
"Dokter Mikha... dokter Mikha... " panggil Rendy dengan menoleh ke wajah Mikha yang nampak sedang serius, Sedangkan gadis itu masih tak menyadari jika Rendy telah memanggilnya, hingga ia mencoba memegang pergelangan tangan Mikha agar gadis itu tersadar dari lamunannya.
"Dokter Mikha.. kau sedang lihat apa sepertinya serius sekali..??" tanya Rendy yang ikut melihat arah pandangan gadis itu, namun gadis itu mencoba mengalihkan pandangannya dan menoleh ke wajah Rendy.
"Ah... Tidak pak Rendy.. aku tadi hanya melihat kawan lama ku saja sepintas.." dusta Mikha dan melihat pergelangan tangannya di pegang oleh Rendy
"Ah... Maaf aku tidak sengaja soalnya kau dari tadi melamun terus.. sampai aku panggilkan mu berulang kali tetapi kau tidak mendengar nya.." balas Rendy dengan melepas pegangan tangannya pada gadis itu.
"Iya Maaf Pak Rendy..." balas Mikha dengan tersenyum
"Ayo kita jalan keburu jam istirahat mu selesai..."Ajak Rendy
"Hmmm.." Jawab Mikha dengan tersenyum dan mengangguk
Keduanya pun jalan berdua keluar dari basemen parkir dan menuju dalam gedung Mall.
🍃🍃🍃
Sedangkan di sana, mata Rangga terus menyorot tajam melihat kepergian Mikha bersama teman pria nya itu, hingga istrinya memanggilnya pun ia tak mendengarnya.
"Mas ...Mas Rangga ....." panggil Maya berulang kali namun pria itu tidak menyahutinya, karena matanya terus menatap kepergian gadis yang akhir-akhir ini mencuri hatinya yang terkadang sering kesepian itu.
Maya pun akhirnya keluar dari mobil hitam milik Rangga, karena ia ingin menghampiri suaminya.
Brakkkk.....( pintu mobil di tutup )
"Hei... kau lihat apa mas...?? sampai aku panggil mu terus.. kau hanya diam saja.." ucap Maya dengan memegang pundak suaminya.
"Ahh tidak tadi aku hanya lihat kawan lamaku saja..." dusta Rangga yang menoleh sebentar ke wajah Maya, kemudian ia jalan menuju pintu mobil meninggalkan Maya yang sedang berpikir.
__ADS_1
"Benarkah...??" tanya Maya penasaran
"Lalu kenapa tidak mas samperin saja... " ujar Maya menatap heran
"Tidak mereka sedang asyik dengan pasangannya... ayo kita masuk May.." ajak Rangga dengan menanggapinya datar, ia sudah masuk kedalam tempat duduk mobilnya.
Maya hanya menautkan kedua alisnya ke atas, ia berpikir heran dengan perkataan suaminya tadi, tetapi ia hanya mengedikkan bahunya masa bodo
Maya pun masuk ke dalam mobil mengikuti Rangga dan Mobil hitam milik Rangga pun keluar dari halaman basemen parkir Mall.
Bruuuuuuummm....
🍃🍃🍃
Di sebuah cafe minimalis memiliki banyak lampu-lampu gantung yang membuat pencahayaan tempat tersebut jadi sangat indah, seperti wajah gadis sekarang ini yang sedang terkena bias cahaya lampu tersebut membuat semua orang yang melihat gadis itu akan terkesima.
Gadis itu juga merasa di perhatikan oleh Rendy, tetapi ia cuek saja makan. Karena ia sudah biasa kalau di pandang serius sama laki-laki di dekatnya kecuali dengan dokter pembimbingnya sendiri ada rasa hati buat ia ketar-ketir entah itu apa...
"Dokter Rangga tadi kenapa melihat ku seperti itu yah... ??" batin gadis itu berpikir sembari membersihkan mulutnya dengan tissue, tiba-tiba ia teringat dengan kejadian tadi siang di basemen.
"Perasaan aku tak punya salah.. aku kerja sesuai standar, tapi tatapannya kenapa sangat tajam sekali..."
"Apa ada yang mengadu kepadanya kalau kerjaan ku ada yang salah..??" batin gadis itu menerka mungkin karena masalah pekerjaannya.
"Dokter Mikha kau hari ini sepertinya banyak melamun...?" tanya Rendy penasaran
"Ia nih biasa masalah pekerjaan tau lah profesi dokter bagaimana pak.. besok juga aku mulai dinas ke luar kota selama dua minggu.. " jawab Mikha yang nampak lesu mengingat ia satu kelompok dengan Rangga, tetapi dalam hati perasaan ia senang tapi ia bingung menghadapi Rangga bagaimana karena ia sudah terlanjur terbawa perasaan suka.
"Apaaaaa..." teriak Rendy dengan tersentak kaget
__ADS_1
Mikha terkekeh geli melihat ekspresi Rendy seperti itu.
"Kau kenapa pak..?? tanya Mikha yang masih terkekeh.
"Kau mau pergi kemana dok ??" tanya Rendy yang penasaran
"Aku bersama tim dokter rumah sakit akan berkunjung ke desa terpencil xxx kota D pak...ini permintaan dari pemerintah kota meminta pemerataan kesehatan pada desa itu.." jelas Mikha
Rendy hanya manggut-manggut saja seperti mengerti, setahu ia dalam hati mengingat-ingat desa itu banyak kelompok pemberontak anti pemerintah dari lihat baca artikel berita. Ia takut terjadi apa-apa di sana dengan Mikha, namun ia menepisnya mungkin itu dari di desa kota lain pikirnya.
"Pak Rendy...." panggil Mikha
"Hah Iyah..." balas Rendy yang sadar dari lamunannya
"Aku ingin kembali ke rumah sakit pak... jam makan siang sebentar lagi selesai.." jelas Mikha mengingatkan
"Hmmm ayoo kita siap-siap keluar.." balas Rendy dengan anggukan, kemudian ia jalan keluar dan di ikuti oleh Mikha
"Iya pak..."
"Kalau begitu besok aku akan menjemput mu Mikha hati ku sudah sepenuhnya untuk kamu.. aku takut kamu terjadi apa-apa di sana.." batin Rendy yang tiba-tiba punya firasat buruk pada gadis itu mengingat gadis itu akan pergi jauh ke pelosok desa yang notabene nya desa itu sangat berbahaya, sesekali ia melihat gadis itu di sampingnya yang kebetulan dibalas senyum oleh gadis itu. Entah apa yang dirasakan oleh pria itu, ia sangat senang sekali dan tidak ingin lepas dari gadis itu. Mereka pun berdua jalan bersama-sama menuju keluar Mall.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Halo kakakku jangan lupa kakak klik tombol vote ,hadiah dan bintang nya yah biar author semangat cari ide-ide buat ceritanya....
Dan silahkan beri kritik atau sarannya juga, Ini novel author yang kedua loh..Sekalian ijin promo novel pertamaku nih ( Jatuh Cinta Pada Mahasiswiku ) 🤭🤭
Mohon dukungan nya yaa kakak-kakakku..
__ADS_1