Terjebak Cinta Gadis Bisu

Terjebak Cinta Gadis Bisu
PART 1 Awal Dari Kisahku


__ADS_3

23 Mei 1995


"Bu..Bu bidan" teriak bapak" muda sambil memapah istrinya yang sedang hamil.


"istri saya mau melahirkan Bu" dengan raut muka cemas.


"silahkan pak" jawab suster sambil mendorong kursi roda dan mempersilahkan suami ibu muda tersebut untuk memapah si istri di kursi roda.


(beberapa saat menunggu)


"selamat Yach Bu??"


Anak ibu,bapak perempuaan"


Bu bidan menyerahkan bayi mungil yang masih merah yg sudah bersih kepada pasangan suami istri tersebut.


"maaf Bu bidan?!," Anak saya kok diam saja??" ucap ibu muda itu


"iya Yach Bu" timpal siech suami,dengan raut muka cemas.


Kemudiaan Bu bidan memeriksa lebih lanjut.dan beberapa saat terdiam.


"maaf Bu sebelumnya..sepertinya anak ibu mengalami gangguan pada pita suaranya" kata si Bu bidan tersebut dengan hati-hati.


" tapi untuk lebih jelasnya saya bisa buat rujukan untuk anak ibu agar mendapat pemeriksaan lebih lanjut di RS," sambil memberikan surat rujukan kpd pasangan suami istri tersebut.


"maksudnya gimana Yach Bu?? tanya siech ibu muda tersebut".


"maksud Bu bidan anak saya bisu!!!!" hardik suami si ibu tersebut kepada Bu bidan.


Bu bidan hanya tertunduk dan undur diri sambil meminta maaf.


"maaf kan saya Bu ini diatas kemampuaan kami," sambil undur diri.


Pasangan tersebut menangis dan hanya bisa pasrah atas apa yang dialami oleh putri pertamanya tersebut.


***beberapa tahun berlalu***


Disebuah rumah sederhana ada seorang ibu yang memanggil putrinya.


"Anan kamu mau kemana!?" tanya ibu darsih tersebut kepada putrinya. Sambil memberi gerakan tangan isyarat untuk berbicara dengan putrinya.


"anan mau juallan kue Bu" jawaban dari si anak melalui isyarat tangan kepada ibunya.


"tidak usah anan biar ibu saja" ucap siech ibu darsih dengan raut wajah sedih.


"tidak apa ibu" jawab si anak dengan tersenyum membuat lesung pipinya terlihat,yang membuat gadis tersebut begitu cantik dan imut.


siapa sangkah jika gadis bernama Anandita Putri tersebut mempunyai kekurangan dengan pita suaranya. Gadis cantik dengan lesung pipi dan rambut panjang hitamya.


"yaudah jika itu maumu,tapi biar berjualan dengan ibu"


"ibu gak mau dibantah!! Maaf anan ibu bapak belum bisa mengobati mu" Ucap sih ibu dengan sedih.


"tidak apa Bu,mungkin ini sudah jalan anan. Anan ikhlas Bu" isyarat tangan anan dengan tersenyum dan memeluk ibunya.


"yasudah kita berangkat Bu,biar gak kesiangan" ucap anan dengan isyarat tangan kepada ibunya.


"sebentar ibu kunci pintu dulu,biar nanti ayahmu jemput kita di pasar. Kebetulan adik les pulang sore" ucap ibunya anan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Ditempat berbeda di sebuah rumah mewah.


....Bercat serba putih sisi sisi nya di penuhi dengan pilar dan ada patung kuda di gerbang pintu masuknya. Lebih tepatnya seperti bangunan jaman belanda. (kalian bayangin sendiri aja Yach? hee..heee...)


...****************...


"baaarrrrraaaaa" teriak seorang wanita yang terlihat anggun bernama Clara evania Adijaya memanggil putranya.


Sedangkan yang dipanggil masih berada di alam bawah sadarnya.


"ya ampun ini anak"hardik clara kepada putranya sambil menjewer si empunya telinga.


" aduh mommy pleas deh ini masih jam berapa" jawab sih anak dengan santai. Dia adalah Barra Alvaro adijaya


"lihat itu jam berapa!!"jawab clara


"oh lord. I'm late (astaga,aku terlambat)" lalu turun dari tempat tidur ke bathroom.


Beberapa jam kemudian.


"barra kamu tidak sarapan sayang??" ucap Clara kepada putranya.


"no mom. I'm too late. (tidak Bu. Aku sudah terlambat). Aku makan di kafe kantor saja sambil menyalami tangan ibunya. Yach walaupun mereka keluarga sibuk tapi soal sopan santun itu tetap nomer satu bagi keluarga mereka.


"hati hati sayang" ucap Clara kepada putranya.


"mommy,mana Daddy??" ucap vano anggara Adijaya adik dari barra.


"dad mu sudah berangkat pagi pagi sekali.katanya ada meeting yang harus cepat diselesaikan.


"emang ada apa vano??" tanya clara kepada putranya.


