Terjebak Cinta Dokter & CEO

Terjebak Cinta Dokter & CEO
TCDC bagian 9


__ADS_3

Kreeeeggg......


Pintu telah di buka oleh Rangga, Ia melihat istrinya sedang membasuh wajah di wastafel dengan air keran yang terus menerus menyala.


Rangga menautkan kedua alisnya ke atas menatap heran.


"Kenapa kau lama sekali May...?" tanya Rangga penasaran


Maya menoleh ke belakang merasa di panggil oleh Rangga.


"Arghh.... A..Aku habis buang-buang air mas..perut ku sakit sekali sepertinya aku tidak enak badan... tadi saja aku habis muntah... " dusta Maya yang nampak sedikit gugup


"Benarkah..??" tanya Rangga dengan menyelidik, Walau bagaimanapun ia dokter tahu mana orang yang seperti sakit atau tidak. Ia berpikir juga kenapa di toilet istrinya sangat lama sekali, ia sudah menunggunya lebih dari setengah jam tadi di restoran, ditambah saat ia ketuk pintu juga tidak ada jawaban padahal dari tadi istrinya sedang di wastafel membasuh wajah.


Rangga merasa ada sesuatu yang di sembunyikan oleh istrinya, tetapi ia akan mencari tahu sendiri dan Ia berpikir akan menyelidiki istrinya pelan-pelan.


"Ahhh... Mas aku ingin pulang saja mas... aku mau istirahat di rumah.." pinta Maya yang sengaja memecah keheningan agar Rangga tidak banyak berpikir macam-macam pada dirinya.


"Hmmm.. " balas Rangga singkat dan mengangguk


Maya pun pergi meninggalkan toilet dan di ikuti Rangga dari belakang.


Sedangkan di tempat lain, di dalam pintu toilet dari tadi Daniel bersembunyi di balik pintu itu. Ia merasa hampir saja tadi ketawan oleh Rangga, Kalau tidak cepat-cepat ia masuk kedalam untuk bersembunyi.


"Ahh.. syukurlah hampir saja tadi ketawan..tetapi sepertinya dia menaruh curiga..." batin Daniel berpikir ketika mendengar percakapan antara mereka yang mendominasi Rangga lebih banyak diam. Ia khawatir Rangga berpikir akan macam-macam pada dirinya dengan Maya.


"Aku akan menyuruh Maya untuk lebih dekat lagi saja dengan dia..." gumam Daniel dengan menatap tajam ke depan. Ia tidak mau rencananya gagal suatu saat ia ingin menguasai harta Rangga seutuhnya..


Pria itu tersenyum smirk...


🍃🍃🍃


Siang hari ini matahari nampak terik sekali, tetapi tidak membuat seorang pria tampan itu malas keluar apalagi hanya untuk sekedar bertemu sebentar dengan gadis pujaan hatinya. Pria itu habis dari kantor mengurus perusahaannya dan baru saja turun dari mobil mewahnya di halaman parkir rumah sakit, Ia nampak sangat bersemangat sekali. Pria itu pun langsung memutar tubuhnya, ia ingin berkaca sebentar di depan kaca jendela hitam mobilnya untuk merapikan tatanan rambut dan jasnya agar terlihat rapi.


"Masih tampan...." gumam Rendy tersenyum dengan percaya diri. Ia pun langsung jalan menuju ruangan gadis itu yang berada di dalam gedung rumah sakit.


Tak... Tak ... Tak..


🍃🍃🍃


Di dalam ruangan jaga dokter, gadis cantik itu masih fokus dengan lembar pemeriksaan di hadapannya. Karena tadi pagi ia mendapatkan pasien banyak hingga ia baru sempat menulisnya..



Suatu ketika Rendy melihat dari kejauhan dari pintu ruangan yang terbuka tersebut, gadis pujaannya itu sedang sibuk dengan berkas-berkas dihadapannya.


__ADS_1


"Cantik sekali dia... " batin Rendy dengan tersenyum simpul sembari kedua tangan ia dimasukkan ke dalam saku celana, melihat Mikha dari luar ruangan tersebut. Ia pun langsung datang menghampiri gadis itu


"Selamat siang dokter... "panggil Rendy


Mikha yang penasaran mendengar ia di panggil pun kepalanya mendongak ke atas, karena ini bukan tempat ruangan pemeriksaan pasien


"Kau..." ucap Mikha tersentak kaget


"Hai..." ucap Rendy tersenyum dengan melambaikan tangannya.


"Ah.. duduk pak Rendy silahkan..." ucap Mikha mempersilahkan


"Terima kasih..." balas Rendy dengan tersenyum. Ia langsung duduk di bangku yang berhadapan dengan gadis itu.


"Hmmm.. dokter Mikha maaf saya mengganggu anda... saya hanya ingin mengajak anda makan siang apakah kau punya waktu luang..?? kebetulan sekali sekarang waktu istirahat makan siang dok.. " pinta Rendy menawarkan diri dengan melihat sepintas arloji di tangannya


"Hmmm.. tapi..." gumam gadis itu nampak berpikir, karena ia sebenarnya agak malas di ajak pergi oleh pria yang baru saja ia kenal itu.


"Please dok... anggap saja ini tanda perkenalan awal dari kita... " pinta Rendy memohon


Gadis itu menautkan kedua alisnya ke atas, ia menatap heran dengan ucapan pada pria itu tadi.


