
Mikha memejamkan matanya sesaat dan air bening yang tertahan pada pelupuk matanya turun seketika dari sana. Gadis itu hatinya merasa sakit mengingat, Ia melihat Rangga dan Sheila sedang berpelukan. Ini pun karena salah dirinya juga, yang dari awal telah membawa perasaan pada pria itu. Mungkin dalam hati gadis itu, Rangga juga membalas cintanya melihat sikap pria itu sering baik padanya apalagi ketika mengingat ciuman panas di mobil tadi. Ia seperti merasa di permainkan perasaannya oleh pria itu.
Mikha dengan segera menyeka air matanya yang mengalir pada pipi dan menghembuskan nafasnya dalam-dalam untuk melupakan kejadian itu. Kemudian ia mundur perlahan untuk keluar dari tenda, namun naas ia tak sengaja menginjak ranting pohon pada sepatunya.
Kreeeggg...
"Sial..." gumam gadis itu dan menoleh kedepan melihat Rangga dan Sheila seperti hendak melepas pelukan.
Mikha yang hampir saja ketahuan itu, ia langsung jalan secepat kilat meninggalkan tenda.
Tak...Tak...Tak...
Rangga menaikkan kepalanya kembali dari sandaran pundak Sheila karena telah mendengar sesuatu. Namun mata ia menyorot tajam ke arah luar tenda seperti sekelebat bayangan Mikha yang sedang jalan keluar dari tenda ini.
"Kau lihat apa kak..??" tanya Sheila penasaran dan menoleh ke belakang.
"Aku melihat seperti ada Mikha keluar dari tenda ini.." gumam Rangga dengan mengernyitkan dahinya dan mata masih menatap kedepan.
Sheila yang mendengar perkataan Rangga seketika kaget.
"Astaga... tadi aku mengajak Mikha kak kesini untuk membantu mencari mu.. tapi tiba-tiba kau menarik ku karena ada hal darurat tadi.. Lalu sekarang aku sampai lupa Mikha dimana...??" jawab Sheila dengan raut wajah bingung dan panik
Rangga menatap tajam pada Sheila yang mendengar penuturan dari gadis itu. Ia tak sadar juga dengan kehadiran Mikha saat dalam keadaan darurat tadi karena pikiran ia sedang fokus dengan banyak pasien. Ia pun jadi khawatir sekarang karena waktu sudah hampir larut malam, hampir sehari ini ia telah melupakan gadis itu ia takut terjadi apa-apa dengan nya.
Atau mungkinkah gadis itu tadi melihat dirinya sedang bersandar di pelukan Sheila, jadi gadis itu seperti salah paham. Mengingat bayangan Mikha seperti berlari keluar dari tenda dalam pikirannya dengan percaya diri. Ia mengingat gadis itu seperti memiliki perasaan dengan dirinya.
"Sheila minggir aku ingin keluar mencari Mikha....!!" gumam Rangga datar dengan mata masih menatap ke depan. Ia langsung jalan melewati Sheila hingga mereka saling bertabrakan pundak
__ADS_1
"Ahh tunggu kak aku ikut ...!!" panggil Sheila yang menoleh kebelakang dan melihat Rangga sudah pergi lagi.
Rangga tak menggubris panggilan Sheila ia terus jalan cepat hingga berlari pelan mencari Mikha.
Tak...Tak...Tak...
🍃🍃🍃
Tak...Tak...Tak...
Di tempat lain, gadis itu telah lari jauh dengan tak tahu arah dalam keadaan menangis dan melewati banyak orang-orang disekitar sana hingga akhirnya ia berhenti di sudut tebing yang di bawahnya ada jurang yang sangat gelap.
"Hah..Hah...Hah..." deru nafas gadis itu tersengal kerena terlalu banyak berlari.
Sedangkan tak jauh dari gadis itu ada seorang pria tampan yang sedang duduk hanya sekedar istirahat di dalam mobil miliknya, ia sengaja mobil itu berhenti tak jauh dari posko untuk mencari udara segar sembari menunggu gadis yang ia sukai selesai bekerja. Mengingat, di dalam posko tersebut banyak sekali pasien disana. Maka dari itu ia sengaja memarkirkan mobil disini supaya mudah memantau gadis yang ia sukai.
Ia sedang mendengar musik jadul kesukaannya sambil meminum minuman kaleng. Namun mata ia tak sengaja melihat dibawah sinar lampu jalan ada Mikha gadis yang ia tunggu sedari tadi, tetapi ia melihat gadis itu seperti murung dan berhenti di ujung tebing tanpa pembatas.
"Mikha... apa yang sedang ia lakukan disana..!!" gumam Rendy heran yang melihat dari kaca mobilnya. Ia dengan segera membuka pintu mobil dan menghampiri gadis itu.
Braaakkkkk...( pintu mobil di tutup kencang )
Tak...Tak...Tak..
Pria itu berlari pelan menghampiri Mikha dan memanggilnya.
"Mikha apa yang kau lakukan....!!" tanya Rendy yang telah berhenti tak jauh dari Mikha dengan mata menatap tajam.
__ADS_1
Mikha pun menoleh ke arah belakang mendengar Rendy memanggilnya.
"Pak Rendy tolong kau jangan dekat aku.. aku sedang ingin sendiri..!!" ucap Mikha yang nampak frustasi dan jalan mundur perlahan.
Rendy tersentak kaget melihat gadis itu matanya sangat sembab, ia mengetahui seperti nya ada hal yang tidak beres pada gadis itu.
"Pasti gara-gara pria sialan itu yang telah menyakiti perasaaan Mikha..." batin Rendy dengan mencengkram kuat kedua telapak tangannya.
"Mikha sadarlah apa kau ingin mati konyol karena pria itu...??Jika kau terus mundur bisa-bisa kau masuk jurang Mikha.....!!" teriak Rendy mengingatkan dan mata menatap tajam
Mikha berhenti, ia tersadar akan kebodohannya karena hanya memikirkan pria yang ingin ia lupakan. Namun kaki ia tak sengaja menyentuh ujung tebing hingga batu-batu kecil itu telah jatuh masuk jurang
Tuk...Tuk...Tuk..Tuk...( suara batu kerikil jatuh ke jurang)
Deg.....
"Astaga....!!!" batin Mikha dengan mata membulat sempurna
"Aaaaaaarghhhhhh......" Mikha langsung teriak hingga memejamkan matanya, ia yakin telah jatuh masuk ke dalam jurang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Halo kakakku jangan lupa kakak klik tombol vote ,hadiah dan bintang nya yah biar author semangat cari ide-ide buat ceritanya....
Dan silahkan beri kritik atau sarannya juga, Ini novel author yang kedua loh..Sekalian ijin promo novel pertamaku nih ( Jatuh Cinta Pada Mahasiswiku ) 🤭🤭
Mohon dukungan nya yaa kakak-kakakku..
__ADS_1