
Masih di tempat perbelanjaan ternama.valencia dan Agatha masih menjalankan kesenangan mereka berdua.
Tanpa mereka sadari bahwa dari kejauhan ada seorang pria yang terus memperhatikan gerak gerik mereka sejak mereka masuk mall tersebut.
" hallo bos. Nona Valen dan temanya sedang berada di tempat perbelanjaan." ucap pria tersebut melapor ke atasanya
" baik jika memang itu perintah bos. Akan tetap saya awasi" ucap nya kemudiaan dan mematikan sambungan telvonya.
di tempat berbeda. Di negara kincir angin.
di sebuah bangunan megah,berdiri seorang perempuaan di atas balkon sambil menyesap minumnya.
Sllruupp.. (suara meminum dari sedotan )
" dasar Anita *****,disuruh menjalankan rencana untuk bisa kembali kepada barra Adijaya. Dia malah asyik shoping. Kalau gini caranya aku juga yang harus turun tangan. Sebaiknya aku telvon dia" ucapnya dan terus menggambil telvon gengamnya yang berada di sampingya.
"hallo valen kamu dari mana aja!? sudah puas shoping dan jalan jalanya?" ucapnya kepada Valencia. Dia adalah Bella Agatha ibu kandung dari Valencia.
dia singgle parent yang sejak perpisahan tersebut dia dan Valencia memutuskan tinggal di Belanda.
\=>suara lawan bicara( hallo ma,iya aku tau ma. Kemarin itu aku dari rumah Adijaya. Tapi aku malah tidak diperlakukan baik oleh barra dan Tante Clara) tutur Valen mengaduh pada mamanya tentang sikap keluarga Adijaya terhadapnya waktu itu.
"itu salah kamu! Mereka marah atas sikap kamu yang *****.
Kamu rela ninggalin barra demi pria gak jelas itu!?" hardik Bella kepada putrinya tersebut
\=>Suara lawan bicara( tapi kan waktu itu mama juga setuju kan... Kenapa sekarang malah nyalahin Valen") ucap Valen tidak terimah atas tuduhan mamanya tersebut padanya
" Yach itu salah kamu,kenapa kamu tidak bilang jika barra pacar kamu itu adalah Barra Adijaya!" ucap Bella
\=> suara lawan bicara( Yach mana aku tau jika barra itu nama panjangnya adalah Adijaya ma!" ucap Valen merutuk kebodohannya tersebut
" yaudah. Sekarang kamu harus cari rencana agar barra bisa kembali sama kamu?" ucap Bella dan terus mematikan telvonya sepihak.
Tut...Tut...Tut...
" dasar mama ini kebiasaan,orang belum selesai ngomong sudah dimatiin" ucap Valen jengkel terhadap sikap mamanya tersebut .
" eemmm... Aku tau gimana caranya barra bisa kembali sama aku" gumam Valen sambil tersenyum misterius
" tunggu aku barra,aku akan bisa milikki kamu kembali" ucapnya sambil mengambil foto barra dan dia saat mereka masih bersama.
....waktu sudah menjelang sore hari..
Anan sedang berdiri di sebuah pinggir jalan sambil membawa dagangganya.
( gimana ini? Udah sore tapi masih belum ada angkutan umum lewat. Apa aku jalan kaki aja Yach?) bathin anan
(yaudah dech aku jalan kaki aja untuk sampai rumah,itung itung olaraga) bathinya sambil tersenyum,dan kemudiaan membawa dagangganya untuk melanjutkan perjalannya biar cepet sampai rumah.
*INFO*
..sebenernya anan bisa berbicara tapi untuk itu dia harus menjalankan pengobatan di THT. Karna penyakit anan adalah jenis penyakit 'laryngitis' atau peradangan yang terjadi pada laring. Yaitu bagian dari saluran pernapasan,tempat pita suara berada. Tapi bedanya penyakit yang di derita Anandita sudah akut. Jadi perlu penanganan khusus. Anan beruntung karna penyakit ini tidak sampai membuat dia kehilangan pendengaranya,yang pada umumnya banyak pendindap penyakit tersebut mengalami gangguan dalam pendengaran serta gangguan dalam berbicara. Jadi untuk anan bisa sembuh lebih banyak.
..dari kejauhan ada tiga orang preman yang sedang mengikuti anan dari belakang,tanpa anan tau jika mereka ingin berbuat buruk terhadapnya.
