
Keinara mengulas senyum mendengar nasehat Nenek Nina. Beda dengan Dave, ia malah ingin mengerjai Keinara lagi dengan cara pura-pura mesra. Pertengkaran yang tadi sore terjadi seolah sudah Dave lupakan.
"Sayang, apa yang dikatakan Nenek itu benar sekali. Mulai sekarang kita harus saling tolong menolong, harus saling menyayangi satu sama lain, dan jangan selingkuh apalagi memberi harapan pada orang lain. Karena kalau kita selingkuh akan menyakiti banyak orang." ucap Dave sambil mengambil lauk pauk di atas piring nasi untuk Keinara.
Keinara menginjak kaki Dave karena geram, mendengar apa yang baru saja Dave katakan. Seolah-olah dia selingkuh dengan orang lain, pikir Keinara.
"Awww... sakit sayang, kenapa kamu menginjak kakiku? Kalau kamu marah denganku nanti saja kita selesaikan di kamar ya." ucap Dave meringis kesakitan, tapi ia masih bisa mengedipkan matanya menggoda Keinara.
Kekesalan Keinara semakin menjadi karena ia tahu kalau Dave sedang mengerjainya lagi dan sengaja bersikap baik agar Nenek Nina melihat cucunya itu terlihat keren.
Nenek Nina menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah laku cucunya dan istrinya itu.
"Kalian berdua terlihat unik, sangat jarang ada pasangan seperti kalian ini." ucap Nenek Nina berdehem senang.
Ting tong! Terdengar suara bel dari depan pintu utama.
"Biar aku saja yang membukakan pintu." ucap Keinara bangkit berdiri ia bergegas berjalan melangkah ingin meninggalkan Nenek Nina dan Dave yang masih menikmati makan malam mereka di meja makan, tiba-tiba saja Dave menahannya.
"Istriku sayang biar suamimu ini saja yang membukakan pintunya. Duduklah di sini temani Nenek makan." ucap Dave tersenyum mengejek.
"Idiih, kamu kerasukan setan dari mana?" ucap Keinara tersenyum tipis.
__ADS_1
"Hahaha...aku sedang tidak kerasukan. Aku hanya ingin kamu yang merasukiku." ucap Dave pergi berjalan melangkah membuka pintu sambil tertawa.
Dave merasa senang dengan apa yang baru saja dia lakukan kepada Keinara. seumur-umur ia tidak pernah melakukan hal yang dianggapnya sangat konyol. Tapi di satu sisi, ia sangat senang melihat wajah kesal Keinara yang mengingat dirinya pada seorang wanita dari masa lalunya yang dia kenal.
"Hahaha...kenapa aku jadi bisa bersikap konyol begini?" tanya Dave dalam hatinya, menggeleng-gelengkan kepalanya.
Dave membuka pintu ruang tamu utamanya, tampak terlihat sosok pria paruh baya yang berdiri di ambang pintu rumahnya tersebut.
"Ada apa pak Safi?" sapa Dave saat mengetahui siapa orang yang berdiri di depan pintu rumahnya, yang tidak lain satpam yang berjaga di rumahnya.
"Mas, ada orang tuanya Ayyasha. Katanya mau bertemu dengan Mas Dave." jawab Safi petugas keamanan di rumahnya.
"Ngapain Om Nirwana kesini? Nggak pernah-pernahnya datang ke rumah?" tanya Dave bertanya pada dirinya sendiri.
"Om, silahkan duduk." ucap Dave mempersilahkan.
"Terima kasih, Dave. Dave Om datang ke sini mau minta tolong kepada kamu, Om harap kamu mau membantu, Om." ucap Nirwana menundukkan kepalanya sambil membuang napas panjangnya.
"Membantu hal apa, Om?" tanya Dave balik.
"Ayyasha, Dave sudah satu minggu ini, Ayyasha tidak mau keluar dari kamarnya. Ia selalu berteriak memanggil namamu. Om sangat mengkhawatirkannya, tolong bujuk, Ayyasha keluar dari kamarnya agar ia mau makan." ucap Nirwana memohon mengatupkan kedua tangannya di depan dada.
