa yang sedang Keinara pikirkan.

__ADS_1


"Terus, kamu memakinya?" tanya Keinara menyelidik membulatkan matanya lebar menatap Dave.


"Hampir saja aku memakinya tapi tidak jadi karena, Zayn lebih dulu yang menyapa. Aku terkejut saja yang aku tahu kamu tidak memiliki seorang adik. Akhirnya aku meminta nomor ponselnya, jadi aku sedikit memaksanya untuk pulang saat pesta pengumuman pernikahan kita ini tanpa memberitahumu karena aku mau kedatangan, Zayn jadi kejutan untukmu." ucap Dave menjelaskan panjang lebar.


"Hemm... kalian berbisik, tapi aku bisa mendengarnya. Oh ya, sampai kapan kita menjadi pusat perhatian di atas panggung ini?" tanya Zayn lirih pada Keinara. Ia tersenyum kikuk menundukkan wajahnya, tersipu malu karena banyak pasang mata dari tamu undangan menatap mereka di atas panggung.


"Astaga, untung saja kamu mengingatkan kita, ya sudah ayo kita sekarang turun. Kita temui Papi dan Mami, mereka pasti terkejut juga melihatmu tiba-tiba ada di sini." jawab Keinara setengah berbisik di telinga Zayn, sambil menggandeng tangan Zayn menuruni anak tangga dengan perlahan dari panggung.


"Jadi suamimu ini dibiarkan jalan sendiri?" ucap Dave menegur, rasa irinya terhadap Zayn tiba-tiba muncul.


"Oh iya, sini." ucap Keinara meraih tangan Dave dan menggandengnya dengan perasaan bahagia.


Mereka bertiga pergi meninggalkan area panggung untuk mendatangi keluarga besar mereka di tempat duduk VVIP khusus keluarga mereka. Di sana Nayaka dan Kumala langsung menjewer telinga Zayn karena tidak memberitahu mereka kalau dia akan pulang ke Indonesia.


"Begini ya, pulang-pulang tidak memberi kabar kami. Maksudnya apa coba, Zayn? Terus dari mana uang kamu dapatkan untuk membeli tiket pesawatnya?" tanya Nayaka, salah satu tangannya menjewer telinga Zayn.


"Astaga, kelihatan sekali kalian tidak merindukanku pulang, masa malah kena jewer. Ya sudah, lebih baik aku kembali saja." jawab Zayn mengambek memasang wajah cemberut.


"Hahaha...kami hanya becanda, sini!" ucap Nayaka bangkit berdiri dari duduknya dan merentangkan kedua tangannya lebar, Zayn pun memeluk Papinya.


"I Miss U, Daddy." ucap Zayn memeluk erat Nayaka.


"I Miss U too, my son." ucap Nayaka mengelus puncak kepala Zayn dengan senyum lebar.

__ADS_1


"Hemm...Mami nggak di peluk nih?" ucap Kumala menegur Zayn yang ikut bangkit berdiri dari duduknya.


"Ya pasti di peluk dong, Zayn sudah sangat merindukan Mami. Bolehkan malam ini kita tidur bertiga?" tanya Zayn terkekeh, sambil memeluk wanita yang sudah melahirkannya itu.


"Ya pasti bolehlah sayang, kami semua merindukanmu. Oh ya, tumben kamu mau pulang? Apa kakakmu yang memintamu pulang? Biasanya sekeras apapun kami memaksamu pulang, kamu tidak pernah mau." ucap Kumala menatap lekat putra bungsunya.


"Bukan kakak yang menyuruhku pulang, tapi kakak ipar. Dia juga yang membelikan tiket pesawat untukku." ucap Zayn menjelaskan kini, ia sudah berada di tengah-tengah keluarga tercintanya.


"Maksudmu Dave, kok bisa?" tanya Kumala menautkan kedua alisnya tidak percaya.


"Ya iyalah, Mi. Memang siapa lagi, kakak iparku kalau bukan kak, Dave? Bisa dong karena aku mau memberi kejutan untuk kalian semua dan ternyata rencanaku dan kak Dave berhasil." jawab Zayn tersenyum senang.


"Dasar ya, coba kami yang suruh kamu pulang. Kamu tidak pernah mau. Ya sudah kita sapa tamu-tamu dahulu, Papi mau memperkenalkan kamu dengan mereka." protes Nayaka pada putra bungsunya meraih tangan Zayn untuk ikut bersamanya.


"Nggak usahlah, Pi. Zayn malu." jawab Zayn melepaskan genggaman tangan Nayaka.


"Ini kesempatan Papi memperkenalkanmu kepada teman-teman, Papi karena setelah kamu lulus kuliah kamu yang akan menggantikan Keinara di perusahaan. Kakakmu sedang hamil, jadi tidak boleh terlalu capek, mengerti!" jawab Nayaka tegas menasehati Zayn.


"Ya nggak bisa gitu dong, Pi! Zayn belum ada pengalaman menjadi pemimpin perusahaan. Kak Keinara bisa bekerja dari rumah bukan?" protes Zayn tidak suka dengan wajah datar.


"Zayn, kamu tidak melupakan janji kamu pada kami bukan? Kuliahmu sebentar lagi akan selesai, jadi kamu harus mempersiapkan dirimu untuk menjadi seorang pemimpin di perusahaan." ucap Nayaka mengingat sekaligus membujuk Zayn yang sibuk dengan pikirannya.


"Zayn tenang saja, kakak akan membantumu." ucap Dave menenangkan Zayn agar ia bersedia.

__ADS_1


"Caranya kak Dave?" tanya Zayn sebelum ia menyetujuinya.


"Kamu hanya perlu belajar dan kakak siap mengajarimu. Kamu juga bisa belajar dari kak Keinara dan kakak iparmu ini." ucap Dave memberikan solusi.


__ADS_2