
Sungguh Shane tidak bisa tidur, dia masih memikirkan anak laki-laki yang tadi menyapanya.
Saat asik memikirkan anak laki-laki tersebut tiba-tiba terdengar suara ketukan dari luar.
Jantung Shane rasanya mau copot, siapa juga yang mengetuk pintu malam-malam seperti ini.
Shane yang takut pun tidak menggubris ketukan dari luar, dia memejamkan matanya sambil memeluk Daffa yang letaknya berada di sisi kanannya karena posisi Shane berada di tengah.
Bukannya berhenti ketukan tersebut semakin keras, "Ya Tuhan tolong hambamu ini, hentikanlah suara ketukan itu." Shane beroda dalam hati.
Dan suara ketukan tiba-tiba menghilang, Shane sungguh lega karena suara ketukan tersebut menghilang.
Suara pohon yang tertiup angin lagi-lagi membuat Shane takut, bunyi ranting yang menabrak jendela seolah jendela ada yang mengetuk.
"Apa lagi itu," batin Shane.
Keringat dingin mulai membasahi kening Shane,
"Boz bangun, ada hantu bos." Dengan mata terpejam Shane mencoba membangunkan Daffa.
Daffa hanya menggeliat dan tetap menutup matanya, Shane sedikit membuka matanya dan melihat Daffa masih menutup mata.
Dia ingin berbalik ke sebelah kiri namun pikirannya sudah kemana-mana, dia takut kalau berbalik ada sesosok mahkluk jelek yang ikut berbaring dan membuatnya kaget.
"Tidak, tidak aku menghadap sini saja," batinnya.
Terdengar pintu kamar mereka terbuka, jantung Shane semakin berdetak dengan cepat. Dia bersembunyi di bahu Daffa yang membuat Daffa sedikit terganggu namun masih dalam mode tidurnya.
Terdengar suara orang mendekat, "Ya Tuhan ini apa ini, siapa yang mendekat," batinnya dengan ketakutan.
Selimut yang dia gunakan untuk menutupi tubuhnya tiba-tiba ada yang menarik, Shane sungguh ketakutan.
Tangannya menarik selimut yang turun, hingga akhirnya terjadilah tarik menarik dan dia kalah.
Shane yang tidak kuat lagi berteriak dan mendorong tubuh Daffa sehingga jatuh di lantai.
Hahahaha
Terdengar suara tawa dari tiga betina,
"Brengsek kamu Shane," umpat Daffa sambil memegangi bagian tubuhnya yang sedikit sakit.
Untung di lantai ada karpet yang cukup tebal sehingga tidak membuat Daffa sakit saat tubuhnya bertemu dengan lantai.
"Maaf, maaf bos, ketiga betina ini mengagetkan aku," alasan Shane.
"Kok kami yang disalahkan, kamu tu yang terlalu penakut mas," sahut Amira tak terima
"Bukannya takut sayang tapi kaget," kilah Shane yang membuat Putri tertawa.
"Beneran pak Shane ga takut la tu keringat banyak sekali," timpal Putri.
Nick masih setia dengan tidurnya, meskipun gaduh seperti itu namun tidak membuat matanya terbuka.
Vani mendekat dan membangunkan calon suaminya tersebut.
__ADS_1
"Mas, bangun mas." Vani menggoyang tubuh Nick
Nick membuka matanya lalu menarik Vani dalam pelukannya.
Shane yang melihatnya menjadi kesal dan melempar bantal ke arah Nick.
"Woy, ada banyak orang ni," teriaknya.
Nick lalu melepas pelukannya dan bangun, "Kenapa kok pada kumpul semua, apa ada masalah kantor yang harus diselesaikan?" tanya Nick
"Ga tau nih, ada apa kalian kemari?" tanya Shane
"Kami nggak bisa tidur, kita begadang aja yuk," ajak Amira.
"Ayok," sahut Shane bersemangat.
Daffa dan Nick yang masih mengantuk malas sebenarnya untuk begadang namun desakan Putri dan Vani akhirnya mereka mau.
"Kita enaknya main apa ya?" tanya Vani
"Main panjat panjatan enak, kita harus latihan supaya nanti saat malam pertama kita bisa melewatinya dengan lancar tanpa ada hambatan sedikit pun," jawab Nick dengan terkekeh.
"Otakmu encer juga Nick, gimana setuju apa nggak main panjat panjatan?" tanya Shane dengan tersenyum licik.
Enam bola mata para wanita langsung terlempar ke arah Shane.
"Enak aja, enak di kalian nggak enak di kami dong," jawab Amira.
