Terjebak Cinta Dokter & CEO

Terjebak Cinta Dokter & CEO
TCDC bagian 7


__ADS_3

Malam hari ini hujan lebat membasahi bumi, namun tidak membuat bermalas-malasan pada seorang pria tampan yang sedang sendirian berada di rumah itu. Ia sedang asyik membaca buku ilmu kedokteran di bangku sofa ruang tamu dengan kaki ia luruskan di atas kursi sofa sembari meminum teh hijau buatannya. Tiba-tiba di sela-sela baca ia teringat dengan gadis cantik yang baru saja ia kenal itu.


"Gadis itu benar-benar polos sekali..." batin Rangga yang tiba-tiba tersenyum sendiri mengingat kepolosan gadis itu saat ia menyewa rumah untuk Mikha.


"Mana ada di kota besar ini sewa rumah ukuran tiga petak, beruntung aku carikan kalau dia yang mencarinya sampai kapan pun juga tidak akan ketemu .. " batin Rangga terkekeh geli hingga ia tak sadar meminum banyak teh hijau yang masih sangat panas sampai mulut ia tersedak dan menyemburkan tehnya sampai bajunya sedikit basah.


"Uhukkk....Uhukkk..... Argghh..." Pria itu terbatuk-batuk dan kerongkongan nya terasa kepanasan saat minum teh itu.


"Ahh sial....." gumam Rangga mencebik kesal dengan menaruh gelas tehnya di atas meja dan beranjak dari kursi sofa menuju kamarnya untuk mengganti baju. Namun saat jalan menuju kamar ia mendengar bunyi bel pintu rumahnya.


Ting dong...Ting dong...


Firasat ia pasti istrinya telah pulang, dengan segera ia bergegas menghampiri pintu rumah itu untuk membukanya. Namun saat membuka pintu rumah ia tersentak kaget melihat keadaan istrinya nampak kacau dengan baju yang di kenakan sangat terbuka.


Rangga yang melihat pun murka dan menatap tajam istrinya.


"Kau mabuk ....!! "tanya pria itu dengan suara bariton menekankan hingga terdengar pada telinga Maya yang masih sempoyongan.



"Minggir Mas aku lelah...." racau wanita itu yang tidak menjawab pertanyaan suaminya


Maya langsung masuk melewati Rangga yang berada di dalam pintu.


Pria itu menoleh kebelakang ia merasa tak ada harga dirinya sebagai suami, istrinya hanya menatap dirinya seperti orang lain. Rangga pun dengan segera menghampiri Maya dan menarik pergelangan tangan istrinya dengan kencang hingga wanita itu menoleh kebelakang


Plak.....


Sebuah tamparan keras melayang pada pipi istrinya itu.


"Auwhhhhhh...." teriak Maya dengan memegang pipi yang kesakitan


"Sekali lagi kau tidak akan ku ijinkan pergi keluar lagi Maya..!!! tugas kau hanya diam di rumah dan melayani suami...!!! aku sudah terlalu sabar dengan sikap mu yang begitu acuh pada ku .. bagaimanapun aku itu suami mu Maya...!! bentak Rangga dengan menatap tajam pada istrinya. Ia tak ingin rumah tangga nya begini terus bagaimana pun ia adalah kepala keluarga dan harus mempertahankan martabat keluarga juga. Istrinya dulu juga cinta pertamanya walaupun sifat dan sikap istrinya telah berubah setelah lama menikah tidak seperti dulu, ia tetap menerimanya.


"Hiks... Hiks... Hiks... " Suara tangis wanita itu pecah


"Jahat sekali kau mas menamparku.." gumam wanita itu sembari memegang pipinya yang kesakitan. ia baru pertama kali mendapatkan tamparan keras dari suaminya, ini semua karena perbuatannya sampai ia mabuk dan membangkang pada Rangga.

__ADS_1


"Aku keluar rumah hanya pergi reuni dengan teman sekolahku mas..?? aku bosan di rumah terus-menerus .. kau tahu dirumah itu aku kesepian tidak ada suara berisik anak-anak kecil seperti di rumah teman-teman ku yang lain...!!" dusta Maya dengan aktingnya ia pura-pura sedih sembari memegang pipinya yang kesakitan. Sebenarnya ia tadi mabuk pun karena ia sakit hati dengan kekasihnya, karena kekasihnya itu istrinya sedang hamil lagi. Maka dari itu ia menumpahkan kekesalannya dengan pergi ke bar.


Bagaimanapun Rangga tak tega melihat istrinya sedih apalagi istrinya membahas anak yang sampai sekarang belum kunjung diberi keturunan.


Pria itu nampak frustasi, ia menyugarkan rambutnya ke belakang dan kedua tangannya bertolak ke pinggang. ia pun menghembus kan nafasnya dengan kasar dan menatap kembali istrinya.


