
Hari sudah malam waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam hujan pun masih turun deras di luar sana. Mobil Rangga telah keluar dari hutan dan sedang melewati jalan sempit nan sepi. Tubuh ia pun sebenarnya sudah lelah ingin beristirahat sejenak karena perjalanan menuju kota masih butuh 4 jam lagi Ia berharap ada sebuah kedai yang masih buka untuk ia bisa berhenti dan sejenak istirahat.
Saat dalam perjalanan ia melihat sebuah losmen kecil dipinggir jalan. karena disini tidak ada lagi tempat penginapan apalagi kedai yang masih buka, karena lokasi disana masih tergolong sepi dan waktu juga sudah malam. Ia pun berpikir lebih baik ia beristirahat terlebih dahulu dan esok paginya ia akan melanjutkan lagi berkendara karena mana mungkin ia mengendarai dalam suasana jalanan minim lampu dan nanti ia jalan pulang juga melewati tebing lagi dari pada akan berbahaya di jalan lebih baik ia memutuskan untuk menginap saja.
Ckiiiiiiiitttttt..
Mobil telah berhenti, Rangga langsung keluar dari pintu mobil dan membopong tubuh Mikha yang sudah basah kuyup bersama dirinya. Ia berlari menuju dalam losmen.
Tak...Tak..Tak...
Saat sudah sampai depan meja resepsionis, ia bertemu dengan petugas jaga seorang ibu sudah tua.
"Permisi apa ada 2 kamar ibu disini...??" tanya Rangga yang sambil menggendong Mikha pada ibu tua penjaga losmen itu.
"Disini kamar hanya Ada 4 dan tersisa hanya 1... " jawab ibu tua itu
Rangga menghembuskan nafasnya dengan kasar. Ia terpaksa lebih baik menerimanya untuk mengistirahatkan tubuh Mikha lebih dulu dan dirinya sendiri bisa nanti tidur di mobil.
"Baik lah aku mau 1 ibu..." jawab Rangga pasrah
"Ini kuncinya kamarnya ada di atas ..." ucap ibu tua itu mengarahkan
"Terima kasih..."
Rangga langsung jalan menuju kamar melewati tangga kecil untuk ke lantai dua. Saat ia sudah sampai, Ia langsung membuka kunci pintu kamar dan menyalakan lampu kuning remang-remang dan melihat dalam kamar berukuran 3x3 meter beserta kamar mandi kecil di dalamnya dan ranjang pun hanya cukup untuk satu orang saja.
Rangga menghela nafasnya dengan panjang, ia pasrah melihat tempat dan keadaanya juga demi keselamatan ia di jalan. Ia pun langsung merebahkan tubuh MIkha ke atas ranjang sempit itu.
Kreeeggg....
"Aaahhhhh..." lenguh Mikha yang masih tertidur pulas dan posisi badannya berubah menjadi meringkuk seperti kedinginan.
Ia menatap nanar keadaan Mikha, tubuh gadis itu seperti menggigil kedinginan, baju dan rok yang di pakai gadis itu pun masih basah kuyup.
"Kasihan sekali kalau dia seperti ini terus bisa jadi ia tambah jatuh sakit.."gumam Rangga yang masih menatap nanar wajah Mikha
"Mikha bangun lah sebentar... ini ada minum kau minum lah sedari tadi kau belum minum-minum.."ucap Rangga yang melihat di meja kecil samping ranjang ada sebuah botol kemasan berisi air minum putih.
Mikha masih enggan bangun ia justru semakin meringkukkan tubuhnya karena kedinginan.
Perasaan Rangga ada yang mengganjalnya merasa tubuh Mikha nampak dingin dan sangat menggigil walaupun dalam keadaan tidur. Ia pun langsung dengan cepat pertolongan pertama ia membuka baju semua yang melekat pada tubuh Mikha.
"Maafkan aku Mikha ini demi keselamatan mu agar kau cepat pulih..."gumam Rangga sambil menahan napas ia membuka perlahan kancing baju dan rok Mikha, setelah selesai yang tersisa hanyalah gadis itu memakai pakaian daleman saja.
"Glekkk..." Rangga berusaha menelan saliva nya yang sedikit tercekat melihat pemandangan indah dihadapannya. Ia pun langsung melepas pandanganya sekilas ia melihat tubuh MIkha yang nampak ideal dan sangat indah. Bagaimanapun ia seorang pria normal apalagi ia sudah lama tidak menyentuh istri dan seketika aset yang berada di balik celana kainnya merasa tercekat.
"Astaga.....Sadar lah Rangga..." batin pria itu sembari mengusap wajahnya dengan kasar mengingat tubuh Mikha yang putih mulus tanpa ada goresan sedikitpun.
