
Mobil Nick memasuki halaman rumah Vani, mereka turun dan langsung ke lokasi dimana pohon Cerme berada.
"Wah kebetulan banyak mas," kata Vani dengan raut wajah yang sumringah.
Vani memanggil tetangganya untuk minta ijin mengambil buah cerme miliknya.
Setelah mendapat ijin, Nick mengambil kayu untuk mengambil buah cerme di pohonnya.
Seusai mendapatkan yang dia mau mereka berdua kembali ke rumah Vani, ayah dan ibu Vani yang melihat mobil Nick pun mencari anak dan menantunya tersebut.
Mereka heran karena ada mobilnya tapi orangnya nggak ada.
"Ibu, ayah," panggil Vani
Ibu dan ayah Vani menoleh, mereka memeluk Vani dan juga Nick.
"Kalian darimana?" tanya ibu dan ayah
"Dari ambil buah cerme Bu," jawab Nick
Ibu dan ayah saling pandang, untuk apa anaknya ambil buah cerme.
"Kenapa kalian ambil buah cerme? untuk apa?" tanya ibu penasaran.
"Entah Bu, anak ibu tiba-tiba ingin buah ini padahal buahnya asem banget," jawab Nick.
"Kamu hamil ya Van?" tanya Ibu dengan senang.
Nick dan Vani saling pandang, apa mungkin Vani hamil.
Nick dan Vani segera pamit pulang, rencannya mereka mau langsung ke rumah sakit untuk mengecek apa benar Vani hamil atau tidak.
"Aku sungguh senang sekali sayang jika kamu memang hamil," kata Nick sambil menciumi tangan istrinya tersebut.
__ADS_1
"Tapi bagaimana dengan Keira mas, kasian dia jika harus memiliki adik di usianya yang masih kecil," sahut Vani
"Keira pasti senang memiliki adik sayang," hibur Nick
Vani mengangguk, tak selang lama mereka sudah sampai di rumah sakit saat menuju poli kandungan ternyata jam praktek dokter sudah selesai.
"Ya dah tutup mas," kata Vani
"Iya, ya udah besok saja periksa nya," sahut Nick
Kemudian mereka pulang, di tengah jalan Vani meminta Nick untuk berhenti di apotik karena dia akan membeli testpack.
Keesokannya Vani menggunakan testpack tersebut untuk mengecek apa dia benar hamil apa nggak seusai mencelupkan testpack tersebut dalam urin Vani menunggu beberapa saat dan saat dilihat ternyata ada dua garis merah yang menandakan Vani hamil.
Vani segera keluar kamar mandi dan membangunkan Nick yang masih tertidur.
"Mas Nick, aku hamil," kata Vani
Nick bangun lalu berkata, "Oh hamil," dia kembali tidur lagi. Tiba-tiba Nick membolakan matanya dan bangun lagi
"Iya mas, aku hamil," jawab Vani sambil menunjukkan testpack miliknya.
"Alhamdulillah sayang," sahut Nick lalu memeluk istri tercintanya.
Lengkap sudah kebahagiaan Vani saat ini, setelah mendapatkan Keira kini ada anugerah lain yang segera dia dapatkan.
"Tuhan sayang sekali mas sama aku, setelah diberi Keira sekarang aku dititipi anak lagi," kata Vani dengan mata yang basah.
"Kamu memang wanita luar biasa sayang," sahut Nick.
********
Pagi ini Putri ada kuliah pagi, semenjak menjadi istri Daffa Putri mengganti jam kuliahnya jadi pagi.
__ADS_1
Pagi ini seperti biasa Daffa mengantar Putri ke kampus.
"Nanti aku jemput ya," pesan Daffa
"Kalau mas Daffa repot aku naik taxi online saja mas," sahut Putri.
"Nggak kok," timpal Daffa.
Sebelum Putri turun Daffa mencium bibir istrinya tersebut, tak tanya berciuman tangan Daffa merayap kemanan.
Putri sedikit kesal, pasalnya mau kuliah malah di mes umi terlebih dahulu.
"Gimana kalau kita pulang, main bentar lalu baru kembali ke kampus lagi," kata Putri
Daffa terkekeh, setelah itu Putri mencium tangan Daffa dan keluar mobil.
Asik berjalan tiba-tiba ada lelaki yang menabrak Putri hingga Putri terjatuh.
Putri sungguh kesal sekali karena kakinya sakit karena terjatuh.
"Kalau jalan tu pake mata, lihat ni gara-gara kamu kakiku sakit," maki Putri.
"Dimana-mana jalan tu pakai kaki bukan pakai mata, bahasa Indonesia kamu dapat berapa," ejek lelaki tersebut.
"Kamu!" seru Putri
"Apa!" serunya balik
Putri menatap kesal lelaki tersebut, kok ada mahkluk hidup sombong begini.
Melakukan kesalahan tanpa mau meminta maaf.
"Minta maaf!" suruh Putri
__ADS_1
"Sudahlah jangan lebay, sakit gitu saja dibesarkan-besarkan. Kalau kamu mati baru aku minta maaf," sahut lelaki itu lalu meninggalkan Putri karena tdiak ingin terjadi perdebatan sengit antara dirinya dan Putri.
"Dasar lelaki aneh," gumam Putri lalu berjalan menuju kelasnya.