"tidak mom hanya bertanya saja" jawab vano

__ADS_1


"mom nanti aku pulang agak sore soallnya ada tugas kuliah di rumah temen" ucap vano kepada ibu nya.


"iya tapi inget jangan ditempat aneh" dan jangan lupa makan??" peringatan sang ibu kepada vano.


"siap mommy" sambil memberi hormat kepada ibu nya.


**di tempat lain di perusahaan ternama skyline corporation** perusahaan yang berkecimpung di dunia teknologi.


Pria parubaya bernama Abraham Adijaya menunggu putranya barra yang terlambat untuk meeting.


"barra kamu dimana??" dia bergumam menahan rasa kesal terhadap putranya tersebut


Beberapa saat kemudian.


"maaf saya terlambat" ucap barra yang memasuki ruangan meeting dengan membawa berkas ditangannya.


beberapa jam kemudian.


"kemana kamu barra?? kenapa terlambat. Kamu kira meeting ini tidak penting buatmu!!" hardik abraham kepada putranya.


"sorry dad aku kemarin tidur malam karna harus menyelesaikan berkas untuk pagi ini dad" jawab barra


"it's your responsibility (itu sudah tanggung jawab kamu)" ucap Abraham kepada putranya.


"jika tander ini berhasil kamu yang akan mengelolanya" ucap Abraham kepada putranya.


"terimah kasih dad" ucap barra kepada Daddy nya.


Setelah mengucapkan itu barra undur diri dari ruangan Daddy nya.


"huuffftt capek banget,aku keluar aja dulu Yach?sekalian makan siang" ucap barra sambil duduk di kursi ruang kerja nya.


..barra keluar ruangan dengan khas wajah dinginnya. Semua karyawan yang ada di kantor itu begitu takut padanya. Karna menurut mereka barra memiliki sifat yang terbilang sangat dingin,jarang tersenyum ataupun bertegur sapa terhadap karyawan. Tapi itu tidak menurunkan kharisma nya sebagai calon CEO. Badan tegap rahang yang keras dan pandangan yang tajam. Wanita manapun tak akan mampu berpaling dari dia. Tapi sayangnya dia mempunyai trauma soal cinta. Itu yang membuat dia sampai sekarang malas untuk mengenal wanita manapun,sekalipun mommy nya yang mengenalkannya.


"siang pak barra" sapa karyawan


"siang" jawab barra sambil terus berjalan tanpa melihat sekitar.


" eeemmmm untung ganteng,kalau gak males gue nyapa dia" ucap salah satu karyawan perempuaan


" huusss jangan gitu ntar kalau kedengeran pak barra atau pak Abraham gimana!?" berkat pak barra perusahaan ini terus maju" timpal salah satu karyawan lainya.


" bener juga siech??" jawab karyawan perempuaan tadi.


Sesampainya di cafe.


Ddrrttt...ddrrtt..ddrrtt


" hallo ada apa??" ucap barra dingin


" dasar boy siallan,ngerusak makan siang ku saja" barra mengumpat dan terus berdiri untuk keluar dari cafe tersebut.


" permisi pak barra minumnya???" jawab sih pelayan


"minum aja sendiri" jawab barra dingin terhadap pelayan tersebut sambil berlalu pergi.


"aku salah??" pikir pelayan itu


...----------------...


Tiintiin..tiinnn..tiiinnn


"ada apa yach pak" tanya sih pengemudi mobil tersebut kepada bapak" yang sepertinya melihat sesuatu di jalan.


" itu Bu ada korban kecelakaan ditabrak lari" jawab sich bapak tersebut.


"apa korbanya masih hidup pak??" ucap sich perempuaan tersebut.


"kayaknya sich kritis Bu?" jawab sich bapak tersebut.


" yaudah terimah kasih pak" jawab perempuaan tersebut


"sebaiknya aku turun aja siapa tau butuh bantuan" ucap sich perempuaan tersebut.


Dari mobil tersebut turunlah perempuaan yang begitu anggun dan berkelas. Usia tidak menutupi kecantikannya.


" permisi pak" ucap Clara. Yach perempuaan tersebut adalah Clara ibu dari barra Alvaro adijaya


..dia jongkok dan melihat denyut nadi dari sich korban tersebut.


Disamping nya ada gadis yang memegang tangannya. Gadis tersebut berbicara menggunakan bahasa isyarat. iya gadis itu adalah Anandita dan korban yang ditabrak lari tersebut adalah bu darsih ibu anan.


...Clara melihat anan seperti berusaha mengucapkan sesuatu dan menaruh tangannya di depan dadanya.


" iya,saya akan menolong ibumu" ucap Clara yang hanya mengerti jika gadis tersebut meminta bantuan nya dengan isyarat tangan.


"pak tolong gotong di mobil saya Yach"


"ati ati" jawab clara.


" terimah kasih pak,ayo kamu ikut juga" ucap Clara kepada anan yang hanya bisa menangis tanpa bisa mengeluarkan suara.


