Terjebak Cinta Gadis Bisu

Terjebak Cinta Gadis Bisu
PART 11 Perasaan Kevin terhadap anan


__ADS_3

Di Sebuah Rumah sakit ternama. Dokter kevin sedang berada di ruanggan operasi Anandita.


Kevin di dalam sedang memantau pengobatan Anandita oleh dokter THT.


...setellah 3 jam proses operasi laringitis kepada penyakit anan.


kleekkk.. ( suara pintu ruang operasi dibuka)


" permisi dokter?" cegah pak Ahmad kepada dokter THT


" iya apa anda keluarga dari pasien bernama anadita? Tanya dokter tersebut


" iya saya ayah dari Anandita dok.


gimana operasi putri saya... Apa berhasil dok?" tanya pak Ahmad kepada dokter tersebut


" Alhamdulillah operasinya berjalan lancar.


Untuk pemulihan pasien sebentar lagi akan di pindah di ruang rawat inap" ucap dokter tersebut tersenyum


" allhamdullilah ya Allah.


Terimah kasih dokter. Apakah saya bisa melihat putri saya dok..." timpal Bu darsih


" maaf Bu,pak sementara ini pasien belum bisa diganggu. Tunggu sampai dia sadar baru bisa dijenguk.


Yaudah pak,Bu saya permisi dulu" ucap dokter tersebut menjelaskan dan kemudiaan mempersilahkan undur diri


" iya dok terimah kasih." ucap pak Ahmad.


Sedangkan di dalam ruang operasi masih ada Kevin yang sedang memandang Anandita yang masih belum sadar.


" permisi dok.. Pasien mau saya pindah di ruanggan inap pasien?" tutur perawat memohon ijin kepada kevin.


" silahkan suster" ucap Kevin mundur dari samping tempat tidur anan


Suster tersebut kemudiaan merapikan infus selang anan dan kemudiaan mendorong tempat tidur anan,untuk kemudiaan di pindahkan di ruanggan rawat inap.


Sedangkan Kevin menyusul di belakang,untuk mengawasi anan saat dipindah di ruanggan inap.


" dokter Kevin?" panggil Bu darsih melihat Kevin keluar dari ruang operasi


" eeh Bu darsih.


Iya ada apa buk?" tanya Kevin tersenyum menghampiri Bu darsih yang sekarang sedang berada di kursi roda. Sejak kejadiaantabrakan tersebut Bu darsih .asih belum bisa berjalan.


" apa anan akan bisa berbicara dok?" tanya Bu darsih


" insyaallah atas kehendak Allah SWT. Anan akan bisa segera pulih dan bisa berbicara" Kevin menjelaskan kepada Bu darsih tentang apa yang boleh dan tidak boleh anan makan dan minum saat setellah operasi.


" baik dok terimah kasih atas informasinya.. Saya akan ingat" ucap pak Ahmad dan bu darsih tersenyum


" dimana Gea Bu?" tanya Kevin


" Gea sedang di kantin dok" jawab Bu darsih


" och.


Yaudah saya mau melihat keadaan anan dulu. Ibu bapak bisa ikut saya,tapi tunggu di depan ruanggan saja.. Sampai anan sadar baru boleh bergantian menjenguknya" ucap Kevin panjang lebar


" baik dok.


Mari" ucap pak Ahmad mengikuti langkah Kevin sambil mendorong kursi roda istrinya


..dari kejauhan ada seorang laki" yang sedang mendengarkan percakapan Kevin dan orang tua anan. Laki" itu adalah boy. Dia diperintah barra untuk mencari tau keadaan Anandita di rumah sakit. Ini hal yang aneh buat boy, karna sejak barra putus dengan Valen boy tidak pernah melihat barra memperhatikan wanita lain. Dia berubah dingin sejak ditinggalkan oleh Valencia.


" hallo pak barra saya mendapat kabar bahwa operasi anan berhasil,dan sekarang dia sedang dirawat di ruang inap VIP" ucap boy mengabarkan perkembangan anan kepada barra


..sedangkan keadaan barra di kantornya saat ini.


" yaudah kamu boleh pergi sekarang boy,cepat kembali ke kantor sebentar lagi ada rapat!" ucap barra kembali ke mode galaknya


" baik pak,saya segera kembali ke kantor" jawab boy mematikan sambungan telvon


* hadeeh gini amat jadi bawahan * bathin boy berlalu dari rumah sakit

__ADS_1


Beberapa jam berlalu. Dari ruanggan anan masih belum ada tanda tanda anan akan sadar. Sedangkan saat ini Kevin sedang memeriksa keadaan anan.