"Baiklah kalau begitu sekarang aku memaafkan mu... tetapi aku tidak ingin kau sering-sering keluar rumah lagi Maya....!! aku di rumah kau juga harus berada di rumah....!! pinta Rangga mengingatkan


"Iya mas aku minta maaf pada mu.. " rujuk Maya dengan memeluk Rangga agar hati suaminya itu luluh. Bagaimana pun ia harus pandai berbaik dengan Rangga. Karena suaminya itu adalah mesin uang untuk kebutuhan memanjakan dirinya walaupun ia tidak mencintainya sama sekali. Selama 10 tahun menikah pun ia selalu pandai bermain cantik berselingkuh di belakang Rangga hingga sampai sekarang suaminya itu tidak menaruh curiga padanya.


"Dasar bodoh dasar bodoh..." batin Maya dengan senyum smirk nya di pelukan Rangga


Rangga melonggarkan pelukan istrinya..


"Maya aku tidak ingin kau menggunakan pakaian ini lagi apalagi sampai kau mabuk... sampai kapan pun aku tidak mau melihatnya..." pinta Rangga memohon


"Iya mas aku juga minta maaf pada mu kalau aku membangkang dengan mu.. " rujuk Maya dengan lembut dan menatap suaminya.


"Kau yang sabar yah jika kita belum di beri keturunan anak.. " ucap Rangga dengan mengusap air mata pada pipi istrinya.


"Iya Mas .." balas Maya mengangguk


"Mas kau ini aku itu sedang datang bulan.. nanti sajalah...." dusta Maya menolaknya


"Ah benarkah masa kau datang bulan sebulan dua kali... ayolah kita periksa ke dokter kandungan lagi May.. " pinta Rangga


"Tidak Mas.. sudah lah aku mau bersih bersih dulu tubuhku sangat lengket sekali mas.." pamit Maya meninggalkan Rangga


Rangga menatap kepergian istrinya, ia mencubit pangkal hidungnya, mencoba sabar menghadapi istrinya itu. Bagaimanapun ia seorang laki-laki normal ingin kebutuhan biologisnya terpenuhi, namun bersama istrinya bisa di hitung jari dalam sebulan.


🍃🍃🍃


Sedangkan di tempat lain, pria tampan satu ini sedang senyum-senyum sendiri bagaimana tidak, ia sedang bertukar pesan dengan gadis pujaannya. Ia berhasil mendapatkan nomor gadis pujaannya itu dengan cara memaksa petugas perawat untuk memberinya. Hingga suatu ketika ia tak mendengar panggilan suara anaknya yang berada di sampingnya


"Papah...!! Papah.... ih..." panggil Naysila anaknya.


"Papah....!!" panggilnya lagi hingga anak kecil itu menggigit tangan kiri papanya agar pria itu tersadar.

__ADS_1


"Auwwhh sakiiit.....!! " teriak Rendy yang kesakitan memegang tangannya.


"Aduh Cila kau mengagetkan papah saja" geram Rendy menatap gemas dengan keusilan anaknya.


"Salah sendiri Cila panggil papah malah papah diem aja sama Cila..Cila gak bisa tidur tau..." ucap anaknya dengan menatap sengit pada papahnya.


Rendy menghela nafas panjang bagaimanapun ia salah, telah mengabaikan anaknya.



"Iya maaf sayang papah lagi seneng banget.. Cila mau mamah baru gak..??" tanya Rendy dengan percaya diri sembari alisnya ia naik turunkan agar anaknya menyetujui.


"Mau papah mau... " seru anak itu dengan semangat


"Yasudah kamu bobo dulu saja Cila nanti ayah menyusul... papa mau usaha dulu dapat mamah baru ini buat Cila..." pinta Rendy yang masih memegang ponselnya dengan menyunggingkan senyum.


"Ah papah tidak mau Cila maunya sama papah bobonya sekarang.. papah nanti boong sama Cila..." elak Cila


"Papah tidak bohong Cila...!!" ucap Rendy dengan gemas mengacak rambutnya yang tidak gatal karena merasa terganggu


"Yasudah ayo cepat ke kamar Cila... papah ikut dengan mu..." ucap Rendy dengan pasrah


"Ayo papah..." rengek Cila dengan manja dan senyum tak berdosa.


Rendy pun gemas melihatnya ia langsung saja mengendong anaknya menuju kamar dengan tertawa lepas.


"Anak papah anak papah kamu pinter banget si ganggu papah.." ucap Rendy gemas sembari menggelitik perut anaknya.


"Hahahahha......" tawa lepas anaknya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Halo kakakku jangan lupa kakak klik tombol vote ,hadiah dan bintang nya yah biar author semangat cari ide-ide buat ceritanya....


Dan silahkan beri kritik atau sarannya juga, Ini novel author yang kedua loh..Sekalian ijin promo novel pertamaku nih ( Jatuh Cinta Pada Mahasiswiku ) 🤭🤭


Mohon dukungan nya yaa kakak-kakakku..

__ADS_1


Terima kasih 🥰💞


__ADS_2