...beberapa saat berkendara. Tiballah Clara dan anan di sebuah rumah sakit ternama.


RS.medical hospital

__ADS_1


" cepat bantu tanganin ibu ini segera!?" ucap Clara kepada dokter muda, yang sebelumnya diperjalanan dia hubungi untuk segera mempersiapkan segala sesuatu nya .


" baik Bu" jawab dokter muda tersebut dengan menunduk dan sekilas melihat gadis disamping Clara.


..di ruang operasi..


" cepat persiapkan alat untuk operasi,saya takut ada pendarahan di otak" ucap dokter muda itu.


"baik dok" jawab suster perempuaan tersebu


sedangkan diluar ruang operasi ada anan dan Clara yang menunggu dengan cemas.


" Hay sayang yang sabar Yach?? Insyaallah ibu kamu baik baik saja" ucap Clara sambil memegang pundak anandita.


....tapi yang diajak ngobrol hanya bisa diam..


"nama kamu siapa?? boleh saya tau?" tanya clara kepada anan.


Tapi yang di ajak ngobrol hanya bisa diam dan kemudian mengeluarkan kertas dalam tasnya dan menulis sesuatu.


kemudiaan memberikannya kepada Clara..


(maaf Bu saya tidak bisa berbicara,bukan maksud saya mengacuhkan ibu. Saya begitu berterimah kasih karna ibu menolong ibu saya) isi dari kertas yang ditulis anan.


..Clara menghela nafas dan berkata..


" maaf yach sayang ibu tidak tau,ibu sangka dari tadi kamu diam saja karna masih syok atas kejadian yang nenimpa ibu kamu" ucap Clara kepada anan dengan rasa penyesalan.


"apa kamu sudah menghubungi keluarga kamu??" tanya clara kepada anan


dijawab anan dengan tundukan kepala dan memberi isyarat bahwa ayah dan adiknya akan segera tiba.


Beberapa jam berlalu.


dokter muda tersebut keluar dan menghampiri Clara dan anan.


" permisi Bu bisa iku saya ke ruangan saya" ucap dokter muda itu kepada Clara dan anan


..Sesampainya di ruangan dokter..


" gimana kabar ibu di dalam" jawab clara


" ada pendarahan di otak dan patah tulang kaki,tapi untung bisa segera di tanganin"


"tapi untuk kakinya sementara ini tidak dapat berjalan karna perlu penanganan lebih lanjut" jawab dokter tersebut kepada Clara dan anan.


"saya yang akan mengurus pengobatannya hingga sembuh" ucapa Clara kepada Kevin


...Kevin Anggara adalah anak tunggal dari keluarga Anggara,sahabat Abraham Adijaya.


Sekaligus sahabat dari barra Alvaro adijaya.


.... tangan Clara di pegang Anandita sambil geleng kan kepala,tanda dia sedikit keberatan.


" tidak apa" ibu ikhlas tolong ibu kamu sayang" jawab Clara sambil membelai pucuk kepala anandita.


"ibu Darsih sudah saya pindahkan di ruang perawatan. Ibu bisa lihat nanti" ucap Kevin kepada Clara danelihat anan yang hanya bisa diam


Dibalas anan dengan memeluk tubuh Clara dan sambil terisak tanpa mengeluarkan suara.


...di dalam ruangan rawat Bu darsih.


"tok..tok..tok


" assalamualaikum anan" pintu ruangan dibuka seseorang ,dan ternyata itu ayah dan adik anan.


..anan bangun dari duduknya dan memeluk sang ayah..


....ayahnya anan menghampiri sang istri yang terbaring lemah.


"Bu... Gimana kok bisa kayak gini?" ucap pak Ahmad ayah anan sambil menggenggam tangan Bu darsih


"Bu... Ini Gea Bu" terdengar isakan dari mulut Gea adik anan


...anan hanya bisa terdiam dan memandang ayah dan adiknya.


"anan sini nak??" panggil pak Ahmad kepada anan


" apa yang sebenarnya terjadi kepada ibumu?? Sampai terjadi seperti ini?" tanya pak Ahmad kepada putri nya tersebut


...anan mengambil kertas dan menulis sesuatu di dalamnya..


POV: Barra Alvaro adijaya. Cowok dingin sedingin kutub Utara ini adalah anak pertama dari keluarga Adijaya. Calon CEO dari perusahaan skyline corporation.


POV: Anandita Putri. gadis cantik berlesung pipi ini adalah gadis yang terlahir dari keluarga sederhana. Dia terlahir memiliki gangguan pada pita suaranya. tapi dibalik itu semua dia adalah gadis mandiri dan ceria.


Menurut kalian apa yang terjadi sebenarnya dengan ibu Darsih.


dan siapa Yach penabrak lari dari ibu Anandita??


Perasaan kand??


Eeh.. Penasaran kand?? Ikuti terus kisahnya Yach☺️☺️


wassalamu'alaikum 🙏

__ADS_1


__ADS_2