
\=\= anan terus berjalan setelah meminta maaf tanpa memperdulikan umpatan" barra terhadapnya.. Yang sebenarnya barra juga tidak tau bahwa perempuaan itu bisu,dan perempuaan itulah yang pada akhirnya mengubah hidup barra suatu saat nanti💘
...****************...
...Di ruangan DR.kevin Anggara..
" kemana nich bocah dari tadi di tungguin gak muncul" tue hidung nya" ucap Kevin menggerutu
Kreeekkk.... (bunyi suara pintu kebuka)
" kemana aja loe barr??" tanya Kevin kepada barra yang datengdengan muka masamnya.
"periksa gue,cepetan!!" kata barra kepada Kevin
Untung sohib loe bar. Kalau gak? Males gue ngeladenin loe. Bathin Kevin mengumpat sahabatnya itu.
" sini Baringin badan loe,biar gue periksa?"
Setelah itu Kevin memeriksa detak jantung,tekanan darah barra.
" loe gak apa" bar cuma tekanan darah loe naik. kurangi begandang dan banyak makan buah loe bar? Ntar gue resepin vitamin buat loe minum" ucap Kevin kepada barra sahabatnya
" ok thanks bro.." jawab barra
" loe kenapa??" tanya Kevin
"tadi gue diluar ditabrak cewek aneh!" ucap barra geram
" cewek... Cantik gak??" tanya Kevin kepada barra dengan antusias
" gak tau" jawab barra cuek
" eemmm jgn gitu bro.. gak semua cewek seperti yang loe bayangin. Pasti di luar sana bakalan ada cewek yang bener" tulus" jawab Kevin berusaha menasehati barra
" sang Casanova menasehati barra Adijaya?? Loe tobat baru gue percaya. Yaudah gue balik dulu bro" ucap barra dengan sombongya menepuk pundak Kevin
" eemmm terserah loe dech!" jawab Kevin jengkel
Ketika barra beranjak dari ruangan Kevin,pintu ruangan Kevin dibuka dari luar.
tok..tok..tokk
" silahkan masuk" jawab Kevin
" loe!!! perempuaan tadi yang nabrak gue di luar terus gak minta maaf pergi gitu aja kand!?" ucap barra kepada perempuaan itu
" barra dia anak pasien gue.dia yang ditolong nyokap loe disini kemarin. Ucap Kevin kepada barra yang sepertinya emosi
" gue gak mau tau. Gue cuma mau nich cewek minta maaf ke gue!" jawab barra dingin
" bar?" ucap Kevin
sebelum Kevin ngomong perempuaan itu memberikan kertas kepada barra dengan menundukkan kepala. iya dia adalah Anandita. Dia di ruangan Kevin untuk mengetahui keadaan ibunya.
untuk sesaat barra tertegun membaca tulisan di kertas tersebut. Dan kemudiaan melihat anandita.
**ternyata dia bisu. Bathin barra menyesal karna sudah keterlaluan terhadap anan.
"yaudah saya maafin kamu" ucap barra dan berlalu dari ruangan Kevin tanpa permisi . Dan meninggalkan kertas tersebut di meja kevin. Dengan Kevin Yang melongoh dengan ucapan barra yang tiba" mengucapkan kata saya kamu kepada perempuaan. Barra yang sudah lama tidak berbicara lembut terhadap wanita terkecuali mommy nya.
*"dia bisu ternyata* . Pantesan dari kemarin diam aja. Bathin Kevin memandang anan.
" silahkan duduk" ucap Kevin sopan kepada anan.
" ada perlu apa mbak??" ucap Kevin kepada anan
Anan menulis kertas dan memberikannya kepada Kevin. (saya mau bertanya dok? gimana kondisi ibu saya.. Dan apa bisajika dirawat jalan saja?)
" och.. Untuk sementara ibu Darsih masih belum bisa pulang,karna saya takut nanti jika dibawa pulang. Penangananya tidak optimal" tutur Kevin kepada anan
__ADS_1
Anan menulis lagi dan mberikanya kepada Kevin lagi.
(maaf dok,tapi saya tidak bisa membayar uang rawat inapnya. Jika untuk obat saya bisa Carikan dengan rawat jalan. lagian saya juga tidak enak terhadap ibu Clara karna sudah banyak membantu ibu saya. padahal saya baru pertama kali bertemu beliau)
" saya tau maksud mbak. tapi ini sudah permintaan ibu Clara. Dan beliau yang mempunyai rumah sakit ini. Jadi mbk tenang aja" jawab Kevin kepada anan,agar dia tidak terlalu memikirkan soal biaya.
anan kaget dan sekaligus bersyukur karna di pertemukan dengan seseorang yang begitu baik terhadapnya dan keluarga.
