
Lo ngerasa gak sih, kalo Diana ngejauh dari kita?"
Alterio diam, mengaduk-ngaduk jus yang ada di hadapannya. Memang benar, semenjak Diana berpacaran dengan Dean dia seakan lupa padanya dan juga Bulan. Dia seakan tak mengenali dan menyadari kehadiran dirinya.
Mungkin ini sudah terlambat baginya. Seharusnya ia lebih dulu menyatakan perasaannya. Kenapa harus Dean? Kenapa bisa dia dekat dengan Diana?
"Lo tahu sesuatu gitu, kenapa Diana tiba-tiba menjauh?"tanya Bulan.
"Dia pacaran sama Dean,"jawab Alterio dingin.
Bulan membelalakan matanya kaget. "Hah? Diana? Dean? Dean yang mana sih?"
Alterio menutup matanya sebentar kemudian membukanya kembali. Cukup Diana yang terjebak oleh tipu daya Dean, jangan Bulan. Satu yang harus diketahui, ia tidak akan pernah menerima Dean mempermainkan Diana.
"Lo gak perlu tahu Bul, Dean orang jahat,"ungkap Alterio.
"Terus gimana sama Diana?"
"Kita harus ngomong ke Diana, jelasin kalau Dean bukan orang baik."
"Lo cemburu?"
"Iya."
"Kalo lo emang cinta ya ungkapin Ter, nanti lo nyesel!"Bulan menepuk-nepuk punggung tangan Alterio.
"Oke."
"Mau sekarang aja Ter?"
"Diana lagi sendiri?"
Bulan mengangguk semangat. Menyundulkan kepalanya ke pintu, melihat-lihat kondisi di dalam keadaan bahwa aman atau tidak. Ah, Shit! Dean mendahuluinya dia sudah lebih dulu masuk dan menghampiri Diana. Tak apa, ada Dean lebih bagus.
"Stars, aku mau ngomong!"
Diana mendongkak, manatap Alterio kaget sedangkan Dean, terlihat biasa saja.
"Ngomong apa Lang?"tanya Diana, berdiri dari duduknya.
__ADS_1
"Aku mau kamu jauhin Dean!"
Diana melirik Dean. Dean tersenyum tipis, membalas tatapan sinis dari Alterio.
"Tapi kenapa Lang?"
"Dia pembunuh!"Alterio menunjuk Dean mengunakan jari telunjuknya.
"Kamu nuduh pacar aku Lang?"
Sakit, sesak dan gemuruh halilintar terjadi di dalam tubuh Alterio. Saat Diana memanggil Dean dengan 'pacar aku' ia seakan tidak terima.
"Aku gak nuduh Stars... aku cuma ngebilangin kalau dia bukan orang baik."
"Cukup Lang! Aku gak suka kamu ngejelek-jelekin pacar aku!"bentak Diana.
Untuk pertama kalinya Diana membentak Alterio. Ia melakukan ini karena terpaksa, ia tidak ingin mengganggu hubungan antara Alterio dan Bulan. Rasanya sangat sakit dan juga merasa sangat bersalah, Alterio seperti itu pasti mengkhawatirkannya. Kenapa ia marah-marah hanya karena Dean? Ia tidak mempunyai perasaan apapun kepada Dean. Ia menganggap Dean seperti kakaknya sendiri, begitupun sebaliknya.
"Oke!"Alterio pergi dari kelas dengan amarah yang menggebu-gebu.
Plak
Bulan menampar wajah Diana dengan sangat keras. Sedari tadi sudah menahan mati-matian untuk tidak marah, sudah cukup! Bulan tidak bisa diam saja. Ia sudah merelakan Alterio untuk Diana. Ia bertekad untuk melupakan tentang super hironya demi sahabatnya tapi apa? Diana malah tidak menghargai pengorbanannya.
"Lo! Kalo sekali lo nyakitin Diana, gue gak akan ngebiarin lo bebas!"ancam Dean pada Bulan.
Bulan memutar bola matanya malas. Ancaman Dean cukup basi, ia tidak akan takut dan gentar sedikitpun karena ancaman kecil dari Dean. Lagipula siapa dia? Berani mengancamnya?
"Udah Dean! Udah!"lerai Diana.
"Lo sadar gak sih! Alterio itu suka sama lo! Tapi lo malah pilih orang lain yang baru lo kenal, emang apa sih kurangnya Alterio huh?"Bulan menggoyang-goyangkan bahu Diana.
