
Nenek Nina sudah pulang, Dave kembali ke kamar Keinara. Hening tidak ada yang mengeluarkan suara, hanya terdengar bunyi suara monitor detak jantung yang terhubung dengan Keinara.
Dave memainkan ponselnya, ia membuka akun media sosialnya. Banyak berita muncul tentang kecelakaan yang menimpa Keinara.
"Jadi berita ini sudah di ketahui publik? Tapi siapa yang menyebarkannya?" tanya Dave dalam hatinya.
"Mi, teman Papi sebentar lagi akan datang mau menjenguk Keinara." ucap Nayaka memberitahukan kabar gembira.
"Ya sudah setelah teman, Papi nanti pulang. Kita juga pulang ya. Ingat kata dokter Papi harus banyak istirahat." jawab Kumala menyarankan.
"Nggak bisa, Mi. Papi akan tetap disini menjaga, Keinara." ucap Nayaka memaksakan diri untuk tetap menjaga Keinara.
"Pi, disini ada Dave yang menjaga Keinara. Lagi pula sudah tugasnya Dave menjaga, Keinara." ucap Kumala membujuk Nayaka.
"Papi tidak mau laki-laki ini yang menjaga Keinara. Dia bisa saja mencelakai Keinara." ucap Nayaka geram menatap tajam kearah Dave.
"Maaf, pak Nayaka. Saya bukan tipe orang yang suka mengambil kesempatan dalam kesempitan. Apa untungnya bagi saya mencelakai, Keinara?" ucap Dave seakan tidak terima, Papi mertuanya itu terus menyudutkannya.
"Pi, Dave itu suaminya Keinara. Jadi tolong Papi mengerti." ucap Kumala menegur Nayaka dengan lembut.
Di tengah perdebatan mereka, terdengar suara pintu terbuka.
"Selamat siang Pak Nayaka, Bu Kumala. Kami turut prihatin atas apa yang menimpa Keinara. ucap sepasang suami istri yang baru saja masuk ke ruangan inap Keinara.
"Pak Nirwana, Bu Raudyah silahkan duduk." ucap Kumala mempersilahkan duduk menyambut kedatangan tamunya dengan ramah.
Mereka yang baru datang adalah Papi dan Maminya Ayyasha. Dave mengerutkan keningnya melihat sosok orang yang sedang berdiri di depannya.
Papi dan Maminya Ayyasha juga mengerutkan keningnya melihat Dave.
"Lho, Dave. Kamu di sini juga?" tanya Nirwana Papinya Ayyasha.
__ADS_1
"Iya, Om." jawab Dave singkat.
"Pak Nirwana mengenal laki-laki ini?" tanya Nayaka menyelidik.
"Siapa yang tidak mengenal Dave, pak Nayaka. Dave ini Ceo di perusahaan Salendra Corp sekaligus pewaris tunggal dari keluarga Salendra, dan Dave ini juga teman baik putri saya." jawab Nirwana tersenyum ramah.
"Oh begitu, terima kasih ya sudah datang menjenguk putriku. Dia belum sadar." ucap Nayaka menjelaskan.
"Semoga Keinara cepat sadar ya pak. Jujur saya sangat terkejut mendengar kecelakaan yang menimpa Keinara." ucap Nirwana mengenal Nayaka sejak dari duduk di bangku sekolah menengah.
"Oh ya, dari tadi saya penasaran Dave kenapa bisa ada di sini juga?" tanya Raudyah menambahkan.
"Dave ini me_" Kumala belum menyelesaikan kalimatnya, tapi Dave sudah memotongnya.
"Saya rekan bisnisnya Keinara." potong Dave. Ia tidak ingin ada orang yang mengetahui tentang status pernikahannya dengan Keinara.
"Dave." ucap Kumala menaikkan kedua alisnya.
"Ya sudah tunggu di luar." jawab Kumala menganggukkan kepalanya tanda mengiyakan ajakan Dave.
"Bu Raudyah, Pak Nirwana saya keluar sebentar ya." pamit Kumala segera menyusul Dave yang sudah terlebih dulu keluar dari ruang rawat inap Keinara.
"Cih, suami macam apa itu, dia bahkan tidak mau mengakui dirinya sebagai suami, Keinara. Seperti itu yang mau Keinara pertahankan? Bapak sama anak sama saja, sama-sama tidak beres." batin Nayaka mengumpat.
"Pak Nayaka, kami tidak bisa lama-lama di sini karena harus pergi menghadiri undangan pesta pernikahan anak teman kami lagi." ucap Nirwana berpamitan.
"Tidak apa-apa, pak Nirwana. Saya sangat senang sekali kalian sudah datang menjenguk putriku. Saya antar sampai depan ya! Ayo mari pak Nirwana, Bu Raudyah." ucap Nayaka bergegas berjalan paling depan tamunya untuk mengantarkan sampai ke halaman parkir rumah sakit.
