
Suasana pelayanan posko kesehatan pasca terjadi pemberontakan antara suku asli dari desa xxx dan warga sipil dari desa tersebut nampak hiruk pikuk di padati oleh para warga sipil yang mengalami krisis kesehatan. Karena pada saat itu banyak korban warga sipil berjatuhan hingga tewas karena mereka mempertahankan wilayahnya. Jarak tempuh pun untuk menuju pusat kesehatan menjadi kendala agar warga mendapatkan fasilitas kesehatan yang memadai. Maka dari itu pemerintah meminta bantuan beberapa rumah sakit secara bergilir untuk membantu koordinir para korban dari pemberontakan tersebut.
Rangga dan Mikha telah sampai berada di depan tenda posko besar, setelah mereka tadi jalan cukup jauh dari parkir mobil. Keduanya sedang menatap nanar melihat korban berjatuhan yang sangat banyak.
"Dokter Rangga aku tidak tahu kalau tempat ini ternyata adalah tempat perang.. sayang sekali orang tak berdosa yang terkena imbasnya.." gumam Mikha dengan mata menatap kosong kedepan melihat banyak anak-anak yang jadi korban luka-luka parah.
"Hmmm.. Aku pun juga begitu Mikha.. karena disini jaringan komunikasi dan penerangan sangatlah minim. Maka dari itu pemerintah mengetahuinya baru-baru saat ini ada terjadi pemberontakan karena perebutan wilayah di desa ini.." ucap Rangga menjelaskan dengan kedua tangan dilipatkan di dada.
Mikha hanya diam dan masih menatap kedepan.
"Kau yakin bisa melewatinya Mikha...??" tanya Rangga serius dengan menoleh pada wajah gadis itu. Ia khawatir gadis itu kenapa-kenapa dan akan takut seperti di jalan tadi. Apalagi tempat ini masih rawan akan terjadi pemberontakan lagi.
"Ahh aku sangat siap dokter.. mereka itu kan semua membutuhkan kami, kita tidak perlu takut walau terjadi peperangan sekali pun yang penting nyawa mereka harus tertolong.." ucap Mikha sungguh-sungguh dengan mata masih menatap nanar para korban tersebut.
"Ahh anak pintar.... " ucap Rangga tersenyum dan telapak tangan ia sengaja taro di atas kepala Mikha dan mengacak asal rambut gadis itu.
"Ahhh... " ucap Mikha dengan tersentak kaget dan kedua matanya mengerjap cepat merasa kepalanya di sentuh oleh Rangga.
"Ayo cepat kita tidak punya banyak waktu lagi Mikha..!! Teman-teman sudah menunggu kita disana.." ajak Rangga sambil jalan dan meninggalkan Mikha sendiri.
Deg....
Jantung gadis itu berdebar kencang setelah tangan Rangga tadi menyentuh kepala dirinya. Ia hanya menatap kedepan melihat Rangga sudah pergi lagi.
"Astaga bisa-bisa aku jantungan terus kalau berada di dekat dia.." gumam Mikha dengan tangan ia tepuk-tepukan pelan pada dadanya agar hilang debaran jantung dirinya.
"Kak Rangga.." teriak Sheila dari kejauhan dengan jalan sedikit cepat.
Mikha menoleh kebelakang, merasa ada yang memanggil pria yang dipikirannya tadi.
"Hai kamu gadis yang tadi ya..??Rangga dimana..?? Dia kenapa cepat sekali sih kalau jalan..??" tanya Sheila dengan nafas tersengal dan mulut menggerutu saat sampai berada di dekat Mikha.
"Memang iya tadi saja aku jalan mengikutinya sempat seperti lari pelan, langkah dia kan besar sekali kalau jalan. Mana mata tidak pernah lihat ke belakang lagi kalau ada yang mengikuti nya.."batin Mikha ikut kesal dan membenarkan ucapan dari Sheila.
__ADS_1
"Hai aku tanya kau bengong saja dari tadi, oh iya namamu siapa ..?? kita belum berkenalan dari tadi..." ucap Sheila dengan tersenyum manis sambil tangan ia ulurkan untuk jabat tangan pada Mikha.
"Ahhh... Aku Mikhayla.. mahasiswi koas dari rumah sakit dokter Rangga kak.. beliau pun juga yang membimbing saya selama koas.." jawab Mikha tersenyum dengan menerima uluran jabat tangan dari Sheila
"Wah senang berkenalan dengan mu aku Sheila teman Kak Rangga.. aku disini juga dokter spesialis menangani bedah sama dengan kak Rangga..." jelas Sheila dengan tersenyum manis. Kemudian ia melepas jabatan tangan dari Mikha.
"Wah ternyata dia dokter spesialis terlihat masih muda sekali dia..." batin Mikha tak percaya.
"Beruntung yah kau dibimbing dengan kak Rangga.. pasti kau akan cepat lulus nanti.." ucap Sheila tersenyum lagi
"Ah..i..iya dok semoga saja..." jawab Mikha membuyarkan lamunannya.
"Ayo temani aku.. kita sekarang temui Kak Rangga yuk... " ajak Sheila dengan meraih tangan Mikha untuk bergandengan.
