
acaranya sudah selesai Zayan dan Gus Salim berpamitan mau pulang,jalan masuk kedalam mobil pun jalan kembali kepesertaan ditengah-tengah jalan Zayan mulai cerita kepada gus Salim
"pade Zayan mau minta solusi tentang masalah yang dulu aku lakukan,dulu usia remaja aku hampir pacaran lalu aku menolaknya terus sampai sekarang cewe itu mengejar-ngejar aku deh seperti cewe obsesi deh"
"lalu pade harus apa?"jawab Gus Salim singkat
"maksud Zayan,pade kasih solusi yang bisa menjauhkan dia selama-lamanya,Zayan tau kalau itu salah tapi kan aku engga pernah melakukan apa pun yang melanggar perintah dari Allah SWT"
Zayan mulai frustasi karena pade Salim engga memberikan solusi kepadanya,lama kelamaan Zayan mulai meneteskan air mata lalu pade Salim melihat kearah Zayan memeluk dan menenangkan.
"za inggat kauasih punya Allah Yanga kan memberikan jalan untuk memecahkan solusi mu pade cuma bisa menasehati doang,untuk sekarang kamu harus fokus kependidikan kalau mau mengumpulkan tugas pade akan temeni
tapi kalau Zidan yang mengumpulkan tugas tidak akan ada masalah kan tidak ada yang mengenali mu,kalau ada paling zi bisa menyesuaikan tapi tidak selamanya kau farus bangkit menyelesaikan juga jangan bergantung pada zi"
"iya pade makasih sudah menyemangati za insyaallah masalah ini cepat selesai dan za akan mencari bukti kalau itu tidak pernah terjadi"
engga lama akhirnya sampai tidak kerasa perjalanan ini sangat singkat lalu Zayan dan Gus Salim turun
"pade zi mau ke asrama makasih assalamualaikum"
"wangalaikimusalam"
Zayan pergi kearah asrama dan melihat Hani dan kawan-kawan sedang belajar tentang ilmu tajwid lalu Zayan menghampiri sebentar sebelum kekamarnya
"gitu dong belajar jadi engga akan ganggu yang lain"
langsung pergi meninggalkan Hani dan kawan-kawan,Zayan sudah jalan tiba-tiba Hani lari dan melompat kearah zayan.karena engga siap posisi itu lalu akhirnya terjatuh bersama Zayan memegangi kepalanya supaya engga terbentur keras.
"astaghfirullah Hani!!nanti kalau beneran jatuh dan berdarah gimana??"
"maaf-maaf salah siapa tadi nggangguin aku belajar"
Hani masih memeluk Zayan dengan erat
"lepas teman mu bentar lagi kesini!!!Hani ayo dong iya Ka za engga akan ngilangin lagi"
akhirnya dilepas belukannya Zayan sudah berdiri Hani pun sudah berdiri,temannya juga sudah ada disitu menghampiri Hani dan Zayan takut terjadi apa-apa.
"Han gapapa kan?"
"aku engga kenapa-kenapa engga ada yang sakit"
"maaf gara-gara Hani Kalain jadi terganggu belajarnya"
Zayan pergi meninggalkan Hani dan kawan-kawan lalu masuk ke asrama siap-siap kemasjid pesantren.
semua orang jalan ke masjid syfa sedang menunggu Zayan datang lalu Zayan menghampiri syfa
"kenapa syf engga masuk kedalam kan sudah azan?"
"iya aku dengar sudah azan, sebenarnya aku mau bicara dengan mu nanti bisa kan?"
"bisa sekarang sholat dulu"
engga lama sholat duhur sudah selesai syfa menunggu Zayan di samping masjid bersama kembar,lalu Zayan menghampiri syfa dan juga kembar yang sudah menunggunya dari tadi.
"maaf lama menunggu aku?"
"iya om lama amat pasti ada masalah kan jadinya lama?!"
"Dyon engga boleh gitu"tegur syfa pada Dyon
"maaf om"
"iya engga papa lagian benar yang dikatakan Dyon tadi,syfa mau bicara tentang apa atau penasaran dengan kedekatan aku dan Hani?"
"engga ka,aku sudah tau kalain saudaraan tadi sebelum sholat duhur aku sempat melihat Kaka bersama hani dan kawan-kawannya lalu mukamu seperti ada masalah sangat berat kan?maaf ka"
"engga koh memang kelihatan dari muka ku kah!"
tiba-tiba Hani datang nyamperin Zayan dan syfa sendiri karena tadi dari WC dekat masjid
"hayo bicara apaan kasihan tuh kembar jadi nyamuk"
__ADS_1
"Hani!!kita cuma bicara biasa saja kan ka?"
"iya kenapa ada masalah kah sama mu!!"
"ada aku mau minta uang buat beli cilok depan Sanah pas Kaka menolong Ani ciloknya sangat lezat"
"engga usah beli akhir bulan ka zi akan buatin untuk mu kita akan pulang 2 hari pade yang ngizinin dan pade sudah bilang sama Abi"
"beneran ka engga bohong kan?"
"engga buat apa coba kalau aku bohong"
Zidan datang sambil berlari dari asrama santri ke samping masjid menemui kakanya
"ka dicariin nanti ketemuan di cafe dekat sini"
"siapa yang bilang mana hpnya?!!"
memberikan hp yang sedang di genggam Zidan kepada Zayan,lalu Zayan menerima hp tersebut dan menghubungi nomor yang tadi titip pesan pada Zidan
"halo assalamualaikum anda siapa!!tau nomor ku dari mana!!jawab lah kalau kau punya mulut engga usah seenaknya sendiri!!"
