Teman Ranjang Billionaire

Teman Ranjang Billionaire
Sakit hati sendiri


__ADS_3

"Terserah mama bilang apa yang penting Daffa nikahnya sama Putri bukan Diana," kata Daffa sambil pergi meninggalkan mamanya.


Mamanya sungguh kesal, "Baiklah jangan salahkan jika mama menyiapkan semua tanpa persetujuan kamu," teriak mama


Daffa tak menggubris kata-kata mamanya, dia masuk kamarnya. Dalam kamarnya Daffa merebahkan dirinya di tempat tidur.


Dia memandangi langit-langit kamarnya, bingung apa yang harus dilakukan.


"Apa aku menikah saja meski tanpa restu orang tua?" gumam Daffa sambil memijat pelipisnya.


Aarrrhhhh


"Entahlah," teriak Daffa lalu memejamkan matanya.


Mata Daffa sangat berat sekali karena semalam dia menjaga Putri, petir terus saja menyambar sehingga membuat Putri ketakutan meski dia memejamkan mata.


Tak seperti biasanya Putri datang ke kantor dengan raut wajah yang murung. Dia tidak bersemangat selain karena mama Daffa yang tidak menyetujui hubungan mereka hari ini Daffa juga tidak masuk.


"Baru sebentar saja nggak ketemu mas Daffa, rasa rindu padanya sudah bersarang di benakku," gumam Putri.


Putri menarik kursi lalu meletakkan pantatnya. Dia tidak langsung mengerjakan berkas-berkas yang sudah melambai-lambai di atas meja.


"Ya Tuhan aku pasrahkan semua padaMu," Putri bermonolog dengan dirinya sendiri.


Shane yang lewat depan ruangan Putri memberhentikan langkahnya.


"Put, ngapain?" tanya Shane


"Mengenangkan nasib diri pak," jawab Putri asal


Shane pun tertawa mendengar jawaban Putri, dia masuk ke dalam ruangan Putri lalu duduk berseberangan dengan Putri.


"Memangnya kenapa nasib kamu?" tanya Shane dengan terkekeh


"Apa pak Shane tidak melihat gaya mama pak Daffa kemarin," jawab Putri


Lalu dia pun berdiri dengan bergaya seperti mama Daffa dan berkata


"Apa latar belakang keluarga anda nona Putri?" Putri meniru ucapan mama Daffa.


Setelah menirukan gaya mama Daffa, Putri menyeringai, "Memangnya kenapa dengan latar belakang keluargaku," kata Putri kesal.


Shane hanya tertawa melihat Putri, "Menggemaskan," batin Shane. "Apa kamu mencintai Pak Daffa?" tanya Shane dengan menatap Putri.


Putri mengangguk dan terdiam, sedangkan Shane menunggu kata yang keluar dari mulut Putri.


"Pak Daffa itu malaikatku pak, aku kuliah, aku bekerja di sini semua berkat pak Daffa bahkan keadaan ayahku yang semakin membaik itu juga berkat pak Daffa," jawab Putri nanar.


Shane hanya mengangguk, memang Daffa adalah sosok yang baik dan penyayang. Selama bekerja dengannya Daffa memperlakukan Shane dengan baik begitu pula dengan karyawan yang lain.

__ADS_1


"Kalau saran aku mending kalian kawin lari, karakter ibu Daffa memang agak keras dan tidak mudah ditundukkan. Mungkin setelah kalian kawin lari dan kamu hamil dia akan menerima kamu." Shane memberi ide.


"Toh, Pak Daffa sudah kaya jadi jangan takut kalau kamu hidup susah," imbuh Shane.


Putri nampak berfikir, "Tapi bagaimana dengan kuliah saya pak," sahut Putri


"Cuti lah Put," timpal Shane


Putri dan Shane saling umpan balik saran dan pertanyaan sehingga tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh pagi.


Shane pamit kembali ke ruangannya begitu pula dengan Putri yang mulai mengerjakan pekerjaannya.


*******


Jam dua belas Daffa baru bangun dari tidurnya, dia segera membersihkan dirinya lalu turun ke lantai dasar.


Di ruang tamu sudah ada mama dan Diana, papa Daffa harus kembali ke luar negeri untuk mengurusi bisnis di sana.


"Daffa," panggil mama dengan tersenyum manis


Dengan langkah lemas Daffa menghampiri mamanya.


"Ada apa ma?" tanya Daffa lalu ikut duduk.


