
Mikha dengan heran menatap kedua pria itu secara bergantian, ia berpikir supir rumah sakit yang akan menjemputnya tetapi kenapa yang datang kedua pria ini.
"Dokter Rangga pak Rendy...kalian... hmmn.... kalian itu.... " tanya Mikha dengan bingung namun terputus bicaranya karena kedua pria itu telah menjawab bersamaan.
"Aku mau mengantarmu .. ??" jawab kedua pria itu bersamaan, hingga Rangga dan Rendy keduanya sama-sama menoleh, mereka menatap satu sama lain.
Sedangkan Mikha yang mendengar matanya seketika membulat mendengar ucapan kedua pria itu.
"Cih... dasar aku lah yang berhak mengantar dokter Mikha... !!" gerutu Rendy dengan menatap sengit pada mata Rangga.
Rangga diam saja ia hanya membalas dengan raut wajah kesal pada Rendy, ia malas berdebat dengan pria aneh disebelahnya itu.
"Sudah-sudah kalian jangan ribut disini.." lerai Mikha pada kedua pria itu dan menatap secara bergantian. Ia tak enak disini terdengar tetangga bila terjadi perkelahian
"Hmmmm.. ahh aku di dalam ada banyak makanan kebetulan sekali aku tadi masak banyak dan aku sedang sarapan.. gimana kalau kalian ikut sarapan juga...??" pinta Mikha menawarkan diri
"Hmmm aku mau dokter Mikha..!! kebetulan sekali aku belum sarapan.." seru Rendy dengan bersemangat
"Mikha kita tidak punya banyak waktu untuk.." ucap Rangga terputus karena Mikha telah berbicara
"Maaf dokter Rangga saya belum sarapan dan semalam juga saya tidak makan malam, saya lapar dok ,dari pada nanti saya lemas di jalan.." balas Mikha dengan raut wajah murung. Memang benar ia masih lapar
"Baiklah...." Rangga hanya pasrah mengangguk ia harus mengerti keadaan gadis itu.
"Ayo dok..pak Rendy silahkan masuk...." ucap Mikha mempersilahkan. Gadis itu sudah masuk terlebih dahulu
"Cih... ternyata kau seorang dokter, tapi kau tidak punya rasa kemanusiaan pada seorang wanita..." gumam Rendy dengan melirik sinis pada Rangga dan sudut bibir ia sunggingkan
Rangga tak menghiraukan ucapan Rendy. Ia langsung jalan melewati pria itu dan mengikuti Mikha dari belakang.
"Sialan kau dasar pria sombong...!!" gumam Rendy dengan mulut mencebik kesal melihat ia hanya di lewati saja.
__ADS_1
"Silahkan kalian sarapan dulu ambil saja sesuka hati kalian.. " ucap Mikha dengan mempersilahkan sembari memberikan piring kepada kedua pria itu di meja makan.
Kedua pria itu telah duduk berlawanan, mereka tidak mau duduk dekat-dekat. padahal kursinya pas hanya cukup empat orang.
"Ahh.. aku ambil minum dulu yah.." ucap Mikha sambil jalan menuju meja kompor. Ia ingin mengambil teko yang berisi air teh hangat.
"Wah tenyata dokter Mikha selain jadi dokter handal tenyata kau pandai memasak juga yah.. ini enak sekali nasi goreng buatan mu dok.... " puji Rendy setelah menyendok nasi gorengnya ke dalam mulut
"Terima kasih atas pujiannya Pak Rendy... " ucap Mikha dengan tersenyum sembari menuangkan teh dari teko ke dalam gelas
"Ini minuman untuk kalian.... " ucap Mikha sembari menaruh gelas pada kedua pria itu
Kemudian Mikha telah duduk di kursi berhadapan dengan dokter Rangga. Sesekali ia melihat pria itu di hadapannya.
Sedangkan pria itu hanya diam dan sibuk dengan makanannya, ia tak sadar saja telah di pandang oleh gadis yang ia juga sukai diam-diam tetapi berhubung ia punya istri, khayalan itu hanya sirna dan hanya sebatas teman dekat saja tidak lebih.
"Dia tampan bila dia diam dan fokus .." batin Mikha dengan mata berbinar-binar melihat Rangga sedang makan dengan lahap nasi goreng buatannya.
"Ahh.. boleh pak Rendy silahkan ambil lagi.." balas Mikha dengan tersenyum sesekali ia melihat Rangga lagi yang masih fokus dengan makannya
Kemudian Mikha kembali menyendok nasi goreng ke dalam mulut namun ia merasa perutnya tiba-tiba terasa kenyang.
"Baru saja aku makan beberapa suap nasi tadi, kenapa perut ku sudah terasa kenyang..tadi saja aku lapar sekali... gara-gara lihat pesona dokter Rangga nih ..kenapa aku jadi begini...??" batin Mikha jadi kesal sendiri.
"Aku sudah selesai makan .." ucap Mikha
"Dokter Mikha kenapa kau tidak menghabiskannya.." tanya Rendy dengan heran melihat nasi di piring gadis itu masih banyak
"Tidak apa-apa aku hanya sudah kenyang saja... tadi sebelum kalian datang aku sudah makan beberapa suap..." ucap Mikha dengan tersenyum sembari melirik sesaat ke arah Rangga
"Tapi ini masih banyak loh dok...boleh aku memakannya.. masakan mu sangat enak sekali loh.." pinta Rendy
__ADS_1
"Boleh silahkan pak Rendy.. "ucap Mikha sambil memberikan piringnya ke arah Rendy
"Aku sudah selesai..." ucap Rangga sembari mengelap mulutnya menggunakan tissue.
"Mikha ayo kita berangkat.. kita tidak punya waktu banyak lagi dan harus sampai di sana pukul sebelas.." ujar Rangga dengan menatap wajah Mikha
"Aarhhgg...." ucap Mikha terputus karena Rendy menggebrak meja dengan keras di meja makan, hingga Mikha dan Rangga menoleh
Brakkkk........
"Aku yang akan mengantarnya..!! " tegas Rendy dengan mata menatap tajam pada Rangga
Sedangkan Rangga tetap tak menghiraukan ucapan Rendy. Ia berdiri meraih pergelangan tangan Mikha
"Mikha kau sudah makan kan..?? cepat lah kau berkemas kita harus cepat sampai di sana..." ucap Rangga dengan menatap dan memegang erat pergelangan tangan Mikha.
"Ta.. tapi.. " ucap Mikha dengan bingung
"Kau jangan memaksanya bila dia tidak mau...!!" ucap Rendy dengan melepas paksa tangan Mikha
"Pak Rendy... sudah kalian cukup ...!!" teriak Mikha melerai pada kedua pria itu
"Biar saya yang akan berangkat sendiri saja dokter Rangga, pak Rendy...!!" ucap Mikha dengan tegas dan menatap kedua pria itu bergantian. Ia tidak mau terjadi keributan apalagi sampai terdengar oleh tetangga.
"Mikha......!!" jawab kedua pria itu bersamaan
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Halo kakakku jangan lupa kakak klik tombol vote ,hadiah dan bintang nya yah biar author semangat cari ide-ide buat ceritanya....
Dan silahkan beri kritik atau sarannya juga, Ini novel author yang kedua loh..Sekalian ijin promo novel pertamaku nih ( Jatuh Cinta Pada Mahasiswiku ) 🤭🤭
__ADS_1
Mohon dukungan nya yaa kakak-kakakku..