Terjebak Cinta Gadis Bisu

Terjebak Cinta Gadis Bisu
PART 12 Rencana licik valencia


__ADS_3

...ini sudah memasuki hari ke 15 untuk hari terakhir dari terapi laringitis yang diderita Anandita.


" pagi anan ? Apa kamu sudah siap untuk hari terakhir kamu terapi... Hari ini kami akan melihat bekas operasi kamu. Jadi nanti kamu bisa pelan" mengucapkan kalimat pertama mu" tutur Kevin yang sekarang sedang ada di ruanggan anan untuk memberitahukan perihal terapi terakhirnya hari ini.


" apa anan akan segera bisa sembuh dokter?" tanya Bu darsih. hari ini Bu darsih menjenguk anan sendiri,karna ayah dan adiknya sedang melakukan kesibukan masing"


" iya Bu


doain agar anan bisa cepet pulih" jawab Kevin tersenyum.


" amin" ucap syukur Bu darsih dan di angguki anan yang sekarang sedang memakan sarapan paginya


..saat ini anan dan Kevin sedang berada di ruanggan khusus terapi pasien THT.


" silahkan duduk anan? dokter khusus THT mempersilakan untuk duduk di kursi pasien.


Anan tersenyum dan kemudiaan duduk.


" baiklah sekarang saya akan melihat bekas operasi di pita suaramu.


Kamu ikutin arahan saya,pelan pelan Yach? Karna ini pertama kali pita suaramu mengeluarkan suara" nasihat dokter tersebut kepada anan. sedangkan Kevin melihat dari balik kaca ruanggan THT


" oke.


Buka mulutnya? " ucap dokter itu kepada anan.


Dokter tersebut memeriksa bagian dalam mulut anan menggunakan senter kecil.


"eemm bagus bekasnya sudah agak membaik.


Kemungkinan kamu sudah bisa jika sekarang saya latih untuk berbicara pelan pelan ?


Tutur dokter itu memberitahukan anan.


" kamu ucapin satu kata Yach? Inget!?


Pelan pelan aja"?


..anan berusaha mengeluarkan satu kata dari mulutnya. Walaupun agak sakit,karna ini baru pertama kalinya dia dioperasi dibagiaan pita suaranya. Tapi itu tidak membuat anan menyerah,dia justru bertekad agar bisa berbicara.


Sejak kecil anan hanya sekolah sampai SMA dan itupun dia dikucilkan oleh teman" nya karna dianggap anak cacat. Tapi bagi guru anan dia siswa yang pintar. Walaupun untuk berkomunikasi harus menggunakan tulisan dan gerak tubuh sebagai isyarat. Tapi itu tidak membuat anan merasa malu ataupun sedih. Dia malah bertekad bahwa dia mampu melebihi anak lainya yang sehat. Dan mimpi itupun terwujud. Anan lulus dengan nilai terbaik di sekolahnya tersebut. tapi mimpi anan sudah cukup sampai disitu,karna baginya untuk bisa mengenyam pendidikan di bangku universitas membutuhkan biaya lagi,Yach walaupun dia mendapatkan beasiswa tapi gimana dengan tempat tinggal dan makan dia sehari" di kota...


Jadi dia memutuskan belajar membuat kue dari ibunya untuk kehidupan mereka sehari" dan kemudiaan menjualnya di pasar ataupun keliling di sekitar tempat tinggalnya.


" kk..aak kk..e..vv..in" ucap anan mengeluarkan suaranya walau pelan tapi itu berhasil membuat dokter tersebut bahkan anan yang saat ini mengeluarkan airmata kebahagiaan.


" oke bagus anan.


Coba kamu ngomong yang lainya.." ucap dokter itu yang senang karna usahanya tidak sia sia.


" **..er..iimm..ah kk...aa..sih ddo...kk...tter..." ucap anan tersenyum


" iya anan saya senang kamu berusaha sembuh." jawab dokter tersebut tersenyum


" oke.


besok kamu bisa pulang anan. Tapi inget!? Di rumah juga harus berlatih berbicara Yach... Jangan lupa minum vitamin dan obat yang saya resepkan. jgn lupa bulan depan saya mau lihat kamu sembuh saat kamu checkup di sini?" ucap dokter tersebut menasihati anan


" bb..aa..ok" jawab anan tersenyum


setellah hasil test tadi anan dan Kevin sedang berada di ruanggan THT. Mereka masih menunggu berkas hasil perkembangan terapi anan beberapa Minggu ini.


