
"Mikhhhhhhhhaaa...... " teriak Rangga dari kejauhan hingga para suku yang tadi nya sudah tertidur di sekitar air terjun mereka langsung terbangun dan berjaga-jaga kembali.
"Argghhhhh dokter Rangga.." rintih Mikha yang nampak sangat lemas karena mendengar suara Rangga memanggil dirinya.
"Toloooooooongg aku.." teriak Mikha dengan suara serak. Para suku itu sepertinya mengetahui ada orang asing lagi yang mengganggunya. Tak banyak berpikir panjang mereka langsung melempar bom buatannya sendiri ke arah asal suara tersebut.
Duaaaaaaaaaaaar........
"Aaaaaaaaaaarrrrrghhh..." teriak Mikha histeris ketakutan mendengar suara bom dekat dirinya.
Sedangkan Rangga dan tim berpencar menyelamatkan diri masing-masing karena ada bom yang mengarah tempatnya.
"Pak Tentara tolong kau alihkan orang-orang suku itu, biar akulah yang menolong Mikha kesana..." pinta Rangga dengan nafas terengah-engah karena habis lari menyelamatkan diri. Ia sedang berada di balik pohon bersama aparat yang lain.
"Tapi..??" balas salah satu petugas yang nafasnya sama tersengal juga
"Disini kita hanya berempat... kalian lah yang berpencar mengalihkan suku itu.. biar aku sendiri yang kesana menolong Mikha.." pinta Rangga lagi
"Hmmn baiklah.." balas petugas itu dengan mengangguk
"Jaga dirimu mu baik-baik kawan..." ucap petugas lainnya pada Rangga
"Hmmm terima kasih..." sahut Rangga yang langsung meninggalkan mereka dan lari menyusuri tempat Mikha berada. Rangga berlari menyusuri ujung hutan menuju kesana dengan melewati medan jalan yang licin dan terjal dan sedangkan aparat yang lain mereka ada berjaga-jaga dan ada juga yang mengalihkan para suku itu dengan suatu tembakan.
Door...Dor.... Dor....
"Argghhhhh..." Mikha teriak histeris ketakutan mendengar suara tembakan keras dari kejauhan, sedangkan para suku terus menggempur bom ke arah asal suara tersebut.
Duaaaaaaaaaaaar.....
"Tolong aku....." lirih Mikha ketakutan dan menangis sesenggukan.
Hiks...Hiks...Hiks....
"Tunggu Mikha sebentar lagi aku akan sampai.." batin Rangga sambil berlari dan mendengarkan suara bom dan tembakan pistol bersamaan.
Rangga terus berlari di tengah hutan nan gelap dengan bermodal hanya membawa senter kecil pada tangannya dan senjata api ia taruh pada saku celananya.
Tak...Tak...Tak....
Pria itu lari ditengah rumput ilalang tinggi menyusuri gadis itu di sekap, Dan tak lama akhirnya ia telah sampai dan langsung menghampiri Mikha dari belakang.
"Mikha..." panggil Rangga pelan dengan nafas terengah-engah dari balik pohon tempat Mikha di ikat.
__ADS_1
Mikha tersentak kaget dan tangisannya seketika berhenti mendengar suara Rangga ada di belakang tiba-tiba.
"Argghhhhh..dokter Ranggaa.. "Mikha langsung menoleh kebelakang mendengar suara Rangga dengan mata masih tertutup oleh kain.
"Usst... kau tenang lah aku pasti akan menolong mu.." Bisik Rangga pelan sembari membuka ikatan mata Mikha. kemudian dengan cekatan ia membuka tali ikatan tangan dan kaki Mikha, beruntung ia membawa pisau kecil karena ia tahu Mikha akan di ikat.
Kreeeggg...
"Selesai.." batin Rangga dengan perasaan lega. Pria itu langsung membalikkan tubuh Mikha dan memeluknya.
"Argghhhhh..." Mikha tersentak kaget
"MIkha aku mengkhawatirkan mu.. ucap Rangga sambil memeluk tubuh Mikha dengan perasaan lega dan senang gadis itu bisa bebas.
Tak sadar dengan sendirinya pria itu langsung menciumi bibir gadis itu dengan singkat karena perasaan bahagianya ia bisa menemukan Mikha dengan selamat tanpa luka.
"Muaaaach......"
