Terikat Cinta Diponpes

Terikat Cinta Diponpes
Tugas Tambahan


__ADS_3

setelah sholat duhur santri dan santriwati beraktivitas seperti biasa sekarang banyak yang merantusias membuat bajunya,hasil menjual baju akan diberikan kepada santri dan santriwati sisanya untuk membayar sekolah selama di pesantren jadi enga perlu orang tuanya yang mbayar selama 1 tahun.


Dirumah Abi sedang kumpul seperti biasa berbicara-bincang diruang tengah jarang dari mereka tidur siang.


"Ra kamu akan membantu Fahmi dipesannya Bade mu mau kan?sekalian nemenin Nisa kalau dia disana cuma berdua sama syfa engga ada temannya lagi mau kan?"


"mau yah kapan Laura kesana?naik apa yah?"


"sama aku aja Ra aku juga mau kesana kata ayah Lukman akan selamanya disana kalau ada pelanggan baru boleh kesini"


"baiklah kalau gitu mau berangkat kapan?sekarang atau nanti?"


"nanti sore aja gimana mau kan sekitar habis sholat ashar"


"oke aku mau siap-siap dulu sampai nanti"


Fahmi dan Laura jalan kekamar masing-masing membereskan barang-barang yang mau dibawa engga kerasa sudah azan ashar engga lama kemudian akhirnya selesai sholat Fahmi dan Laura jalan keruang tengah berpamitan kerumah ayah Lukman.


"bi pamit dulu 1 bulan akan kesini bersama Nisa juga"


"iya sayang jaga dirimu jangan merepotkan bude dan pade mu"pesan dari ummi Lia


"Bun tenang aja kan ada saudara ipar yang mau menjaga Laura"


"pamit om Tan assalamu'alaikum"


"wangakaikumusalam"


motor pun melaju kepesantren kita bisa engga lama akhirnya sampai Fahmi sengaja engga pulang kerumah sampai 1 bulan karena permintaan ayah Lukman sedang membutikan kalau Nisa sudah ada sama Fahmi.


"assalamu'alaikum ustadz ustazah"sapa Cika


"wangumusalam cik mau kemana"


"ustazah kanan disini terus kan?engga pergi-pergi lagi"


"engga dong kan ustazah Laura kangen kalian"


tiba-tiba Galang datang menghampiri mereka terkadang 1 Minggu sekali kedini menemui Fahmi dan amin sama anak-anak disini sangat comel.


"beneran engga pergi-pergi lagi atau sudah punya yang lain"


mendengar suara yang tadi bicara engga asing ditelinga Laura dan mencari sumber suaranya


"sejak kapan disitu?kenapa bicaranya begitu?"


"baru datang kesini nyamperin kalian tadi habis main sama anak-anak lalu kesini, kenapa dengan perkataan ku?ada yang salah?maaf kalau sudah nyakitin perkataan ku dan Laura mau marah marah aja engga usah ditahan kasihan nanti hatinya nanti sesak"


hendak pergi meninggalkan mereka berdua sedangkan air mata Laura sudah tumpah baru kali ini Galang melancarkan kalimat gituan kecewa.


"tunggu Lang engga usah ngasih harapan palsu kecewa!!!"


Galang tetap berjalan menghiraukan ucapan Laura


"Gus Galang tunggu!!!kalau sudah nyakitin orang tih punya adap dong katanya Gus tapi sikapnya tidak mencerminkan"

__ADS_1


lalu langkah berhenti mendengar ucapan Laura barusan kesempatan untuk bisa bicara Fahmi pun mengikuti Laura.Lalu mereka saling menatap satu sama lain hati Galang juga sesak karena sudah menangiskan seorang cewek sampai engga mau berhenti menangis.


prak tamparan mendarat tepat dipipinya halang sangat keras sampai membekas"Lang aku tau semua cerita mu waktu masih kuliah bersama Fahmi dan teman mu tang kemarin pesan baju kefahmi"


Galang terdiam engga bicara satu kata pun


"Lang kenapa aku tau semua tentang cerita masa lalu mu?aku tau Lang kalau dulu pernah patah hati sama cewek dan gara-gara dia kamu susah ditaklukkan aku tau!!!!"


"Ra tenang lah istighfar kamu harus istirahat mari"


"engga mi aku engga butuh istirahat,aku mau Galang bicara apa yang membuatnya sangat mengecewakan seseorang yang sudah berusaha membuka hati buat dia seorang malah dikecewakan"


"butuh bahu aku siap tapi ingat engga boleh meluk aku"


Laura pergi ke rumah begitu pula dengan Fahmi jalan menyusulnya akhirnya sampai rumah pesantren.laura sedang duduk diruang tengah masih kondisi manangis Fahmi nyamperin takut terjadi sesuatu sama Laura.