" bro .. lihat tue cewek jalan sendirian" ucap preman pada temanya
" iya,ayo kita ikuti dia dan di tempat sepi kita ambil barang berharganya. Sepertinya dia habis berjualan,uangnya pasti banyak" timpal salah satu temanya
" yaudah ayo"
setelah cukup jauh mereka terus menghentikan anan yang kini sudah memasuki gang sempit menuju rumahnya.
" Hay cantik,boleh kenalan gak" ucap preman tersebut me***** dagu anan
( tolong jangan ganggu saya,saya mau pulang" isyarat anan kepada preman tersebut
" haa...haa.. Loe ****?" ucap salah satu preman meledek anan.
" tambah gampang bro kita mengambil barang dia" ucapnya kepada temanya
" iya,dan gue lihat" cantik juga nich cewek.. Gimana kalau kita bawa" timpalnya kepada temanya yang tadi me***** dagu anan
" boleh juga,ayo.."
( tolong jangan) mohon anan mundur sambil menangis,tanpa iya bisa bersuara
Bruukkkkkkk.....
" akh... si*****" rintih salah satu preman tersebut karna mendapatkan pukulan
" siapa loe! Berani berani ikut campur urusan kami!?" ucap temanya yang tidak terimah
__ADS_1
" bukan urusan kalian,jangan sampai kalian menyesal karna berhadapan dengan gue" ucap pria yang tadi memukul preman tersebut
" hallah... Per*****dengan omonggan loe! Loe siapanya cewek ini..." tanya preman tersebut menunjuk.
Tanpa banyak bicara,pria misterius tersebut memukul mundur preman tersebut.
Bugh..bugh..bugh..
Syatt... Bugh...
" akh.. Si*****.
Awas loe !" ancam preman tersebut terhadap pria misterius itu
( itukan anak Tante Clara,tuan beruang. Dia kalau di lihat" baik juga" bathin anan memandang barra yang dari tadi berkelahi dengan preman tersebut
....barra menghampiri anan yang sepertinya masih trauma atas kejadian yang menimpanya tadi.
" mari saya bantu" ucap barra mengulurkan tangannya kepada anan.
Tapi anan berdiri dan tanpa membalas uluran tangan barra.
* dasar cewek sombong* bathin barra
( terimah kasih karna anda sudah menolong saya tadi,maaf jika saya membuat anda kesusahan) isyarat tangan anan kepada barra.
..barra hanya diam melihat anan,tanpa barra menggerutu dari ucapan anan kepadanya.
( aku lupa,dia kan gak tau omongganku) bathin anan menepuk jidatnya
* cewek ini lucu juga* bathin barra yang tidak sadar sudah memuji anan
anan kemudiaan mengambil kertas dan memberikannya pada barra dengan menudukan kepalanya.
" kamu memanggilku anda? Tapi kenapa memanggil
Kevin kakak ...." ucap barra kepada anan .
Tanpa barra sadari ucapnya tersebut membuat anan binggung dengan sikapnya.
( saya ) tunjuk anan kepada dirinya sendiri
"iya kamu.. Yasudallah gak penting juga" jawab barra kembali ke mode sikapnya yang seperti biasanya.
" udah gue bilang,jika berdua panggil nama aja jangan tuan . Berasa tua gue" ucap barra menatap boy dingin.
Sedangkan tanpa barra sadari anan tersenyum dengan ucapannya tersebut.
" maaf bar ,gue panik aja tiba" loe pergi dari mobil saat gue masuk di cafe tadi" jawab boy
" emang gue anak kecil! Gue bisa jaga diri gue sendiri" ucap barra geram terhadap sikap pengawal sekaligus sahabatnya tersebut.
" yaudah gak usah di bahas. Tolong loe antar anadita ke rumahnya sekarang!" perintah barra terhadap boy.
Boy memandang anan dan penampilannya. Dia binggung karna baru kali ini barra peduli terhadap lawan jenis terkecuali mamanya atau orang yang dia sayang.
" boy!!" ucap barra dingin
" eehh iya,
Dia siapa bar? Apa..."
" tutup mulut loe,apa loe bosen hidup!" ancam barra seperti biasanya
" ok" as usual always a threat" (seperti biasa selalu ancaman) jawab boy sambil menggerutu
" gue denger boy" ucap barra lagi
(lucu juga tuan dan pengawalnya ini,aku sangka dia jahat tapi ternyata ada sikap hangat dibalik wajah dinginnya itu. ) bathin anan memandang barra.
Barra tau jika anan memandangnya tapi dia pura pura tidak mengetahuinya.
