Teman Ranjang Billionaire

Teman Ranjang Billionaire
Ketiduran di ruang kerja


__ADS_3

Sean tertawa, saat tertawa Arini memasukkan sesendok makanan pada mulut Sean.


Sean terdiam hanya mulutnya yang melakukan pergerakan, matanya terus berbinar


"Enak ya sayang," katanya dengan menatap Arini


"Mang enak, aku beli di langganan aku dulu, ni tu nasi kuning terenak sedunia," sahut Arini lalu memasukkan makanan ke dalam mulutnya


Sean terus menatap Arini, "Aku minta dong sayang," pinta Sean dengan mata yang tak lepas dari piring yang berisi nasi kuning tersebut.


"Ogah, ini kan makanan ternak, manusia sombong seperti kamu nggak boleh minta," ujar Arini dengan menjauhkan piringnya dari Sean.


"Hey pelit sekali kamu, lagian makanan gak jelas seperti itu siapa juga yang ingin," omel Sean lalu pergi meninggalkan Arini.


"Dasar monster aneh, tadi bilang makanan ternak terus bilang enak sampai mau minta sekarang marah-marah bilang makanan gak jelas, sinting," oceh Arini


Arini menikmati makanannya dengan lahap, dia tidak mempedulikan Sean yang marah padanya. Sebenarnya Arini juga kesal dengan Sean yang tidak menepati janjinya, meskipun terlihat santai kenyataannya dari tadi dia menunggu Sean hingga jam delapan malam baru makan.


Sean membuang jasnya ke sofa, kesal sekali dengan Arini yang tidak mau berbagi makanan dengannya.


"Dasar istri durhaka," umpat Sean.


Dia yang terlanjur menginginkan nasi kuning menghubungi sopir yang mengantar Arini, dia memerintahkan sopir untuk membelikan nasi kuning seperti yang dimakan Arini.


Arini yang baru masuk secara tidak langsung mendengar percakapan suaminya dengan sopir.


"Jadi kamu ingin beli nasi kuning," kata Arini dengan tertawa


Sean segera menyembunyikan ponselnya, dia mengelak kalau tidak menelpon supir.


"Siapa! tadi aku hanya menghubungi sopir, memarahinya karena membawamu keluar malam-malam saat aku belum pulang." Sean beralasan supaya Arini tidak curiga.


Arini hanya terkekeh, pusing dengan suaminya kenapa tidak berterus terang saja daripada berpura-pura. Gengsi Sean sungguh luar biasa sehingga membuatnya susah sendiri.


Satu jam kemudian terdengar suara pintu diketuk, biasanya Arini yang disuruh membuka pintu namun kali ini dia yang bergegas membuka sendiri.


"Tumben dia yang membuka pintu," gumam Arini heran dengan sikap Sean


Sean kembali dan ijin pada Arini untuk ke ruang kerjanya karena ada yang harus dikerjakan.

__ADS_1


Dengan segera Sean keluar kamar.


Sean masuk ke dalam ruang kerjanya, sopir sudah menaruh dua bungkus nasi kuningnya di atas meja.


Sean sengaja tidak makan di ruang makan supaya tidak ketahuan Arini.


Dengan segera dan lahap Sean melahap dua bungkus nasi kuning dalam sekejap dua bungkus nasi kuning habis tak tersisa.


"Aku baru makan makanan yang seperti ini, kenapa koki tidak pernah masak masakan seperti ini," gumamnya lalu dia merebahkan diri di sofa, karena kekenyangan dan mengantuk, Sean akhirnya ketiduran.


Sean yang tak kunjung kembali membuat Arini menyusulnya ke ruang kerja. Mata Arini tertuju pada dua bungkusan yang sama seperti yang dia beli.


Dia pun tertawa dengan menggelengkan kepala, lagi-lagi dibuat geli dengan kelakuan suaminya yang seperti anak kecil.


Melihat Sean yang tidur dengan lelap, membuat Arini tak tega membangunkannya, dia kembali ke kamar untuk mengambil selimut dan bantal. Tak lupa dia mengatur suhu dalam ruang kerja Sean supaya Sean tidak kedinginan maupun kepanasan.


