
setelah memakan jajan yang tadi dibelinya lalu Zayan dan Zidan jalan kearah dapur mau bikin cilok,mereka sudah mulai menakar adonan sedikit demi sedikit hingga tercampur rata tiba-tiba Hani datang mengejutkan Zayan dan Zidan.
"astaghfirullah mba Hani kalau datang bisa ga sih engga ngagetin"keluh Zayan
"iya tuh biasanya ngagetin kalau butuh uang nyari-nyari kita iya kan za?"
"hem mau nyobain ada yang sudah jadi ciloknya"
Hani menyobanya langsung dimasukan kemulut
"mba itu belum lama di ambil dari panci panas"
lalu Hani melelehkan ciloknya ketangan dan mendingkan cilok tersebut
"telat sudah dimakan baru bilang"
"zi gimana lezat kan ciloknya engga kalah sama yang kemarin kepesantren"
tadi Zidan sudah menyisihkan untuknya dan sudah dimakan tadi
"lezat ka dapat resep dari siapa?"
"engga dari siapa-siapa kalau andai aku buka kedai cilok ada yang beli atau cuma ngeliatin doang?"
"tinggal bikin aja kenapa harus bilang-bilang"
"kalau buka kedai siapa yang mau njagain?sedangkan aku masih kuliah maktu ku habis kalau udah njagain kedai"
"ka za coba bicarakan sama om adit siapa tau kalau bulan depan setelah melahirkan anak siapa mau njagain kedai Kaka"
"ngarang jarak dari sini keana 3 jam kasihan istri nanti,tau minta ka Galang aja nanti aku akan bicarakan sama nya nanti"
tiba-tiba Galang datang bersama keluarga Laura sama Abi dan ummi juga engga lama akhirnya sudah sampai di depan rumah Gus Salim lalu mencet bel.
"Han coba liat siapa yang datang"
Hani pergi kearah pintu depan lalu membukanya siapa yang datang
"Abi ummi assalamualaikum"
"wangakaikumusalam"
"silahkan masuk bi,mi,ka"
lalu mereka masuk duduk di sofa ruang tengah engga sengaja mencium bahu sangat harum dan menyengat
"siapa yang sedang masak makan?harum sekali?Han"tanya Abi penasaran dengan aroma yang tadi tercium dihidungnya
"ka za zama zi sedang bikin cilok kalau mau kesana boleh bi ada yang sudah jadi"
akhirnya keluarga Abi dan Hani pun berjalan ke dapur nyamperin Zayan dan Zidan lalu duduk di ruang makan
"bi mi baru nyampai kan silahkan di coba maaf kalau baru sedikit yang jadi yang lain sedang di rebus"
"makasih kan kita cuma main kesini kalin repot-repot membikin ini semua"
"engga mi kita cuma sedang experimen makanan mi kalau berhasil akhir bulan akan bikin lagi"
"beneran ka engga bercanda kan?mau bikin lagi bulan depan kan?"
"insyaallah Kaka engga sibuk tugas kampus ini ada yang sudah matang tunggu sebentar lagi"
"zi lanjutkan tinggal nunggu ini dan nanti aku balik lagi kesini"
"Mau kemana za?menemui itu lagi kan"
__ADS_1
"engga kenapa,aku amu ganti baju dan jangan bahas itu lagi mulai sekarang!!"
pergi meninggalkan yang lain masuk kekamar lalu engga lama akhirnya selesai jalan keruang tengah,dan menyelesaikan ciloknya 5 menit kemudian cilok sudah dibagikan kesemua orang terserah mau ngasih bumbu apa.
"gimana bi mi rasanya mengecewakan,kalau Abi mengizinkan ka Laura njaga kedai ku boleh kan bi?"
"rasanya sangat lezat kalau bisa ditambahkan dengan level tingkat kepedasan dari anak-anak hingga orang dewasa bisa menikmati cilok ini, boleh asal diizinkan suaminya"
"gimana ka,ka Galang izinkan ka Laura mantau doang dan mencatat loporan tiap Minggu sekali nanti akan aku cari orang untuk membantu ka laura 3 orang insyaallah"
Laura melihat kearah Galang lalu diizin kan mengelola kedai Zayan dan Zidan
"boleh mulai kapan bisnisnya berjalan?"
"1½ bulan ka maaf maksudnya om kan temanya om Adit,cukub buat nyari kios yang disewakan dan renovasi dan konsep nantia da teman kita yang akan membantu konsepnya,dia ahli dari lam bikin karakter dan sebagainya kebetulan nanti akan kesini"
"masyaallah kalian hebat masih kuliah sudah punya bisnis sendiri"ucap ummi Lia terharu melihat kegigihan Zayan dan Zidan
"Alhamdulillah mi,ummi belum tau kalau sebenarnya ka za_________su"
sebelum selesai bicara Zayan menutup mulutnya Hani supaya tidak membocorkan bisnisnya
"sudah semester 2 mi dan kita bulan ini akan naik semester 3 bulan depan"
"betul mi kita mengejar kelulusan lebih cepat dari pada yang lain"
melepaskan tangan dari mulut Hani
"Abi Ummi mau nambah lagi masih banyak banget"
"engga usah makasih nanti kalau ummi makan terus kalian engga kebagian"ledek Ummi Lia
"engga dong mi kan masih banyak"
Gus Salim datang menghampiri mereka yang sedang makan cilok bersama
"kebagian dong pade masih banyak tenang aja mau zi ambilkan"
Zidan mengambil cilok untuk pade Salim,pade pun menerimanya
"kasih bumbu sendi pade?pade tau kios dekat sini yang disewakan ataupun di jual kalau ada kita akan nempatin tempat itu"
"buat apa?zi za jawab pade"
"buat bisnis baru bersama kalau sudah banyak kastemer akan buka cabang"
"masyaallah kalian kan sedang nyanyak tugas masih sempat membikin ini semua?kalau bisa membagi waktu pade izinkan dan akan cari kan tempat buat kalian"
"beneran pade?"