**anan menulis dengan ucapan terimah kasih dan salam untuk ibu clara.karna berkat dia. Ibunya sudah agak membaik dan dia juga menyertakan namanya,agar dokter Kevin bisa memanggil dengan sebutan nama saja.
" jadi kamu Anandita" ucap Kevin tersenyum
''''anan tersenyum dan pamit untuk undur diri karna sudah terlalu lama meninggalkan ibunya. sedangkan ayah dan adiknya melakukan tugasnya. Ayahnya bekerja dan adiknya bersekolah. Aslinya diknya tidak ingin sekolah karna ingin membantu kakaknya selama kakaknya menjaga ibunya di rumah sakit. Tapi anan menyuruh adiknya untuk datang waktu dia pulang sekolah saja dan berkunjung dengan ayahnya sekalian. Agar malamnya bisa bergantian menjaga ibunya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di parkiran rumah sakit...
"siapa perempuaan tadi.. Sepertinya aku pernah bertemu dengan dia?? Tapi dimana? Kapan??" ucap barra terhadap dirinya sendiri mengingat sosok Anandita
" yaudallah,lagian gak penting juga" ucap barra sebelum memasuki mobilnya.
sementara itu di rumah barra ada seseorang yang menunggu dia dari tadi. Dengan wajah anggunya.
" kamu ngapain di rumah saya Valen??" ucap Clara. Yach.. Seseorang itu adalah Valencia yang berusaha bertemu barra.
" aku mau bertemu barra Tan,aku mau minta maaf soal waktu itu" ucap Valen dengan memperlihatkan wajah sedihnya di hadapan Clara
"setelah apa yang kamu perbuat kepada barra dan keluarga Adijaya!?" ucap Clara dingin
" maafkan aku Tan,,aku menyesal. Aku baru sadar Jika memang barra yang sangat mencintaiku Tante" ucap Valen dengan terisak.
Sementara itu di dapur..
" ngapain tue nenek sihir nyariin tuan muda ganteng" ucap Siti jengkel,
pembantu junior di rumah Adijaya. Dia dan bi Sumi serta penghuni rumah Adijaya yang tau gimana dulu saat Valencia meninggalkan pesta pertunanganya dengan barra. Dan dia Yang meninggalkan barra disaat barra sangat" mencintainya. itulah yang membuat barra yang sekarang menjadi benci terhadap perempuan,karna menurut barra perempuaan itu sama saja..
......................
taapp..taapp.. (suara langkah kaki)
" mommy barra pul..... loe ngapain disini!?" ucap barra dengan tatapan dingin kepada Valen.
"barraaa." Valen berdiri dan menghampiri bara.
" stoppp!! gue gak mau berurusan lagi dengan loe!" tegas barra kepada Valen.
" tapi bar..." sebelum Valen menyelesaikan omonganya barra berlalu dan menaiki tangga menuju kamarnya.
" sudah saya bilang,barra gak mungkin mau menemui kamu Valen" tutur Clara kepada Valen
*'barra sekarang begitu dingin ke aku,aku menyesal dulu ninggalin dia demi orang lain*' bathin Valen dengan meneteskan air mata.
"silahkan kamu pergi Valen,Tante gak ingin kamu sakit hati dengan barra. Karna barra yang sekarang bukan seperti barra yang dulu! Yang begitu menghargai kamu." ucap Clara tegas kepada Valen
" baik Tante Clara. Valen pulang dulu" jawab Valen sedih dan pergi dari rumah Adijaya
Beberapa hari kemudiaan ibu Darsih sudah diperbolehkan pulang. Dan dia saat ini berada di rumahnya.
"Anandita... Anan sini nak?" panggil ibu Darsih pada anan
..anan menghampiri ibunya dan memberi isyarat (ada apa ibu? Apa ada yang anan bantu??)
"gak anan. Ibu cuma mau bertemu dengan seseorang yang membantu biaya ibu berobat kemarin. Kan kemarin kita tidak sempat bertemu di rumah sakit" ucap ibu Darsih
(anan tidak tau alamatnya Bu,tapi nanti coba anan cari tau alamatnya dari dokter Kevin Yach Bu?) isyarat anan menjelaskan kepada ibunya.
" baiklah anan. Ibu pingin sekali berterimah kasih kepada beliau" tutur ibu anan tersenyum.
__ADS_1
(iya ibu.nanti sekalian pulang berjualan anan akan mampir ke rumah sakit) tutur anan.
"yasudah kamu beberes dulu nak,maaf ibu tidak bisa membantu kamu berjualan di pasar” tutur ibu Darsih sedih
(tidak apa" ibuku sayang) isyarat anan dan sambil memeluk ibunya dengan sayang.
