
...perusahaan skyline corp...
" hallo selamat pak?" sapa salah satu karyawan kepada Abraham dan barra saat memasuki perusahaan.
" selamat pagi juga" jawab Abraham ramah.
Sedangkan barra hanya diam tanpa senyum
" bar..." ucap sang Daddy
" yes,dad
what is it?" jawab barra cepat
" jangan terlalu dingin,,semua karyawan takut akan sikapmu" ucap sang Daddy ramah
" aqw dari kecil seperti ini,Daddy tau itu" jawab barra
Mereka mengobrol sambil memasuki lift khusus atasan.
" eemm baiklah.
semoga kelak kamu bisa sedikit lebih lembut" gumam sang Daddy.
Ttiiinnggg (bunyi lift terbuka)
" aqw di ruangganku dulu dad" ucap barra kepada sang Daddy yang mau memasuki ruangganya.
" tunggu bar,kamu masuk dulu keruangan Daddy" panggilan Abraham kepada barra
" oke" jawab barra singkat
" hallo Mark. Bisa kamu ke ruangan saya? Bawa sekalian apa yang saya perintahkan ke kamu kemarin?" ucap Abraham kepada asisten sekaligus orang kepercayaan Abraham
Selesai menutup telvonya Abraham melihat anaknya sekilas.
Beberapa menit kemudiaan
tok..tokk.tok
"masuk aja " jawab Abraham
" permisi pak ini berkas yang pak Abraham minta kemarin" Mark menyerahkan berkas itu kepada Abraham
" bagus Mark,tugas kamu persis seperti alm Daddy mu dulu,cepat dan rapi.
dia pasti bangga memilikki putra sepertimu" ucap Abraham memuji mark atas kerjanya
" terimah kasih pak" jawab Mark duduk di kursi disamping barra
" barra?? Ini kamu pelajari buat Minggu depan" ucap Abraham memberikan berkas itu kepada barra
" baik dad" jawab barra mengambil berkas itu dan membacanya
" dad?" what does this mean?" ucap barra binggung
Abraham dan mark berdiri dan tersenyum kepada barra .
" selamat barra Adijaya dalam Minggu ini kamu resmi Daddy angkat menjadi CEO " jawab Abraham menjabat tangansang putra.
barra kemudiaan berdiri dan menerima jabat tangan sang Daddy dan Mark. Asisten sang Daddy sekaligus sahabat baiknya dari kecil.
__ADS_1
" terimah kasih dad,aqw akan berusaha semaksimal mungkin untuk memajukan perusahaan skyline corporation nantinya" ucap barra bersungguh sungguh
Mark juga tidak lupa menjabat tangan sahabatnya dari kecil tersebut.
" selamat pak barra.semoga dengan bapak menjabat sebagai CEO di perusahaan ini bapak barra bisa lebih memajukan perusahaan ini" ucap Mark tulus
" Thank you my friend" jawab barra memeluk sang sahabat
"silahkan duduk kembali barra,Mark?" ucap Abraham yang dari tadi duduk dan melihat percakapan dua anak kesayangannya tersebut. Abraham sudah menganggap Mark sebagai anak. Dari dari kecil,barra dan Mark adalah sahabat sejak kecil.
" barra kamu pelajari berkas itu untuk Minggu depan? Dan kamu boleh kembali keruanggan mu" ucap Abraham kepada sang putra
" baik dad. Terimah kasih atas kepercayaan Daddy terhadap barra." tutur barra menatap sang Daddy
" sudah tugas kamu, bukankah siap tidak siap kamu dan vano akan memimpin perusahaan milik Adijaya?" ucap Abraham menjelaskan kepada sang putra.
" iya dad. Aqw mengerti.. Barra balik dulu di ruanggan barra." jawab barra beranjak dari duduknya.
......................
Di tempat berbeda di sebuah perkampungan padat penduduk.
(ibu ayah Anan mau berangkat juallan kue dulu di pasar) isyarat tangan anan menjelaskan kepada sang ayah dan ibunya. Mereka sedang menonton tv bersama adiknya
" tunggu anan,biar ayah antar" jawab sang ayah kepada anan
(tidak usah yah,ayah antar adik sekolah saja,kasian dia harus menumpang temanya setiap hari) isyarat anan menjelaskan kepada sang ayah
" beneran kamu tidak mau" ucap sang ayah,yang kasian melihat putrinya tersebut.