"iya dong masa bohong kan dosa"
Gus Salim sedang menikmati hidangan cilok Fahmi datang bersama Nisa karena tadi Laura sudah kirim pesan padanya,lalu Laura yang mbukakan pintu langsung masuk dan jalan keruang tamu.
"kan habis ciloknya padahal kita juga mau kan de?"keluh Fahmi pada Zayan
"tenaga om masih banyak ambil sendiri aja om"
"pade kita mau lagi 1 porsi lagi"ucap Dyon Dyan pada Fahmi
"nanti kalan kan tadi sudah kebagian"
Nisa mengelus-elus perutnya lalu Laura melihat kearah Nisa
"mba Nisa hamil kah?"
__ADS_1
"Alhamdulillah benar yang dilakakami mu Ra"
"beneran nis engga bercanda kan atau sedang ditekan sama Fahmi!!"
"engga ka,ka Galang tau kan kalau ka Fahmi engga pernah macam-macam sama Nisa"
"syukurlah engga sabar melihat wajahnya seperti apa,kalau aku masih proses kan sayang"
melihat kearah suaminya yaitu Galang
"benar nanti jarak antara anak aku sama anak kalain engga akan berjauhan"
"bentar aku mau ngecek leptop ada tugas penting yang segera di kumpulkan"
"zi juga maaf kalain nikmati ciloknya sampai habis juga engga papa kan za"
"iya besok juga aku mau bikin rasa sambal buat promosi kalau engga sibuk"
pergi kelamarnya zi juga pergi kekamarnya mereka ditemani Hani dan juga Gus Salim sedang bermain tebak gambar hingga tepak gaya,waktu terus berputar Zayan dan Zidan masih berada di kamarnya azan duhur berkumandang Zidan dan Zayan keluar dari kamar jalan kemushola rumah.
Engga lama akhirnya selesai sholat duhur berjamaah Zayan dan Zidan amsuk kekamarnya lalu keluar membawa leptopnya menemui pade salim
"pade punya printer atau engga kita butuh sekali nanti sore harus dikumpulkan untuk naik semester"
"tenang di pesantren ada kalau gitu kesana aja ka om"
"betul yang dikatakan Fahmi mau sekarang atau nanti?"
"terserah kalau jam 4 harus siap om,om Fahmi tau ga tempat pengambilan motor atau pun mobil didaerah sini?"
"engga ada za kalau mau nanti aku hubungi teman ku mau ngambil yang mana,aku kirim lewat email masih sama kan nama emailnya?"
"tentu om kirim aja nanti aku hubungi lagi om Fahmi"
keluarga Abi Johan berpamitan mau pulang kepesantren Zayan dan Zidan pun ikut bersama mereka enggga lama akhirnya sampai di pesantren
"om Fahmi printernya ada dimana?agak banyak lembar uang mau di print"
"mari ikut aku ka nanti akan aku tunjukkan tempatnya dimana"
syfa,Zayan dan Zidan jalan keruangan ustadz dan ustadzah langsung masuk disana banyak yang ngeliatin mereka
"maaf apakah kita boleh ikut printer tugas kampus"
"boleh silahkan kalian kan keponakan Gus Adit kan?"tanya salah satu untuk disitu
"ka Nurul!tugasngajarnya masih ada kan?"tanya syfa dengan nada lembut sambil tersenyum kearahnya Nurul
"iya ustazah kenapa anda kenal kita kah?"
Zidan sedang memgeprinter dokumen yang amu dikumpulkan sedangkan Zayan sedang sibuk dengan leptopnya
"kenal lah masa engga kan dulu waktu pertama menjadi ustadz dan ustadzah kita bareng disini sebelum kalian datang dan sebelum Gus Adit menikah dengan mba Lala"
"iya lalu ustazah nanya-nanya soal itu buat apa?za tau kalau dulu sebelum om Adit menikah ustazah suka kan lalu engga bisa mengikhlaskan kehilangan om Adit kan?"
Nurul berfikir dengan ucapan Zayan barusan Zidan masih disipukan dengan dokumen engga lama kemudian akhirnya selesai juga, Zayan sedang printer dokumennya sudah beberapa dokumen yang sudah diprint tinggal sedikit lagi selesai.
"tau dari mana padahal aku engga menceritakan kepadamu?"
"engga penting tau darimana asal utadzah tau bulan ini atau bulan depan anaknya mau lahiran kasihan mereka kalau ustadzah engga mengikhlaskan om Adit,sudah zi pulang dokumen sudah selesai dan jangan ganggu keluarga om Adit atau akan berurusan dengan ku"
"maaf ustazah tapi itu benar kalau ucapan za kita belum kesana lagi lain waktu kita akan kerumahnya menengok adik kita"
"assalamualaikum"
__ADS_1
"wangalaikimusalam"