"Ajak Diana jalan-jalan ya," pinta mama


Daffa menatap Diana lalu tersenyum sinis. "Maaf Daffa mau ke kantor," tolak Daffa


Daffa terdiam yang membuat mama tersenyum puas, dia menyuruh Diana untuk ikut Daffa.


Sebenarnya Daffa ingin istirahat di rumah namun karena ada Diana dia berubah pikiran.


"Daffa," panggil Diana


"Iya," sahut Daffa


"Kamu mencintai seseorang?" tanya Diana


"Iya, untuk itu aku tidak menerima perjodohan ini," jawab Daffa.


"Maafkan aku Diana tapi aku memang tidak bisa menikah denganmu," imbuh Daffa


Diana tersenyum ketir, hatinya merasa sakit dengan kata-kata Daffa.


Sejak orang tuanya menjodohkan dirinya dengan Daffa, Diana terus saja memandangi foto Daffa yang dikasih oleh mama Daffa.


Dia jatuh cinta saat pertama kali melihat foto Daffa, baginya Daffa adalah manusia terperfect sedunia.


"Maaf Daffa tapi aku akan terus mencoba supaya aku jadi layak untuk dicintai kamu," kata Diana

__ADS_1


Daffa kaget, dia pun melirik Diana yang duduk di sampingnya.


"Selamat mencoba," timpal Daffa.


Setelah sampai di kantornya, Daffa menyerahkan kunci mobil pada Satpam supaya memarkirkan mobilnya di parkiran.


Dia terus berjalan tanpa menunggu Diana, ruangan yang dia tuju bukannya ruangannya melainkan ruangan Putri.


"Put," panggil Daffa


Putri menghentikan aktivitasnya dan menoleh.


"Mas Daffa," teriak Putri, dia sungguh senang melihat Daffa.


Seperti anak kecil Putri berlari menghampiri Daffa dan langsung memeluknya.


Daffa sengaja membuka pintu supaya saat Diana lewat dia bisa melihat kemesraan dirinya dengan Putri.


Perkiraan Daffa tepat sekali, Diana terpaku melihat kemesraan Daffa dan Putri.


Tak hanya peluk Daffa juga mencium bibir Putri mereka saling menikmati satu sama lain.


Diana yang melihatnya menjadi sakit hati, lalu dia pergi entah kemana, Diana terus menyusuri koridor dan naik lift lalu sampailah dia di rooftop


Diana menumpahkan sakit hatinya dengan menangis, tiba-tiba ada Shane yang datang ke Rooftop. Tadi tak sengaja dia melihat wanita berlari dan menangis lalu dia mengikutinya karena Shane takut kalau wanita tersebut nekat loncat seperti kejadian yang dulu.


Diana mendongakkan wajahnya sehingga Shane yang kemarin sempat melihatnya pun kaget.


"Kamu Diana kan? calon tunangannya pak Daffa," kata Shane


Diana hanya mengangguk,


"Apa yang kamu tangisi? Daffa dengan Putri?" tanya Shane lagi


Diana berdiri menjajarkan dirinya dengan Shane,


"Iya," jawab Diana


Shane tertawa, "Aku kasian padamu, kenapa mau dijadikan budak oleh orang tua kamu dan juga orang tua Daffa," Sahut Shane


Diana yang bingung dengan kata-kata Shane bertanya lagi


"Apa maksud kamu? aku cinta dengan Daffa jadi aku akan mempertahankan perjodohan ini," sahut Diana.


"Daffa dan Putri saling mencintai, istilah jawanya lagi jero-jerone jadi akan sulit bagi kamu untuk meluluhkan hati Daffa. Kenapa harus menyakiti diri sendiri dengan mencintai orang yang sudah jatuh hati pada orang lain lebih baik cari yang jomblo," ungkap Shane. "Seperti aku," lanjut Shane dalam hati.


Diana terdiam, di sisi lain dia mengingatkan apa yang dikatakan Shane tapi dia sisi lain dia masih belum rela melepas perjodohan ini, dia masih ingin memperjuangkan Daffa siapa tau Daffa berpaling dari Putri.


"Ya sudah, lanjut meratapi nasib diri aku kembali dulu, oh ya perkenalkan aku Shane. Cowok terganteng di kantor ini setelah pak Daffa," kata Shane

__ADS_1


Diana menarik rambutnya bingung apa yang harus dia lakukan.


__ADS_2