" gimana sus keadaan pasien?" ucap Kevin kepada suster yang sedang memeriksa keadaan anan


" pasien masih belum sadar dokter Kevin. " jawab suster tersebut


" yaudah mungkin sebentar lagi,


Kamu boleh keluar" ucap Kevin tanpa melihat suster tersebut,dia hanya melihat anan yang sedang tertidur akibat bius sisa operasi beberapa waktu lalu


" baik dok. Saya permisi dulu" ucap suster tersebut sambil merapikan peralatan medisnya kemudiaan keluar. Meninggalkan Kevin yang masih berada di sebelah tempat tidur anan


" anan cepetan kamu sadar, kakak ada disini ingin mendengar kamu mengucapkan kalimat pertamamu" ucap Kevin sambil menggenggam tangan anan


..ntah suatu keajaiban atau apa?


jari tangan anan bergerak pelan dan itu disadari oleh Kevin yang sedang menggenggam tangannya


" anan kamu mulai sadar... Kamu bisa denger suara kakak?" ucap Kevin tersenyum. kemudiaan memeriksa denyut nadi dan tekanan darah anan. Semuanya stabil. Dan itu menunjukan bahwa anan akan segera sadar.


anan kini sedang berusaha membuka matanya. Yang pertama kali dia lihat adalah Kevin yang sedang memeriksa denyut nadinya.


" anan kamu sudah sadar?" ucap Kevin tersenyum sambil membelai rambut anan.


..anan masih belum pulih,dia masih merasakan sakit pada pita suaranya.. Jadi dia hanya bisa mengganguk dan tersenyum


" baiklah akan kakak panggil orang tua kamu Yach?" ucap Kevin yang akan keluar memanggil orang tua anan. Tapi sebelum Kevin meninggalkannya,anan kemudiaan memegang tangan Kevin.


Kevin yang akan berbalik badan,mendadak berhenti setellah merasakan tangannya disentuh.


Kevin kemudiaan berbalik dan melihat tersenyum kepada anan.


" kamu mau apa hem? " tanya Kevin.


sedangkan anan tidak menggeleng ataupun mengangguk. Di hanya terus menggenggam tangan Kevin. Dan kemudiaan pelan" menarik tangan Kevin. Sedangkan Kevin hanya bisa diam saat tangannya terus ditarik anan.


Sampai jarak antara anan dan Kevin semakin dekat.. Dan beberapa saat kemudiaan bunyi suara yang aneh dari perut Anandita.


Kkruukk..kkruukk...( bunyi keroncongan perut anan)


Kamu lapar? Tanya Kevin yang wajahnya masih dekat dengan wajah anan.


Sedangkan anan yang mendapat pertanyaan itu dari Kevin,hanya bisa mengganguk dan tersenyum .


* dasar kamu anan. Kamu hampir membuatku mati berdiri* bathin Kevin memegang dadanya


Sedangkan anan menarik tangan Kevin lagi untuk menyadarkan Kevin yang masih belum sadar dari khayalannya.


" eeh iya.


Kamu masih belum bisa makan dulu anan sebelum kamu buang angin. setellah buang angin baru kamu boleh makan.


Untuk saat ini kamu minum air putih dulu" ucap Kevin. Sedangkan anan hanya bisa pasrah dan mengganguk.


" yaudah ini kamu minum dulu" ucap Kevin yang kemudiaan menaikan tempat tidur anan agar setengah duduk,


anan kemudiaan menerima gelas air minum tersebut dan memberikannya kembali pada Kevin.


" yaudah kakak mau panggil orang tua kamu dulu sebentar" ucap Kevin yang kemudiaan membuka pintu ruanggan untuk memanggil pak Ahmad dan bu darsih.


" permisi pak,Bu anadita sudah siuman. Silahkan jika mau menjenguknya. Tapi hanya 2 orang Yach... Untuk Gea kamu boleh menyusul nanti" ucap Kevin menjelaskan.


" baik dok" jawab Gea tersenyum


* cakep banget kak Kevin,tapi sayang aku masih SMA coba aja dha seumuran. Dha aku gaet tuh* bathin Gea senyum" sendiri. Sedangkan dia tidak sadar bahwa orang tuanya sudah masuk ruanggan. Dan tinggal Kevin yang menatap binggung atas sikap adik anan tersebut


" kamu kenapa Gea senyum senyum sendiri" tegur Kevin


" eeh dokter Kevin. Gak kak/eeh dokter aku cuma lagi mikirin calon imamku yang seperti taehyung" jawab Gea polos


" taehyung? Siapa itu.. Pacar kamu?" tanya Kevin yang gak tau arti nama itu( hadeeh Kevin itu nama pangeran ciwi" sedunia🤭💜)


" taehyung itu nama boy band Korea legend dokter. tapi yang di Indonesianya ada siech" jawab Gea tersenyum lagi


" terserah kamu lah. " ucap Kevin yang kemudiaan meninggalkan Gea sendiri

__ADS_1


...----------------...


sedangkan diperusahaan skyline corp.