Ananpun berlalu dan menghampiri ayahnya yang mau berangkat kerja.
..diperjalanan anan diantar ayahnya sampai kepasar..
"hati" anan saat berjualan... Ayah berangkat kerja dulu Yach?" ucap pak Ahmad menasehati putrinya
(iya ayah.terimah kasih Yach sudah mengantar anan?) ( ayah hati" kerjanya. Nanti jangan pulang terlalu malam,ayah nanti sakit lagi..) isyarat anan kepada ayahnya
"iya. Assalamualaikum nak" ucap pak Ahmad
(waalaikumsallam ayah. Hati hati) isyarat anan dan menyalami tangan ayahnya
...ayahnya pun berlalu dan anan memasuki pasar. Di mana setiap harinya dia berjualan kue basah.
*'sore harinya anan bersiap siap pulang dan sekalian mampir ke rumah sakit untuk meminta alamat Bu Clara kepada Kevin. Beberapa hari anan di rumah sakit, anan sering bertemu dengan Kevin dan dia senang karna Kevin tidak menggapnya wanita cacat sebagai mana selama ini orang" menganggapnya wanita cacat. Padahal jika keluarganya mampu.. bisu itu bisa disembuhkan Karna menurut dokter selama tidak ada cacat pada pita suara,dia masih bisa di sembuhkan dengan di terapi laringitis. (laringitis adalah peradangan yang terjadi pada laring. Yaitu bagian dari saluran pernapasan tempat pita suara berada. Kondisi ini dapat disebabkan oleh iritasi,infeksi atau penggunaan laring yang berlebihan) dan kasus yang dialami Anandita adalah laringitis kronis dan butuh penangganan.
* Rumah Sakit Medical Hospital *
" permisi dok ada yang mau bertemu dengan dokter.." ucap suster kepada Kevin
" siapa sus?? " tanya Kevin
" perempuaan yang bernama Anandita dok" ucap suster tersebut
" anan??
Suruh dia masuk." kata Kevin antusias
" baik dokter Kevin,silahkan mbak" ucap suster tersebut mempersilahkan Anandita masuk. Setelah itu suster tersebut keluar .eninggalkan anan dan Kevin.
" silahkan duduk anan" ucap Kevin mempersilakan anan duduk
" ada apa kamu menemuiku?? Apa ibumu sehat.." tanya Kevin kepada Anandita
Anandita memberi isyarat kepada Kevin.. Bahwa ibunya baik" saja.
" lalu ada apa??
Apa kamu kangen dengan kakak?" gurau Kevin
Anandita mengambil kertas dan menuliskan sesuatu.dan diberikan kepada Kevin.
(tidak kak Kevin,anan cuma mau menanyakan alamat tempat tinggal Bu Clara. Karna ibu ingin berterimah kasih secara langsung kepada Bu Clara,karna sudah menolong ibu kemarin dan membantu biaya pengobatan selama berada di sini)
"baiklah akan kakak kasih alamatnya Tante Clara" kevin menuliskan alamatnya dan memberikannya kepada anan
" ini.
Apa perlu kakak antar ke rumah Tante Clara? Kebetulan kakak juga ada perlu dengan anaknya" ucap Kevin menawarkan tumpangan. Yang sebenernya dia hanya ingin memanas" manasi barra bahwa dia bisa tulus mendekati wanita tanpa memanfaatkan mereka.
(tidak usah kak,Kakak sudah sering anan repotkan) isyarat anan kepada Kevin
" kenapa kamu bilang gitu anan?? bukankah kita teman.. Dan aku sendiri yang menyuruh kamu untuk memberitahuku jika ada masalah" ucap Kevin tulus
(baiklah kak. Maafin anan karna merepotkan kakak terus) isyarat anan dengan tersenyum
* ya Allah senyumu Anandita,meruntuhkan hatiku.. Sayangnya kamu cuma menganggapku kakak,kalau bisa lebih aku mau menerima kamu apa adanya* bathin Kevin memandang anan.
(kak.. Kakak kenapa) isyarat anan menepuk pundak Kevin.
" eeemmm tidak anan,ayo kita pergi dan menjemput ibu kamu buat ke rumah Tante Clara." ucap Kevin menarik tangan anan pergi dari ruangannya.
"itukan dokter Kevin kand? Dia siapanya.. Bukanya dia Anandita Yach??" ucap salah satu suster melihat Kevin menggandeng tangan anan berlalu.
__ADS_1
"sudahllah gak usah ikut campur.lagiaan siapa juga yang gak jatuh cinta dengan dokter Kevin itu.. Dia itu Casanova ganteng favoritku" ucap salah satu suster dengan tersenyum
"huss sadar" ucap temanya.