Terjerat Cinta Lama

Terjerat Cinta Lama
Rasa benci


__ADS_3

"Tidak mungkin, ini tidak benar kan? mengapa dia?," otak ku yang terus berfikir keras berharap yang ku lihat bukanlah orang itu.


Meski rapat itu berjalan dengan lancar namun rasa campur aduk di hatiku tak bisa aku sembunyikan, Nu Nami teman ku yang sedari tadi menatap ku karna terheran dengan tingkah ku yang aneh, sampai saat rapat selesai teman ku yang cerewet itu masih dengan rasa penasaran nya.


"Jung Hyuna, kamu kenapa? saat rapat tadi aku melihatmu sedikit khawatir, apa kau sakit?," tanyanya yang mencemaskanku.


"Ah, tidak aku sedikit lelah karna kedatangan Ketua Devisi baru membuatku bekerja extra," jawabku sembari tersenyum karna tak ingin teman ku itu juga cemas


"Oh, syukurlah kalau kau baik-baik saja." menarik nafas lega "omong-omong kau lihat Ketua Devisi kita tampan sekali, ah Jung Hyuna jika kau berpacaran dengan nya maka aku teman mu ini akan jadi orang pertama yang iri padamu." ocehan nya sambil memainkan drama.


"Hah, kau itu selalu seperti itu jika ada karyawan baru yang," jawabanku yang acuh.


"Hei Jung Hyuna kali ini berbeda, dia seperti malaikat, wajahnya yang tampan badan nya juga ideal yang paling penting dia merupakan cucu konglomerat," cara bicara yang seakan akan memuja dewa.


" Aku tidak tertarik," jawabku singkat


"karna aku sudah di sakiti olehnya Nami, dan aku berharap kau tidak terjerat dengan nya," batin ku yang berdoa untuk nya


Nu Nami memang tak tahu siapa laki-laki yang telah menyakitiku dahulu, karna aku menceritakan kisan pahit itu saat kembali ke Korea, dan aku juga tak membawa kenangan ku bersama pria itu termasuk foto kita berdua.


" Ya ampun, teman ku ini memang benar benar gila kerja." jidat Nami yang sedikit merah akibat tepukan tanganya "ya sudah lah terserah kau saja Hyuna," ucapnya kesal meninggalkan ku.


Aku yang saat itu resah pekerjaan ku yang sedikit berantahkan karna yang terus terusan memikirkan lelaki itu.


Namun tiba tiba suara pangilan dari kantor Ketua Devisi menghubungi ku degup jantung ini merasakan sakit dan panas membakar hati.


" Wakil Ketua Devisi masuk ke kantorku bawa berkas bulan lalu," ucapan singkat itu membuatku merinding


Namun aku yang sudah di kenal penggila kerja tidak boleh menampakkan kecemasan di wajahku, aku harus melakukan nya meski itu sulit.


Aku mulai berjalan menuju gerbang rasa sakit, bukan menuju ruang Kepala Devisi.


"Permisi Pak, ini laporan yang anda minta," ucapku sedikit kikuk


" Taruh saja di meja itu," sambil menatapku dengan fikiran aneh nya "kau apa kabar?." tanyanya sembari berjalan menuju ke arahku


" Pak jika anda tidak membutuhkan sesuatu lagi, permisi saya akan pergi," jawabku mengelak dan segera aku beranjak pergi agar menghindari hal-hal yang tidak aku inginkan.


"Mengapa kau menatapku dengan serius? kemana Hyuna yang selalu menatapku dengan senyum manisnya," pertanya yang seharusnya aku tanyakan karna tatapan padaku sekarang tajam.


" Pak sekali lagi saya katakan APA BAPAK PERLU SESUATU! jika tidak saya permisi," aku yang sudah tak tahan ingin segera pergi dari dari neraka itu.

__ADS_1


Saat aku melangkahkan kaki ku tiba-tiba dia menutup pintu dengan tangan nya mencegah ku untuk pergi.


"Kau sedikit ketus terhadapku, tapi aku lebih menyukai sisi mu yang seperti ini," ucapan itu di sertai senyum smirk memebuat ku takut.


"Apa yang kau mau?," jawabku perjelas


"Pintar, temui aku setelah kerja di cafe brigt love, jika kau tak datang aku akan melakukan sesuatu padamu." dan berlalu pergi


Aku yang juga pergi dari ruangan itu kembali menuju meja kerjaku, tatapan ku kosong pada layar monitor, kejadian menyakitkan itu teringat kembai dimana aku berlari kesana kemari benar benar membuat frustasi.


