Terjerat Cinta Lama

Terjerat Cinta Lama
Teman


__ADS_3

Saat masuk ke dalam ruang kantor Seokjoon " ada apa," sahut ku langsung.


"Kau tadi bertemu dengan Yoonji?," tanya Seokjoon.


"Iya, memangnya kenapa," balas ku


"Kelak jangan dekati dia kau adalah istri ku, aku tak akan bisa ke hilangan mu untuk ke dua kalinya," ucap Seokjoon menjadi serius.


"Aku tak pernah mendekati nya, dia sendiri mengapa datang ke kantor?," tanya ku penasaran.


"Itu karena Eyra yang menyuruh nya untuk bekerja disini, agar bisa mengambil mu dariku." balas Seokjoon.


"Eyra? siapa kah dia," ucapku.


"Ibu Yoonji," balas Seokjoon ketus


"Ibu Yoonji artinya Ibumu juga kan," balas ku yang masih tak faham.


"Bukan, Ibu ku meninggal saat kecelakaan itu," wajah Seokjoon yang tiba-tiba berubah.


Itu lah pertama kalinya aku melihat wajah Seokjoon yang sangat menderita, aku adalah orang baru yang datang dalam hidupnya, dan datang lagi untuk kedua kalinya.


Melihat dirinya yang seperti itu membuat hati ku seakan merasakan kesedihanan nya.


Tak terasa aku menghampiri nya dan mencoba menghibur nya, pundak yang luas dan gagah aku tabuh dengan tangan kecilku.


"Jangan sedih, jika ingin menangis, menangis saja mungkin itu akan menjadi kan mu lega," ucapku lembut pada nya.


Seokjoon tiba-tiba menarik ku dan memeluk ku, aku merasa masuk dalam kesedihan nya, aku pun tak berdaya menyingkirkan nya.


Aku merasa diriku dan dirinya sama, namun aku mendapatkan kasih sayang Ayah dengan tulus, entah apa yang pernah ia lewati mungkin lebih bahagia hidupku.


Suara pintu yang terbuka tiba-tiba membuat ku terkejut dan Seokjoon dengan cepat melepas pelukan nya pada ku, aku melompat turun dari kursi yang Seokjoon duduki.


"Yo, sobat aku dat," ucap seseorang yang akrab dengan Seokjoon.


"Teman, kau di kantor bermesraan dengan pacarmu, itu tidak etis," ucap nya.


"Sejak kapan kau pulang," ucap Seokjoon kepada seseorang yang dia sebut teman.


Lelaki itu menghampiri Seokjoon dan aku mundur, aku yang tak enak hati untuk mengganggu mereka, aku berfikir untuk pergi.


"Em, kalau begitu aku pamit pergi pak," ucap ku dengan sopan.


"Tunggu sebentar," balas Seokjoon menghentikan ku.


"Hyuna dia teman ku yang aku anggap juga saudara ku, aku sudah bersama dengannya sejak kecil," ucap Seokjoon mengenalkan ku pada teman nya.

__ADS_1


Teman Seokjoon dengan cepat mengulurkan tangan nya padaku, aku pun membalas uluran tangan nya.


"Hai, saya Hyuna," sapaku.


"aku Jihoon, sahabat Seokjoon," balas nya dengan senyum lebar.


Seokjoon menarik keras tangan Jihoon, " Kamu ingin mati, jangan sentuh lama-lama wanita ku," ucap nya tegas.


"Hahaha, aish tenang saja aku bukan Yoonji," ucap Jihoon saat itu.


"Yoonji," batinku.


Apa hubungannya dengan Yoonji, aku berfikir pasti mendapat informasi dari Jihoon segera.


"Diam lah," balas Seokjoon menghentikan Jihoon.


"Baik, baik," balas Jihon pada Seokjoon " Hyuna, aku masih ingin berbincang dengan mu, bagaimana kalau nanti malam kita makan malam bersama," lanjut Jihoon mengajak.


