
..Kevin sudah sampai di rumah anan.
" kakak langsung balik aja Yach? Sudah malam. Inget ganti baju terus tidur?" nasihat Kevin dari dalam mobil
" iya kak terimah kasih Yach untuk hari ini" ucap anan tersenyum
" iya sama sama.
Yaudah kakak pulang dulu." ucap Kevin yang sudah menurunkan anan.
" iya kak.
Hati hati" jawab anan mengangguk.
Bbrrrrmmmmmmm.
Suara deru mobil Kevin melaju dari rumah anan.
Tok..tok..
"Assalamualaikum Bu?" panggil anan mengetuk pintu rumahnya
" wassalamu'alaikum" suara Bu darsih dalam rumaha
Klekk
Suara pintu terbuka.
" ayo masuk anan" ucap Bu darsih membuka pintu
" iya Bu." jawab anan duduk di ruang tamu
" ayah sama Gea dha tidur Bu?" tanya anan yang sekarang sedang bersama ibunya di ruang tamu
" iya anan.
Gimana tadi di pesta Bu Clara.." tanya Bu darsih
" mereka baik semua Bu. Cuma..." jawab anan menggantung ucapnya
" cuma apa nak?" tanya Bu darsih
" anaknya tante Clara itu orangnya dingin banget,gak pernah senyum Bu. Gak seperti sepupu sepupunya tadi." ucapanan membayangkan muka barra tadi
" mungkin memang begitu orangnya. Tapi sewaktu dia kesini nganter kamu waktu itu,sepertinya dia laki laki sopan dan baik anan.
Mungkin kamu cuma belum kenal saja,jadi kamu berfikiran begitu." ucap Bu darsih menasihati putrinya
" mungkin begitu Bu" jawab anan
" ibu seneng anan karna sekarang kamu dikelilingi oleh orang orang baik" senyum ibunya melihat anan.
" iya Bu.
Anan juga bersyukur" jawab anan tersenyum
" yaudah kamu cepetan masuk kamar terus tidur" ucap Bu darsih berdiri
" iya Bu" ucap anan memasuki kamarnya.
Klekk.
Anan membuka pintu kamarnya.
Dia kemudiaa membersihkan wajahnya terus ganti baju dan dia naik ke tempat tidurnya.
* tuan beruang itu... Apa bener kata ibu tadi Yach? bathin anan membayangkan wajah barra*
" yaudallah lagian gak penting juga. Mungkin bener kata ibu jika itu memang sikapnya" ucap anan kemudiaan
" yaudah aku tidur aja,besok aku mau mencoba mencari pekerjaan aja." gumam anan menarik selimutnya
..beberapa saat kemudiaan dia sudah berada di alam mimpinya..
....sedangkan barra sedang berada di kamar hotelnya. Dia sedang berada di balkon kamarnya..
* perempuaan itu? Kenapa seperti nya dia berbeda dengan perempuaan lainya... Dia melihatku seperti takut,terus biasanya jika perempuaan lainya melihat aku mereka pasti langsung tebar pesona. Tapi kenapa dia malah takut denganku?* bathin barra binggung dengan sikap anan tadi
...barra menuju kaca di kamarnya. Dia terus menghadap kaca tersebut dan memutar mutarkan tubuhnya.
" perasaan aku baik baik saja.
Apa mungkin karna umurku jadi aku kelihatan tua?" gumam barra melihat mukanya
" gak aahh..
Mungkin emang perempuaan itu aja yang aneh" ucap barra kemudiaan naik di tempat tidurnya.
" yasudallah aku tidur aja. Besok adalah hari yang begitu sibuk buatku" ucap barra mematikan lampu kamarnya.
...----------------...
..hari ini di kantor skyline barra disibukan dengan wartawan yang menanyakan tentang berita hubungannya bersama dengan Valencia.
" pak barra... Pak barra gimana kabar tentang semalam? Apakah itu benar..."
__ADS_1
" apakah itu mantan anda dulu pak?"
" apa kalian sudah berhubungan cukup lama pak barra?"
..itulah suara suara wartawan yang mencegat barra di pintu masuk perusahaan.
" silahkan kalian pergi! Itu semua berita palsu" suara boy menghalangi wartawan untuk masuk ke dalam perusahaan
..barra bisa masuk setellah boy dan satpam kantor menyuruh mereka untuk bubar.
Saat ini barra berada di ruanggan bersama Abraham.
