Terjerat Cinta Lama

Terjerat Cinta Lama
perjanjian baru


__ADS_3

"Baik, aku akan masak untuk mu," jawab Seokjoon.


"Masak, tak ku sangka kamu bisa masak," ucap ku tak percaya.


"Tunggu dan lihat saja," balas Seokjoon.


"Baiklah, boleh kah aku berkeliling melihat rumahmu," ucap ku " kesempatan yang bagus," batinku.


"Lihat saja, kelak rumah ini juga milikmu," balas Seokjoon dengan senyuman.


Saat melihat senyum Seokjoon yang seperti itu, hati ku berdebar lagi, itu adalah senyum Seokjoon yang paling indah, senyum pertama saat aku melihat nya dahulu.


"Tidak Hyuna, kau tak boleh tergoda," batinku bertahan namun hatiku menolak.


Seokjoon pergi ke dapur dan aku berusaha seperti tamu yang baik, melihat lihat sekaliling, pelan-pelan aku menuju ke kamarnya.


Dan masuk sembari mencari potongan surat perjanjian, aku tak tenang tangan ku yang mencari dan mata ku yang melihat keluar kamar, " ada dimana, aku tak menemukan apapun," gumam ku.


"Apa yang ingin kamu cari," ucap Seokjoon yang mengejutkan ku.


Seokjoon yang muncul dari belakang membuat ku kaget setengah mati.


"I, itu tidak hanya, hanya mencari," ucapan ku seperti nya menimbulkan kecurigaan.


"Ah, kamu mencari alat untuk melakukan hubungan intim?," bisik Seokjoon di telingaku.


"Hah, apa aku bukan orang seperti itu! aku hanya mencari pena dan kertas untuk menulis perjanjian kita," ucap ku beralasan ' semoga dia percaya," batinku yang sudah ketakutan.


"Oh, jadi itu, aku akan mencari nya makan malam sudah siap lebih baik kau makan dulu," ucap Seokjoon


"Iya," jawabku pelan,


Aku takut jika aku lanjutkan, semua akan selesai.


Aku pergi menuju meja makan, mata ku terpesona dengan makanan yang ada di meja itu, air liur ku tak sengaja menetes.


Dengan cepat aku langsung duduk di bangku makan, cacing di perutku sudah berdemo.


Tapi demi menjaga imaje ku aku lebih menahan nya.


Seokjoon datang membawa kertas juga bolpen, duduk berhadapan dengan ku.


"Ayo makan lah," ucap Seokjoon.

__ADS_1


"Baiklah aku tidak akan sungkan," ucap ku langsung melahap makanan yang tersaji di depanku.


Memang tak aku pungkiri makanan yang di buat Seokjoon sangat nikmat tak terasa aku menghabiskan nya tanpa sisa.


"Ck Hyuna kamu makan begitu," Seokjoon mendekatiku mengusap sesuatu yang ada di dekat bibirku " memangnya kamu sudah umur berapa," lanjut Seokjoon menggeleng kepalanya.


Tatapan Seokjoon yang begitu dekat dengan ku, saat itu membuat Seokjoon semakin mendekatiku dekat sekali dengan ku tak terasa bibir kita saling menempel, Seokjoon dengan lembut mencium bibir ku, aku tak tahu apa yang telah aku lakukan aku menutup mata menikmati ciuman nya kembali "aku benci ini, tapi aku menyukai nya," batin ku masih dengan ciuman kita.


Seokjoon melepaskan bibirnya sendiri, dia berdiri dari kursi mendekatiku, menyentuh pinggang ku, mencium telinga ku.


Aku yang tersadar menghentikan nya " tunggu dulu, kamu mau apa, kita di sini untuk membuat perjanjian!," ucap ku dengan nada kasar.


Seokjoon hanya tersenyum smirk mengarah pada ku.


"Baik, apa yang kamu mau?," tanya Seokjoon.


"Aku akan menulis perjanjian pra nikah kita," jawabku "hal hal yang di larang saat kita bersama," lanjut ku.


"Aku akan dengar kan," balas Seokjoon.


"Yang pertama, tidak ada hubungan intim antara kita," ucapku sambil menulis nya dalam kertas.


