Terjerat Cinta Lama

Terjerat Cinta Lama
kenangan buruk


__ADS_3

Pesta ini memang indah bagi orang-orang yang memang ada, namun bagi ku ini adalah tempat untuk menjadi bahan pameran, orang-orang asing hanya memandang ku sebelah mata, mengingat kontrak yang telah aku tandatangani, bisa di katakan aku adalah alat untuk melindungi dirinya dari panas cahaya matahari.


"Dia istriku, Jung Hyuna,"jawab Park Seokjoon mengenalkan aku pada seorang investor yang datang di acara pesta itu


Park Seokjoon adalah suami ku, dan kata istri hanya tulisan di atas lembar kertas putih tanpa materai.


Bagi suamiku, tunggu bukan suami lebih tepatnya mantan kekasihku.


Aku Jung Hyuna pelajar pindahan dari universitas seoul international, meski keluargaku sederhana namun aku bersungguh-sungguh dalam belajar, Ayahku hanya bekerja sebagai security di salah satu perusahaan mebel ternama di korea , Ibu yang telah meninggal saat usia ku 7 tahun karna kecelakaan.


Rasa sulit yang ku alami bersama Ayah kini membuahkan hasil aku terpilih menjadi salah satu peserta pertukaran pelajar di universitas of california, meski berat aku meninggalkan Ayah namun ini demi masa depan demi Ayah agar tidak bekerja keras sebagai security lagi


Jadwal penerbangan ku pukul 15:30 KST dari bandara international seoul, 14 mei 2017, tak butuh waktu yang terlalu lama sampai ke bandara Santa monica.


Aku mulai berbaur dan mulai bekerja paruh waktu di sebuah cafe, hitung-hitung mencari sambilan dan hiburan di negeri orang.


Cafe itu memang kecil namun tak jarang banyak pelanggan yang datang pada weekend tenaga ku akan terkuras habis 2 kali lipat


Aku menyukai weekend karna aku dapat melihat sosok Pria dengan tubuh atletis yang selalu datang saat weekend, diam diam aku suka mencuri pandang pada nya parasnya yang rupawan dan dia juga berasal dari korea hati ku ingin sekali menyapa karna kita sama sama berasal dari negeri yang sama


Pagi itu saat aku menyajikan sebuah kopi dan beberapa potong roti, aku di kejutkan dengan sapaan lembut nya


"Kau jurusan apa di sekolahmu,? "sambutnya


"Oh, aku mengambil jurusan Akuntansi,"jawabku sedikit malu


"Apa kau sendirian di sini.?"sembari menyeruput expreso cofe yang telah ia pesan


"Iya,"kata ku sedikit gemetar


karna ini lah pertama kalianya aku berhadapan langsung dengan nya,


saat dia beranjak pergi, "aku kagum padamu kau berani di negeri orang sendirian."sedikit pujian yang di lontarkan nya padaku


"Karena di korea aku hanya tinggal bersama Ayahku,"jawabku ingin mencegah nya pergi

__ADS_1


"Oh begitu, baiklah ini pembayaran ku."sambil memberi selembar uang padaku


Pembicaraan singkat itu menjadi awal hubungan baruku dengan sekejap aku menjadi akrab dengan nya.


Setiap akhir pekan dia selalu saja datang, pembicaraan kami mulai mengoneksi, aku mulai menghafalkan semua kesukaan dan kebiasaan nya, hingga saat itu aku menyatakan perasaan ku terhadapnya, dia memeluk ku dan berkata mari kita jalani.


Dia adalah Park Seokjoon kekasihku umurnya 27 tahun dan tingginya kira kira 181 cm berbeda 3 tahun lebih tua dari ku, sifat yang lembut dan hangat yang aku rasakan darinya, yang membuat ku mengagumi lelaki dengan paras tampan itu.


Tak di pungkiri hari hari ku di california sangat menyenangkan dengan seseorang yang aku cintai berada di sisi ku, hingga aku tak ingat waktu, waktu yang berlalu dengan kenangan indah itu, aku yang di hujani kasih sayang dan kehangatan nya membuatku berfikir hidup kami di masa depan pun juga akan bahagia seperti ini, aku yang berfikir dia pasti sangat menyayangiku.


Selama hampir 1 tahun dia selalu menjaga ku hingga aku menyelesaikan kuliahku.


Dan saat itu lah dia meninggalkan ku tanpa sebab saat hari kelulusan ku, aku mencoba menghubunginya namun semua tiada hasil dia yang pergi tanpa mengucap sepatah katapun mirisnya aku yang saat itu mencarinya seperti orang gila hati ku yang hacur, air mata yang selalu menetes di pipiku waktuku yang terbuang sia-sia hingga muncul rasa benci padanya.