( iya ayah) jawab anan mencium tangan ayah Dan ibunya
( tidak usah adikku bawel) sambil mencubit pipi sang adik
" kakak kebiasaan dech* jawab Gea pura pura cemberut
" udah..udah nanti kesiangan semua Loch" ucap sang ibu lembut kepada kedua putri nya
" yaudah ayah siap siap dulu" ucap sang ayah beranjak dari duduknya
Sedangkan anan keluar setelah berpamitan kepada orang tuanya .
Di jalan anan menunggu angkutan umum menuju pasar tradisional.
tiinn..tiin..
Sebuah mobil berhenti di hadapan anan.
Mobil itu membuka kaca mobilnya dan keluar menghampiri anan yang sedang duduk.
" Anandita. Kamu mau kemana" ucap pria tersebut
"(kak Kevin? Ngapaiin kak Kevin kesini..) isyarat tangan anan melihat Kevin berdiri di hadapannya
" aqw mau berangkat kerja,dan kebetulan melihat kamu disini" jawab Kevin menjelaskan
" kamu belum jawab pertanyaan aku tadi anan.. Kamu mau kemana?" ucap Kevin
"( oh.. Anan mau berjualan kue di pasar kak Kevin seperti biasa) ucap anan kepada Kevin
" aku antar kamu!
__ADS_1
Cepat masuk mobil,biar kamu gak terlalu capek" jawab Kevin menggandeng tangan anan untuk masuk ke mobilnya
Dari kejauhan ada mobil hitam yang melihat keakraban mereka berdua. Dia adalah Barra,yang sedari tadi melihat mereka dari kejauhan.
" Kevin...Kevin..." ucap barra menggelengkan kepalanya. Yang dia pikir Kevin ingin memainkan Anandita
setelah itu dia menghidupkan mobilnya dan menuju perusahaanya.
"( kak apa kakak tidak terlambat mengantar anan ke pasar) ucap anan kepada Kevin
" tidak anan, aqw tambah seneng ketemu kamu" ucap Kevin tersenyum kepada anan. Kevin begitu sayang kepada anan. Karna baginya anan wanita yang berbeda terlepas dari kekurangannya tersebut. Tapi tidak membuat kecantikan anan tertutup.
" lain kali aqw ajak kamu ke rumah sakit Yach?" ucap Kevin melihat anan
"(untuk apa kak?) anan
" lihat nanti aja. Untuk sekarang biar jadi kejutan buat kamu" jawab Kevin tersenyum kepada anan.
Yang kemudiaan membuat anan terdiam.
Beberapa menit berkendara,akhirnya mereka sampai di tempat tujuan.
" yakin kamu tak tinggal disini anan?" ucap Kevin khawatir
"( iya kak Kevin,anan sudah biasa kok) anan
" eemmm maaf Yach kakak tidak bisa membantu mu untuk saat ini.. Soallnya mau ada operasi nanti?" sesal Kevin kepada Anandita
"( kakak jangan sedih,, anan baik baik aja) ucap anan menjelaskan
" baiklah, kakak mau jalan dulu.
Inget!? Jika ada apa apa hubungi kakak..."
"( iya kak. Anan nanti hubungi.)
" pinter itu baru gadis kakak" ucap Kevin sambil membelai rambut anan
"ok kakak jalan dulu" ucap Kevin masuk ke dalam mobil.
kemudian berlalu dari hadapan anan.
* aku seneng mengenal kamu kak,hanya kamu laki laki pertama yang bisa menghargai anan* bathin anan memandang mobil Kevin yang mulai menjauh dari pasar
...----------------...
" loe mau kemana Valen untuk saat ini?" tanya glenka. Yang sekarang sedang ada di pusat perbelanjaan ternama
" gue mau shoping dulu. Gue mau buat barra terpesona sama penampilan gue Glen. Jawab Valen antusias
" tapi kan loe tau sendiri gimana sikap barra kemaren sama loe" ucap glenka mencoba menjelaskan kepada Valen.
" mungkin itu kemaren. Tapi untuk nanti? Aqw yakin barra akan kembali ke dalam pelukan gue" pesimis Valencia meyakinkan glenka
" yaudah gue doain aja yang terbaik buat loe." jawab glenka sambil memeluk sang sahabat.
" yaudah kita mau cari apa dulu nich?" ucap glenka kepada Valen
" baju dulu aja glenka terus perawatan kulit" jawab Valen
" okelah kita beli baju dulu" ucap glenka
__ADS_1