"Tidak ada hubungan intim, hem, baik tapi aku ingin setiap perbuatan baik kita bisa mendapatkan hadiah," balas Seokjoon.


"Hadiah,"


"Emm,"


"Kamu tak berani?," tanya Seokjoon tapi seperti sedang menantang.


"Baik, aku akan menulisnya," ucapku lanjut menulis, "lagipula tak ada salahnya," batinku.


"Ok, lanjut yang ke tiga kita lakukan pernikahan ini selama satu tahun saja," ucapku.


"Satu tahun, itu terlalu lama aku bisa membuat mu mencintai ku tidak kurang dari lima bulan," ucap Seokjoon.


"Cih, sombong! siapa yang mencintaimu, aku sudah melupakan mu lama, jika bukan karna terpaksa aku juga tak ingin terlibat," jawabku ketus.


"Dasar pria licik," batinku " yang ke empat, kita tidak bolah ikut campur urusan pribadi masing-masing," ucapku melanjutkan tulisan ku.


"baik, ada lagi?," ucap Seokjoon.


"Aku belum terfikir kan, akan aku tambahkan lagi nanti," balas ku.

__ADS_1


"Baik, tambahkan juga kita akan meluangkan waktu setidaknya 2 jam sehari," pinta Seokjoon.


"2 jam sehari? 1 jam sehari bagaimana," ucapku sedang negosiasi.


"Kau pintar sekali, menggoda," jawab Seokjoon "baik, untuk yang terakhir aku akan pikiran juga," lanjut Seokjoon.


Kami sudah berdiskusi, kertas putih tanpa ada materai dan hanya tanda tangan ku juga Seokjoon menjadi bukti, perjanjian itu berlaku saat kami sudah menikah.


"Ini untukmu, aku membuat dua lembar, kau bawa satu akan membawa juga," ucapku memberi kertas itu pada Seokjoon.


"Aku akan simpan dulu dan membersihkan beberapa piring ini," ucap Seokjoon.


"Aku kan membantu mu," jawabku.


"Tidak usah kau duduk saja disini, dengan tenang," balas Seokjoon.


Karena Seokjoon tak mengizinkan aku untuk membantu nya aku hanya duduk pada sofa depan televisi.


Dengan perut kenyang mataku yang sudah tak kuat untuk menunggu Seokjoon selesai, rasa kantuk datang padaku, tak sadar mata ku mulai menutup, remot televisi yang aku pegang sadar terjatuh ke bawah.


Aku benar-benar tak sadar aku telah tertidur di rumah Seokjoon.


Dan Seokjoon yang melihat ku tertidur dia mengedongku menuju kamarnya, entah bagaimana karena saat terbang aku sudah berada di kamar Seokjoon.


Teringat samar-samaa bahwa memang Seokjoon yang memindahkan ku ke ranjang.


Aku bangun denga terkejut saat itu melihat ruangan yang aku tempati, adalah kamar Seokjoon yang aku datangi sebelum nya.


"ya ampun ini kamar Seokjoon, bagaimana aku bisa disini," ucap ku memegang kepala ku.


"Kau sudah bangun," ucap Seokjoon masih dengan handuk yang menutupi bagian perutnya.


"Ah, kenapa kau tidak pakai baju," teriak ku menutup mataku.


"Aku baru selesai mandi," balas Seokjoon.


Aku membuka perlahan mata ku, terlihat tubub yang sangat bagus otot dada nya yang tertata, " mengapa dari dulu aku baru sadar tubuhnya sangat bagus," batinku.


"Sudah selesai melihat tubuh ku, setelah kita jadi suami istri kau bisa melihat nya dengan leluasa," ucap Seokjoon mengodaku.


"Huh, siapa yang melihat mu, aku mau ke kamar mandi tapi kau masih berdiri di sana," ucapku beralasan.


"Baiklah aku yang salah," ucap Seokjoon pergi dari depan kamar mandi.

__ADS_1


Dengan cepat aku pergi ke kamar mandi, untuk menghilang kan rasa malu ku.


"Dasar maniak!," teriak ku dalam kamar mandi.


__ADS_2