Barra sedang rapat dengan klienya.


" baiklah saya tutup dulu rapat ini sampai bertemu kembali Minggu depan.


terimah kasih atas kehadiran bapak/ibu dewan. Saya harap kerjasama kita bisa berjalan dengan baik dan lancar" ucap Abraham menjabat tangan rekan rekan bisnisnya.


" senang bekerjasama dengan anda pak Abraham" ucap salah satu pemimpin perusahaan menerima jabatan tangan Abraham


" terimah kasih kembali pak" jawab Abraham tersenyum. Kemudiaan mereka keluar dari ruanggan rapat. hanya menyisakan barra,boy,Abraham dan Mark asisten pribadinya.


" barra siapkan berkas berkas buat besok pengangkatan kamu sebagai CEO di perusahaan skyline" ucap Abraham kepada barra


" yes dad. Barra akan siapakan nanti" jawab barra mengganguk


" yaudah boy,Mark..


Apa kamu sudah menjalankan tugas yang saya berikan buat besok" tanya Abraham yang sekarang melihat ke arah asisten barra dan asisten pribadinya


" siap pak sudah kami kerjakan" jawab boy tanpa menunduk


" yaudah kerja bagus.


silahkan kalian undur diri" ucap Abraham


Barra,boy serta Mark undur diri dari ruanggan rapat.


di luar ruanggan boy dan Mark mengucapakan selamat atas keberhasilan barra sahabatnya tersebut.


"selamat Yach bro atas kenaikan jabatan loe.. Jangan lupain kami"boy pura pura bersedih di depan barra dan Mark


" lebay loe boy.. Kayak gue mau pindah kemana aja nanti" ucap barra dingin dan menerima pelukan kawan dari boy


" selamat ya bro loe berhasil meyakinkan pak Abraham bahwa loe mampu memimpin perusahaan ini" timpal Mark bergantian memeluk barra


Sikap boy dan barra begitu berbeda. Boy yang kocaknya hampir mirip Kevin sang dokter Casanova. Sedangkan Mark lebih dingin dan muka datar sama seperti barra Adijaya.


" thank you bro. Gue seneng bisa mendapatkan sahabat" seperti kalian. Yach walaupun terkadang bikin gue frustasi, tapi ini dari kalian yang gak bisa diubah." jawab barra. Dan kemudiaan terdengar suara telvon di meja


Kkriiingggg.....


" ini pasti dokter buaya buntung itu" ucap Kevin menggankat telvon


" ada apa dia telvon boy.." tanya barra


" dia kand punya mata mata pegawai cewek dari kantor loe bar" jawab boy


" dasar buaya. Untung temen kalau musuh. Dikira penghianat tue suruhan Kevin" ucap barra yang gak habis pikir ada berapa cewek yang mengenal Kevin


\=>suara Kevin dari telvon( hallo baarrrrrraaaa selamat Yach!!) teriak Kevin dari sambungan telvon itu. sedangkan boy langsung melempar telvon tersebut,dan untungnya Mark sigap menangkap telvon itu.


" bussyeeett dha gak kelakuaan gak suaranya sama sama error'" gerutu boy sambil memegang telinganya yang sakit akibat ulah Kevin


" hallo kev" jawab barra yang telvonya sudah Mark berikan saat sudah ditangkapnya tadi dari lemparan boy.


\=> suara Kevin dari telvon(bro selamat Yach atas kenaikan jabatan loe. Bisallah kita minum" nanti?)


" iya thanks Kevin. nanti malam gue tunggu di cafe biasa" jawab barra dingin


\=> suara Kevin ditelvon( yaudallah nanti gue kesana jam biasa)


Tut...Tut..Tut


" dasar buaya, orang belum selesai ngomong sudah mutusin panggilan telvon" gerutu barra sambil menaruh gagang telvon ketempat asalnya


" loe kayak baru kenal Kevin aja. Diluaran sana cewek ngantri pengen kenal dia.


Lha kita?? Udah tau bobroknya dia" jawab boy yang kemudiaan tertawa


" iya loe bener boy" timpal Mark menyetujui ucapan boy tentang kelakuaan Kevin


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2