Terjebak Cinta Dokter & CEO

Terjebak Cinta Dokter & CEO
TCDC bagian 30


__ADS_3

"Eugh... arghhh.... " racau seorang pria tampan itu dengan mata membuka sedikit perlahan sambil memegangi kepalanya yang sedang sakit di atas brangkar.


Sheila menoleh asal suara melihat Rangga telah siuman, ketika gadis itu sedang mengecek data rekam medis pasien yang di posko.


"Kak Rangga ...!!!" teriak Sheila yang langsung menghampiri pria itu.


"Ahh syukurlah kak Rangga kau sudah sadar..." ucap Shelia yang nampak lega melihat Rangga telah kembali pulih kesadarannya.


"Aku memang kenapa...??" tanya Rangga dengan suara parau dan tangan masih memegangi kepalanya yang masih sakit.


"Kak Rangga... apakah kau tidak merasakan?? kak Rangga sudah dua belas jam tidak sadar dan hanya tidur saja di kasur??" ucap Shelia menjelaskan dan menatap nanar.


"Apa kau bilang....??" tanya Rangga yang tak percaya sembari mencoba menduduki diri pelan-pelan di atas brangkar


"Hmmm..." sahut Sheila dengan mengangguk.


"Ahh aku harus melanjutkan tugasku.. Banyak pasien di sana yang membutuhkan tindakan operasi dengan ku..." ucap pria itu yang ingin beranjak dari kasur, mengingat ia akan tugasnya di posko padat.


"Eiits tunggu dulu kak... kau lupa dada mu sedang terluka..??" ucap Sheila yang menahan tangan pria itu agar tidak jadi pergi dan menggerakkan dagunya ke arah dada Rangga, agar pria itu tahu.


Rangga diam sejenak, ia jadi mengingat kejadian malam itu bersama Mikha dan Rendy disana hingga ia seperti ini, namun ia segera menepisnya ia tidak ingin terlalu berlarut-larut akan perasaannya dengan gadis itu. Karena gadis itu telah menyukai Rendy yang secara langsung ia melihatnya sendiri saat malam itu. Ia lebih baik ingin fokus melakoni pekerjaannya yang sempat tertunda sekarang.


"Oh iyah kau tadi pagi terjatuh kak... untung saja tadi ada Mikha kesini dan tak lama aku juga datang dan langsung ku tangani kakak... tempat kakak tadi berantakan sekali akibat kau terjatuh hingga kau tak sadarkan diri kak.." jelas Sheila lagi yang melihat Rangga tampak diam tadi.


Rangga menoleh wajah Sheila dengan menatap tajam mendengar nama Mikha disebutkan.


"Ahhh tidak... aku tidak apa-apa...!! tubuh ku sudah sehat lagi Sheila kau tidak usah berlebihan mengurusi hidupku.. " sergah Rangga yang ingin beranjak dari atas brangkar.


Sheila menghembuskan nafasnya dengan kasar melihat sifat Rangga yang mulai keras kepala lagi.


"Kak kau ini jangan terlalu terburu-buru sekali lah kak..?? tunggulah sebentar istirahat dulu makan.. kau tahu kak tubuh mu tiba-tiba drop karena kemarin kau tidak makan sama sekali ditambah dada kakak sakit.." jelas Sheila mengingatkan kembali.


"Aku juga tidak mau berlama-lama menunggu kakak.. tetapi berhubungan kak Rangga telah sadar aku juga akan kembali melanjutkan tugas ku disana.."


"Kau tenang lah jadwal operasi kakak sudah di bantu dengan dokter bedah yang lain..." jelas Sheila lagi


"Sekarang kakak makan saja dulu dan istirahat kembali, lagi pula hari sudah malam kak... kakak pulihkan tenaga terlebih dahulu.. baru besok kak Rangga bisa lanjutkan tugas lagi..." jelas Sheila panjang lebar

__ADS_1


Rangga pun mengangguk akan pernyataan Sheila ucap tadi. Ia harus sadar akan kondisinya dan harus istirahat untuk memulihkan tenaga.


"Baiklah aku akan makan dan istirahat.. kau bisa pergi saja sana banyak pasien yang lebih banyak membutuhkanmu.. aku bisa melakukan ini sendiri.." balas Rangga sekenanya.


"Iyaa kak ini aku juga mau keluar... " gerutu Sheila dengan wajah nampak murung


"Dasar gila kerja...!! untung tampan kalau tidak aku juga malas menunggu mu lama-lama.." batin Sheila dengan mulut mencebik kesal


"Yauda kak Rangga aku keluar dulu ya.." pamit Sheila dengan tersenyum


"Hmmmn.. terima kasih atas bantuan mu hari ini Sheila.." ucap Rangga tulus dan menoleh wajah Sheila dengan tersenyum


"Iya kak sama-sama...." sahut Sheila dengan tersenyum dan langsung pergi meninggalkan pria itu.


Kreeeet....


Rangga merebahkan tubuhnya kembali di atas brangkar setelah melihat kepergian Sheila. Ia menaruhkan tangannya di atas dahi mencoba mengingatkan kejadian tadi pagi hingga ia tak sadar diri.


