Terjebak Cinta Dokter & CEO

Terjebak Cinta Dokter & CEO
TCDC bagian 13


__ADS_3

"Apaaaa.....??" Mikha menatap dengan sengit pada kedua pria itu bergantian. Ia sudah terlanjur kesal dengan mereka karena mereka sudah buat keributan di rumah


"Kalian itu kenapa seperti anak kecil, karena hal seperti ini...??" tanya Mikha dengan heran


"Maaf kan aku dokter Mikha aku hanya ingin mengantarmu saja .." ucap Rendy dengan rasa menyesal


"Maaf pak Rendy... aku juga sudah terlanjur kecewa dengan sikap kalian tadi... dan lebih baik aku berangkat sendiri saja.." ucap Mikha dengan meninggalkan mereka berdua di ruang makan. Mikha jalan menuju kamarnya untuk mengambil tas


"Bagaimana kau tahu..?? kalau hanya kau saja yang pergi sedangkan alamat dan tempat semuanya aku yang mengetahui semua...!! " ucap Rangga dengan suara baritonnya hingga Mikha yang sedang jalan seketika berhenti


"Iya juga yah aku sok tahu sekali.. bagaimana kalau aku nanti tersesat...??" batin Mikha yang sedang berpikir. Sebenarnya ia tadi marah itu hanya gertakan saja buat mereka.


Kemudian Rangga jalan menghampiri Mikha dan berdiri di belakang gadis itu.


"Kau lupa aku ini atasanmu ..!!Cepatlah kau berkemas aku tidak punya banyak waktu lagi untuk mu...!!" bisik Rangga dengan tegas dari belakang tubuh gadis itu. Kemudian ia keluar dari rumah menuju mobilnya meninggalkan Mikha dan Rendy di tempat.


Tak... Tak....Tak...


"Sial......" batin Rendy dengan tangan mengepal kuat melihat Rangga yang jalan menghampiri gadis itu


Sedangkan Mikha yang mendengar merasa kulitnya terasa meremang setelah berada di dekat dengan tubuh Rangga. Kemudian ia menoleh ke belakang melihat kepergian Rangga.


Mikha menghela nafas dengan panjang.


"Dokter Mikha boleh kah aku yang mengantarmu..??" pinta Rendy dengan memohon sembari jalan mendekati gadis itu.


Mikha kembali menatap wajah Rendy, setelah melihat kepergian Rangga.


"Ahh... Maafkan saya pak Rendy apa yang dikatakan dokter Rangga benar... saya juga harus mengikuti atasan saya karena beliau yang tahu tempat semuanya.." ucap Mikha menjelaskan.


"Dia atasan mu...??" tanya Rendy yang tersentak kaget mendengar penuturan dari gadis itu.


"Iya maafkan saya pak Rendy.." balas Mikha dengan menundukkan kepalanya


Seketika jiwa pria itu lemah mendengar penuturan dari gadis itu, jika Mikha akan pergi dengan pria yang ia benci.


"Pak Rendy.. Pak Rendy..." panggil Mikha


"Iyah ....." balas Rendy yang membuyarkan lamunannya dan menatap wajah Mikha

__ADS_1


"Maaf pak saya buru-buru sudah di tunggu oleh dokter Rangga di mobil..." pamit Mikha, Ia ingin pergi ke kamar untuk mengambil tas namun pergelangan tangannya di tahan oleh Rendy.


"Mikha ijin kan aku untuk pergi menemanimu ke sana..??" pinta Rendy dengan memohon


Mikha tersentak kaget mendengar penuturan dari Rendy, bahwa pria itu juga ingin ikut pergi kesana dan tadi pria itu juga tidak biasanya memanggil ia tidak ada embel-embel dokter.


Tinn....Tin.......


Klakson mobil Rangga telah berbunyi


"Ahh... pak Rendy maaf aku sudah di tunggu oleh dokter Rangga..." pamit Mikha yang cemas mendengar klakson mobil Rangga sudah berbunyi yang menandakan pria itu menginginkan dirinya segera cepat sampai di mobilnya.


"Mikha.. tolong jawab pertanyaan aku..!!" tanya Rendy dengan tegas yang masih menahan tangan gadis itu


Mikha menghela nafas dengan panjang..


"Jika bapak tidak keberatan ingin pergi kesana silahkan tapi saya harus pergi bersama dengan atasan saya pak... dan bapak juga harus tahu disana saya bekerja.." jelas Mikha yang tak enak hati dengan pria itu, kemudian ia mencoba melepas kan tangan Rendy dari pergelangan tangannya.