"are you okay Ra"


"yes i'm fine mi"


"nangis lah supaya magin lega nih bahu ku buat mu untuk melepaskan semua"


duduk disampingnya sambil melihat ponsel Galang mengirim pesan


✉️ mi jaga Laura untuk ku aku akan kerumahnya sama ayah ibu mu jangan bilang kalau aku mau kerumahnya


✉️ siap gitu dong kalau sudah berbuat kesalahan harus bertanggung jawab


✉️ Hem,aku engga berniat nyakitin apalagi membuatnya sedih,besok aku kerumahnya kalau ayah mu engga sibuk


lalu Fahmi kwlura menghampiri mereka"tadi ustadz dengar kalian berbicara tentang kami sedang berdua-duaan,iya betul itu engga boleh tapi apa kalian tau sekarang ustad dan ustazah sudah menjadi saudara ipar kalau mau nyinyir tuh didepan orangnya jangan dibelakang"


"maaf ustadz kita cuma lewat engg sengaja melihat usatadz dengan ustazah Laura kayanya ustazah Laura sedang sedih"


"iya ustadzah sedang sedih kalau mau kesini masuk aja kan kalain juga mau akrab dengan guru kalian kan?masuk aja ustadz tinggal kekamar kalian bisa menemani ustazah Laura sebentar"


Fahmi pergi ke kamarnya sedangkan santriwati yang tadi langsung masuk kerumah dan minta maaf ke Laura


"assalamualaikum ustazah"


"wangalaikumusalam silahkan duduk"


mereka langsung duduk Laura menghapus air matanya


"makasih ustazah kenapa sedih,sebelumnya kami mau minta maaf ke ustazah Laura karena salah mengira bahwa ustadz Fahmi dan ustazah sedang melakukan zina"sesal Cika


"iya engga papa kan kalian engga tau itu maklum lain kali kalau melihat sesuatu harus dipastikan terlebih dahulu supaya enggga menimbulkan fitnah fahimtum"


"fahimna ustazah maafkan kamu"


"kalian mau apa kesini ada yang penting?atau rindu dengan orang rumah?"


"engga semuanya ustazah kita sedang jalan-jalan aja suasananya sangat sejuk"


"gitu yah kalain engga siap-siap untuk sholat isya sebentar lagi"

__ADS_1


...----------------...


Galang pergi kerumah Fahmi naik mobil engga lama akhirnya sampai,masuk kedalam nyari ayah dan ibunya.


"ka nyari ayah Rahmat belum pulang bentar lagi sampai"


"iya syf nisa mana engga kelihatan"


"sedang ada di kamarnya vidiocall sama temen perempuannya mengerjakan tugas dari guru buat lusa harus selesai"


engga lama ayah dan ibunya datang masuk kedalam


"assalamualaikum"


"wangalaikumisalam Bu yah dicariin ka Galang katanya penting"


"bentar Lang kami ganti baju dulu"


ayah dan ibu pergi kekamar syfa pun pergi kekamarnya mengerjakan tugas dari gurunya masuk kamar.


"siapa yang datang"


"ka Galang nyari ayah ibu tenang mereka sudah pulang tadi kenapa ka? kangen sama ka Fahmi jangan-jangan iman Kaka goyah lagi"


"ngawur ka Fahmi sedang sibuk tadi siang kan sudah nganter pesenam baju yang sisa kemarin"


"ka Nia engg kangen samanya nanti kalau pulang aku bilang kalau Kaka kangen dan jarang dibales pesannya"


"bialng aja kan setidaknya bisa ditelfon"


ayah dan ibu keluar kamar menemui Galang akhirnya datang juga dan duduk bersama Galang


"ada apa Lang tumben mesini nyari Fahmi atau ada urusan sama ayah?"


air mata Galang tumpah mendekat keayah Rahmat dan menangis dipangguannya memeluk kakinya.


"ada apa Lang bicaralah kalau gini terus engga akan selesai masalahnya"


"yah aku pernah bilang menyukai Laura terus tadi siang engga sengaja bicara yang menyakiti perasaannya dan aku sudah berniat untuk menebusnya dengan melamar Laura apakah ayah mau melakukan untuk Galang"


"tapi kenapa Lang kamu nyakitin perasaannya kalau kamu engga bilang kalau mau melamar pasti tambah sakit perasaannya"


"engga Bu kalau urusan itu nanti aja bisa dibicarakan dengan pikiran damai,mau kan yah Galang takut kalau Laura akan tersakiti lebih dalam dan Galang engga mau itu dulu ibu juga tau kenapa aku engga pernah dekat dengan siapa pun selain Laura"


"baik lah besok kita kesana setelah sholat ashar gimana Bu mau kan"


"terserah ayah aja ibu ngikut Lang kamu harus tau bahwa ayah dari Laura sangat keras ditaklukin apa lagi kalau menyangkut anak pasti akan marah besar tenang aja hatinya sangat baik"


"makasih yah Bu aku boleh menginap disini"


"tidur lah dikamar Fahmi engga dipakai istirahat nenangkan pikiran dan hati mu"


"tapi yah kan kamar Fahmi ada Nisa, makasih yah"


"Nisa tidur sama syfa jadi kamu bisa tidur di sana"

__ADS_1


__ADS_2