" gimana anan kamu tadi di dalam? Apa kamu..." tanya Kevin yang belum sampai meneruskan kata"nya


" ii...ya..." jawab anan


Sedangkan Kevin melonggo mendengar suara anan pertama kali


" apa itu kamu yang bersuara tadi anan?" tanya Kevin yang merasa dia salah dengar

__ADS_1


" ii..ya kk..ak kk..evin" ucap anantersenyum geli melihat muka benggong Kevin saat ini yang sedang menatapnya.


Kevin yang setellah itu tersadar saat tepukan tangan anan di tangannya. Dia jadi sadar dan langsung memeluk anan.


" terimah kasih anan? Kamu sudah berusaha keras agar sembuh. Terimah kasih." ucap Kevin yang sedang memeluk anan


anan melepas pelukannya dan tersenyum sambil mengganguk.


" yaudah ayo kita beri tau ibu kamu." ucap Kevin menggandeng tangan anan.


...----------------...


Sedangkan saat ini di bandara.


Ada seorang wanita yang masih anggun walaupun usia sudah matang.


Tap..tap..tap..


" Oma? mari kita naik mobil jemputan kita" ucap laki" muda yang ternyata itu Omanya.


" sebentar dav,tunggu opa dan adikmu.mereka sedang membeli oleh" di pusat oleh" di sana" jawabnya sambil menunjuk keberadaan cucunya yang lain


" eemm.. emang gak bisa nyuruh pengawal apa Oma?" tanya sang cucu


" you have to get used to dav" ( kamu harus terbiasa dav) . Ucap sang nenek tersenyum melihat kelakuaan suami dan cucu perempuannya.


" ayo Grace aku dan Alice sudah selesai berbelanja" tegur sang suami menghampiri istri dan cucu lakin" nya yang sedang menunggu mereka


" oh akhirnya...


ayo opa..oma.. Aku sudah lapar ingin makan masakan bibiku tersayang" ucap cucu perempuannya mengeluh


" yang seharusnya bilang gitu. Gue Alice bukan malah loe!" jawab sang kakak


" yaudah" ayo kita pulang" sela sang kakek.


Mereka saat ini sudah sampai di rumah sang anak pertama. Abraham Adijaya.


" akhirnya kita sampai juga" ucap sang nenek membuka pintu mobil.


" sedangkan cucu perempuaan dan laki"nya berada di mobil lain.


" ayo kita keluar,aku gak sabar bertemu Abraham dan Clara serta 2 cucu laki" ku" ucap sang suami.


...dari dalam rumah. Clara dan Abraham diberitahukan bahwa orang tua di keluarga mereka sudah sampai dikediaman keluarga Adijaya.


" ayo sayang?


Mama sama papa sudah sampai" tarik Clara kepada Abraham yang saat ini sedang berada di ruang keluarga bersama barra dan vano.


" mamaaaa... papaaa" ucap Clara menghampiri sang mertua dan memeluknya


" gimana kabar papa dan mama? tanya Abraham


" seperti yang kamu lihat abra. kamu baik" jawab sang ayah.


" yaudah ayo kita di ruang makan.. Clara sudah masak menu kesukaan mama sama papa" ucapclara menggandeng sang mertua


" och iya dimana mereka?" tanya barra mencari kedua sepupunya.


..dari pintu masuklah 2 sepupu barra dan Kevin..


( keluarga yang saat ini datang di kediaman Adijaya iallah. Grace dan Alex adalah Orang tua kandung Abraham yang datang dari LA. Mereka datang kesini karena ingin melihat calon CEO baru dari keluarga Adijaya group. Mereka datang bersama dua cucu laki" dan perempuaanya. sedangkan adik dari Abraham datang terlambat karna ada urusan kantor di LA. David dan Alice sepupu dari barra dan vano. Sedang adik dari Abraham adalah perempuaa namanya erica dan suaminya Daniel pengusaha terkaya nomer 4 di IND.