"Baiklah..." jawab Rendy dengan mengangguk pasrah


"Maaf saya disuruh buru-buru oleh beliau permisi pak..." pamit Mikha dengan menundukkan kepala, kemudian ia pergi menuju kamarnya untuk mengambil tas.


"Tuhan... baru saja aku melangkah ada saja cobaannya... " batin Rendy dengan menatap nanar kepergian Mikha yang sudah masuk ke dalam mobil pria itu


"Tetapi aku tidak akan menyerah Mikha..." gumam Rendy yang bersikukuh sembari mengepal kuat tangannya melihat mobil pria itu sudah pergi bersama Mikha.


Bruuuuuuummm.....


🍃🍃🍃


Di dalam perjalanan nampak hening kedua insan yang berbeda itu sama-sama diam tak ada bicara sedikit pun, hingga Mikha mencoba melirik pria itu sesaat yang sedang fokus mengendarai mobilnya



"Apa dia marah dengan ku karena hal tadi...?" batin Mikha yang tak enak hati karena sudah berani-beraninya marah di depan pria itu tadi.


"Hmmm... kulihat kekasihmu sedari tadi mengikuti mobil ku..? tanya Rangga yang memecahkan keheningan di dalam mobil, ia tahu kalau gadis itu melirik dirinya


"Argh.. dia bukan kekasih ku dok.. tetapi teman saja... Ia baru saja aku mengenalnya..." ucap Mikha dengan menjelaskan sambil menggeleng-gelengkan kepalanya untuk meyakinkan

__ADS_1


"Dia hanya teman aku saja tidak lebih.. " balas Mikha lagi dengan tersenyum dan menoleh ke wajah Rangga


Sedangkan pria itu yang sedang berkendara hanya menyunggingkan senyumnya. Ada perasaan hati lega bahwa Mikha bersama pria aneh itu hanyalah sebatas teman.


"Syukurlah...." gumam Rangga yang tak sengaja bicara


"Ahh... apa dok...??" tanya Mikha heran mendengar gumaman Rangga tadi


"Tidak..." balas Rangga dengan tersenyum dan menoleh ke wajah Mikha.


Mikha hanya menautkan kedua alisnya ke atas, menatap heran pada pria itu


"Ia hanya ingin menemani ku saja dok.. tetapi aku bilang disana aku bekerja tetapi ia tetap bersikukuh untuk menemaniku dok.." jelas Mikha


"Sepertinya dia menyukaimu sangat terlihat sekali.." balas Rangga sembari fokus mengendarai mobilnya.


"Entah lah dok.." balas Mikha dengan mengedikkan bahunya.


"Ahh dokter aku mau bertanya kenapa dokter yang menjemput ku kenapa tidak supir Rumah sakit saja...??" tanya Mikha penasaran


"Kau lupa aku ini atasanmu dan aku juga ikut bertanggung jawab disana.. jadi apapun itu terserah aku.." balas Rangga yang menoleh kembali wajah Mikha


Mikha hanya manggut-manggut saja seperti mengerti, padahal kemarin ia mengingat pria itu bilang bahwa pihak rumah sakit yang akan mengantarkan masing-masing kelompok tetapi kenapa pria itu yang menjemputnya yang secara tidak langsung pria itu adalah seorang direktur..


"Kenapa dokter Rangga sampai repot-repot menjemput aku..??" batin gadis itu berpikir


"Ahh .. lalu suster Rara bagaimana dok apakah kita akan menjemputnya..??" tanya Mikha yang mengingat ia satu kelompok dengan wanita itu.


"Tidak dia telah diantar oleh suaminya.." balas Rangga singkat


Mikha membulatkan matanya dengan sempurna mendengar pernyataan dari pria itu.


"Berarti aku hanya berdua saja di dalam mobil dengan dia..." batin Mikha dengan bengong sambil menyentuh dadanya dan arah Rangga.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Halo kakakku jangan lupa kakak klik tombol vote ,hadiah dan bintang nya yah biar author semangat cari ide-ide buat ceritanya....


Dan silahkan beri kritik atau sarannya juga, Ini novel author yang kedua loh..Sekalian ijin promo novel pertamaku nih ( Jatuh Cinta Pada Mahasiswiku ) 🤭🤭

__ADS_1


Mohon dukungan nya yaa kakak-kakakku..


__ADS_2