"Maksud anda...??" tanya Mikha heran


"Ahh... aku hanya ingin mengajak mu makan siang saja, anggap saja kita teman.. aku hanya ingin membalas budi kebaikan mu karena kau sudah menyelamatkan ku kemarin dari serangan jantung ku... beruntung kau ada jadinya jantungku normal kembali.. "ucap Rendy yang sengaja mengajak gadis itu bercanda sembari menatap Mikha dengan penuh damba.


"Kau ini serangan jantung dari mana pak..?? keluhan bapak kemarin hanya luka ringan di wajah saja.. bapak terlalu berlebihan sekali .." balas Mikha dengan terkekeh geli mendengar penuturan dari Rendy sembari menaruh berkas status pasien itu pada lemari rekam medis.


"Tapi beneran loh dok.. aku kemarin serangan jantung melihatmu..." ucap Rendy dengan percaya diri sembari mengikuti dari belakang arah gadis itu jalan.


"Bapak sudahlah kalau bapak ingin mengajak saya makan.. saya mau tetapi hanya sebentar saja... karena saya masih ada pasien yang harus saya tangani..." balas Mikha dengan menoleh kebelakang menghadap Rendy setelah menaruh berkas status itu.


"Siap dokter Mikha... saya janji tidak akan lama..." ucap Rendy yang nampak semangat dengan tangan salam hormat


Mikha terkekeh geli melihat sikap Rendy yang humoris itu.


🍃🍃🍃


Sedangkan di tempat lain, pria itu baru saja keluar dari persembunyiannya setelah tadi ia hampir saja ketawan habis bercumbu mesra dengan istri temannya.


"Maaf kalian menungguku lama yah.." ucap Daniel tersenyum dengan tanpa dosa. Ia melihat sepintas wajah Maya dan kembali pada Rangga dan istrinya.


Maya hanya menunduk kepala saja ia tidak mau ketawan oleh suaminya bila ketawan interaksi dengan Daniel.


"Ah aku juga tidak lama baru saja aku sampai habis menyusul istriku dari toilet.." ucap Rangga dengan menoleh wajah Maya


Sedangkan pria itu hanya tersenyum saja. Ia tak ingin terlihat curiga oleh Rangga

__ADS_1


"Papah kok lama banget sih..? tanya Lisa sembari memegang lengan suaminya tanpa menaruh curiga sama sekali.


"Maaf sayang tadi aku melihat ada seorang bapak tua membawa belanjaan nya sampai jatuh barang-barangnya makanya aku menolongnya sampai parkiran..." dusta Daniel sembari mengusap punggung istrinya dan istrinya hanya manggut-manggut saja mengerti.


Maya memutar bola mata nya dengan malas melihat interaksi mereka.


"Ah...aku pamit dulu Daniel kebetulan istriku katanya tak enak badan..." pamit Rangga. Sedangkan Maya mencoba merangkul tangan kekar milik Rangga.


"Ia aku tak enak badan.." jawab Maya singkat


"Loh cepat sekali kalian... baru saja kita bertemu.."ucap Daniel basa basi


"Next kita ketemu lagi Daniel.." jelas Rangga lagi


"Baiklah baiklah jaga kesehatan untuk istrimu Rangga.. " ucap Daniel mengingatkan


"Hmmm... " balas Rangga singkat dengan mengangguk


Mereka pun akhirnya keluar dari restoran tersebut menuju parkiran basemen Mall.


🍃🍃🍃


Dalam perjalanan menuju lantai basement Mall. pasangan suami istri itu nampak diam hingga Rangga kesal merasa di abaikan, padahal ia telah menunggu lama istrinya itu


"Maya kenapa tadi kau lama sekali...!!aku sudah menunggu mu lama di restoran tadi... lalu aku menggedor-gedor pintu toilet juga tapi kau tidak menyahutnya.. Setidaknya kamu jawab dong Maya kalau aku memanggil mu tadi.. jangan sampai suami mu itu menunggumu lama..." jelas Rangga dengan kesal sembari jalan beriringan dengan istrinya


Maya berhenti jalan menoleh wajah masam Rangga.


"Mas kamu tuh..!! tidak mengerti keadaanku..!! aku tuh lagi tidak enak badan mas..." ucap Maya dengan ketus. Karena sebenarnya ia terbawa cemburu melihat interaksi Daniel dengan istrinya. Ia pun jalan cepat meninggalkan Rangga sendiri di belakang


Rangga menghembuskan nafasnya dengan kasar. Ia mencoba sabar dengan sikap istrinya yang terkadang berubah itu. Walau bagaimanapun pernikahan itu hanya sehidup sekali pikirnya, Ia harus menjaganya.


Rangga mengikuti istrinya dari belakang menuju mobilnya.


Braakk....(Suara pintu mobil di tutup kencang)


Maya telah masuk lebih dulu ke dalam mobil. Kemudian disusul dengan Rangga, namun saat pria itu ingin membuka pintu mobil. Ia melihat sekelebat bayangan Mikha dengan salah seorang teman pria yang sedang tertawa bersama setelah mereka keluar dari mobil tersebut. Tiba-tiba hati Rangga sedikit sakit melihat keakraban mereka, hingga Mikha pun juga melihat Rangga dari kejauhan. Seketika tawa Mikha berhenti karena Mikha dan Rangga sedang beradu pandang.



...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Halo kakakku jangan lupa kakak klik tombol vote ,hadiah dan bintang nya yah biar author semangat cari ide-ide buat ceritanya....


Dan silahkan beri kritik atau sarannya juga, Ini novel author yang kedua loh..Sekalian ijin promo novel pertamaku nih ( Jatuh Cinta Pada Mahasiswiku ) 🤭🤭


Mohon dukungan nya yaa kakak-kakakku..

__ADS_1


__ADS_2