Sebenarnya ia sudah biasa menemukan pasien saat operasi melihat tubuh bagian dalam pun itu sudah hal lumrah. Namun ia merasakan perasaan yang sangat berbeda melihat tubuh Mikha bagaikan melihat pasangannya sendiri yang rasanya ia pun ingin juga menyentuhnya. Namun ia segera membuang pikiran kotornya dan langsung buru-buru menutup tubuh Mikha dengan selimut tipis yang ada di atas ranjang sambil menutupi matanya sendiri agar tak melihat keindahan tubuh gadis itu.
"Maafkan aku..." gumam Rangga ia harus profesional dan menyelimuti Mikha sampai kaki.
__ADS_1
Ia sendiri baju dan celananya juga basah. Dari pada ia sakit, ia pun langsung membuka baju dan celana panjangnya hingga menampakkan tubuhnya yang besar dan berotot siapa pun yang melihat kaum hawa juga pasti tergoda. Setelah ia selesai melepas pakaian, hanya lah yang tersisa celana boxer saja yang ia kenakan, sembari menunggu baju itu kering dengan sendirinya. Karena losmen ini tidak mungkin menyediakan layanan binatu dan ia rencana akan tidur di sofa tunggal saja yang berada di pinggir pintu kamar sambil menjaga Mikha hingga bangun.
🍃🍃🍃
Di lain tempat, di dalam rumah yang besar itu nampak seorang wanita cantik sedang uring-uringan ia melihat hasil testpack dirinya telah berbadan dua dari hasil hubungan gelapnya bersama kekasih, saat waktu itu ia dan kekasihnya berlibur panjang selama suaminya tidak ada.
Di dalam hati kecil wanita itu, ia ada perasaan bahagia punya anak hasil dari hubungan gelap dengan kekasihnya agar ia bisa mendapatkan kekasihnya itu seutuhnya dan kekasihnya itu bisa menceraikan istrinya. Namun satu sisi ia juga ada perasaan takut jika suaminya mengetahui ia telah hamil dulu bukan dari hasil buah hatinya dengan suami, apalagi ia mencoba menghubungi kekasihnya itu tidak bisa dihubungi sama sekali dari sore hari.
"Kemana dia sudah aku coba menghubungi rumahnya tidak di angkat...."gumam Maya sambil jalan mondar-mandir memegangi ponselnya setelah menghubungi telepon rumah Daniel. Maya tidak takut kalau pun diangkat teleponnya oleh istri kekasihnya, yang setidaknya berarti ia mengetahui bila kekasihnya itu ada di rumah.
Hujan mengguyur sangat deras dari sore hari, ia pun juga enggan keluar sendiri menyusul rumah kekasihnya mengingat hari ini kepulangan suaminya ditambah ia takut karena di jalan hujan sangat deras.
Jedaaaarrrrrrr...
Petir menggelegar hingga masuk ke dalam ruangan kamar wanita itu. Ia sendiri juga sangat takut ada petir apalagi ia hanya sendirian di rumah besar itu
"Aku sendirian mana Daniel tidak ada.. harus nya hari ini Rangga juga ada..." batin Maya sambil meringkuk diri di atas kasur sambil menutupi tubuhnya dengan selimut tebal.
Jedaaaarrrrrrr....
Suara petir menggelegar lagi, Maya semakin meringkuk tubuhnya dengan perasaan takut.
"Argghhhhh...... " Maya langsung menutupi telinganya rapat-rapat dan menutupi dirinya dengan selimut tanpa sela.
"Ahh ponsel ku aku ingin menghubungi Rangga saja agar cepat sampai aku takut sendiri di rumah ini..." gumam Maya yang berada di dalam selimut dan tangan wanita itu mencoba meraba-raba pada atas nakas meja disamping ranjangnya untuk mengambil ponsel namun tak sengaja tangannya menyenggol kencang meja hingga ponsel tersebut terjatuh ke bawah kasur.
Tak ......
"Sial....!!!" gumam wanita itu.
🍃🍃🍃
Mikha yang sedari tadi tidur dengan tubuh meringkuk di lapisi selimut tipis, Rangga pun yang melihat juga tidak tega ia tidur pasti merasakan sakit badannya dan sangat tidak nyaman. Sedangkan disini tidak ada obat demam apalagi menyediakan makanan.
"Mikha sabar lah kau harus kuat.." batin Rangga menatap nanar dari kejauhan ia sedang duduk di atas kursi tak jauh dari ranjang gadis itu. Dalam hati kecil Rangga ia ingin sekali memeluk gadis itu agar gadis itu tidak kedinginan, ia pun sadar diri jika dirinya telah mempunyai istri.
Jedaaaarrrrrrr......
Petir menggelegar hingga Mikha yang di atas ranjang ketakutan.
