
Beberapa bulan kemudian Vani telah melahirkan, Amira dan Putri juga mengandung anak mereka.
Putri yang awalnya menunda kehamilannya entah mengapa masih bisa hamil mungkin karena benih Daffa dan benihnya sangat subur sehingga masih bisa hamil meski Putri mengkonsumsi pil penunda kehamilan.
Mengikuti jejak Sean dan Arini anak Vani dan Nick lahir dengan jenis kela min laki-laki.
"Terima kasih sayang, kamu telah memberikan aku hadiah yang berharga," kata Nick sambil mengecup kening Vani.
Vani mengangguk dan tersenyum, kini lengkap sudah kebahagiaan Vani dan Nick.
Mereka memiliki Keira dan juga bayi laki-laki mereka sekarang.
"Siapa nama bayi kita mas?" tanya Vani
"Bagaimana kalau Arcelo sayang," jawab Nick
"Nama yang bagus mas," sahut Vani dengan tersenyum.
Orang tua Nick dan Vani juga sangat bahagia akan kelahiran cucu pertama mereka.
Mereka bergantian menjaga cucu mereka saat Vani dalam perawatan.
Vani yang memiliki pinggul sempit membuatnya harus menjalani operasi Sesar.
Awalnya Vani sangat takut namun Nick selalu mensupport dirinya serta menyakinkan Vani kalau operasi Sesar itu nggak sesakit yang dibayangkan.
Beberapa hari kemudian Vani sudah diperbolehkan pulang, Keira sangat bahagia karena kini dia memiliki adik laki-laki yang sangat lucu dan tampan.
"Keira harus sayang ya sama adik," kata Nick
__ADS_1
"Pasti pa, Keira akan sayang sama adik," sahut Keira.
Bocah kecil ini meminta Nick untuk membantunya menggendong Arcelo.
Dia ingin sekali menggendong adiknya, Vani dan Nick semakin gemas dengan tingkah Keira.
"Keira sayang, adik Arcelo kan berat jadi nanti kalau Keira udah besar ya, baru boleh gendong." Vani mencoba memberi pengertian pada Keira.
Bocah kecil ini nampak mengerti dengan menganggukkan kepala.
Lalu dia mencium pipi adiknya dan karena ulahnya adiknya menangis.
Vani menyusui Arcelo lalu meminta Nick untuk menggendongnya supaya tidur.
Vani dan Nick memakai jasa baby sitter namun besok baby sitter nya baru bisa datang ke rumah Nick dan Vani.
Melihat dari kebanyakan orang, kalau mengurus bayi sendiri itu melelahkan oleh sebab itu dia meminta bantuan jasa baby sitter supaya Vani bisa membagi tenaganya dengan Nick dan juga Keira.
"Sayang kira-kira surutnya kapan?" tanya Nick
"Entah mas, ini masih banyak sekali darahnya," jawab Vani
Nick menghela nafas, "Kalau aku pengen gimana sayang?" tanya Nick sambil terkekeh
"Sabar dong mas, biasanya kalau melahirkan normal itu empat puluh hati tapi kalau sesar biasanya lebih sebentar tapi entahlah," jawab Vani ragu
Vani menyarankan Nick untuk solo karier dulu saat naf su nya berada di ubun-ubun.
"Nggak enak sayang kalau solo karier," sahut Nick
__ADS_1
"Yang penting keluar mas," timpal Vani, "Apa perlu aku bantu?" tanya Vani
"Boleh," jawab Nick sumringah.
Meskipun begitu dia tidak ingin solo karier atau meminta bantuan tangan istrinya mengingat Vani baru selesai Operasi, dia berniat menunggu Vani sampai selesai nifas.
Keesokannya teman-teman somplak datang menjenguk, Arini membawakan banyak bingkisan untuk anak Vani dan Nick.
Sean juga mentransfer beberapa uang pada Nick bantuan dari kantor dan juga dari dirinya pribadi.
Jumlahnya lumayan fantastis mengingat Nick adalah orang penting di kantor Sean.
Peraturan dari kantor jika ada pegawai yang melahirkan atau istri pegawai yang melahirkan biayanya bisa di klaimkan ke kantor dengan begitu mereka mendapatkan ganti atas pengeluaran selama melahirkan dari kantor.
"Siapa namanya Van?" tanya Arini
"Arcelo Rin," jawab Vani
"Bagus sekali namanya," sahut Amira.
"Ini aku juga sudah menyiapkan nama untuk anakku,' timpal Putri
"Aku saja belum Put," sahut Amira.
"Semoga anak-anak kita kelak seperti ayahnya ya, jadi seorang pemimpin besar," kata Arini
"Iya, amin," sahut Meraka semua.
"Tapi jangan sampai sifat jeleknya menurun, amit amit deh," kata Amira dengan menatap para suami.
__ADS_1