Teman Ranjang Billionaire

Teman Ranjang Billionaire
Berdandan


__ADS_3

Akhirnya Arini melepaskan wanita tersebut, dan melupakan keinginan untuk mengerjainya.


"Awas kamu ya!" seru wanita tersebut


"Kamu yang awas, wanita lemah gitu mau ngancam aku, sana belajar kungfu di Shaolin dulu baru kesini lagi," kata Arini dengan santai.


Wanita tersebut semakin kesal dengan Arini, sebelum dia dihajar Arini habis-habisan dia memilih pergi.


"Brengsek, brengsek," umpatnya


Arini yang melihatnya hanya tertawa lalu dia menjatuhkan diri di sofa.


"Begini ya kalau jadi istri seorang mantan pemain boo kep macam Sean, bekas lawan mainnya pada kesini untuk buat aku mendidih, untung aku udah memvaksinasi hati aku, jadi kebal dengan virus-virus pelakor yang melanda," gumam Arini


Lelah memikirkan yang telah terjadi, Arini kembali ke kamarnya. Dia duduk di depan meja rias dengan memandangi pantulan wajahnya dari kaca.


"Wajahku lumayan Ok, body juga Ok gak kalah lah dengan bekas teman ranjang si kampret itu." Arini bermonolog dengan dirinya sendiri.


Tiba-tiba Arini ingin pergi ke salon untuk mempercantik dirinya, dia pun mengajak Vani untuk menemaninya.


"Ya Allah Rin, wajah kamu tu udah Ok buat apa sih di make over segala," kata Vani


"Tapi aku kesal Van, para bekas teman ranjang Sean datang ke rumah katanya Sean pasti kembali padanya jika bosan dengan aku," sahut Arini dengan mengerucutkan mulutnya.


Vani hanya menggelengkan kepala, "Sudahlah Rin jangan terhasut, kamu aman-aman pak Sean nggak kan berpaling dari kamu," ujar Vani lalu mengambil peralatan perangnya.


Arini tertawa mendengar penuturan Vani


"Jiah kamu nggak tau Van kalau pelakor itu lebih angker dari kuburan dan lebih kejam dari begal, jangan santai kita nggak tau letak titik jenuh pasangan kita, jadi kita harus tetap jaga penampilan supaya mereka nggak berpaling," jelas Arini


Vani mendengar dengan saksama penjelasan dari temannya tersebut.


"Betul juga," sahut Vani dengan manggut manggut


Arini memerintahkan Vani untuk meletakkan peralatan perangnya, dia segera mengajak Vani pergi ke salon.


"Aku nanti bisa dimarahin mbak Via ni Rin," kata Vani


"Hubungi saja pak Nick, bilang kamu keluar karena ada hal darurat yang gak bisa digagu gugat," timpal Arini


Tiga jam berlalu setelah melakukan beberapa serangkaian perawatan, kini Arini dan Vani menjadi glowing.


"Tu kan Van, aku cantik banget kan, kamu juga," kata Arini


"Iya ya Rin," Sahut Vani dengan mengagumi wajahnya dari cermin yang selalu dibawanya.

__ADS_1


Puas mengagumi diri masing-masing mereka kembali ke kantor, setibanya di kantor Vani turun dan Arini langsung pamit.


Baru masuk dalam kantor, Via sudah menatap Vani dengan sinis. Dia memperhatikan penampilan Vani yang terlihat lebih glowing.


"Dari mana saja kamu?" tanya Via dengan sinis


"Kemana-mana urusan saya mbak, tadi saya juga udah ijin pada pak Nick," jawab Vani


"Vani, jangan mentang-mentang Pak Nick kekasih kamu jadi kamu bisa seenaknya," maki Via


"Tadi atas perintah Nyonya Sean mbak, jadi saya tidak berani membantah," sahut Vani lalu pergi meninggalkan Via yang kesal.


Sejatinya memang tidak boleh seenaknya tapi Vani juga tidak bisa berbuat apa-apa saat Arini memintanya untuk menemani dimana pun dia pergi.