" dad gimana ini bisa terjadi? Bukan nya semalam sudah kita selesaikan..." barra mempertanyakan situasi pagi hari ini
" kemungkinan ada salah satu tamu kita yang sempat merekam kejadiaan semalam" jawab Abraham memijat pelipisnya
" boy !?" panggil barra kepada boy yang saat ini berada disampingnya
" iya aqw akan kerjakan" ucap boy yang mengerti maksud barra
" aqw mau malam ini kamu bawa orang itu kehadapan saya!" ucap barra dingin sambil menggerakkan giginya.
" ok.
Saya permisi dulu" boy meninggalkan ruanggan
sementara itu di bandara Valen dan bella sedang menunggu jam keberangkatan pesawat mereka.
" ma.. Maafin Valen" ucap Valen yang sedari tadi terdiam
" kamu gak perlu minta maaf Valen.
Ini salah mama,emang gak muda menghancurkan keluarga Adijaya." jawab Bella dingin. Dia masih belum berhenti sampai bisa untuk membuat hidup keluarga Adijaya hancur
" kita akan kembali. Tapi suatu saat mama akan hancurkan barra Adijaya!" ucap Bella sambil melihat sekitar,karna dia tau ada beberapa pengawal Adijaya yang mengawasi keberangkatan dia.
" tapi ma?" belum sempat Valen berbicara dia sudah mendapatkan tatapan dari mamanya
" diam!" ucap Bella menatap Valen
Setellah itu tidak ada pembicaraan apapun antara Valen dan mamanya. Sampai mereka menaiki pesawat untuk kembali ke negara mereka.
" hallo bar.. Mereka sudah pergi..
Kemungkinan memang bukan mereka. Tapi tenang aja gue udah kirim beberapa pengawal buat mengintai mereka di negaranya" ucap boy yang sedari tadi melihat Valen dan Bella dari kejauhan.
" gue akan cari siapa orang yang nyebarin foto foto pada malam itu" ucap boy lagi
...sementara itu barra di kantornya ..
Tut..Tut..tutt
* kamu belum tau berurusan dengan siapa* bathin barra dingin
..barra keluar dari ruangganya untuk menyerahkan berkas yang sudah dia tanda tangani ke Abraham .
Tok..tok..tokk
" dad aku bawa berkas buat rapat siang nanti" ucap barra memasuki ruanggan Abraham
" oke good.
gimana soal orang yang menyebarkan berita semalam? Apa sudah ketemu.." tanya Abraham kepada barra yang sedang duduk di sofa sambil bersandar
" belom dad. Tapi ini tidak ada hubungannya dengan Valen dan ibunya. Kemungkinan emang bener kata Daddy" jawab barra memejamkan matanya
" kamu lelah barra sebaiknya kamu pulang saja. Biar nanti masalah rapat biar Daddy dan boy yang handle." ucap Abraham yang melihat barra sedikit berantakan akibat masalah yang diakibatkan Valencia dan ibunya.
" iya dad sebaiknya aku pulang saja. Sorry dad" jawab barra berdiri sambil memegang pelipisnya
" iya. Cepet kamu pulang" tutur Abraham
..barra kemudiaan memutuskan pulang dan mengistirahatkan badan dan pikirannya .
Tin..tin..tin
Suara klakson mobil saling bersahutan di jalan raya.
Sedangkan barra juga sedang berada di kemacetan tersebut.
" shitt." umpat barra yang terus mengklakson mobilnya
" aduh cukup lengkap kejadiaan hari ini" ucap barra membuka kaca mobil
saat barra membuka pintu mobilnya,dia melihat anan yang sedang berjalan di pinggir jalan sambil membawa tas.
* mau kemana dia? Baru juga sembuh udah keluyuran* gumam barra melihat anan.
"apa aku samperin Yach?
Tapi ntar dikira aku mau ngapa ngapaiin dia lagi. Waktu itu aja sempet ragu pas aku tolongin dia. Ucap barra mengingat kejadiaan waktu anan diganggu preman.
..tapi walaupun begitu barra masih melihat anan dari mobilnya.
" eehh yaudah dech" ucap barra membuka pintu mobilnya dan menghampiri anan yang sedang berhenti karna membeli sebuah minuman pinggir jalan.
__ADS_1
" hey!" ucap barra melihat anan sedang duduk sambil meminum es'nya
" astaga?" anan hampir jatuh karna panggilan barra yang mengagetkan dia,untungnya barra sigap memegangi kursi anan.