"Bulan!!"teriak Dean mencoba melepaskan cengkraman Bulan.
"Diem lo!"tunjuk Bulan pada Dean.
"Alterio lebih kaya dibanding dia--"
"Aku bukan cewe matre hiks...,"potong Diana.
__ADS_1
"Dia lebih segalanya daripada pacar lo ini! Alterio pernah ada salah apa sih sama lo? Dia selalu ada saat lo susah Bin! Saat lo... sorry gagap, dia selalu ada di depan lo!"
"Setelah lo mendapat kebahagian lo. Lo seakan lupa begitu saja pada kami! Lo seakan ngebuang kami, memang kami ini seperti sampah!"
Diana menggeleng, tangisnya pecah. Ia tidak berniat untuk menjauhi mereka. Ia tidak berniat untuk menyakiti hati Alterio. Semua ini ia lakukan demi Bulan, ia tidak tahu kalau Alterio menyukainya.
"Ngaca! Lo gak bisa kayak gini kalo gak ada Alterio, jangan sombong!"
Benar. Ia pasti akan terpuruk jika saja Alterio tidak datang dikehidupannya. Dean mengepalkan kedua tangannya, siapapun yang berani membuat Diana menangis ia tidak akan pernah membuat orang itu hidup dengan tenang.
Bulan berdecih. "Seperti kacang yang lupa sama kulitnya."setelah Bulan mengatakan itu, dia pergi keluar jelas.
Hancur sudah semuanya. Ia kehilangan kedua sahabatnya sekaligus. Niat baiknya ternyata sia-sia malahan membawa petaka baginya. Air matanya mengalir dengan sangat deras, tak menyangka semuanya akan jadi seperti ini.
Dean menepuk bahunya pelan. "Jangan nangis untuk orang kayak mereka."
"Hiks... Dean? Ak-aku salah ya? Ak-aku ngelakuin ini semua buat Bulan, a-aku gak tahu kalo Langit suka sama aku hiks...."
"Lo ngak salah Diy, lo gak salah! Yang salah ini gue, kalo aja gue gak masuk ke dalam kehidupan lo mungkin lo gak bakal kayak gini."
"Ini bukan salah Dean, ini salah aku! Cu-cuma mereka sahabat aku tapi sekarang mungkin mereka gak mau deket-deket lagi sama aku hiks,"ucap Diana menghapus air matanya.
"Ada gue Diy!"
Diana teringat akan ucapan Revan tempo hari. Ia harus yakin, ini adalah keputusan yang sangat tepat. Walau Alterio katanya suka padanya, seiring waktu cinta itu akan hilang bukan? karena tertutup oleh rasa kebencian.
"Masih butuh pendapat? Merurut kakak, sahabatmu Bulan itu sudah baik karena telah merelakan si cowo itu untuk sahabatnya tapi, kalau cowo itu suka sama Bulan dan Bulannya juga suka sama si cowo itu, Bulan salah. Karena keputusannya itu, dia sudah menyakiti dua hati sekaligus, si cowo itu dan sahabat bulan. Percuma saja kalau Bulan merelakan cowo itu untuk sahabatnya karena cinta itu tidak bisa dipaksakan."
Tapi kata Revan, kalau cinta itu tidak bisa dipaksakan. Ia menutup matanya, bulir-bulir air matanya masih setia mengliri pipi mulusnya. Andai saja waktu diulang, andai saja ia tidak tahu isi hati Bulan, mungkin semuanya akan baik-baik saja.
Menyakiti dua hati sekaligus
Menyakiti dua hati sekaligus
Menyakiti dua hati sekaligus
Ucapan Revan kembali terngiang-ngiang di kepalanya. Semoga saja ucapan Revan salah, semoga Alterio dan Bulan bisa bahagia tanpa kehadirannya walau ini terasa menyakitkan.
Ia rela melakukan apapun demi Alterio dan Bulan. Termasuk menjauhi dan menghindarinya, ia juga berpura-pura pacaran dengan Dean hanya untuk mereka. Ia pikir setelah ia berpacaran dengan Dean, mereka tidak akan merasa terganggu dengan keberadaannya. Tapi ternyata tidak, sekarang mereka telah membencinya.
__ADS_1
"Gue di sini Diy... gue janji! Gue gak akan ngebiarin siapapun nyakitin lo, termasuk sahabat gue sendiri."
"Aku gak papa Dean, aku cuma pengen pulang."