Sean yang merasa pegal tidur di sofa akhirnya terbangun, bola matanya berputar melihat sekeliling ruang kerjanya.


"Sial, aku ketiduran," gumam Sean


Sean keluar dengan membawa bantal serta selimut, saat masuk kamar Arini tidak ada di dalam, Sean mencarinya di kamar mandi namun juga tidak ada.


Mata Sean melihat jam dinding betapa kagetnya dia ternyata sudah pagi.


"Aahhh ternyata sudah pagi, ku kira masih malam." Sean bermonolog dengan dirinya sendiri.


Dia mencari Arini ke dapur dan benar dia sedang membantu para pelayan dan koki masak.


Pelayan menunduk saat Sean datang ke dapur, mereka takut kalau tuan mereka marah karena mengijinkan Arini di dapur.


Sean tidak mempedulikan para pelayan dan koki, dia langsung saja memeluk Arini dari belakang.


Arini yang kaget dengan pergerakan Sean, hampir saja memukul Sean dengan ulekan yang dibawanya.


"Kamu tu ngagetin saja, untuk jantungku nggak keluar," gerutu Arini


Sean terkekeh dengan mengeratkan pelukannya pada Arini, "Maafkan aku, semalam aku ketiduran di ruang kerja," bisik Sean.


Ya iyalah kan habis makan makanan ternak dua bungkus pasti langsung tepar," sahut Arini dengan terkekeh.

__ADS_1


"Ngapain makan dengan sembunyi-sembunyi di ruang kerja," sambung Arini sesudahnya.


Para pelayan yang mendengarnya ikut tertawa, tak menyangka tuan mereka yang sangat dingin bisa bersikap seperti itu.


"Tertawa lagi aku pecat!" teriak Sean dengan suara menggelegar sehingga seketika koki dan pelayan diam seketika.


Mereka sungguh takut bahkan mereka bernafas dengan pelan-pelan supaya suara nafas mereka tidak terdengar oleh Sean.


"Sudahlah sayang, jangan marah-marah dengan mereka. Kan memang kamu menggelikan banget," sahut Arini dengan terkekeh


"Nggak mereka nggak kamu sama saja!" maki Sean lalu pergi meninggalkan Arini.


Sean mengoceh tak jelas bahkan saat mandi di masih mengoceh.


Setelah siap dengan pakaiannya Sean sarapan setelah itu pergi ke kantor.


*******


Besok adalah jadwal prewed bagi Sean dan Arini, mereka rencananya akan melakukan pemotretan di pantai yang terletak di Pulau Bali.


"Apa nggak apa-apa pak, mengajak nona Arini melakukan pemotretan di Pulau Bali, mengingat usai kandungan yang masih rentan," kata Nick


"Oleh karena itu aku akan konsultasi dulu dengan dokter, lagipula kita kesana dengan jet pribadi, jadi selama perjalanan Arini bisa istirahat," sahut Sean


Nick tampak mengangguk, ntah lah kalau rencananya begitu.


"Aku juga akan mengajak Vani, tolong beri dia cuti," imbuh Sean


Nick membolakan matanya, dia tidak menyangka Sean akan sebijak ini.


"Terima kasih pak, karena pak Sean mengerti sekali dengan saya, sebenarnya saja juga ingin meminta ijin mengajak Vani dan ternyata pak Sean sudah memikirkan hal itu," ucap Nick dengan tersenyum


Mendengar kata-kata Nick membuat Sean bingung, "Tunggu, tunggu apa kamu pikir aku ngajak Vani untuk kamu?" tanya Sean lalu dia tertawa, "Nick Nick aku mengajak Vani ya untuk menemani Arini, supaya dia tidak kesepian di sana saat kita ada kerjaan, karena kan kita di pulau Bali semingguan," imbuhnya kemudian.


Nick rasanya sungguh malu sekali, dia pun lalu pamit kembali ke ruangannya dengan alasan ada pekerjaan yang harus diselesaikan.


"Nggak usah malu, lagian Vani juga tidak menemani Arini seharian jadi kamu masih bisa berduaan dengan Vani," kata Sean


Nick pergi tanpa mengatakan apa-apa sedangkan Sean tertawa melihat sikap Nick.

__ADS_1


__ADS_2