"Nggak enaknya tu dimana, kalian para wanita hanya menikmati saja, kan tetap para pria yang bekerja, bukan begitu Shane dan Nick," tanya Daffa dia akhir kalimatnya.
"Kenapa ya selalu para pria yang disalahkan oleh kaum wanita beserta keluarganya saat terjadi hal ini padahal kan si wanita juga menikmati," kata Shane.
"Entahlah, selalu kaum Adam yang selalu di salahkan padahal kan kami juga tidak akan melakukannya jika tidak ada lawannya," timpal Nick
Ketiga wanita yang ada di depannya hanya bisa geleng-geleng dengan calon partner hidup mereka, meskipun yang dikatakan sedikit ada benarnya.
"Kan para pria yang membujuk para wanita untuk melakukan hal itu, seperti kalian ini dari semalam membujuk kita untuk tidur bersama kalian," sahut Amira.
"Sudah, sudah kalian ini, saat berdua kan hal hal yang diinginkan pasti terjadi, hal seperti itu adalah insting kita nggak bisa lari atau menolaknya," ucap Vani.
Mereka pun mengoceh kesana kemari hingga matahari keluar dari persembunyiannya, akhinya mereka berenam memutuskan untuk pergi jalan-jalan keluar Vila, ternyata view saat pagi hari begitu indah.
Mereka melihat matahari keluar dari bukit, Daffa pun memeluk Putri dari belakang.
"Lihatlah cahaya matahari indah sekali, oleh sebab itu aku menyukai saat matahari terbit karena mereka menandakan sesuatu yang baru dan sesuatu yang indah, membuat jiwa yang takut akan gelap memudar," bisik Daffa
Putri terdiam mendengar kata-kata Daffa, sungguh dalam sekali.
"Dalam sekali mas kata-kata kamu," sahut Putri.
Daffa yang gemas mencium pipi wanita yang di peluknya, sehingga membuat iri semua yang ada di situ.
Lalu Shane dan Nick juga melakukan hal yang sama,
"Sayang," panggil Shane
__ADS_1
"Apa mas," sahut Amira.
"Apa kamu suka puisi romantis?" tanya Shane
"Suka, suka sekali," jawab Amira.
Shena mengajak Amira menjauh dari kedua temannya, dia duduk di sebuah batu dan mendudukkan Amira di pangkuannya.
"Dengerin ya sayang,
Tomat dan ragi dimakan itik
Jamu sekarang harganya naik
Selamat pagi Dinda yang cantik
Semoga harimu berjalan baik." kata Shane
Amira menoleh, "Itu bukan puisi romantis melainkan pantun mas Shane," sahut Amira dengan meletakkan tangganya di dahinya.
Shane hanya tertawa, "Baiklah aku akan merangkaikan puisi untukmu," ucap Shane.
Lalu dia mengambil ponselnya dan melakukan penelusuran di gugel, jarinya menulis puisi romantis.
Lalu puisi milik Supardi Djoko yang berjudul Aku ingin, muncul di penulusuran paling atas.
Shane memulai puisinya
"Amira, aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat," belum sempat Shane melanjutkan kata-katanya ponselnya mati karena kehabisan baterai.
"Arrrggg sial," umpatnya
Amira hanya tertawa, sebenarnya dia tau kalau Shane mencontek Puisi di gugel.
Lalu Amira melanjutkan puisi Shane
"Aku ingin mencintaimu dengan sederhana dengan kata yang tak sempat diucapkan oleh kayu pada api yang menjadikannya abu,
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana dengan isyarat yang belum sempat di sampaikan awan pada hujan yang menjadikannya tiada,"
Shane hanya terbengong mendengar puisi yang diucapkan Amira, dia sungguh malu, Shane pun menyembunyikan wajahnya di bahu Amira.
"Sudah jangan malu," katanya.
Berbeda dengan sahabatnya, Nick tanpa basa basi mencium bibir Vani.
Dia menikmati ciumannya tanpa rasa malu, Nick menyebutnya sarapan pagi yang bergairah.
Mereka berenam menikmati pagi mereka dengan cara mereka sendiri sendiri,
Daffa dengan puisi romantisnya, Shane yang ingin meniru Daffa namun malah Amira lah yang berpuisi romantis sedangkan Vani dan Nick dengan sarapan bergairah mereka.
Di Vila, Sean mencari keberadaan para sahabatnya, dia memeriksa satu-satu kamar namun tidak menemukan para sahabatnya.
__ADS_1
"Jangan-jangan mereka diculik sama hantu," gumam Sean merinding.