
di kediaman Kevin.
" Kevin kamu sedang apa nak?" tanya Laura. Dia adalah ibu Kevin.
.Kevin terlahir dari keluarga blasteran,ibu Kevin terlahir dari keluarga Amerika sedangkan ayahnya keluarga asli Jawa. Ayah Kevin bekerja sebagai pasukan TNI Kopaska( komando pasukan katak). Kevin dan ayahnya sangat berbeda. Kevin lebih menyukai dunia kedokteran,maka dari itu dia dulu memutuskan di program kedokteran.
..seperti kuliah pada umumnya untuk menjadi seorang dokter harus menyelesaikan pendidikan sarjana dalam kurun waktu 3/5 hingga 4 tahun. Selama menjalani perkuliahan,mahasiswa kedokteran akan diasah kemampuaanya melalui skill lab,pendalaman materi histologi,mikrobiologi,hingga anatomi.)
"eeh mama.
Kevin lagi membereskan berkas untuk calon pasien" jelas Kevin kepada mamanya
" calon pasien?" binggung ibunya dengan omonggan Kevin
" maksud Kevin. Ini berkas buat temen Kevin ma,dia dibantu Tante Clara buat menjalani pengobatan di RS'nya." ungkap Kevin menjelaskan
" emang temen kamu sakit apa? Sampai Clara turun tangan nak?" tanya Laura binggung
" laringitis ma,penyakit yang menyerang laring di kerongkongan. jadi dari kecil dia tidak bisa berbicara. Dan kebetulan waktu itu Tante Clara membantu dia pas ibunya ditabrak lari orang waktu juallan kue. Sejak saat itu Kevin sering bertemu anan" jelasnya panjang lebar sambil memasukan berkas persetujuan kedalam tas dokternya
" nama siapa? Mama lihat waktu kamu menjelaskan tentang gadis itu ada yang berbeda waktu kamu nyebutin namanya? senyum Clara meminta penjelasan putra tunggalnya tersebut
" aahh masa siech ma... Salah lihat mama?
Yaudah Kevin berangkat dulu keburu kesiangan" ucap Kevin menyalami mamanya tersebut
" yaudah jika kamu Masih malu.
Kapan" mama kenalin Yach?" ucap Laura masih menggoda Kevin
" iya iya. Yaudah Kevin berangkat.
Assalamualaikum " Kevin keluar dari kamar sambil mengucapkan salam
" waalaikumsallam "
* anak ini. Biasanya kalau soal cewek gak pernah ngomong sambil senyum apalagi inget namanya* bathin Laura melihat putranya yang berlalu.
Beberapa saat berkendara.kevin sekarang sudah berada di pekarangan rumah Anandita.
Tok...tok...tok" assalamualaikum Anandita?" ucap salam Kevin sambil mengetuk rumah anan
Klekkk... ( suara pintu terbuka)
(waalaikumsallam
Kak Kevin? Sini mari silahkan masuk) isyarat tangan anan mempersilakan Kevin masuk.
( ada apa Yach kak? Kok kakak pagi pagi di rumah anan... ) isyarat anan kepada Kevin
" ada ibu bapak kamu gak? Tanya Kevin
..anan mengganguk dan kemudiaan berjalan di dalam untuk memanggil ayah ibunya...
Beberapa saat kemudiaan anan kembali di ruang tamu sambil membawa nampan berisi teh hangat dan singkong rebus.
" nak Kevin?
Apa kabar..." dari dalam Bu darsih dan pak Ahmad menghampiri kevin dan tersenyum
" allhamdullilah baik Bu." jawab Kevin
" silahkan diminum nak tehnya" ucap pak Ahmad mempersilahkan Kevin
" iya pak terimah kasih." ucap Kevin sambil meminum teh buatan anan
__ADS_1
* eem enak juga buatan anan* bathin Kevin sambil menyesap minumannya
" sebelumnya maaf nak Kevin ada apa kemari pagi pagi?" ucap Bu darsih
" gini Bu sebelumnya saya minta maaf.
Ini saya disuruh kesini oleh Bu Clara,perihal Anandita" ucap Kevin menjelaskan
" ada apa nak dengan Anandita?" tanya Bu darsih cemas,takut anan melakukan kesalahan
" tidak Bu bukan itu maksud saya." ucap Kevin menyerahkan berkas yang sedari tadi dia keluarkan
" ini silahkan dipelajari dulu.. Ini untuk pengobatan anan." Kevin menyerahkan berkas tersebut kepada pak ahmad
" ini untuk apa nak?" tanya pak Ahmad binggung
" silahkan dibaca dulu pak berkasnya" ucap Kevin
" maksud nak Kevin anan bisa menjalani pengobatan untuk penyakitnya?? Tanya pak Ahmad kemudiaan,yang sudah membaca isi dalam berkas tersebut
" iya pak. Ini atas permintaan Bu Clara. Selama pengobatan anan akan diawasi oleh dokter khusus THT.jadi ibu bapak tidak perlu khawatir lagi soal biaya selanjutnya" jelas Kevin kepada pak Ahmad dan bu darsih
" ya Allah allhamdullilah" ucap syukur pak Ahmad dan bu darsih,serta tangis haru anan yang sedari tadi mendengar penjelasan Kevin.
