
"Astaga, aku baru mau mengajak Nenek bekerja sama, tapi Nenek sudah memberi nasehat seperti itu. Bagaimana caranya aku memberitahu, Nenek tentang wanita itu kalau wanita itu tidak baik. Tapi bagaimanapun, untuk sementara ini aku harus berpura-pura menjadi sepupunya, Dave sampai aku bisa menjauhkan, Dave dari wanita itu." batin Keinara bimbang.
"Ya sudah, Nek. Keinara ke kamar dahulu ya. Oh ya, kalau wanita itu bertanya tentang siapa aku. Nenek cukup jawab kalau aku adalah sepupunya, Dave. Jangan bilang kalau aku adalah istrinya, Dave." ucap Keinara mengingatkan Nenek Nina.
"Kenapa begitu, Keinara? Bukankah lebih bagus kalau Ayyasha tahu yang sebenarnya kalau, Dave sudah menikah denganmu? Dengan begitu Ayyasha tidak mendekati, Dave lagi." ucap Nenek Nina memberikan masukannya.
"Keinara belum bisa menjelaskannya sekarang, Nek. Yang jelas, Keinara melakukan itu karena Keinara punya alasan. Tolong ya, kerjasamanya Nek. Semua ini demi, Dave." jawab Keinara bergegas masuk ke dalam kamarnya tanpa melihat Ayyasha yang masih berada duduk di ruang tamu.
"Apa yang tadi mereka bicarakan? Aku harus tanya Nenek Nina, apakah wanita itu benar sepupunya, Dave atau bukan." gumam Ayyasha menunggu kedatangan Nenek Nina.
"Ayyasha, kenapa kamu masih di sini? Ini sudah larut malam, apa kamu tidak pulang?" tanya Nenek Nina menghampiri Ayyasha di ruang tamu.
"Ayyasha akan pulang kalau Nenek mau menjawab pertanyaan, Ayyasha. Apakah benar wanita tadi sepupu, Dave?" tanya Ayyasha curiga.
"Dari mana kamu tahu, Keinara sepupunya Dave? Siapa yang mengatakan itu samamu?" ucap Nenek Nina balik bertanya.
"Jadi benar wanita tadi sepupunya, Dave? Namanya siapa, Nek? Keinara? Kalau boleh tahu sepupu dari mana ya, Nek? Bukannya Dave tidak punya sepupu?" tanya Ayyasha memberikan pertanyaan panjang pada Nenek Nina, dia ingin menyelidiki kebenarannya.
__ADS_1
"Keinara selama ini tinggal di luar negeri, jadi kamu tidak pernah melihatnya di sini. Tapi mulai sekarang setiap kali kamu datang ke sini, kamu akan melihatnya di sini karena dia akan tinggal di rumah ini. Jadi sekarang kamu sudah boleh pulang karena Nenek sudah menjawabnya." ucap Nenek Nina dengan tegas.
"Baiklah, Nek. Ayyasha pulang dulu. Besok Ayyasha kesini lagi menemui, Dave." ucap Ayyasha bangkit berdiri dari duduknya berjalan melangkah menghampiri dan mencium punggung tangan Nenek Nina.
"Ini tidak bisa di biarkan, tapi apa maksud, Keinara tadi kalau dia sepupunya, Dave? Aku sungguh tidak paham dengan jalan pikiran anak itu, tapi ya sudahlah, aku ikuti dulu apa yang dikatakannya tadi." gumam Nenek Nina mengeryitkan keningnya sambil menatap bahu Ayyasha yang menghilang dari pandangannya.
Nenek Nina menyuruh security untuk membawa Dave ke kamarnya, tapi sebelum Dave dibawa ke kamar, Nenek Nina mencium kening cucu kesayangannya itu.
"Kali ini Dave tidak mabuk tapi, kenapa dia pingsan? Dan tadi pergi sama, Ayyasha terus pulangnya sama, Keinara. Apa yang sebenarnya sudah terjadi kepada, Dave? Ok, aku akan menanyakan hal ini besok kepada, Dave." gumam Nenek Nina memandang lekat wajah Dave.