Di depan ruang rawat inap Keinara. Dave dan Kumala duduk di kursi tunggu membicarakan hal serius.
"Bu, sebelumnya saya minta maaf memotong pembicaraan, ibu tadi. Saya hanya tidak ingin ibu memberitahu siapapun tentang status pernikahan kami kepada orang lain, karena kami berdua sudah membuat kesepakatan itu. Jadi, Dave mohon atas pengertiannya." ucap Dave mengatupkan kedua tangannya.
__ADS_1
"Tapi kenapa, Dave kalian menyembunyikan status pernikahan kalian? Beri saya alasan agar saya bisa mengerti." jawab Kumala bingung mengeryitkan keningnya.
"Maaf Bu, Dave tidak bisa memberitahukannya. Karena kalau sampai, Dave menceritakan sebenarnya, Keinara pasti akan sangat marah kepada, Dave." ucap Dave menjelaskan dihadapan ibu mertuanya.
"Dave, Keinara sedang koma jadi tidak masalah kamu menceritakan alasannya kepada, Mami. Oh ya, mulai saat ini kamu tidak boleh memanggil kami Pak, Bu lagi. Kami adalah mertuamu sudah selayaknya kamu memanggil kami sebagaimana, Keinara memanggil kami." ucap Kumala mengingatkan.
"Baik Bu, eh, Mi maksudnya nanti setelah Keinara sadar biar Keinara yang memberi alasannya kepada, Mami. Karena Dave tidak mau membuat Keinara marah besar. Mami tahu bukan, bagaimana kalau Keinara sudah marah, Dave saja sampai takut kalau melihat Keinara marah." ucap Dave terkekeh.
"Kamu memang benar, Mami saja sampai pusing kalau sudah melihatnya marah. Keinara itu persis seperti Papinya, keras kepala dia akan marah kalau ada yang membantahnya. Berbeda dengan adiknya, Zayn." ucap Kumala menjelaskan tidak menyadari telah membongkar sifat asli Keinara.
"Jadi, Keinara punya adik, Mi? Tapi kenapa saat kami menikah, Dave tidak melihatnya ada di pesta pernikahan kami?" tanya Dave penasaran.
"Zayn sedang kuliah di London, tapi beberapa bulan yang lalu dia pindah kuliah kembali ke Amerika. Semenjak dia kuliah di sana Zayn belum pernah pulang. Katanya dia tidak akan pulang sebelum mendapatkan gelar sarjananya. Zayn itu tidak suka dengan dunia bisnis, padahal dia yang seharusnya menangani perusahaan bukan, Keinara. Ah, Mami jadi curhat. Ya sudah, kita masuk sekarang tidak enak dengan pak Nirwana dan Bu Raudyah." ucap Kumala mengajak Dave masuk.
"Mi, boleh Dave bertanya satu hal lagi?" tanya Dave dengan tatapan mata teduhnya.
"Apa itu, Dave?" jawab Kumala antusias.
"Mami sudah merestui hubunganku dengan, Keinara?" tanya Dave menatap wajah ibu mertuanya lekat.
"Jujur, Mami sudah merestuinya tapi kamu harus berjanji kepada, Mami. Jangan kamu sakiti hatinya Keinara, dulu dia pernah di sakiti seorang laki-laki yang sangat dia cintai, tapi laki-laki itu mengkhianatinya dan dari situlah, sikap Keinara terhadap lawan jenisnya berubah dia menjadi dingin dan cuek tidak peduli dengan laki-laki yang berusaha ingin mendapatkan hatinya. Yang membuat, Mami bertanya-tanya sampai sekarang adalah, kenapa dia tiba-tiba bisa memilihmu?" tanya Kumala menyelidik menatap Dave mencari jawabannya.
"Jadi, Keinara pernah disakiti laki-laki yang dia cintai? Hemm, aku jadi penasaran seperti apa laki-laki yang sudah menyakiti Keinara." batin Dave dalam hati.
"Jadi begitu ya, Mi. Dave jadi tahu sekarang kenapa sikap, Keinara seperti itu. Ya sudah Mi, ayo kita masuk." ucap Dave melangkahkan kakinya menuju ruang inap bersama dengan ibu mertuanya.
"Dave, kamu tadi belum berjanji untuk tidak menyakiti, Keinara. Mami hanya tidak mau dia merasakan sakit untuk ke dua kalinya." tanya Kumala berada di samping Dave berjalan beriringan masuk ke ruang inap.
Dave tidak langsung menjawab, ia diam memikirkan permintaan Mami mertuanya itu.
"Mi, Dave berjanji tidak akan menyakiti anak, Mami itu." jawab Dave membuang napas panjangnya.
__ADS_1
"Kamu sudah berjanji kepada, Mami itu artinya jangan pernah kamu menyakitinya, karena kalau kamu sempat menyakitinya kamu akan berhadapan dengan Mami langsung. Ingat Dave, Mami tidak akan pernah main-main." ucap Kumala dengan penuh penegasan.