Terjerat Cinta Lama

Terjerat Cinta Lama
penasaran


__ADS_3

"Benar-benar orang yang bernama Seokjoon adalah parasit," batin ku sangat jengkel


"Hyuna, jika kau sudah memilihku artinya aku bisa segera ke rumahmu," ucap Seokjoon berjalan di sampingku.


Aku pura-pura tak mendengar ocehan nya itu, mengabaikan nya adalah hal yang benar, tapi tak di sangka itu membuatnya makin mendekatiku.


Seokjoon menarik tangan ku dan mendekatkan diriku padanya,


"Hyuna, bukan nya kau sudah menerima ku, mengapa harus mengabaikan ku." ucap Seokjoon mengelus rambut ku.


Aku mendorongnya keras " jangan dekat-dekat, aku hanya asal bicara agar bisa menghindari orang tak waras itu," ucap ku pada Seokjoon.


"Bagus, kamu gunakan namaku saja jika suatu saat dia mengganggumu," balas Seokjoon yang senang.


"Ya, memang tapi nyatanya malah mendatangkan orang gila lain nya," jawabku ketus.


"Apa,"


Aku tak menghiraukan nya dan berjalan menuju lift, sampai saat aku masuk ke dalam lift Seokjoon mendorongku hingga ke sudut, "Auh," rintihku.


"Ash, sakit apa yang kau," ucapku yang terputus ketika bibirku di cium paksa Seokjoon.


Orang berhati hangat dan pemalu yang dulu aku kenal kini berubah menjadi si agresif, dengan satu serangan nya aku tak berkutik, aku yang dulu menerima ciuman itu dengan lembut.


Kini aku lebih menyukai ciuman nakal tiba-tiba ini, hatiku badan ku terasa panas karna ciuman Seokjoon, tak sadar aku mengikuti permainan lidahnya.


"Hah, hah,"


Seokjoon melepaskan bibirnya " mengapa kau lebih ingin membuatku menikmatimu, dahulu kau anak yang polos, sekarang aku lebih tertarik padamu," ucap Seokjoon mengoda.


"Cih, itu karna kau tiba-tiba seperti ini padaku, minggir," aku mendorongnya.


Saat pintu lift terbuka aku dengan cepat pergi dari ruang menyeramkan itu.


"Huh, akhirnya aku bisa kabur, ah sialan si Seokjoon," batin ku yang bergumam malu.


Aku kembali menuju meja kerjaku, menghela nafas sebentar untuk menenangkan ku, aku mengingat dengan rencana ku, mencari tahu arti perjanjian pernikahan ini.


"Ingat lah Hyuna, kau mendekati Seokjoon untuk apa! jangan terperangkap oleh nya lagi," setan di hatiku yang selalu berbisik.


Aku mulai berkonsentrasi untuk bekerja, pekerjaan ku hari ini lancar, hingga pulang dengan selamat ke rumah.


Saat sampai di rumah alam telah di selimuti oleh malam, seperti biasanya aku meletakkan tas dan sepatu setelah itu aku pergi menjenguk kasur kesayangan ku.


"Ah, ini lah surga," merebahkan diriku dan menutup mata sejenak.


Hingga aku tertidur, tanpa membersihkan badan aku melupakan itu.

__ADS_1


Aku terbangun di tengah malam, dan memutuskan untuk mandi.


"Astaga Hyuna kamu ketiduran," ucap ku bergegas mandi.


Setelah mandi yang menyegarkan, aku kembali tidur namun tak di sangka menjadikan ku tak bisa tidur, aku mengambil surat perjanjian pernikahan.


PERJANJIAN PERNIKAHAN


Pihak pertama


Nama : Mr Park Hwanjin


Pihak kedua


Nama : Mr Gunarso


Dengan ini menyerahkan salah satu cucu dari pihak pertama untuk menjadi menantu pihak kedua dan mendapatkan kompensasi atas 10 persen saham perusahaan jika kelak pernikahan tersebut tidak sesuai dengan yang di inginkan,


Pertanggung Jawab Penerima


Mr Park Hwanjin Mr Gunarso


Aku membaca dengan teliti dan seksama, apa yang kurang dari selembar kertas ini, aku membolak balik kan kertas itu.