Adijaya adalah pengusaha terkaya nomer 1 di LA dan IND. tidak heran jika mereka sangat dikenal dikalangan pengusaha sukses tidak terkecuali suami dari adiknya tersebut.


..saat ini mereka sedang berada di ruang makan..


" paman..bibi... Aku disini" ucap Alice berlari menghampiri sang bibi Clara.

__ADS_1


" Hay David gimana kabar kamu.." tanya vanno kepada sepupu laki"nya tersebut


" gue baik Van." ucapnya sambil tersenyum


" eemm bibi aku lapar. Bolehkan?" tanya Alice yang sedari tadi diam karna melihat makanan di depanya


" dasar tukang makan" ejek barra kepada adik sepupunya tersebut


" boleh sayang.


Ayo ma..pa.. Kita makan dulu. Terus nanti lanjut ngobrolnya di ruang keluarga" ucap abraham


..saat ini Clara,Oma Grace dan Alice sedang berada di ruang keluarga. Sedangkan para laki" berada di ruanggan kerja Abraham.


" Clara gimana proses acara kantor besok... Apa sudah rampung?" tanya Grace kepada menantunya yang saat ini duduk disampingnya


" sudah 90 % ma. Besok sudah bisa dipakai acara kantor" jawab Clara lembut


" eemm kenapa kamu tidak mengadakan di mansion utama? kenapa harus di hotel? Tanya Grace binggung


" mas Abraham gak mau ma. Kata dia rumah utama akan di publish saat kami punya cucu dari barra ataupun vano. Untuk sekarang biar jadi rahasia dulu" tutur Clara memberi pengertian sang mertua


" manisnya anakku" gumam Grace memuji anaknya


" iya mama mas Abraham memang begitu,bagi orang yang belum mengenalnya mungkin mengganggap nya kejam ataupun sejenisnya" ucap Clara tersenyum


" iya kamu benar.


Lalu bagaimana.. Kapan kamu menikahkan barra? Dia sudah berumur Clara!?" tegur greace mengginggatkan sang menantu


"iya mom. Clara masih mencari yang sesuai.


Yang jelas dia gadis baik dan santun." jawab Clara


" iya mama setuju.


Karna kita tidak pernah memandang kasta,yang terpenting dia bisa menjaga harkat martabat keluarga Adijaya. Soal uang dan pendidikan itu bisa dicari" tutur Grace tersenyum teduh.


" itu yang bikin Clara sangat sayang sama mama. Mama juga dulu sangat baik sama Grace walaupun Grace anak dari panti asuhan tapi mama tidak mempermasalahkan itu" jawab Clara menitihkan air mata mengggingat kebaikan sang mertua tersebut.


" kamu jangan nangis sayang,mama tau kamu gadis baik. Maka dari itu mama suka dan sayang kamu" jawab Grace tersenyum dan memeluk sang menantu


" thanks mom" lirih Clara kepada sang mertua


" iya sayang" jawab greace mengusap rambut Clara


..sedangkan Alice sibuk melihat Drakor favoritnya sampai gak sadar dibelakangnya ada adegan kasih sayang.


...disebuah cafe saat ini ada Leo dan Valencia,mereka sedang membahas soal acara barra besok..


" aku harus berbuat sesuatu agar barra bisa kembali sama aku leo" ucap Valen yang belum sadar eksperesi Leo saat ini


" aku ingin datang besok di sana.


Tapi gimana caranya?" tanya Valen kepada Leo yang hanya diam


" Leo!" tegur Valen jengkel karna sedari tadi Valen hanya membicarakan barra


" sebaiknya jangan val.. Aqw gak ingin kamu dipermalukan di sana. Mereka gak akan mau Nerima kamu setellah apa yang kamu lakukan dulu pada anaknya" nasihat Leo sekaligus khawatir akan Valencia


" aku sudah punya rencana buat besok agar barra bisa Nerima aku" ucap Valen dingin


" apa rencana kamu Valen!?" tanya Leo penasaran


" lihat saja besok" senyum valen kemudiaan.


* aku harap kamu tidak menyesal Valen? * bathin Leo memandang Valen


...****************...

__ADS_1


__ADS_2