Terjebak Cinta Dokter & CEO

Terjebak Cinta Dokter & CEO
TCDC bagian 11


__ADS_3

Keesokan paginya di kediaman rumah Rangga, Pria itu telah bangun dari tidurnya namun ia melihat istrinya itu masih tertidur pulas. Padahal semalam ia boro-boro mendapatkan hak pelayanan dari istrinya untuk memenuhi kebutuhan biologis yang sudah lama tidak tersalurkan, Karena istrinya sedang datang bulan apalagi sampai dua kali dalam sebulan, Sedangkan hari ini saja ia selama dua minggu akan pergi keluar kota, pastinya akan lama lagi ia menunggunya. Bagi pria yang telah beristri hal tersebut sudah lumrah kebutuhan biologis harus tersalurkan bila tidak maka pria itu akan stress. Terkadang ia kesal dengan sikap istrinya yang tidak peka itu, tetapi ia masih sabar menerimanya karena ia ingin rumah tangganya itu baik-baik saja. Entahlah mungkin kesabaran Rangga habis jika Istrinya itu benar-benar berkhianat di depan matanya sendiri.


"May... Maya... " panggil Rangga namun masih tak di dengar oleh istrinya itu.


Rangga menghela nafas dengan panjang melihat istrinya itu masih belum bangun juga, kemudian ia memanggilnya lagi dengan kesal.


"Mayaaaa...!!" suara bariton Rangga akhirnya keluar sembari menyibakkan selimut yang menggulung tubuh istrinya, hingga istrinya itu terbangun dari tidur.


"Astagaaaa... mas!! kau bangun kan aku tidak ada lembut-lembutnya sekali aku tuh masih ngantuk tau...." gerutu Maya kesal dengan sikap suaminya itu.


Rangga hanya menatap tajam mata sang istri.


"Ku yakin kau belum berkemas kebutuhan ku... hari ini aku akan pergi keluar kota Maya...!! cepat lah kau bangun dan siapkan kebutuhan ku semua .." jelas Rangga dengan tegas, ia sudah terlanjur tidak mood karena semalam ia di tolak sama istri untuk meminta haknya. Kemudian ia pun jalan melenggang menuju ke toilet untuk membersihkan diri.


"Sial ganggu ku tidur saja..." gerutu Maya yang menatap kebencian melihat kepergian suaminya itu ke toilet. Ia tidak mau kena amukan dari suaminya lagi waktu tempo hari, walaupun suaminya itu baik tapi kalau sudah marah pria itu sangat menyeramkan. Ia akhirnya bangun dan beranjak dari kasurnya menyiapkan kebutuhan suaminya itu dengan terpaksa.


🍃🍃🍃


Di sebuah rumah yang besar nampak seorang pria tampan itu sedang bersenandung ria sambil menggunakan pakaiannya di walk- in closet. Hati ia merasa berbunga-bunga ada perubahan dengan hubungannya pada gadis itu yang nampak ada kemajuan, tidak kaku seperti pertama kali bertemu.


Pria itu tersenyum sembari membayangkan wajah manis gadis pujaannya itu. Ia tak sabar ingin bertemu dengannya lagi. Ia ingin ke rumah gadis itu walau ia tidak tahu rumahnya namun berkat nomor ponsel yang ia punya, ia bisa menggunakan dengan GPS nya.


"Mikhayla... Mikhayla...." gumam Pria itu dengan terkekeh geli sembari menggelengkan kepalanya untuk menghilangkan lamunannya itu, kemudian ia melanjutkan berpakaiannya kembali.


Setelah ia selesai menggunakan pakaiannya, ia tak lupa bercermin melihat tatanan rambutnya.


"Tampan..." gumam Rendy dengan percaya diri


Tiba-tiba sang anak datang menghampiri ayahnya ke ruang walk-in closet, setelah gadis kecil itu bangun dari tidurnya.


"Papah mau kemana pasti mau pergi jauh lagi yah...?" tanya Cila yang tiba-tiba menghampiri papahnya ke ruang walk-in closet.