( kak terimah kasih.. Tolong sampaikan terimah kasih saya buat Tante Clara?) isyarat anan sambil meneteskan air mata
" iya akan saya sampaikan anan" ucapa Kevin tersenyum
" jadi gini pak,bu,pengobatan ini akan dilakukan hari ini. Agar anan bisa segera sembuh." ucap Kevin meminta persetujuan pak Ahmad dan bu darsih
" iya nak, iya" ucap pak Ahmad
" ini saya perlu tanda tangan Anandita sebagai pasien" ucap Kevin
" baiklah anan kamu siap" dulu bawa barang yang kamu perlukan saja" ucap Kevin menyuruh anan untuk mempersiapkan apa yang dia butuhkan saat menjalani pengobatan di rumah sakit.
" ibu bantu nak" ucap Bu darsih ikut membantu anan
..anan tersenyum dan mengganguk..
Beberapa saat kemudiaan,anan sudah keluar dari kamar membawa tas yang berisi pakaiannya.
" sudah anan?" tanya Kevin
...anan mengganguk dan tersenyum...
" yaudah pak..Bu mari jika mau ikut ke rumah sakit... Nanti akan saya antar saat bapak,ibu pulang." ucap Kevin mempersilakan orang tua anan untuk ikut
" iya nak saya ikut Yach?" ucap bu darsih
Beberapa saat kemudiaan. Bu darsih dan pak Ahmad serta Gea adik anan ikut. Gea libur sekolah demi melihat operasi kakaknya di rumah sakit. Dia antusias ingin mendengar kakaknya berbicara untuk pertama kalinya.
" silahkan masuk pak,Bu?" Kevin membuka pintu mobil belakangnya untuk pak Ahmad,Bu darsih serta Gea. Sedangkan anan ada di kursi depan samping anan.
" terimah kasih nak" jawab pak Ahmad
" iya pak " ucap Kevin tersenyum
bbrrrmmmm....bbrrrrrrmmmm( bunyi mobil Kevin meninggalkan pekarangan rumah anan.
..setibanya mereka di rumah sakit medical hospital...
" mari ikut diruangan saya pak,Bu? " ucap Kevin mengajarkan pak Ahmad dan bu darsih serta anan ke ruangganya
" silahkan masuk " Kevin mempersilahkan mereka masuk
__ADS_1
" disini saya akan menjelaskan tentang pengobatan yang akan di jalani anandita" ucap Kevin menggambil laptop kerjanya
..beberapa saat kemudiaan mereka sudah ada di luar ruangan inap..
" baik mari anan kamu akan saya periksa dulu sebelum operasi berlangsung" ucap Kevin yang sekarang berada di ruanggan pasien
" kesehatan kamu baik. Jadi nanti agak sianggan bisa menjalani operasi laring" ucap Kevin menjelaskan kepada anan
( terimah kasih banyak kak? Karna kakak selama ini selalu ada buat anan) isyarat anan sambil memegang tangan Kevin
* eehh ini kenapa jantungku... Perasaan aku gak pernah gini. Apa aku gejala sakit jantung Yach?* bathin Kevin merasakan jantungnya mau lompat saat anan memegang tangannya
" eehh iya anan sama" karna kamu sudah berkeinginan sembuh" ucap Kevin melepaskan tangannya
* apa aku sudah jatuh cinta sama kamu anan? Tapi gak mungkin, aku gak pantas buat kamu* bathin Kevin memandang anan
(kak kamu kenapa ) anan menepuk pundak kevin yang sedari tadi memandangnya
" eeh iya kenapa anan?*" tanya Kevin salah tingkah
( kakak kenapa dari tadi diam?) isyarat anan
" gak apa" kok anan. Yaudah kamu istirahat dulu sebentar lagi ada suster yang akan membantu kamu" jawab Kevin salah tingkah melihat pandangan anan
Sedangkan di rumah Adijaya. Barra yang sedang berada di kamar,sedari tadi mondar mandir di depan jendela kamarnya.
*apa anan jadi menjalani operasi hari ini Yach? Apa aku tanya aja ke mommy...* bathin barra yang sedari tadi bergulat dengan perasaanya sendiri
Tok...tokk
" iya siapa?" ucap barra
" ini mommy barra..
Kamu kenapa gak turun? Apa kamu gak sarapan nak?" jawab Clara di balik pintu kamar barra
" masuk mom,gak dikunci" jawab barra
Klekk ( suara pintu terbuka)
" What is it, honey ? why are you silent in the room.."(kenapa sayang? Kamu berada di kamar...)
Tanya Clara menghampiri putranya yang sedang duduk di depan jendela kamarnya
" no mommy.
Aku cuma sedang malas keluar kamar saja" jawab barra dingin tanpa melihat mamanya
" hey...
Sini lihat mama,apa kamu ada masalah sayang?" ucap Clara memegang pundak barra sambil tersenyum
* aku gak mungkin tanya mommy soal operasi anan,bisa malu aku* bathin barra melihat mommy nya yang saat ini sedang duduk di depan kursinya
" hey ditanya malah diem aja siech.." gertak Clara kepada barra yang sedari tadi hanya diam tanpa menjawab pertanyaannya
" maaf mom.
Yaudah kita sarapan dulu,barra juga mau berangkat ke kantor. Ada meeting juga buat pengangkatan jabatan barra besok di kantor." ucap barra berdiri mencoba menggalihkan pertanyaan mommynya
" oh oke . Tapi harap jika kamu ada masalah jangan dipendam saja. Carillaha seseorang yang bisa kamu ajak berbagi perasaan kamu. Seperti orang yang kamu cintai" jawab Clara menasihati putranya tersebut
" not for now mommy"(tidak untuk sekarang mommy) jawab barra dingin dan berlalu dari kamarnya
*mommy tau ada sesuatu yang sedang kamu rahasiakan dari mommy,dan mommy akan tunggu sampai kapan kamu akan simpan itu* bathin Clara tersenyum
__ADS_1