"Ada apa yang terjadi..?? batin Rangga berpikir, hingga mengernyitkan dahinya.


Ia seperti mengingat ada sekelebat bayangan Mikha dalam benaknya tadi pagi, tetapi ia tidak tahu ada apa yang terjadi waktu itu dalam pikirannya.


Keesokan paginya, Rendy sedang jalan menuju ke tempat tenda milik Mikha tanpa sepengetahuan dari gadis itu. Ia ingin mengajak Mikha untuk sarapan pagi di daerah sini.


Beruntungnya, semenjak kemarin Rendy diobati luka oleh Mikha hubungan mereka semakin membaik layaknya seorang sahabat.


Rendy pun kemudian menghela nafasnya dengan panjang ketika telah sampai di depan tenda. Ia sengaja tidak memanggilnya agar gadis itu terkejut akan kehadiran dirinya.


"Biar lah aku menunggu mu disini saja.."gumam pria itu sambil menyender tubuhnya di bilik tenda itu sekedar istirahat.


Sedangkan pada gadis itu, Mikha baru saja selesai memakai pakaiannya dan ia sekarang sedang memoles sedikit bedak dan lipstik tipis-tipis agar terlihat fresh.


Gadis itu tersenyum akan penampilannya tak lupa ia membawa tas kotak medis beserta jas kebesarannya yang ia pakai.


Ketika Mikha membuka bilik tenda, ia kaget melihat Rendy di hadapannya hingga tas kotak medis itu jatuh terkena kaki Rendy tak sengaja.


"Mikha..."panggil Rendy dengan tersenyum

__ADS_1


"Arghhh.." Mikha tersentak kaget melihat Rendy tiba-tiba dihadapannya


bersamaan dengan Rendy yang teriak karena kesakitan.


"Auuwhhhh Mikha.. sakit sekali kaki ku ini..." teriak Rendy sambil memegang jempol kakinya yang kesakitan setelah di jatuhkan benda keras dari tangan Mikha.


"Ahh maaf-maaf pak Rendy aku tidak sengaja..." ucap Mikha yang cemas sambil memegang tangan Rendy melihat pria itu nampak kesakitan.


Sedangkan tak jauh dari sana, Rangga telah keluar dari tenda, namun mata ia tak sengaja melihat interaksi Mikha dan Rendy di depan tenda gadis itu. Lalu ia langsung meninggalkan dan tak mempedulikan lagi. Ia ingin jalan menuju ke posko saja namun saat ia di jalan, pria itu di panggil oleh Sheila dan di ajak pergi ke suatu tempat.


"Aduh kau ini orangnya kagetan yah Mikha... sudah lah aku tidak apa-apa..." gerutu Rendy yang melepaskan tangannya pada jempol kakinya yang kesakitan


"Ia salah sendiri kau tiba-tiba di depan tenda bukannya memanggil saja Pak Rendy.." gerutu Mikha dengan menepuk bahu lebar Rendy


"Ia maaf kan aku.. aku kesini ingin mengajak mu sarapan pagi kau mau ikut..?? aku janji hanya sebentar saja.." pinta Rendy sambil tertawa cekikikan


"Hmmm baiklah ..." balas Mikha dengan tersenyum


Mereka pun jalan beriringan menuju tempat jajanan pinggir jalan yang menjual sarapan pagi.


Ketika sudah sampai mereka memesan bubur khas desa itu, beruntung jarak antara tenda tempat Mikha inap sangat dekat dengan kedai itu.


Saat pesanan Mikha dan Rendy telah sampai, mereka pun memakan bubur itu dengan lahap.


"Hmmmn ini benar-benar enak sekali kak... aromanya saja sudah menggugah selera..." gumam Mikha yang sambil menyendokkan buburnya pada mulut.


"iyah nanti kamu nambah lagi saja Mikha..." ujar Rendy yang sambil menyendokkan buburnya juga pada mulut.


"Hhhm tidak usah kak terima kasih..." balas Mikha tersenyum, namun saat ia ingin menyendok bubur kembali mata gadis itu tak sengaja melihat di seberang mejanya ada Sheila dan Rangga sedang sarapan disini juga.


Gadis itu tiba-tiba diam dan tidak jadi menyendokkan buburnya ke mulut, ia hanya menatap nanar kedua orang itu. Sedangkan Rangga posisinya memunggungi Mikha lalu Sheila di hadapan Rangga, terlihat sekali jika Sheila tertawa berarti mereka sedang akrab dalam benak Mikha.



...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Halo kakakku jangan lupa kakak klik tombol vote ,hadiah dan bintang nya yah biar author semangat cari ide-ide buat ceritanya....

__ADS_1


Dan silahkan beri kritik atau sarannya juga, Ini novel author yang kedua loh..Sekalian ijin promo novel pertamaku nih ( Jatuh Cinta Pada Mahasiswiku ) 🤭🤭


Mohon dukungan nya yaa kakak-kakakku..


__ADS_2