Rendy yang mendengar anaknya datang, ia langsung memutar tubuhnya dan berjongkok sejajar dengan anaknya yang sedang berdiri di hadapannya.


"Hai anak papah... kamu sudah bangun hmm.." ucap Rendy sembari mengendus wangi pipi chuby anaknya yang khas bangun tidur


"Iya papah pasti mau pergi jauh yah...??" tanya Cila lagi


"Iya sayang papah mau ketemu mamah baru buat Cila nih.. doain papah semoga berhasil yah.." ujar Rendy dengan mengacak rambut lurus anaknya dengan gemas.


"Mamah baru... Hmmm " balas Cila yang nampak berpikir


"Hmmmm...." Rendy mengangguk membenarkan dan menautkan kedua alisnya ke atas menunggu jawaban dari sang anak


"Iya deh papah jangan lama-lama yah bawa mamah barunya kesini sama jangan lupa bawa oleh-oleh juga yang banyak buat Cila..." pinta Cila mengingatkan


"Oke Cila sayang..." seru Rendy yang nampak senang mendengarnya, kemudian ia memeluk erat tubuh anaknya.


"Auuuuuwwh.. papah sakit tau..." gerutu Cila yang kesakitan di peluk oleh papahnya.


"Hihihihihi....habis papah senang banget tau sayang...." balas Rendy sembari mencubit pelan pipi chubby anaknya

__ADS_1


Cila mengerucutkan bibirnya karena kesal


"Yauda kamu baik-baik yah sayang di rumah sama bibi Num... papah pasti akan pulang dengan cepat.. " pamit Rendy sembari mencium kening gadis kecilnya itu


"Baik... papah hati-hati di jalan yah di sana..."


"Iya nak..." jawab Rendy tersenyum dengan mengusap lembut rambut Cila.


Rendy pun bersiap turun dari lantai dua kamarnya dan menuju parkir mobil di temani oleh sang anak.


Tak....Tak....Tak...


🍃🍃🍃


Ckiiiiiiiitttttt......


Suara decitan mobil telah berhenti di halaman pekarangan rumah gadis cantik itu, Rangga baru saja keluar dari mobil putih Range Rover miliknya, ia sengaja memilih mobil besar itu karena ia tahu desa itu berada di atas pegunungan tinggi yang memiliki kondisi jalan yang sangat ekstrim dan banyak tebing tinggi yang sangat curam di sana. Sekarang pria itu sedang berdiri di samping mobilnya mencoba menghubungi Mikha, agar gadis itu sudah siap dan langsung berangkat.


Sedangkan di dalam kediaman gadis itu, Mikha sudah siap untuk berangkat namun ia masih sibuk memasak sarapan pagi untuknya di dapur. Ia mengingat perutnya belum di isi dari semalam, mumpung masih ada waktu ia harus mengisi perut terlebih dahulu sebelum kelaparan dengan memasak bahan-bahan yang ada di kulkas.


"Wah aku buat banyak sekali nasi gorengnya mana muat perut ku memakan semuanya ini..tapi kan sayang nasi semalaman masih bagus kalau di buang juga mumpung ada bahan-bahan aku masak saja semua...." gumam gadis itu tersenyum sembari memasukkan bahan-bahan ke wajan untuk di goreng


Srenggg.... Srengggg... Srengggg...


Suara gesekan spatula dan wajan beradu, Mikha sedang fokus mengaduk nasi goreng buatannya hingga bunyi ponsel miliknya saja di kamar, ia tidak terdengar kalau Rangga sedang menghubunginya berkali-kali.


Ckiiiiiiiitttttt.......


"Siapa yang bertamu sepagi ini ke rumah Mikha... " gumam Rendy sambil melihat mobil putih milik orang lain yang berhenti di depan rumah gadis itu dan ada seorang pria yang berdiri juga disana.


Klakson milik mobil Rendy sengaja ia bunyikan agar pria itu tahu kalau dirinya ingin bertamu di rumah gadis itu.


Tin....Tin.....


