Teman Ranjang Billionaire

Teman Ranjang Billionaire
Para jantan Cemen


__ADS_3

"Jangan-jangan itu tuyul lagi," kata Arini dengan ekspresi biasa, karena Arini tidak takut sama sekali.


Langsung saja Sean memeluk Arini, Shane memeluk Amira, Daffa memeluk Putri dan Nick memeluk Vani. Meraka semua merinding, pada takut dengan hal-hal mistis.


Apalagi si Shane yang lebay nya ga ketolongan dia menyembunyikan kepalanya di bahu Amira.


Tentu membuat Amira kesal tak karu-karuan.


"Ini cowok-cowok kok pada penakut semua, woy! seharusnya yang takut tu para betina bukan para jantan," omel Arini heran dengan para pejantan mereka.


"Arini, mungkin mafia, rekan bisnis, penjahat dan juga hati para wanita kami mungkin bisa menaklukkannya kalau hantu mana pernah kami menaklukkannya jadi butuh persiapan dulu," kilah Shane


"Alasan," sahut Amira


"Betul tu," sahut Daffa


"Mas Daffa kok ikutan somplak seperti Shane," oceh Arini.


"Sudah! ayo kita tidur," ajak Vani


"Ikut," sahut Nick


Mereka para betina hanya bisa menggelengkan kepala melihat sikap Cemen para pejantan mereka, bagaimana bisa menjadi imam kalau sama mahkluk tak kasat mata saja takut.


"Bagiamana kalau tidurnya bersama jadi satu," ide Shane


"Iya aku setuju," sahut Putri


Amira dan Vani menatap Putri kesal, "Putriiiii," teriak mereka, "Kamu kalau di DP Daffa tau rasa enak kamu," maki Amira.

__ADS_1


"Udah kak," sahut Putri enteng dengan rasa tak berdosa.


"Tak ku sangka," sahut Sean dengan menatap Daffa.


Daffa yang menurutnya pendiam dan lemah lembut sanggup juga berbuat hal tersebut pada kekasihnya yang masih di bawah umur.


Amira dan Vani hanya bisa menggelengkan kepala, "Astaga bocah ini, katanya berprestasi di kampus tapi kok gini," kata Vani sambil menggelengkan kepala


'Kadang memang benar jika jatuh cinta itu membuat orang jadi oon ya," timpal Amira.


Para pejantan pun melerai perdebatan yang ada, akhirnya mereka memutuskan untuk tidur jadi satu.


"Sayang kita ikut tidur bersama mereka ya," ajak Sean.


Seketika Arini melemparkan tatapan mautnya pada Sean heran sekali dengan suaminya yang penakut sekali.


"Supaya aman sayang, takut kalau hantunya datang lagi," sahut Sean sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Hantu tu tidak akan menyakiti hanya menampakkan wujudnya saja dan suara suara jadi jangan takut," ungkap Arini.


Sean menghela nafas.


"Baiklah," timpalnya pasrah.


Arini dan Sean tetap tidur di kamarnya, sedangkan Daffa dan kawan-kawan tidur jadi satu di kamar para betina.


"Kalian tidur di bawah, kami tidur di atas," kata Amira.


"Lebih baik kita tidur di kamar sendiri saja, daripada tidur di bawah," kata Daffa lalu berniat keluar kamar.

__ADS_1


Shane segera berlari mengejar Daffa begitu pula dengan Nick.


Tingkah ketiga pria ini sungguh membuat geleng-geleng kepala, di kantor sikap sangat wibawa dan cool sedangkan aslinya seperti anak kecil yang dengan hantu saja takut.


Suasana semakin mencekam, apalagi hujan turun sangat deras. Mulai terdengar bunyi-bunyi yang cukup membuat Sean takut.


Dia mendekatkan tubuhnya ke istrinya, nampak Arini merasa terganggu dengan tangan Sean dan juga kepalanya.


"Aaaaaahhhhhggggg menyesal aku, ngapain tadi kesini," umpatnya dalam hati.


Merasa terganggu Arini mendorong tubuh Sean, " Sayang aku kesempitan nih," oceh Arini


"Aku hanya mencoba melindungi kamu sayang, takutnya ada hantu yang tiba-tiba datang," sahut Sean.


"Melindungi apanya, bilang saja kalau kamu takut," maki Arini sambil mendorong tubuh suaminya.


"Sembarangan, siapa juga yang takut! malah yang ada hantunya takut sama aku," timpal Sean


"Yakin, nggak takut?" tanya Arini menyelidik


"Sudahlah! sudahlah! ayo tidur! lagipula kalau kamu ditakuti hantu jangan bangunkan aku," jawab Sean dengan kesal.


"Ok" sahut Arini lalu dia tidur membelakangi Sean yang masih dengan posisi duduknya.


Waktu terus berjalan Sean ternyata masih belum tidur, pikirannya kemana-mana namun dia tetap menutup matanya hingga subuh datang dia baru terlelap.


Begitu pula dengan Shane, dia juga sama seperti Sean yang menyesal datang ke Villa .


"Aarrrrrggggg tau gini gak ikut kesini aku," umpatnya dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2