Terjebak Cinta Dokter & CEO

Terjebak Cinta Dokter & CEO
TCDC bagian 15


__ADS_3

Matahari siang ini nampak sangat terik sekali namun, suhu udara di sana sangat dingin. Karena Mobil pick up besar milik Rangga telah sampai di atas perbukitan. Sekarang mobil tersebut sedang melewati jalan paling mengerikan dengan medan berkelok dan tikungan tajam, bagaimana tidak jalanan ini merupakan akses utama menuju desa xxx. Maka dari itu Rangga benar-benar sangat fokus saat berkendara.



Sedangkan gadis itu sedari tadi hanya diam dan terus memejamkan kedua matanya ketika mobil sudah berada di atas ketinggian tebing, padahal sebenarnya ia benar-benar sangat tegang sekali. Apalagi ketika ia melihat sepintas pemandangan dari kaca jendela mobil tadi, ia melihat dari bawah sana ada sebuah jurang jika pintu mobil itu dibuka maka siap akan terjun seketika ke bawah jurang. Karena jalanan ini benar-benar sangat sempit sekali, dengan lebar jalan saja hanya muat untuk satu mobil yang bisa di lewati, itu pun juga hanya satu arah.


"Aaaaaaarggggghhhh......."


Tiba-tiba Mikha berteriak kencang dan menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan hingga suaranya itu mengganggu Rangga yang sedang mengendarai. Ia sudah tak tahan lagi diam menahan rasa ketakutannya.


"Mikha berhentilah kau berteriak..!! aku sedang fokus Mikha...!! salah sedikit mobil ini jalan kita bisa masuk ke jurang Mikha...!!"pinta Rangga memohon dengan menoleh wajah Mikha sesaat yang sedang ketakutan. Kemudian ia kembali fokus mengendarai mobilnya.


Mikha hanya mengangguk pasrah, Ia hanya menangis dalam diam saja sembari menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan. Ia tidak mau melihat pemandangan disana yang sangat mengerikan. Namun beberapa menit kemudian ia membuka tangannya kembali dari wajahnya, kemudian gadis itu berteriak lagi.


"Arghhhhhh....... Arghhhhhh.....!!!!" teriak Mikha semakin histeris hingga membuat telinga si pengemudi itu pengang. Ketika mobil itu sedang melewati gua yang sempit dan gelap juga banyak bebatuan yang terjal di jalur tersebut sehingga membuat keadaan suasana semakin mencekam saat berkendara.


"Kau berisik sekali Mikha...!! kuping ku rasanya mau copot...bisakah kau berhenti berteriak lagi..!!" teriak Rangga yang sedang fokus mengendarai mobilnya.


"Tidaaaaaaaaaaakkkkk kita sudah jatuh dok....!!! Hiks...Hiks... " tangis Mikha akhirnya pecah dan menutup wajahnya kembali menggunakan kedua telapak tangannya. Ia menyangkal bahwa mobil tersebut telah terjatuh kedalam jurang karena suasana sangat gelap gulita.


Rangga hanya menghela nafas dengan panjang. Ia juga tak enak hati dengan gadis itu, bagaimanapun ia seorang wanita pasti punya rasa takut yang berlebih melewati jalanan yang mengerikan ini. Ia pun kembali fokus berkendara, namun tiba-tiba ia dikagetkan dengan segerombolan monyet-monyet hutan dari depan mobilnya.


"Astagaa.....!!" gumam Rangga yang tersentak kaget dan kedua matanya membulat sempurna.


Brakkkk... Brakkkk... Brakkkk....


Nyet....Nyet....Nyet...Nyet....


Brakkkk... Brakkkk... Brakkkk....


Nyet....Nyet....Nyet....Nyet....


Monyet itu telah naik ke atas mobil, ada yang mendobrak-dobrak kaca jendela, kaca depan mobil hingga mesin di bagian bawah mobil pun monyet itu juga ingin merusaknya. Mikha yang melihat itu semakin menangis histeris ketakutan.


Hiks.....Hiks.....Hiks.....

__ADS_1


Tiba-tiba ada monyet yang bringas ingin mencoba memecahkan kaca mobil depan.


Dug....Dug....Dug....


"Arghhhhhh....dokter Rangga..Hiks...Hiks...." teriak Mikha yang menangis histeris dan mencoba menutupi wajahnya dengan menggunakan tas miliknya.


"Mikha...!!" teriak Rangga dengan menoleh wajah gadis itu


Ceklek Ceklek Ceklek.....


"Aaaaaaaaaaarrrrrghhh...." Mikha berteriak kencang kembali, ia tersentak kaget ketika melihat monyet itu tiba-tiba mencoba membuka pintu mobil di dekat nya.


Tanpa sadar Mikha telah berpindah posisi duduknya di atas pangkuan Rangga. Ia mengalungkan kedua tangannya pada leher pria itu dan menutupi wajahnya di atas dada bidang pria itu, hingga Rangga pun tersentak kaget melihat aksi spontan pada Mikha dan tiba-tiba juga ia merasakan tubuhnya bergelenyar.