//.............//
"kenapa ka engga ada jawaban?tadi nomor itu yang menelepon"
tangan Zayan memberikan kode supaya diam dulu
"katakan atau kau aku laporkan kepada pihak yang berwajib!!cukup aku tau kalau kau kenal ku dan mencari nomor ini kan dan aku tau selama itu nomor ku engga pernah diganti sama sekali"
//akhirnya tau juga kenapa mau menemui ku atau engga pilihannya ada ditangan mu//
"diam sudah cukup jangan hubungi aku,lagi selama ini aku menghilang karena engga mau berusaha dengan mu lagi.Janagn ganggu aku lagi kasihan saudara mu itu sudah dijadikan pelampiasan mu kalau kau sedang marah kepada ku"
//kalau iya ke apa aku sudah di kota yang kau tempat mau bertemu di pesantren atau dicafe terserah mu aku ngikut//
"engga cape ngejar-ngejar yang bukan milik mu!!iya aku akan kesana jam perapa nanti akan aku usahakan"
"iya setelah bertemu jangan ganggu aku lagi!!"
Zayan menutup teleponnya lalu memberikan pada Zidan lalu jalan masuk kemasjid lagi, mengambil air wudhu setelah itu merenungkan yang sudah terjadi.zidan menghampiri Zayan bersama Hani dan juga syfa kembar pun ikut bersama.
Zayan sedang melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an untuk menenangkan hati dan pikirannya,Zidan dan yang lain duduk agak menjauh dari Zayan engga lama akhirnya selesai membaca Al-Qur'an.
jalan mendekat pada mereka dan ikut bergabung bersama yang lain
"sudah atau mau lagi aku tungguin"ledek Zidan
"kenapa takut kalau aku lepas kendali?!aku engga akan melakukan hal itu lagi!!zi akhir bulan engga ada tugas kan?"
"kayanya engga kenapa?"
"kita mau kerumah pade Salim selama 2 hari ingat kan?"
"inggat dong tadi aku dengar mau beli cilok Dyon Dyan mau ikut?"
"ada beneran ka zi mau beli cilok?"
"beneran kita cari aja penjualannya"
Zidan,Hani dan kembar jalan mencari penjual cilok keliling akhirnya ketemu
"maaf pak apakah ciloknya masih banyak mau saya beli semua?"
"masih mas beneran semuanya?"
penjual cilok engga nyangka akalu jualannya mau dibeli semua oleh Zidan
"beneran pak kalau boleh sekalian ikuti saya ke pesantren"
mengambil uang di dalam dompetnya 500.000 ribu diberikan kepada penjual ciloknya
"ini buat beli cilok bapak saya engga tau berapa
__ADS_1
harga cilokny akalau kurang bialnga aja pak"
"engga mas ini lebih dari cukup bisanya saya jual sehari,dari pagi sampai sore dapat 200.000 ribu kalau laku semua mau sekarang aja mas?"
"iya bisa kan pak?"
"bisa mas ini baru laku sedikit dan baru dapat 10.000 ribu"
engga lama akhirnya sampai santriwati mengantri giliran mendapatkan ciloknya lalu Zayan melihat mereka sangat antusias mengantri kebagian cilok
"zi darimana?bawa siapa penjual cilok?kalau gini engga kepagian semua cari lagi sana 2-3 penjual cilok lagi!!"
"engga mau cari sendiri aja sanah capek tau"
tiba-tiba syfa datang menghampiri Zidan dan Zayan
"akana kau temenin"
"Hani ikut aku"
"engga-engga cape tau syf kalian aja"
"udah buat aku aja tunggu akan ada cilok lagi kesini"
jalan meninggalkan mereka
"dari tadi keh engga kelamaan debat tidak berguna bawa uang kan?"ledek Zidan
"bawa lah emangnya tuh dekat pintu yang sedang duduk"
"maksudnya syfa?"
Zayan putar balik kerumah Abi
"eh syfa maaf kirain Hani papay"
lari keluar gerbang pesantren mencari penjual cilok engga lama akhirnya ketemu juga Zayan meminta kebapaknya untuk menghubungi teman yang dama-sama menjual cilok,temannya datang lalu mereka kembali ke pesantren sebelum sampai Zidan sudah membayar semuanya.
penjual cilok masuk kehalaman pesantren Zidan menyuruh yang belum kebagian bisa mendekat kearahnya
"bude syfa mau kan ambilkan kita sekalian?"
"iya Ra belum kebagian juga"
"belum nih baru Amy ambil,zi sudah kebagian belum tadi?"
"belum kalau boleh sekali bawakan punya ku ka Laura"
"iya kalau muat tangganya"
"kalau engga suruh za buat mbanti mbawain kesini"
Laura dan syfa datang kepenjual cilok disana juga ada Zayan lalu mereka minta pada bapak-bapak penjual cilok untuk menyiapkan pesanannya
"pak yang 2 engga pake sampel,pakenya kecap aja"
Zidan datang membawakan 2 piring kearah Zayan lalu memberikan kepada pak penjual cilok
"pak bis akan ditaruh sini"
"bisa mas sebentar"
"pak kalau santri dan santriwati disini sudah kebagian bapak dan kawan-kawan bisa membagikan kepada orang seperti pemulung dan sebagainya bisa kan pak nanti aka saya tambahkan"
mengambil uang 150.000 ribu satu orang 50.000 ribu
"bisa kan pak kalau itu saya ikhlas tolong diberikan kepada yang saya sebutkan"
"siap mas,mas tadi yang pakae piring dikasih sambal atau engga?"
"iya satu engga banyak sambelnya,yang satunya banyakin sambelnya"
semua penjualan cilok sudah pergi membagikan sisa yang masih ada keorang yang tadi sudah Zayan sebut kan
__ADS_1