*******


"Nick urus pengajuan kerja sama kita dengan BIA Grup, jika kita bisa kerja sama dengan mereka perusahaan kita pasti bisa profit banyak," kata Sean lalu bersiap-siap untuk pulang


"Bukankah sebaiknya kita stop kerja sama dulu pak, mengingat kita sudah kerja sama dengan beberapa perusahaan termasuk perusahaan pak Daffa," jelas Nick


"Nggak papa, pokoknya kamu atur dan temui CEOnya, dengar-dengar CEO nya cewek sapa tau bisa diajak berkencan," ujar Sean


"Vani mau dikemanakan pak," sahut Nick


Sean hanya tertawa lalu keluar dari ruangannya meninggalkan Nick yang masih terlihat kesal dengan perkataan Sean.


Setibanya di kamar Sean begitu terkejut melihat penampilan Arini yang mendadak jadi glowing,


"Sayang, ini kamu?" tanya Sean dengan menatap wajah istrinya tersebut


"Nggak," jawab Arini kesal


"Cie cie ngambek, aku heran gitu kok istri aku mendadak jadi cantik gini, untung aku nggak memiliki riwayat sakit jantung coba kalau iya sudah pingsan aku," ujar Sean dengan terkekeh


Arini mendengus kesal pasalnya Sean malah menggodanya. Arini membalikkan badan dan Sean pun memeluknya dari belakang.


"I love you sayang," bisik Sean dengan mengendus leher Arini sehingga Arini kegelian karena jambang Sean.


"Sayang geli," sahut Arini dengan tertawa.


Sean bukannya berhenti malah semakin menempelkan jambang nya di leher Arini sehingga membuat Arini menggeliat seperti ulat.


"Bilang ampun baru aku lepas," pinta Sean


"Iya iya ampun," ucap Arini.

__ADS_1


Akhirnya Sean melepaskan pelukannya,


"Ahh tu kan dandanan aku rusak semua," gerutu Arini


"Maaf maaf, nanti makan malam di luar yuk," ajak Sean


"Ayok, kebetulan aku udah cantik dan glowing," sahut Arini.


Tepat pukul tujuh mereka sudah sampai di sebuah restoran mewah, Rencannya Sean ingin membooking restoran tersebut supaya tidak ada yang menggangu makan malam mereka namun Arini melarangnya karena pemborosan, daripada uang dibuang untul hal-hal yang nggak penting lebih baik diberikan untuk orang yang membutuhkan.


"Di sana banyak yang membutuhkan, jangan buang-buang uang untuk hal yang nggak penting," kata Arini


Sean hanya mengangguk, dia salut dengan pemikiran Arini, berbeda dengan para wanitanya dulu yang masa bodoh dengan sesamanya.


Pelayan datang dengan membawa daftar menu, karena makananya lebih ke makanan western jadi Sean lah yang memesankan yang penting nggak mengandung makanan yang haram saja.


Tak selang lama makanan datang, baunya sungguh harum sehingga membuat Arini tak sabar untuk melahapnya.


"Baunya harum sekali sayang," kata Arini


"Iya, makanlah," sahut sean


Arini membolakan matanya, makanan ini sungguh enak sekali hingga dalam sekejap makanan dalam piringnya ludes.


Karena kurang hati-hati, Arini menumpahkan minumannya sehingga bajunya basah, lalu dia pamit Sean untuk ke toilet.


Saat Arini pergi ke toilet bersamaan bekas teman ranjang Sean hendak makan juga sehingga tak sengaja melihat Sean duduk sendiri.


"Hai Sean, how are you?" tanya wanita tersebut


"Fine and you," jawab dan tanya balik Sean


"Fine, thanks," sahut wanita tersebut.


"Aku rindu belaian mu," katanya


"Maaf aku sudah tobat dan sebentar lagi aku akan menikah," sahut Sean


Wanita itu tertawa, "Sean Sean kenapa jadi polos sekali, istri kan di rumah sedang teman ranjang di luar,"


Arini yang sudah kembali sedikit banyak mendengar ucapan wanita itu, dia pun meminta pelayan mengambilkan minuman.


Saat berada di mejanya, Arini pura-pura terjatuh sehingga minuman yang dia bawa tumpah mengenai tubuh wanita tersebut.


"Hey kalau jalan lihat-lihat dong!" seru wanita tersebut

__ADS_1


"UPS, aku terburu-buru soalnya ada wanita yang mendekati suamiku dan mau menghasutnya," timpal Arini dengan menatap wanita itu dengan sinis.


__ADS_2