Mikha langsung membelalakkan kedua bola matanya
Sedangkan Rangga langsung melepaskan ciuman bibir singkatnya pada gadis itu.
"Mikha syukurlah kau tidak apa-apa..aku mengkhawatirkan mu... gumam Rangga sambil merangkup kedua pipi gadis itu dan menatap nanar wajah Mikha nampak sayu.
Mikha yang sedari tadi mendapat perlakuan tiba-tiba dari Rangga, ia pun terharu menangis bahagia telah bebas dan perasaan ia juga senang akan perasaannya terbalas.
"Kau hampir seharian berdiri..??" tanya Rangga yang masih dalam pelukan
Mikha hanya mengangguk dalam pelukannya.
"Bertahanlah sebentar lagi kita akan pulang.. " bisik Rangga pada telinga gadis itu, hingga kulit Mikha terasa meremang mendengar bisikan dari Rangga, namun tiba-tiba mata gadis itu melotot tajam melihat sekelompok suku menodong dirinya dan Rangga dengan menggunakan tombak.
Deg...
"Dokter Rangga.. " gumam Mikha dengan mata menatap tajam dan tubuhnya tiba-tiba bergemetar.
Rangga melepaskan pelukannya merasakan ada yang mengganjal. Dan jiwanya telah tersadar kembali melihat Mikha menatap tajam ke arah belakang dan ia pun langsung menoleh membalikkan badan menjaga Mikha dari depan.
"Kalian mau apa...??" tanya Rangga dengan mata menatap tajam.
Tak ada jawaban dari para suku itu, mungkin mereka tidak tahu bahasa dirinya atau yang mereka tahu hanya bahasa suku dia aja yang mereka ketahui. Para sekelompok itu sekarang semakin menyergap mereka dengan menggunakan ujung tombak.
Tak banyak berpikir panjang Rangga telah menghitung orang yang mengelilinginya ada 5 orang membawa tombak, dengan cekatan Rangga menendang secara berderet hingga para suku itu jatuh terjungkal semua..
__ADS_1
Dag...Dagh....Dagh..Dagh.....
"Argghhhhh....." terak para suku itu kesakitan dan telah terjatuh
Rangga dengan cekatan langsung membawa lari membawa Mikha dengan cepat.
"Ayo Mikha kau harus lari dengan kencang kita harus ke mobil dan keluar dari hutan ini...." Ucap Rangga sambil berlari terengah-engah dan memegang pergelangan tangan MIkha yang ikut lari di belakangnya. Ia tak lupa menyalakan senter kembali saat berlari.
Mikha hanya mengangguk pasrah walau sebenarnya ia sudah lemas.
Tak......Tak ......Tak.......
Namun saat dalam di dalam perjalanan menuju mobil, tiba-tiba hujan turun deras ditengah hutan nan gelap
Breeeeeeessssss........
"Arghhhhh..." teriak Mikha hingga jatuh ke tanah karena licin jalanan hutan itu.
"Mikha....maafkan aku..." ucap Rangga. Tak banyak berpikir panjang karena sebentar lagi akan sampai ke mobil, Rangga langsung menggendong Mikha menuju mobilnya.
Tak... Tak...Tak.....
Keduanya pun dalam keadaaan basah kuyup. Mikha semakin mengalungkan kedua tangannya pada leher Rangga karena sedari tadi ia sudah lemas berdiri dan berlari dan tubuhnya sudah menggigil dari sebelum hujan turun karena terkena cipratan air terjun.
"Mikha bertahan lah...sebentar lagi kita sampai .. "ucap Rangga dari dalam gendongan MIkha sambil berlari
Namun Mikha tidak menjawab, gadis itu sudah tertidur lemas
Tak....Tak...Tak...
"Akhirnya..." gumam pria itu
Rangga telah sampai di depan mobil, ia langsung membuka pintu mobilnya dan merebahkan tubuh Mikha ke kursi belakang.
Ia pun langsung masuk ke dalam mobil ke kursi kemudi dan menyalakan mobil untuk pergi menuju ke kota.
Bruuuuuuummm.....
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Assalamualaikum wr.wb kakakku...
jangan lupa kakak, Setelah baca kalian masukan dalam Favorit yah, jangan lupa Like, Bintang, Vote dan Komentarnya...
__ADS_1
Terima kasih atas dukungan kalian 😍
Wassalamu'alaikum wr.wb