"Arghhhhhhhh..." Mikha tiba-tiba terbangun duduk dan menjerit menangis histeris ketakutan sambil menutupi kedua telinganya. Ia masih dalam keadaan tidak sadar, saat gadis itu duduk selimut yang menutupi tubuhnya turun seketika dan hanya menampakkan gadis itu mengenakan bra hitam saja.
"Mikha......" panggil Rangga dengan perasaan cemas. ia langsung beranjak dari tempat duduk menuju ranjang Mikha. Namun ia juga bingung keadaan dirinya juga bertelanjang dada. Ia baiknya berdiri saja di hadapan Mikha melihat keadaan gadis itu.
"Mikha..." panggil Rangga namun gadis itu tubuhnya semakin gemetar dan menatap kosong sambil menutupi telinganya.
Jedaaaarrrrrrr....
Petir kedua lebih dahsyat lagi hingga terjadi pemadaman listrik.
"Argghhhhh......Mikha semakin histeris ketakutan dan menangis sesenggukan...
__ADS_1
Hiks..Hiks.... Hiks....
"Tolong aku..." liirih Mikha sambil menutupi tubuhnya lagi yang kedinginan dan merasakan menggigil lagi.
"Ssttttttt..." racau Mikha
Rangga yang merasakan Mikha menggigil dan semakin ketakutan, ia pun tak tega langsung memeluk gadis itu walau keadaan sangat gelap gulita
"Maafkan aku.." batin Rangga yang langsung merebahkan tubuhnya dan langsung memeluk gadis itu dan Mikha pun juga membalas pelukannya karena ia merasa sangat kedinginan. Rangga mencoba mengelus punggung mulus Mikha agar gadis itu tenang dan tidak kedinginan.
Keadaan mereka sekarang sangat intim sekali dengan satu ranjang yang sangat sempit, mereka sedang merasakan berpelukan dengan penuh hangat seakan-akan mereka seperti menyalurkan perasaannya masing-masing.
"Sttttt....." racau Mikha yang akhirnya tangisannya sedikit mereda, gadis itu megusel-usel dada Rangga untuk mencari kehangatan.
"Mikha kau jangan begini.." bisik Rangga dengan lembut tanpa sadar ia pun juga tak tahan akan birahinya, ia ingin mencium bibir ranum Mikha dan gadis itu pun juga membalasnya ia semakin memagutkan bibir dirinya dengan bibir Mikha dan gadis itu semakin mengalungkan kedua tangannya untuk membalas ciuman Rangga.
"Arghhhhhhhh..." lenguh Rangga yang melepas pagutan gadis itu.
"Mikha ..bisik Rangga dengan mata yang sudah berkabut karena merasakan Mikha juga sangat menikmatinya.
"Argggh... " lenguh Mikha. Rangga yang mendengar ******* Mikha ia semakin bergejolak, Dengan keadaan tidak sadar ia menciumi leher jenjang Mikha. Hingga tiba-tiba terdengarlah suara ponsel Rangga berdering kencang yang berada di atas meja samping ranjang.
Kriiiiing.......
Telepon berdering dengan kencang namun Rangga masih melancarkan aksinya menciumi leher dan dada Mikha bergantian, hingga gadis itu mengeluarkan suara lenguhan yang panjang di ruangan karena menikmati akan sentuhan dari Rangga.
Telepon pun berbunyi kembali dengan kencang, hingga Rangga yang mendengar merasa terganggu.
Kriiiiing.....
"****....!!!" gerutu Rangga dengan kesal sambil memukul ranjang samping tubuh Mikha, sedangkan gadis itu masih menikmatinya ia terus meraba dada bidang pria itu untuk melanjutkan, Rangga pun yang merasakan tubuhnya bergelenyar dengan nafas memburu ia mencoba mengambil ponselnya dari atas meja.
Deg...
Kesadaran Rangga akhirnya terpenuh kembali, melihat yang menghubungi ialah istrinya. Ia pun merasa sangat bersalah dengan keadaan sekarang sedangkan gadis itu masih menahan dirinya yang masih terus meraba dadanya.
"Mikha...." lirih Rangga yang sedang menduduki tubuh gadis itu sambil memegang ponselnya yang masih berbunyi dan ia merasakan gadis itu masih terus meraba dada bidang nya seperti masih ingin melanjutkan pergulatan panas lagi namun ada ia bingung ada istri yang telepon sedang menghubunginya.
Apakah Rangga akan mengangkat telepon itu..??
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Ijin promo kakakku novel ketiga bernuansa komedi romantis loh no baper-baperan sekarang yang author buat, yuk mampir baca gratis loh heheh
pemerannya babang Ichang sama neng Ji-hyun hehhe
__ADS_1
Yuk mampir 🤭 di (Jerat Cinta Pak Polisi)