
Zayan,Zidan dan kembar sudah berada di mobil sekarang sedang menuju pesantren om Joha
mobil berhenti di pom bensin karena tinggal sedikit engga lama akhirnya malaju lagi ditengah-tengah perjalanan ada orang yang tergeletak ditengah jalan lalu Zidan dan Zayan menghampirinya.
"mba bangu jangan tidur disini"
cewe itu engga bangun-bangun
"pak kemari sebentar"
segerombolan bapak-bapak jalan mendekat kezayan dan Zidan
"iya ada apa mas?"tanya bapak itu sambil menengok kanan kiri
"bapak tau ini siapa dan dari mana?nanti kalau jalan kerumahnya searah bisa kita anterkan sekalian"
"tau dia santriwati yang sering pergi kedaerahan sini maksud saya santriwati pesantrennya Abi Johan"
"boleh tolong bantu angkat kemobil,kembar angkat dulu"
Zayan mengendong Dyon Zidan menggendong Dyan sedangan santriwati ditaruh dibelakang yang atdi buat tidur Dyon Dyan
"makasih pak kalau gitu saya permisi"
"sama-sama mas sialhkan kalau boleh tau kalain bukan orang sini kan?"jengah bapak-bapak sebelum Zidan Zayan pergi
"iya kita bukan orang sini cuma pade kita orang sini Gus Salim beliau Kaka ayah saya pak kenapa apakah anda kenal dengan beliau"
"kenal sangat kenal Gus Salim sering mengisi tauziah dimasjid dekat sini sore nanti beliau juga akan mengisi tauziah kalau mau kakain bisa mengikuti mengajukan itu untuk Ummu"
"makasih pak kalau gitu permisi assalamualaikum"
"wangalaikumusalam"
mobil Zayan sudah pergi meninggalkan bapak-bapak itu
"pantes aja padenya toh mereka tapi menang Gus Salim juga ramah,murah senyum lebih suka bergaul dengan kita"
"benar tuh eh itu kan Gus Salim"
Gus Salim mendekat kebapak-bapak itu
"assalamualaikum"
"wangaalaikumusalam Gus"
"Gus tadi ada orang muda lembar kesini cuma mau ke pondok pesantren Abi persis sama Gus Salim sayangnya engga tanya nama mereka"
Gus Salim mengingat-ingat pemuda kembali persis dengannya lalu mengambil hp yang ada disaku bajunya memperlihatkan foto Zayan dan Zidan
"maaf pak apakah yang ini orang tersebut?"
"iya cuma mereka sudah menjadi pemuda dewasa kalau Gus penasaran silahkan ke pesantren aja kayanya sudah sampai dirumah Abi"
"permisi assalamualaikum"
"wangalaikumusalam"
Zayan,Zidan kembar dan santriwati tadi sudah sampai dihalaman pesantren lalu semua keluarga Abi keluar menyambut kedatangan mereka
"assalamualaikum"
"wangalaikumusalam"
"ummi Lia kan?bisa bantu kita didalam mobil ada salah satu santriwati pingsan dijalan bisa tolong anggkatkan"
"Laura larisa akan membantu ummi"
mereka sedanng memapah santriwati kedap rumah Abi sedangkan Zayan dan Zidan masih menggendong kembar dan membawa koper kedalam,tiba-tiba Gus Salim datang memeluk Zayan dari belakang dan Zayan terkejut akhirnya menengok kearah belakang
"pade salim apa kabar?"
mencium tangannya Zidan pun mencium tangannya
"ini Zidan kan yang berada di luar negeri itu?sudah besar 10 tahun kita terpisah,pade Alhamdulillah sehat kalau juga kan?"
"iya pade aku Zidan pade tau darimana? jangan-jangan tadi bapak-bapak itu memberikan informasi kepada pade kan?"
"anak nakal jelas pade tau kan kalain keponakan pade paling tampan dan manis,kesini berapa tahun?mau nginap dirumah pade?"
