Terikat Cinta Diponpes

Terikat Cinta Diponpes
Tangisan menjadi bagia


__ADS_3

sore hari setelah sholat ashar ayah,ibu syfa,Nisa dan Galang sedang bersiap-siap ke pesantren adiknya engga lama akhirnya sampai sudah membawa bingkisan untuk keluarganya.lalu masuk ternyata mereka sedang duduk dan memakan sup kesukaan semua orang.


"assalamualaikum ka apa kabar"


"wangalaikumusalam Alhamdulillah mari duduk"


duduk bersama mereka Galang jalan kearah Johan dan air matanya membasahi pipi memeluk kakinya meminta maaf.


"om maaf kan Galang karena udah nyakitin perasaannya Laura sebenarnya sudah lama semenjak Nisa dan Fahmi belum menikah sampai mereka sudah menikah,kalau om mau menghajar Galang engga papa sudah ikhlas karena menyakitkan anak perempuan om"


"om bangga sama Galang sudah mengakui kesalahannya dan berniat menebus kesalahan itu tapi kenapa membawa besan ku kesini Hem"


"sebenarnya kita kesini mau melamar laura untuk Galang boleh kan Han"


Johan tertawa melihat Galang terus menerus menangis baru kali ini ada cowo yang menangis ketika berbuat salah.


"kalau aku berikan Laura kepada mu apa yang aku dapatkan?jagalah Laura sepenuh hati jangan sakiti kalau aku dengar anak ku menangis kamu akan menerima akibatnya"


"iya om mengerti,akan mendapatkan kebahagiaan untuk Laura berarti lamarannya diterima om?"


"betul aku juga sudah atu tentang mu dari Nisa dan Fahmi lusa aku akan menemui anakku sekalian mampir kerumah ka Lukman"


"ingat jangan sakiti anak Tante,Tante dan om sudah tau rencana kamu sama keluarganya Fahmi kita akan melanjutkan ini sampai lusa"


"makasih om Tan sudah merestui Galang menjadi calon menantu kalian"


"sama-sama mari makan masih ada supnya kalian pasti lapar kan"


"tau aja kita lapar Han"


mereka sedang makan bersama engga lama kemudian makannya sudah selesai


...----------------...


*2 hari kemudian


ayah Johan dan ibu Lia datang kepesantren kakanya engg lama akhirnya sampai sekarang sedang ada dirumah,mereka disambut dengan ramah oleh santri dan santriwati lalu salah satu santriwati mengantarkan ke rumah akhirnya sampai.


"assalamualaikum"


suaranya engga asing ditelinga Laura


"wangalaikumusalam ayah ibu kenapa kesini mari masuk"

__ADS_1


mereka masuk dan duduk diruang tengah sambil berbincang-bincang Fahmi keluar dari kamarnya karena menenggar ada tamu yang datang.


"om Tan baru nyampai mau aku buatin teh atau jus"


"jus mangga aja 2 makasih mi"


engga lama akhirnya datang jusnya dan diberikan ke Johan dan Lia.


"silahkan Tan om maaf enggavada cemilan belum sempat beli"


"iya engga papa Nisa sudah tau kalau kau ada disini?"


"engga ayah Rahmat yang merencanakan semua ini dan sedang melihat sejauh mana Nisa mencintai Fahmi"


Johan dan Lia sambil meminum jusnya


"yah kenapa kesini?ada yang penting kah?"


"kita mau menjemput mu pulang karena ada yang sangat penting dan tidak bisa dibicarakan sekarang"


"tapi kenapa yah?Bu aa apa atau jangan-jangan kalian menerima lamaran untuk Laura engga bilang sama aku?"


tiba-tiba Galang datang dan bergabung bersamanya


jalan meninggalkan mereka


"oke mau kemana Lang?"


langkahnya berhenti"mau ada urusan tenang aja akan aku siapkan kamu tinggal ngikutin yang aku suruh"


kenapa sih selalu penuh teka-teki emang apa susahnya kalau bicara langsung batin Laura


Galang kirim pesan kefahmi


✉️ aku mau ngelamar Laura jangan kasih tau kedia sudah direncanakan dari awal


✉️ oke Lang semoga sukses


✉️ makasih


masih ditempat yang sama ruang tengah


"Ra beresin baju mu kita pulang sekarang!!!"

__ADS_1


"tapi yah Laura kan masih mau disini sama mereka"


"engga usah mbantah ucapan ayah!!cepat atau kamu akan nyesel nanti"


Laura pergi meninggalkan mereka sambil menangis Fahmi menyusu kemarnya menangkan Laura.Engga lama akhirnya datang membawa baju-baju dan pergi kerumah Nisa engga lama akhirnya sampai.


"ka Lukman masih kerja yah?"


"iya silahkan duduk kenapa Ra janganlah menangis lepaskan aja nanti juga ada orang yang akan menemani mu dan membimbing mu lebih berwarna"


Kirana tau rencana Johan dan yang lain Laura dibawa masuk ke kamar Nisa.Setelah pulang sekolah Nisa pulang kerumah dianter Galang sebelum sampai sudah diceritakan semuanya dan minta bantuan kenisa supaya Laura makin percaya bahwa Galang akan tunangan dengan orang lain.


"nis aku kembali keresto inggat lusa jangan sampai Laura tau,syf mau pulang atau ikut Nisa?"


"ikut ka Nisa aja kalau ka Galang mau ke resto sana-sana pergi"


akhirnya Galang pergi ke resto.Nisa dan syfa masuk kedalam menemui Laura dilamarnya sekarang mereka sudah ganti baju sedangkan syfa pinjam punya Nisa.


"kenapa Ra kasihan tuh matanya sampai bengkak kalau cowoknya berniat baik langsung kerumahnya meminta restu dan meminangnya apa tuh Galang engga ada niatan untuk keruma mu,aku dengar dari Fahmi Galang juga mau tunangan juga lusa tenang Ra"


memeluknya dan memenangkan supaya engga sedih lagi.


"mba aku sangat buruk yah kenapa orang yang aku sukai malah pergi engga akan kembali, sebentarnya aku juga mencintai Galang diam-diam tanpa sepengetahuan siapa pun baru kamu doang Yanga ku ceritakan"


"engga Ra kamu percaya kan pasti Galang akan menemukan orang yang ditakdirkan untuk menikah dengan orang tersebut"


*keesokan harinya


Laura,ayah Johan,ibu Lia sudah pulang kerumahnya keluarga Nisa juga ada disana karena sekara sedang libur sekolah jadi bisa kedana syfa juga ikut.Sedangkan Fahmi sudah pulang kerumahnya sedang mempersiapkan acara untuk besok.


"tuh orangnya baru nyampai yang punya acara baru datang"


"terserah ku dong ayah ibu juga engga usah sewot"


"kan dia orang tua ku,Lang dah siap besok pasti kamu akan melihat Laura akan menangis lagi"


"kenapa tau kalau Laura akan nangis?"


"tau lah kan aku sudah lama mengenalnya dan belum ada cowo yang menangiskannya"


"beneran mi engga salah informasi kan?"


"engga lah aku sudah bersamanya selama 3 tahun dipesantren Abi jadia ku tau kalau dia sedih,marah bahkan kecewa"

__ADS_1


__ADS_2