"Ah,"


"Tidak, tidak maksud ku kita makan malam di rumah Seokjoon, aku sudah lama tak kesana, sambil berbincang," sahut Jihoon.


"Bagaimana teman," ucap Jihoon pada Seokjoon.


"Terserah kau saja," balas Seokjoon saat itu.


"Baiklah, kalau begitu saya pamit," aku pergi meninggalkan mereka.


Saat keluar ternyata banyak yang telah menunggu ku di depan ruang kerja Seokjoon.


"Hyuna, punya hubungan apa,"


"Entah, dia sengaja,"


"Lihat-lihat baju yang di pakainya,"


"Iya, seperti pakaian lelaki, dan dia masih saja menggoda Pak Ketua, memang tak tahu diri,"


"iya"


Bermacam-macam suara yang keluar masuk telinga ku, dan aku hanya bisa diam.


Teman sekantor memang begitu, saat ada bahan untuk bergosip, tentu aku hanya bisa meredam semua ocehan itu.


Lagi pula aku sudah terbiasa dengan itu semua, bukan setahun dua tahun aku bekerja, gosip yang sedang panas cepat sekali menyebar.


Meski aku tak ambil fikir dengan gosip itu, tetapi tidak dengan sahabat ku satu itu.

__ADS_1


"Eh, tumben Nami tak terlihat, biasanya gosip panas begini dia pasti langsung muncul," gumam ku.


Terasa aneh Nami tak muncul, tapi bukan sifatku untuk mencari nya, aku mengambil ponsel dan mengirim pesan text pada Nami


"Makan siang bareng"


"Tidak bisa hari ini, ada Wakit ketua desivi baru disini kami masih ada rapat," balasan Nami di dalam ponsel.


"Wakil Ketua Devisi baru? aku baru tau, siapa itu," balas ku mengirim pesan text.


Tak ada balasan lagi, ini pertama kalinya aju di acuhkan, karena biasanya aku yang mengacuhkan nya.


"Sudah lah mungkin dia sibuk," ucap ku pada diri sendiri.


Pekerjaan ku juga tak banyak, dan ada janji nanti malam ke rumah Seokjoon.


"Tunggu dulu, ke rumah Seokjoon lagi, aku sudah tak pulang semalam, Ayah pasti akan khawatir, aku akan ijin pulang sore," gumam ku.


Baru teringat akan kejadian semalam, dan aku berfikir untuk ijin pulang.


Kembali aku mengambil ponsel, mengirim pesan kepada Seokjoon.


"Aku kan pulang awal, untuk menganti baju, dan berpamitan kepada Ayah"


Pesan text ku terkirim dengan cepat.


Tak butuh waktu yang lama hanya beberapa detik sebuah nada dering mengalun.


"Tentu, pulang lah jangan sampai Ayah mertua menjadi cemas"


Balasan yang datang di kontak masuk.


"Ayah mertua? sejak kapan kita belum menikah"


Tak sadar tangan ku mulai mengetik untuk membalas pesan singkat Seokjoon.


"Kamu ingin nya kapan, atau besok kita ke kantor catatan sipil"


Pesan text baru yang masuk dalam ponselku.


Entah bagaimana, aku meladeni pesan yang tak berarti.


Pekerjaan ku saat itu yang sedikit santai, menjadi kan kebosanan yang datang, aku dan Seokjoon yang saling bertukar pesan tak mengerti waktu makan siang tiba, ponsel yang terus berdering selama bekerja.


Hingga teman semeja merasa heran padaku, aku yang selama lima tahun ini hanya fokus pada pekerjaan ku, suatu hari bisa terpecah dengan pesan text yang hanya sekedar basa-basi.


"Kak Hyuna, apa benar gosip itu, kakak sudah punya pacar," ucap teman semejaku yang penasaran dengan tingkah ku hari ini.

__ADS_1


"Em, begitu lah," balas ku sedikit mengacuhkan nya.


__ADS_2