6 bulan berlalu setelah aku lulus dari universitas california dan terpuruk dalam rasa sakit dan benci, aku memutuskan untuk pulang ke korea menemani ayah ku yang sudah menjelang tua dan bekerja di kantor tempat ayah ku bekerja.


Aku melamar pekerjaan di sana sebagai devisi perencanaan keuangan dengan bekal belajarku di california dengan mudah aku masuk dan menjadi pegawai tetap.


Selama sekitar 4 tahun bekerja di perusahaan itu, aku selalu berusaha keras untuk mendapatkan posisi tinggi dalam perusahaan itu, terbayar dengan kenaikan pangkat ku menajadi Wakil Ketua Devisi Keuangan, serta hidup ku dan Ayah yang mulai berkecukupan.


Suara gaduh para pegawai yang sedang menyambut Kepala Devisi baru membuatku tak fokus bekerja.


"Jung Hyuna!!,"teriak Nu Nami teman kantorku dan juga sahabat dekatku


"Apa."sahutku sambil menutup telinga yang seakan akan pecah karna suara sumbang nya


"Kau itu, ini kesempatan emas tau, kau dengar kan rumor yang beredar?,"semangat membara nu nami menyemangatiku


"Tidak,"tegasku dengan tatapan acuh


dengan cepat tangan Nu Nami memegang bahu ku


"Dari rumor yang ku dengar Ketua Devisi kita yang baru sangat tampan dan dia adalah cucu dari Direktur perusahaan ini, ini hebat!!,"ucapan dan matanya yang berbinar seraya melepaskan tangan nya dari bahuku


"Hahh."aku hanya menghela nafas dan kembali menatap layar monitor

__ADS_1


"Jung Hyuna, kau ini bodoh atau apa! ini kesempatan untuk mu mendapat kekasih, sudah hampir 5 tahun kau tak pergi berkencan dengan pria,"tatapan tajam nya mengintimidasiku


"Apa? jangan menatap ku seperti itu, kau tau sekarang aku sedang fokus bekerja kan? jadi berhentilah seperti itu sahabatku sayang! "jawabku mencoba menenangkan teman ku yang sudah meledak karna acuhan ku


Pukulan suara meja yang terhentak membuat karyawan lain menjadi terfokus padaku " Jung Hyuna!! apa kau masih memikirkan laki laki yang kabur 5 tahun lalu?,"wajah nya mendekatiku


"Apa, tidak! "tegasku


"Sukurlah,"jawabnya dengan wajah lega


Meski aku mengatakan aku melupakan nya namun aku tidak benar benar melupakan nya rasa benciku padanya membuat wajah dan sifat nya selalu menghatui pikiran ku dan kenangan itu menjadi beban di hatiku.


Melihat semua karyawan yang sedang mempersiapkan diri untuk rapat dengan ketua Devisi yang baru termasuk para karyawan wanita, seolah olah ingin menerkam kepala devisi itu, aku menjadi karyawan paling dekil dengan penampilan ku yang sedikit kampungan.


"Cepat semua, rapat di mulai 10 menit lagi."ucapan lantang Ibu kepala Bagian


Bu Hanseo beliau adalah kepala bagian di perusahaan, beliaulah yang mengajukan ku menjadi Wakil Devisi, bisa di bilang beliau adalah panutan ku, meski beliau harus mengurus ke 2 anak nya tanpa suami.


" Jung Hyuna,"sapa bu han padaku


"Iya Bu Han, ada yang perlu saya kerjakan,"jawabku penasaran


"Kau hanya berpakaian seperti itu?,"mata yang melihat dari atas sampai bawah penampilanku


"Ah, hehe tidak apa apa bu han,"ucapku sambil tersenyum kecil


"Ya sudah ayo kita masuk,"mempersilahkan aku dengan ramah


Suasana tegang saat rapat memang sudah biasa, apalagi melihat para karyawan wanita yang sudah sangat penasaran denga kepala devisi ini.


"Saya Kepala Devisi keuangan yang baru, semoga kita bisa bekerja sama dengan baik,"ucap nya dengan suara gagah


Aku yang sedang tertegun saat itu pun menjadi lemas dan tak berdaya mengeluarkan tenagaku, seakan akan ada badai besar yang akan datang, mata ku yang masih melihat kursi yang aku duduki dan tangan ku yang mulai gemetar entah apa penyebabnya, hanya dengan mendengar suara yang tak asing di telinga ku itu.


Benar saja saat aku melihat nya rasa sakit hatiku bagai di tusuk pedang yang tajam, dia adalah laki laki yang meninggalkan ku 5 tahun yang lalu, laki laki yang membuat ku gila sesaat, aku rasanya ingin pulang dan menangis.

__ADS_1


__ADS_2