"Ahh ba..baik dok..." balas Mikha tersenyum melihat uluran tangan Sheila. Ia pun menerima uluran tangan dari wanita itu, dan akhirnya mereka jalan beriringan dan bergandengan bersama.
"Dia wanita yang baik dan cantik kurasa umurnya masih muda pantas saja dokter Rangga seperti menyukainya..." batin Mikha dengan menoleh wajah Sheila diam-diam. Kemudian ia nampak lesu kembali menyangkal pria yang ia sukai itu telah menyukai Sheila yang secara wanita itu cantik dan seorang dokter juga.
"Mikha kau disini harus hati-hati yah karena di sini kawasannya masih rawan akan terjadi kekacauan lagi... kau jangan jauh-jauh dari Kak Rangga karena kau kan dibimbing oleh dia.." ucap Sheila sambil berjalan
"Dimana Kak Rangga sekarang..??" tanya Sheila berhenti jalan dan menoleh pada wajah Mikha karena mereka jalan sudah cukup jauh.
"Tadi aku lihat ia jalan arah sana dok.. Ahh iya benar itu ada teman-teman ku juga..!! Mari dok kita kesana..." ajak Mikha sambil mengarah telunjuk kearah Rangga berada.
"Hmmm.. " balas Sheila mengangguk. Mereka pun jalan bersama menghampiri Rangga di sana.
🍃🍃🍃
Suasana di dalam tenda tempat Rangga berada, nampak tegang ada beberapa korban yang sepertinya mendekati ajal. Terdengar suara keluarga menangis histeris menanti kerabatnya kembali sadar.
"Tolonggggg suamikuuuu ini tolong suami kuu...." teriak ibu itu menangis histeris dari dalam balik gorden.
Rangga pun keluar dari bilik gorden ia merasa kewalahan sampai-sampai ia menghembuskan nafasnya dalam-dalam sesaat. Ia ingin mencari bantuan sambil kepala menoleh ke kiri dan ke kanan namun pas sekali saat ia melihat ada Sheila dari kejauhan.
__ADS_1
"Aah Sheila kau lama sekali datang....!!! gumam Rangga dengan menghembuskan nafasnya secara kasar
"Sheilaaa.... "teriak Rangga. Ia langsung jalan menghampiri Sheila yang sedang jalan dan menarik paksa tangan gadis itu hingga menabrak dada bidang Rangga. Sedangkan Mikha yang di samping Sheila tersentak kaget dengan keberadaan Rangga tiba-tiba.
"Auwhh...kak pelan-pelan aku dari tadi mencari mu..!!" teriak Sheila mengaduh sambil memegang pelipis kepalanya yang nampak sakit dan menengadah kepalanya melihat Rangga di hadapannya.Ia tidak tahu kalau Rangga memangilnya karena orang-orang sekitar sini ramai sekali.
Rangga tak menggubris ucapan Sheila, Ia terus saja bicara dengan gadis itu tanpa sadar di samping Sheila itu sebenarnya ada Mikha.
"Sheila kau gerak cepak bantu RJP pasien itu..!! pinta Rangga yang nampak kewalahan sambil memegang kedua pundak Sheila dan menunjuk arah tenda sebelah sana.
"Hmmm..." balas Sheila dengan mengangguk. Rangga pun langsung meninggalkan mereka dan kembali masuk dalam bilik gorden tersebut dan di ikuti oleh Sheila menyusul Rangga.
Sedangkan Mikha sedari tadi yang melihat interaksi antara mereka, merasa hatinya sakit. Ia seperti tidak di anggap ada.
Deg...
"Perasaan apa aku ini kenapa aku selalu begini berada dekat dengannya.." batin Mikha yang nampak murung melihat Sheila dan Rangga jalan beriringan. Tak terasa bulir mata milik Mikha jatuh seketika pada pipinya. Rasanya ia ingin mengubur dalam-dalam perasaan pada pria yang ia sukai itu namun sulit.
"Hiks...." tangis Mikha dalam hati
Tiba-tiba ada seorang nenek-nenek datang menghampirinya.
"Nona.. apakah anda seorang dokter tolong bantu cucu saya ini Nona..." pinta nenek itu memohon sambil menggendong bayi dengan luka di tangannya yang berdarah.
"Hmmm baik nek saya akan bantu..." ucap Mikha dengan cepat mengerjap kan matanya agar tak terlihat menangis dan menolong anak bayi itu, mungkin dengan seperti ini ia lupa akan perasaannya dengan Rangga dalam pikirnya.
"Aku harus mencari kesibukan agar aku lupa dari bayang-bayang dia.." batin Mikha sambil menggendong anak bayi itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Halo kakakku jangan lupa kakak klik tombol vote ,hadiah dan bintang nya yah biar author semangat cari ide-ide buat ceritanya....
Dan silahkan beri kritik atau sarannya juga, Ini novel author yang kedua loh..Sekalian ijin promo novel pertamaku nih ( Jatuh Cinta Pada Mahasiswiku ) 🤭🤭
__ADS_1
Mohon dukungan nya yaa kakak-kakakku..