"Astaga Mikha... Apa yang kau lakukan...??" tanya Rangga yang tak percaya dan jantung nya tiba-tiba berdegup kencang, ketika gadis itu berada di atas pangkuannya.


"Hiks...Hiks....Hiiiiiks.........." tangis Mikha semakin pecah hingga gadis itu mengeluarkan keringat dingin pada dahinya, karena ia benar-benar sangat ketakutan.


Rangga menghembuskan nafasnya dengan kasar, mengingat posisi nya semakin intim melihat Mikha semakin mempererat pelukannya. Ia mencoba menetralkan detak jantungnya sendiri dan mencoba berpikir jernih untuk mengatasi monyet-monyet itu agar bisa pergi jauh terlebih dahulu dari mobilnya.


Bbbbrmmm..... (Mesin mobil telah dimatikan)


Brakkkk....Brakkkk....Brakkkk....


Nyet...Nyet....Nyet.....


Diluar mobil suasana nampak hening dan gelap gulita, seketika monyet-monyet itu telah perlahan turun satu per satu dari mobil Rangga dan lama kelamaan akhirnya para monyet itu telah pergi menjauhi mobil tersebut.


"Syukurlah benar dugaanku...mereka merasa terganggu.." batin Rangga, kemudian pria itu mencoba menatap gadis itu namun suasana sangat gelap gulita hanya terdengar isak tangis saja dari gadis itu.


"Mikha..." bisik Rangga, namun ia mendengar gadis itu masih menangis sesenggukan.


Hiks....Hiks....Hiks.......


Rangga mencoba merogoh saku celana untuk mengambil ponselnya dan menyalakan lampu senter ponsel tersebut untuk mengarahkan pada wajah Mikha.

__ADS_1


"Mikha..." bisik Rangga lagi pada telinga Mikha, kemudian ia melihat gadis itu masih terisak tangis dengan mata terpejam.


"Mikha.. berhentilah kau menangis monyet-monyet itu sudah pergi Mikha...!!" bisik Rangga menjelaskan namun masih tak di tanggapi oleh gadis itu, karena Mikha masih menangis sesenggukan.


Hiks....Hiks...Hiks.....


Rangga menghembuskan nafasnya dengan kasar. Ia menaruh ponselnya di atas dashboard mobil dalam keadaan lampu masih menyala, kemudian ia meraih wajah Mikha dengan kedua tangannya dan ia juga mengusap lembut air mata gadis itu. Sedangkan gadis itu matanya masih terpejam dan menangis sesenggukan.


Rangga sendiri tak tega melihatnya, mata gadis itu telah bengkak. Ini semua karena ulah dirinya yang menyuruh gadis itu ikut pergi ke desa yang sangat mengerikan ini.


"Maafkan aku Mikha..." bisik Rangga yang nampak frustasi dengan menatap nanar keadaan Mikha yang nampak berantakan. Ia mencoba menyelipkan anak-anak rambut yang berantakan pada telinga yang telah menutupi wajah cantik gadis itu. Kemudian pria itu menatap sendu, melihat gadis itu masih menangis sesenggukan dengan mata yang masih terpejam. Tanpa sadar Rangga merangkup pipi gadis itu dengan kedua tangannya dan mendekatkan diri wajahnya dengan wajah Mikha hingga tiba-tiba ia mengecup singkat bibir merah ranum milik gadis itu.


Cup.....


Seketika jantung Mikha berdebar kencang, ia membuka kedua matanya dengan lebar, karena merasakan bibirnya telah di cium lembut oleh pria yang diam-diam ia sukai juga.


"Arghhhhhhhh.."


Rangga telah merasakan manisnya bibir ranum gadis itu, Kemudian ia melepaskan ciumannya dan menempelkan keningnya pada kening gadis itu, hingga kedua nafas mereka saling bertukar merasakan.


"Ahhh... Dokter Rangga...." Ucap Mikha lirih dengan menatap tak percaya. Ia masih mengalungkan kedua tangannya pada leher pria itu.


Sedangkan di tempat lain, mobil jeep hitam milik Rendy sempat tertinggal jauh oleh mobil milik Rangga karena mobil ia sempat mengalami mogok di tengah jalan namun mobil tersebut telah menyala kembali.


"Sial...sial hari ini...!!" gumam Rendy dengan memukul stir kemudinya, ia terus jalan melewati jalanan berkelok dan tikungan tajam. Saat telah melewati jalanan berkelok tajam, ia melihat lorong gua yang gelap, namun tiba-tiba ia melihat mobil putih Rangga berhenti disana dengan lampu sorot pada mobilnya.


"Kenapa mobil dia berhenti ? Apa mobil dia mogok juga ..??" batin Rendy berpikir


"Apa aku samperin saja yah ..??" gumam Rendy


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Halo kakakku jangan lupa kakak klik tombol vote ,hadiah dan bintang nya yah biar author semangat cari ide-ide buat ceritanya....


Dan silahkan beri kritik atau sarannya juga, Ini novel author yang kedua loh..Sekalian ijin promo novel pertamaku nih ( Jatuh Cinta Pada Mahasiswiku ) 🤭🤭

__ADS_1


Mohon dukungan nya yaa kakak-kakakku..


__ADS_2