"6 bulan liat nanti aja pade aku amu menikmati santri-santri disini iya kan zi"
__ADS_1
"iya ka"
mereka jalan kedalam rumah Abi sedangkan santriwati sudah siuman dari pingsannya
"Ani kabur lagi kan?engga ada bosen-bosennya dihukum terus"
"maaf ustadzah Laura tadinya mau beli cilok diluar pesantren tapi mendadak kepala Ani pusing dan pingsan deh,eh tadi Ani merasa ada yang mengangkat Ani deh bukan kalain kan?"
melirik pandangan kezidan dan Zayan
"astaghfirullah engga kita engga mengangkat mu cuma minta tolong keorang yang ada disekitar mu pingsan tadi iya kan za"
"betul zi mana mungkin kita mau menggotong mu kalau saja kamu adik kita baru kita akan menggotong mu"
"maaf-maaf aku seuson kekalain mau kan memaafkan aku makasih sudah membawa ku kesini"
"iya udah kita maafkan,sama-sama kalau tadi engga searah juga akan kita tolong"
"Gus Salim ada apa kesini?kan saya engga menggunakan anda?"
"saya kesini menengok keponakan paru pulang beberapa bulan yang lalu"
"1 bulan bukan beberapa pulan"tegur Zidan
"zi bicara pada yang lebih tua dari mu harus sopan hargai orang tersebut"
"dia keponakan saya salah satu dari mereka baru kembali yang tadi bicara baru pulang Zidan dan Zayan sudah lama disini"
"pantes aja engga seperti itu tadi maaf Gus"
"iya aku titip keponakan ku disini boleh kan kalau berbuat macam-macam laporan keaku anti akan aku kasih pelajaran untuk tidak mengulangi lagi"
"pade!!kita engga akan berbuat macam-macam dulu pernah tapi itu dulu kan za?"
"iya pade jangan bahas itu dong masa setiap orang harus tau kan malu!!"
"pokoknya kalian inggat kata-kata pade,pade inggat yang dilakukan kau dulu kalau ada apa-apa kerumahnya dekat dari sini assalamualaikum"
"siap pade wangalaikumusalam"
Gus Salim pergi meninggalkan mereka kembali kerumahnya karena nanti sore ada tauziah di masjid dekat situ,sedangkan Ani pergi kembali ke asrama dianter Laura dan Larisa menganter Ani engga lama akhirnya kembali kerumah Abi.
sedangkan Zidan dan Zayan sedang istirahat dikamar tamu Dyon dan Dyan juga berada di kamar itu,Kirana datang kekamar Zayan lalu mengetuk pintu Zidan terbangun dari renahannya dan membuka pintu.
jalan masuk lagi dan menutup pintu engga terlalu rapat karena Zayan enga memakai baju
"ada apa zi"
"Dyon Dyan dicari bunda kalian diluar kamar tatanya kangen sama kalian temui dulu nanti kesini lagi kalau engga mau om zi engga mau bermain bersama kalian om za juga"
"ya om za engga mau bermain bersama Dyon Dyan"
"kita akan temui bunda dulu nanti kesini lagi"
jalan mendekat kearah pintu diikuti Zidan
"Bun sudah buatin makanan kesukaan kalian makan dulu nanti main lagi"
"iya Bun"
"makasih zi sudah memberikan penjelasan kepada mereka"
"sama-sama ka engga ada lagi kan?"
"engga ada nanti sholat duhur berjamaah di masjid dan setelah itu bisa istirahat lagi,sore hari kalian akan mengisi tausiyah juga bersama Gus Salim materinya ada diayah minta dulu nanti bisa dipelajari"
"siap ka"
Zidan jalan keruang tengah mencari Abi Johan ternyata engga ada
"ka Galang ngeliat Abi kemana?"
"ada di asrama santriwati sedang bertemu seseorang tapi kata Abi kau untuk menemuinya disana"
"gitu ka oke makasih"
berjalan melihat jalan kanan kiri siapa tau ada Abi engga lama akhirnya berhenti dan melihat Abi sedang bicara dengan Hani lalu mendekat kearah mereka
"assalamualaikum bi dicariin ternyata ada disini"
"wangalaikumusalam"
__ADS_1
"ka zi kan?anak dari adiknya ayah Salim kan?"
"iya kenapa maaf saya engga kenal,saya kesini nyari Abi"
"masa sih kau kan adik ku,aku Hani saudara mu mau ku inggatkan masa lalu mu?!!"
"mba Hani disini juga!!maaf mba udah 10 tahun yang lalu makhlum lah baru sekarang pulang dan pertukaran mahasiswa disini mba sendiri masih kelas 2 kan sekarang?!!"