Tak sangka aku menemukan setitik lubang kecil, seperti selembaran kertas ini ada beberapa yang hilang.


"Ini pasti bukan selembar aku yakin ada beberapa lembar yang hilang," gumam ku terus berfikir.


"Ah, sial aku kesiangan, duh aku terlambat," ucapku bergegas memakai sepatu dan mengambil tasku.


Karna semalam aku menelusuri surat perjanjian itu, aku begadang dan kesiangan.


Aku terus berlari dari rumah, mencari taxi "jam segini bus sudah perg, aku naik taxi saja," gumam ku, mencari taxi yang ada.


Taxi ku menuju kantor dan berhenti di depan pintu masuk, mengeluarkan ID card dan masuk ke dalam.


"Cepat, cepat lift!." kaki ku yang bergerak tanpa henti menunggu turun nya lift.


Bergegas menuju lift memencet tombol, dan langsung bergerak, ke ruang kantor.


Yang aneh aku melihat banyak karyawan yang berkumpul dan bergosip, aku yang binggung dengan ini semua.


"Hah?,"


Tiba-tiba aku di kagetkan suara dari belakang


"Hyuna! kenapa kau terhambat aku sudah menunggu mu," panggil Nami menyapaku.

__ADS_1


"Ada apa, mengapa mereka ribut?," tanya ku yang penasaran.


"Kabar baik dan terbaru Hyuna, Pak Ketua mengklarifikasi bahwa dia tidak menikah dengan Model itu, dan sekarang para karyawan wanita sudah ada lampu hijau," jawab Nami dengan jelas.


Tentu saja Nami adalah ratu gosip.


"Cepat sekali," ucapku yang keceplosan.


"Hah, apa yang cepat?," tanya Nami binggung dengan ku.


"Tidak ada," jawabku cuek.


"Ah, hampir aja keceplosan, si gila Seokjoon itu, cepat sekali memverifikasi dasar!," batin ku yang saat itu kesal.


"Hyuna! kenapa expresimu begitu?," ucap Nami.


"Haha, tidak apa apa," jawabku garing.


"Benarkan Hyuna, Pak Kepala kemarin tak datang ke pernikahan itu, aku hanya melihat Model itu saja saat kamu pulang," ucap Nami, " hah, ternyata memang bukan menikah dengan Pak Kepala, aku bisa tenang," lanjutnya.


"Maksud nya, mengapa kau tenang?," aku yang binggung dengan kosa kata Nami.


"Hyuna ku sayang, artinya kamu bisa ada peluang untuk dapatkan Pak Kepala," balas Nami.


"Em, Dasar ya kamu itu, mengapa masih begitu," jawabku padanya.


"Hehehe, oh bagaimana dengan temanku yanb kemarin?," tanya Nami padaku.


"Aku menolak nya," balas ku.


"Hah, kenapa bukan nya dia tampan," ucap Nami.


"Omong-omong kamu kenal dia dimana?," tanyaku tak yakin Nami mengenal nya lama.


"Oh, saat di pesta karyawan kemarin, dia sopan dan kami menjadi sedikit akrab, karana sesuai seleramu jadi aku kenalkan padamu," jawab Nami dengan mata yang jujur.


"Sial si Yoonji, berani mengunakan temanku," batin ku yang saat itu marah dengan Yoonji.


"Hyuna, maafkan aku, kau tak suka ya," ucap Nami lembut.


"Aih, sahabatku ini, ini semua bukan salahmu, aku sudah bicara baik-baik padanya jika dia meminta mu untuk membantu nya lain kali jangan perdulikan, tolak saja jangan membuang tenagamu," jawabku.


Aku memegang tangan Nami dan berusaha membuatnya tenang.


Dalam hatiku sudah tak ada tempat untuk Yoonji, dia memanfaat Nami seperti itu, dan membuat ku semakin penasaran di balik ini semua.


"Nami ayo kembali bekerja," ucapku pada Nami.

__ADS_1


Nami pergi ke meja kerjanya, dan akupun mulai mengerjakan pekerjaan ku, berita itu dengan cepat tesebar.


Dan banyak karyawan wanita yang muali berdandan lagi, aku merasa mulai memasuki fase kehidupan yang menyedihkan, batinku selalu merasa begitu.


__ADS_2