Rangga mendongakkan kepalanya ke depan, setelah ia fokus memberikan pesan pada Mikha dengan ponselnya.


Kemudian Rangga menautkan sebelah alisnya ke atas, ia berpikir siapa yang mengganggunya hingga mengagetkan ia yang sedang fokus pada ponselnya dan ia berpikir sepertinya ada seseorang yang ingin bertemu dengan Mikha.


Rendy hanya menyunggingkan senyumnya di dalam mobil, ia sengaja mengerjai pria itu. Kemudian ia keluar dari dalam mobilnya.


Braaakkkkk... (Suara pintu mobil ditutup kencang oleh Rendy)


Rendy sudah keluar dari dalam mobilnya dan menghampiri pria itu


"Hmmmmmm .... " Rendy berdehem sembari memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana dan melihat atas bawah penampilan pria itu di hadapannya.


"Cih.. sepertinya kita bersaing... "batin Rendy dengan menaikkan sudut bibirnya ke atas


"Kau ingin bertemu dengan dokter Mikha juga...?" tanya Rendy dengan menatap sinis pada Rangga


Sedangkan Rangga hanya menanggapinya dengan acuh, ia tak mendengarkan dan langsung pergi meninggalkan Rendy, karena ia sudah terlanjur tidak mood karena hal tadi.

__ADS_1


"Maaf aku tidak punya banyak waktu..." ucap Rangga yang nampak cuek dan melewati Rendy begitu saja.


Rendy geram mendengar penuturan pria itu..


"Dasar tidak sopan.... " geram Rendy yang menoleh ke belakang dengan mulut mencebik kesal


Ting dong.... Ting dong...( suara bel berbunyi )


Rangga memencet bel rumah itu agar Mikha membuka pintunya


Rendy pun tak mau kalah ia juga menghampiri pintu rumah Mikha dan memencet bel berkali-kali.


Ting Dong....Ting dong ...


Ting Dong....Ting dong ...


Sedangkan Rangga hanya menoleh kesamping, ia menautkan sebelah alisnya ke atas menatap aneh dengan sikap pria itu, Rendy pun juga membalas tatapan mata Rangga dengan sinis.


Hingga mata mereka beradu pandang seperti ada suara gesekan tegangan aliran listrik yang menyambar.


ZzzzzztZzzzzzztZzzzzzzzt⚡⚡⚡


"Ahh selesai.... aku buat bekal saja buat teman-teman di sana...waktunya kita makan.. " ucap gadis itu yang sudah bersiap menyantap makanan di meja makan.


Tapi tadi sepertinya aku mendengar suara bel.. Ahhh jangan-jangan pasti itu supir mobil Rumah sakit yang datang untuk menjemput ku..." gumam Mikha dengan kaget juga baru tersadar, kemudian ia beranjak dari kursi makan dan jalan menuju pintu depan untuk membuka pintu.


Ceklek.......


Pintu Rumah telah dibuka oleh Mikha. Ia kaget melihat dua pria yang datang.


Kedua pria itu juga kaget pintunya telah dibuka oleh Mikha, hingga gesekan listrik pada mata mereka seketika terhenti.



"Dokter Rangga... Pak Rendy...." ucap Mikha dengan raut wajah bingung melihat sikap keduanya seperti itu


"Ahhh Mikha..." ucap Rangga kaget dengan menoleh kedepan melihat Mikha sudah ada di hadapannya.



"Hai dokter Mikha...." ucap Rendy yang nampak tersenyum gugup menutupi kebodohannya sikap tadi bersama pria itu.



...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Halo kakakku jangan lupa kakak klik tombol vote ,hadiah dan bintang nya yah biar author semangat cari ide-ide buat ceritanya....


Dan silahkan beri kritik atau sarannya juga, Ini novel author yang kedua loh..Sekalian ijin promo novel pertamaku nih ( Jatuh Cinta Pada Mahasiswiku ) 🤭🤭


Mohon dukungan nya yaa kakak-kakakku..

__ADS_1


__ADS_2