"iya kenapa?kamu kan lahir duluan 3 tahun perbedaannya sama aku tapi tua aku ingat kalau kau berbuat macam-macam akan aku laporkan sama ayah Salim"
"siap mba maaf bi biasa sama tuh anak bocil,bi kata ka Larisa abi menyuruhku mengambil materi untuk nanti sore dan zi Ami ambil materinya"
"ka za dimana sedang istirahat iya kan ka zi?"
"ada ditumah Abi mba kenapa mau uang kan?maaf kita engga mau lagi ngasih uang jajan ke Emba"
"mari ikuti Abi zi"pergi meninggalkan Zidan sedang asik berbicara dengan saudaranya
"Abi tungguin zi bay ma Hani!!!"
Zidan lari mengejar Abi lalu berjalan bersoingam sama Abi akhirnya sampai rumah,Abi mengambil materi di kamarnya engga lama akhirnya keluar memberikan kepada zi.
"pelajari materinya ini nanti sore setelah selesai sholat ashar berangkat kesana"
"siap bi ini sama ka za kan atau zi sendirian?"
"sendirian bisa kan kan ada Gus Salim yang akan menemani mu disana"
"makasih bi"
engga lama azan ashar berkumandang Zayan terbangun dari tidurnya lalu cuci muka siap-siap kemasjid,jalan bersama dengan Zidan semua santriwati melihat kearah mereka lalu Hani datang tiba-tiba mengagetkan mereka.
"astaghfirullah zi itu siapa?kaya kenal kita?"
"saudara kita masa lupa Hani yang sukanya ngancam-ngancam loh lupa?"
"oh Hani itu"
"eh mba Hani dong gini-gini mba kalain awas kalau mau bikin ulah aku akan laporkan ayah"
"Sanah engga takut lagian kalau Emba yang macam-macam akan kita kasih hadiah siap-siap di marahin panjangĂ—lebar sama pade bay sudah mau khomat"
Zayan dan Zidan mengambil air wudhu yang alin pun engga lama sholat duhur sudah dilakukan santri dan santriwati pun sudah ada disitu engga lama akhirnya selesai lalu keluar dari masjid
"Han tadi siapa yang berbicara sama mu seperti sudah kenal dari lama"
"iya kenapa kalian suka sama dia akan aku bantu tuh orangnya datang"
Zidan dan Zayan sedang berjalan keluar masjid lalu melihat Hani dan kawan-kawannya masih ada disitu akhirnya Zidan dan Zayan menghampirinya
"assalamualaikum"sambil memakai sandalnya
"wangalaikumusalam"jawab mereka bersamaan lalu menundukkan pandangannya sedangkan Hani malah memandang soolah-olah mau mengajak ribut
"kenapahan dengan mata mu mau ngajak ribut ayo sini ku jabanin"sambil memakai sendalnya
"astaghfirullah Hani pandangan mu harus diturunkan bukan makhtommu"
"tuh dengerin kata teman mu jadi cewe tuh harus menjaganya untuk suami mu nanti Han"
"eh ko suami kan masih lama,kalau gitu cari cewe tuh udah pas untuk menikah"
"istighfar Han inggat kata ustazah"lagi-lagi dihalangi oleh temannya
"sanah-sanah pergi keburu aku marah ajak tuh kembaran mu"
"Hani!!cukup kamu disini bukan cari ribut sama zi dan sekarang kau sudah besar malu tuh diliatin sama teman-temanmu mau sampai kapan ha,zi ikut aku kita pulang malu lah dikit pada mereka jangan mudah kebakar dengan ucapan Hani Dong"
"maaf ka za,maaf mba Han kalau engga ngajak duluan pasti udah lah biari saja dan lupakan"
pergi dulu an meninggalkan Zayan
"maaf teman-teman tadi aku sangat marah dan tidak mau mendengar ucapan mu maaf ka za"
"ya sudah aku duluan inggat kata-kataku"
pergi meninggalkan Hani dan kawan-kawannya menusul ke arah Zidan
"tadi itu siapa mu Han engga pernah cerita soal mereka pada kita?"
"maaf-maaf lain kali akan aku ceritakan"
__ADS_1
"dia ganteng,baik dan perhatian sepertinya.astafirullah maaf-maaf"