" kamu! Kenapa siech tuan selalu bikin saya takut.. Emang gak bisa Yach tuan sedikit lembut" ucap anan memegang dadanya
" kamu baru sembuh kenapa meminum minuman sembarangan!?" ucap barra tanpa menjawab pertanyaan Anandita
" tuan jangan keras keras itu ada penjualnya" gumam anan mengingatkan.
..barra hanya diam dan menarik anan..
" tuan..tuan mau kemana?" ucap anan yang menepis tangannya saat barra menariknya
" antar kamu pulang" jawab barra dingin
" saya bisa sendiri tuan. lagian saya sedang minum dan saya juga belum membayar minuman saya" jawab anan panjang lebar .
..tanpa basa basi barra mengeluarkan uang 100 ribu untuk diberikan kepada penjuala es tersebut
" terimah kasih pak. Dan maaf atas omonggan saya tadi" ucap barra lalu menarik anan dan pergi.
" terimah kasih tuan!!" teriak pedagang es tersebut karna barra dan anan sudah agak jauh dari pinggir jalan.
" tuan tapi saya mau....." belum selesai anan berbicara barra mendekatinya
" pasang seatbeltnya jangan sampai kamu kenapa kenapa" ucap barra menatap anan
" tapi saya mau mencari pekerjaan" ucap anan sambil cemberut
" eehhh yaudah saya antar kamu" jawab barra tanpa melihat anan.
"tapi tuan saya gak bisa masang ini" jawab anan polos
* ya ampun* gumam barra gemas melihat tingkah anan.
..kemudiaan barra mendekatkan wajahnya dengan anan hingga membuat anan mati kutu dan merasa jika mobil ini cukup panas.
" sudah sampai kapan kamu akan memandang saya" jawab barra yang sudah memasang sabuk pengaman untuk anan kenakan.
" eeh.. siapa juga yang memandang tuan." ucap anan mengalihkan tatapannya
* dasar kamu kira saya gak tau* bathin barra sedikit mengangkat bibirnya
Setellah beberapa jam berkendara barra membawa anan ke rumahnya.
" ayo keluar.." ucap barra yang membuka kan pintu mobil buat anan
" loh ini kand dirumah tuan... Ngapain tuan bawa saya kesini... Jangan macam macam Yach? Saya bisa teriak nich" ucap anan turun dari mobil
" siapa juga yang mau sama kamu. Katanya kamu mau pekerjaan.. mommy butuh asisten jadi kenapa gak kamu aja yang jadi" jawab barra meninggalkan anan
" ehh tuan tunggu saya" teriak anan
* dasar gadis aneh* bathin barra memasuki rumahnya
" bibi bilang sama mommy ada Anandita. Saya mau masuk kamar dulu" pesan barra kepada Siti pembantu junior rumah Adijaya
" baik tuan ganteng" jawabnya tersenyum
..Siti memanggil nyonya nya dan kemudiaan mbawakan Anandita minuman .
" silahkan nona cantik diminum jusnya" ucap Siti mempersilakan anan
" terimah kasih bi. Tapi apa Tante Clara ada?" tanya anan yang belum melihat Clara
" nyonya sebentar lagi turun nona. Saya tinggal didapur dulu Yach?" ucap Siti sambil berlalu membawa nampan.
...dari tangga turun Clara yang melihat anan di bawa .
" anan apa sudah lama menunggu?" tanya Clara menghampiri anan
..anan menyalami tangan Clara dan kemudiaan duduk.
" belum lama Tante. Saya tadi disini bersama tuan barra. Tadi saya ketemu tuan dijalan saat saya sedang mencari pekerjaan. Kalau boleh tau kata tuan Tante Clara membutuhkan asisten pribadi" ucap anan panjang lebar
" iya saya butuh asisten buat butik saya anan. Terkadang saya sedikit kewalahan saat banyak pembeli" ucap Clara tersenyum
" apa kamu mau pekerjaan ini anan?" tanya Clara
" saya mau Tante. Mau banget. Kapan saya bisa kerja Tante Clara?" tanya anan antusias
" besok saja mulai kerja.. Nanti kamu berang Kat jam 8 pagi di rumah saya terus bareng kebutik sama saya. Gimana?" ucap Clara menjelaskan
" baik Tante saya bisa" jawab anan mengangguk.
" baiklah kalau gitu. Mari silahkan kamu minum" ucap Clara
" iya Tante" jawab anan
" kemana barra anan? Kok gak kelihatan" tanya Clara yang tidak melihat barra
" tadi saya lihat tuan naik keatas Tante." ucap anan.
" och gitu yaudah.," jawab clara
__ADS_1
...****************...