"Maaf, Om. Dave tidak bisa, Ayyasha akan keluar kamar jika dia sudah merasa lapar. Ayyasha itu bukan wanita yang bodoh Om, jadi tidak mungkin dia membiarkan dirinya mati kelaparan." ucap Dave menolak halus permohonan Nirwana.
"Dave, tolong untuk kali ini saja. Ayyasha sangat mencintaimu, ia menolak dijodohkan karena ia menaruh harapan besar sama kamu. Apa kurangnya, Ayyasha sehingga kamu tidak bisa menerima dia sebagai kekasihmu?" tanya Nirwana ingin mengetahui penyebab Dave menolak putrinya.
__ADS_1
"Om, Dave tidak mau memberi harapan apapun kepada, Ayyasha. Aku dan Ayyasha selama ini hanya berteman, tapi tidak sekarang karena Dave sudah terlanjur benci kepada Ayyasha. Jadi Dave harap Om mengerti dengan keputusan yang aku buat." ucap Dave dengan tegas memberikan alasannya.
"Kamu sungguh tidak punya hati nurani Dave. Om pikir kamu pria yang sudah dewasa, tapi kenyataannya tidak seperti itu. Ayyasha sangat bodoh bisa menyukai laki-laki sepertimu, Om sangat kecewa denganmu. Kamu akan menyesal karena sudah menyia-nyiakan cintanya, Ayyasha." ucap Nirwana bangkit berdiri dari duduknya menatap tajam ke arah Dave.
"Saya tidak akan pernah menyesal, Om. Justru saya akan menyesal jika menjadikan Ayyasha sebagai kekasihku! Jika tidak ada yang mau dibahas lagi, silahkan keluar Om, pintunya ada di sebelah sana." ucap Dave dengan suara rendah tangannya menunjuk ke arah pintu utama rumahnya sambil ia pun bangkit berdiri memberikan senyuman menyeringai ke Nirwana.
Nirwana sangat marah melihat penolakan dari Dave, ia pun kini menganggap Dave sebagai musuhnya, bergegas ia pergi berjalan melangkah keluar dari rumah tersebut mengepalkan tangannya hingga kubu-kubu jarinya memutih.
"Dave akan saya buat kamu menyesal, dan suatu hari nanti, kamu akan memohon kepada Ayyasha ingat itu!" ucap Nirwana mengancam Dave membalikkan badannya sesaat sebelum melanjutkan pergi menjauh dari kediaman Dave.
Nirwana yang diketahui banyak orang sosok pria yang ramah dan baik, ternyata itu hanya di depan saja. Dave sudah melihat sisi buruk dari seorang Nirwana.
"Hah! Dia pikir aku takut dengan ancamannya itu? Om, Nirwana sudah salah besar bisa mengancamku, justru dia nanti yang akan kubuat bertekuk lutut jika berani macam-macam dengan Dave Abimanyu Prayata Salendra." gumam Dave masih berdiri memandang punggung Nirwana hingga menghilang menjauh dari pandangannya.
Keinara dan Nenek Nina sudah selesai makan, mereka tidak tahu siapa yang mengobrol dengan Dave. Nenek Nina mengajak Keinara duduk di ruang tamu sambil menemaninya menonton TV.
Dave, sana lanjutkan makanmu kembali." ucap Nenek Nina menyuruh Dave menghabiskan makanannya.
"Rasa lapar Dave sudah hilang, Nek. Tiba-tiba saja perutku terasa sangat kenyang." ucap Dave yang sudah kehilangan nafsu makannya.
"Oh tidak apa-apa, asal jangan kelaparan tengah malam nanti, kamu bukannya seperti itu?" jawab Nenek Nina mengingatkan.
"Kalau lapar gampang, Nek. Sekarang Dave sudah punya istri. Keinara yang akan Dave suruh untuk membuatkan makanan." ucap Dave melirik Keinara yang fokus menonton TV.
"Keinara masih dalam tahap pemulihan, jangan pernah kamu menyuruhnya untuk melakukan aktivitas berat dulu." ucap Nenek Nina tegas mengingatkan Dave.
__ADS_1