" mari nona silahkan masuk akan saya antar" ucap boy mempersilakan anan masuk kemobil
"boy..." panggil barra dari belakang nya
" ada apa lagi bar.... Katanya loe suruh ngaterin anan pulang. Terus sekarang malah manggil manggil" jawab boy kesel terhadap ulah barra
" emang loe tau alamat anan?" ucap barra yang heran dengan sikap sahabatnya tersebut
" eeh iya,kok gue lupa Yach? Emang loe gak tau alamat anan dimana.." jawab boy polos yang kemudiaan mendapat gelenggan kepala dari barra
" sama aja berarti" gumam boy
__ADS_1
kemudiaan boy menghampiri anan dan bertanya kemana alamat tempat tinggalnya.
" nona boleh kasih tau alamatnya?" ucap boy kepada anan
boy kemudiaan mendapat sepotong kertas dari anan,yang bertuliskan alamat dan memberitahukan bahwasanya dia tidak bisa berbicara.
" eehhh
Mohon maaf nona saya tidak tau" sesal boy yang baru tau anan tidak bisa berbicara
( anan tersenyum dan memberi isyarat bahwa dia tidak keberatan)
"mari nona saya antar ke alamat ini." ucap boy mempersilakan anan masuk.
Tapi anan menoleh ke barra
" tenang aja saya bukan orang jahat,saya akan mengantar kamu pulang" ucap barra yang mengetahui arti dari tatapan anan kepadanya
( ehh apa tadi gue salah denger Yach? Barra ngucapin kata saya kamu pada perempuaan... Dan setelah sekian lama?!) bathin boy melihat barra dan anan
" sampai kapan loe di luar boy" panggil barra yang sudah memasuki mobil bersama anan. Sedangkan anan di suruh duduk di depan. Sedang dia di belakang.
" eehhh...
Iya bar? " jawab boy baru tersadar dari lamunannya
Bbrrrmmmm...bbbrrrrmmm
( deruh mesin mobil menjauh)
...sesampainya di rumah Anandita.
" siapa Yach" ucap ibu anan yang sedang duduk di depan menunggu anan pulang
dari dalam mobil anan turun dan tersenyum ke ibunya.
" anan.. Kamu sama siapa?" ucap ibu anan.
( anan sama anak Tante Clara Bu,tadi kami ketemu di jalan waktu anan mau pulang) isyarat anan memberitahukan kepada ibunya
..dan dari dalam mobil barra dan boy keluar dari mobil..
" permisi Bu " ucap barra sopan
ibunya anan tersenyum dan kemudiaan mempersilahkan barra dan boy duduk.
" tidak usah Bu saya butuh" mau balik di kantor lagi" ucap barra
" och begitu,kalau begitu terimah kasih Yach nak karna sudah mengantar anak ibu pulang.. tadi ibu sempet khawatir soallnya anan belum pulang" ke rumah. Ucap Bu darsih menjelaskan
" iya Bu. Yasudah saya pamit dulu.
Wassalamu'alaikum " ucap barra menyalami Bu darsih
" waalaikumsallam nak barra" jawab Bu darsih
Kemudiaan barra memasuki mobilnya dengan boy dibelakangnya yang dari tadi mode tegas jika dihadapan orang lain selain barra dan Abraham serta Kevin dan Mark.
( sedangkan anan yang dari tadi terdiam sampai lupa mengucapkan terimah kasih,karna dia melihat barra yang begitu santun terhadap yang lebih tua. Berbeda dengan pertama kali dia bertemu barra di rumah sakit)
..ntah apa yang terjadi dengan barra??
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dikediaman Adijaya
" sayang barra belum pulang?" Clara menghampiri suaminya tersebut yang sedang berada di ruang pribadinya atau bisa disebut ruang kerjanya
" kenapa.. Barra itu sudah besar sayang. Kamu tidak usah khawatir" ucap Abraham lembut
" iya sich,tapi kand mommy tetep khawatir dad" jawab Clara cemberut
" udah..udah..
Sini duduk sini" panggil Abraham menuntun istrinya untuk duduk di*******nya. Mereka walaupun sudah memiliki anak yang sudah dewasa. Tapi hubungan mereka tetap harmonis masih sama seperti saat pertama kali menikah.
...****************...
sekian dulu kisah dari barra dan Anandita.
Maaf karna telat up Yach? Karna kemarin masih sakit.
Dan untuk cerita tentang tuan Abraham dan nyonya Clara,tidak bisa terlalu vulgar Yach... Takut tidak lolos seleksi 🙏 ini aja sudah berkali kali ditolak🙏🤭
__ADS_1