Dave sudah berada di dalam kamarnya, Keinara memandangi wajah Dave yang terlihat polos saat tidur.
Pagi hari, Keinara sudah rapi dengan pakaian kerjanya. Sedangkan Dave masih tertidur lelap, efek obat tidur yang diberikan Ayyasha masih bereaksi sehingga Dave masih betah di atas king zise tempat tidurnya.
Dave mengerjapkan kedua matanya saat cahaya matahari masuk melalui celah jendela kamarnya. Kepalanya masih terasa sakit saat dia terbangun dan ingin duduk di tepi ranjangnya.
"Kenapa kepalaku sangat sakit sekali? Tidak biasanya seperti ini?" gumam Dave memijit pelipisnya mencoba meringankan rasa sakit di kepalanya.
__ADS_1
Nenek Nina masuk ke dalam kamar Dave, melihat Dave yang sudah bangun. Nenek Nina duduk di ujung tepi tempat tidur, memperhatikan lekat raut wajah Dave.
"Dave apa yang telah terjadi denganmu semalam? Kenapa kamu pulang tidak sadarkan diri?" tanya Nenek Nina menatap lekat ke arah bola mata Dave mencari jawabannya di sana.
"Dave pulang tidak sadarkan diri? Maksud, Nenek?" tanya Dave yang gagal mencerna ucapan Nenek Nina.
"Iya, Keinara membawamu pulang dalam kondisi tidak sadar, entah kamu pingsan atau tidur Nenek tidak tahu. Yang jelas, semalam kamu sudah membuat Nenek bertanya-tanya. Kamu pergi dengan, Ayyasha terus pulangnya sama, Keinara. Apa kamu sakit?" tanya Nenek Nina menyelidik.
Dave mengerutkan keningnya, ia mencoba mengingat kejadian semalam. Terlintas di pikirannya, ia sedang menemani Ayyasha di acara ulang tahun temannya, setelah itu dia menerima segelas air minum yang diberikan oleh Ayyasha dan kemudian ia pun pulang. Dave juga ingat kalau ia sangat mengantuk sekali sampai harus menghentikan mobilnya di pinggir jalan raya.
"Nenek yakin kalau Dave pulang dengan, Keinara semalam?" tanya Dave balik mengerutkan keningnya.
"Iya, Keinara yang membawamu pulang dan paling anehnya, begitu kalian pulang Keinara meminta Nenek untuk mengatakan kepada, Ayyasha kalau kalian itu sepupu. Aneh tidak menurutmu?" jawab Nenek Nina dibuat bingung dengan sikap Keinara semalam.
"Keinara mengatakan seperti itu? Tapi apa tujuannya, Nek? Dave baru ingat sekarang, Nek kalau semalam, Ayyasha pasti menaruh obat tidur di minuman yang Dave minum. Makanya Dave tidak tahu apa-apa semalam, tapi Dave masih penasaran kenapa bisa, Keinara yang membawaku pulang. Keinara tidak memberitahu kepada Nenek apa-apa?" tanya Dave mengangkat keningnya sambil membuang napas panjangnya.
"Ayyasha menaruh obat tidur? Tapi untuk apa Dave, Ayyasha melakukan itu? Keinara tidak mengatakan apapun kepada Nenek barusan." ucap Nenek Nina membulatkan bola matanya mendengar cerita dari cucu semata wayangnya.
__ADS_1
"Ok, Nenek tidak perlu memusingkan itu. Yang tahu jawaban semua ini hanya Ayyasha dan Keinara. Nanti Dave yang bertanya langsung kepada mereka berdua dan intinya, Ayyasha itu mau melakukan sesuatu kepada, Dave. Dave mau siap-siap ke kantor dulu, Nek karena kalau Dave terlambat lagi ada yang menceramahi" ucap Dave beranjak bangun melangkah pergi dari tempat tidurnya dan segera membersihkan badannya.