
Di dalam perjalanan, suasana nampak hening kedua insan yang berbeda itu sama-sama diam dan tak ada yang bicara sedikit pun. Padahal baru saja tadi mereka sedang memadu kasih di dalam mobil. Seolah-olah mereka seperti tidak tahu akan terjadi apa-apa saja apa yang mereka lakukan tadi, atau saja mereka sedang menyembunyikan pikiran masing-masing karena mereka malu akan perbuatannya tadi entahlah.
Di sudut kursi mobil itu, Mikha telah membenahi diri setelah sadar ia dipindahkan duduknya oleh Rangga setelah mereka melakukan ciuman panas tadi. Namun sekarang gadis itu sedari tadi hanya diam saja dan memejamkan terus matanya hingga ia mengernyitkan dahi. Ia sedang memikirkan hal bodoh apa yang ia lakukan bersama Rangga tadi.
"Astaga bodohnya kau Mikha...!! Apa yang kau lakukan tadi..?? Wajah kau mau taro dimana ini...!!! ucap Mikha dalam hati ia kesal sendiri dengan apa yang ia lakukan tadi. Kemudian gadis itu mencoba melirik Rangga sesaat yang sedang fokus mengendarai mobil.
"Aku lihat pria itu dengan tenangnya seperti tidak terjadi apa-apa..sedangkan aku sendiri..??" batin Mikha dengan wajah kembali di tekuk
"Sial sial...!!" batin Mikha dengan mata ia pejamkan kembali dan mulut mencebik kesal. Tiba-tiba ia memukul kepalanya sendirinya dengan mendorong kepalanya ke arah kaca jendela mobil.
Dug... Dug... Dug....
Rangga yang mendengar sesuatu saat fokus berkendara, ia pun menoleh ke samping. Ia melihat gadis itu seperti nampak frustasi.
"Mikha...." panggil Rangga
Dug..Dug..Dug...
__ADS_1
Gadis itu tidak mendengar panggilan dari Rangga, ia terus mendorong kepalanya sendiri ke arah kaca jendela mobil.
Rangga hanya menghela nafasnya dengan panjang, ia melihat gadis itu masih nampak frustasi. Kemudian pria itu mencoba menggunakan tangan kiri nya untuk menautkan sela-sela jari tangan kanan Mikha agar gadis itu agak tenang.
"Hhhmmmn..." ucap Mikha yang tersentak kaget merasa tangannya di sentuh oleh Rangga, kemudian ia menoleh ke arah wajah Rangga
"Maafkan aku Mikha.. Mengenai hal tadi aku lepas kendali jadi kau ikut terbawa suasana..." ucap Rangga memohon dengan mata kembali fokus mengendarai mobilnya.
"Sungguh aku lepas kendali Mikha..Mengenai hal tadi, tolong kau lupakan saja seperti tidak terjadi apa-apa.." pinta Rangga datar dengan mata fokus ke depan mengendarai mobilnya. Rangga merasa tak enak hati dengan gadis itu. Ia mengingat akan statusnya, pria itu telah beristri sedangkan Mikha, gadis itu masih sangatlah muda masa depannya juga masih panjang ia tidak ingin merusaknya karena hal itu.
Deg....
"Perasaan apa ini..?? hatiku merasa tertusuk mendengar pernyataannya tadi... Apakah tadi ia melakukan ku tidak menggunakan perasaan?? Lalu sedangkan aku...??" batin Mikha yang menerka-nerka sendiri, lalu tiba-tiba air mata gadis itu mengembang seketika di pelupuk matanya. Ia tidak menyangka cintanya itu seperti bertepuk sebelah tangan dan tidak terbalaskan. Baru kali ini ia sangat mencintai seorang pria, padahal selama ini ia selalu menolak pria lain bila ada yang mendekatinya.
"Astaga apa yang aku rasakan ini...??" batin gadis itu
Gadis itu mencoba menengadah kepalanya, ia mengerjap mata nya dengan cepat agar tak terlihat menangis olehnya walaupun air matanya itu sudah jatuh ke pipi namun dengan cepat ia menghapusnya dengan tangan kirinya, kemudian gadis itu mencoba rileks ia menghela nafasnya dengan panjang dan menoleh pada wajah Rangga
__ADS_1
"Baik dokter Rangga.. aku juga minta maaf karena hal tadi... " balas Mikha tersenyum dan mengangguk meyakinkan
"Terima kasih.." balas Rangga datar dengan mata masih fokus mengendarai mobilnya. Kemudian tangan Rangga semakin mengeratkan genggaman pada tangan Mikha seperti tidak ingin melepaskan gadis itu, hingga Mikha menoleh kembali pada wajah Rangga dan membuat gadis itu berpikir penuh arti mengenai genggaman tangan pria itu.
"Maaf kan aku Mikha.. aku merasa telah menyakiti hati kamu... Ku yakin kau mempunyai perasaan dengan ku..tapi maaf aku tidak ingin perasaan itu berlarut-larut Mikha... aku ini adalah pria yang telah beristri... Sedangkan kau, masa depan mu sangatlah panjang... Carilah pria lajang yang baik dan mencintaimu Mikha.." batin Rangga yang berat hati melepaskan gadis itu, ia baru saja jatuh cinta pada seorang gadis muda, hingga membuat ia terlena lupa akan statusnya sekarang. Ia pun menoleh ke wajah Mikha, hingga keduanya sama-sama saling berpandangan
Mikha langsung melepas pandangannya ia melihat tangannya di genggam kuat oleh Rangga, ia pun mencoba melepaskan dengan menggunakan tangan kirinya, ia juga tidak mau mempunyai perasaan berlarut-larut dengan pria itu. Ia yakin pria itu tidak mempunyai perasaan apapun pada dirinya
"Dokter Rangga Maaf... " ucap Mikha sembari melepas genggaman dari tangan pria itu pada tangannya.
"Hmmm... "balas Rangga menoleh wajah Mikha dan mengangguk tegas. Kemudian Rangga melepas tangannya dan mata kembali fokus mengendarai mobil.
Mikha pun juga kembali melihat pemandangan jalan di luar kaca jendela. Ia hanya diam memandangi jalanan di luar.
Suasana di dalam mobil pun semakin hening, keduanya sama-sama diam dan punya pikiran masing-masing di dalam hati mereka.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Halo kakakku jangan lupa kakak klik tombol vote ,hadiah dan bintang nya yah biar author semangat cari ide-ide buat ceritanya....
__ADS_1
Dan silahkan beri kritik atau sarannya juga, Ini novel author yang kedua loh..Sekalian ijin promo novel pertamaku nih ( Jatuh Cinta Pada Mahasiswiku ) 🤭🤭
Mohon dukungan nya yaa kakak-kakakku..