"Jung Hyuna!," panggil Nu Nami mengejutkan ku dari lamunanku


"kau membuatku kaget, ada apa?," jawabku bertanya


"Hei, kau kenapa wajahmu lebih parah dari tadi pagi kau sakit ya? di mana? apa perlu ku antar ke dokter? atau mau aku belikan ayam goreng?," paniknya mengejek.


"Apa itu, kau mengejek ku kan," aku mulai kesal dengan teman ku satu ini, memang hanya dia yang dapat membuatku tersenyum.


"Hahaha Hyuna ku ini, aku hanya bercanda apa nanti setelah pulang kantor kita makan ayam goreng?," tanyanya menggiburku


"Aku ada janji setelah pulang kantor," jawabku singkat.


"Hah, kau serius kan! siapa laki-laki? atau kau kencan buta?," ledeknya padaku


"Siap ibu Wakil, hahaha," tawanya memecah tawaku juga


"Hahaha," benar memang sahabat ku itulah yang bisa mencairkan suasana hatiku.


Waktu pulang kerja telah datang, aku bersiap. untuk menemui lelaki itu meski fikiran ku terus melawan untuk tidak menemui nya, namun entah mengapa hatiku ingin menemuinya.


Cafe bright love tempat aku berjumpa, aku belum melihat sehelai rambutnya, atau aku yang terlalu awal menemuinya.


Aku duduk di pinggir jendela, dan pelayan yang menghampiriku menyuguhkan buku menu padaku, aku memesan sebuah minuman sembari menunggunya.


"Strowberry milk satu," pesan ku pada pelayan itu


"Baik kak, mohon di tunggu." jawabnya berlalu pergi.


Aku hanya mengganguk menanggapi pelayan itu, hingga minuman pun tersaji dan lelaki itu belum muncul juga di hadapan ku, aku berfikir apakah aku di bohongi nya lagi seperti masa lalu.


Dering ponsel ku, menampakkan sebuah pesan text.

__ADS_1


"Aku sedikit terlambat tunggu aku sebentar" isi text tersebut


Ternyata memang aku yang bodoh, bisa-bisannya aku seperti masih menginginkanya dengan datang lebih awal.


"Tidak, dia yang tidak tepat waktu, hah," helaan nafasku panjang.


Aku menempatkan punggungku ke kursi dan kepalaku yang ku hadapkan ke atas karna aku sedikit jenuh dan menutup mataku.


Perlahan saat aku membuka mataku aku melihat wajah tampan berada di atasku, aku yang mengira itu mimpi.


"Kau lama menunggu?," sapanya padaku.


Seketika aku terkejut dan membenarkan posisi duduk ku, aku sedikit malu namun juga kesal karna itu membuat nya senang.


"Maaf sedikit macet di jalan, ini ayam goreng untuk mu," sembari memberi bungkus makanan kotak padaku.


Aku penasaran dan membukanya, sekotak ayam goreng renyah yang menggugah selera, tetapi mengapa tiba-tiba dia memberiku sesuatu aku yang penasaran langsng menanyakan nya.


"Apa ini sogokan?," tanyaku serius.


"Anggap saja begitu, aku tak sengaja mendengar pembicaraan mu tentang ayam goreng di kantor," jawabnya mengelak.


"Jadi ada apa kau menyuruhku menemuimu disini," tanyaku ketus.


"Jadilah istriku," jawaban yang mengejutkan ku.


"Apa maksudnya, kau dan aku hanya masa lalu, kau pikir aku apa? jangan bicara yang tidak tidak, kalau bukan soal pekerjaan dan ya satu lagi aku bukan lagi Jung Hyuna yang dulu bisa kau tipu," jawaban ku yang sedikit kasar berharap lelaki itu mengerti dan segera hilang dari kehidupan ku.


"Kita belum berpisah secara resmi," elaknya.


"Hah, resmi? kau pergi begitu saja meninggalkan ku tanpa ada kabar, kau bilang harus resmi?," nadaku sedikit kesal


Kemarahan ku memuncak dan hatiku yang terbakar, rasa benciku padanya memuncak


"Sudah lah aku bilang padamu untuk terakhir kali nya jangan bicara padaku jika bukan soal pekerjaan, aku akan menghormati mu sebagai atasan ku!," ucapku pertegas dan sesegara mungkin aku pegi meninggalkan nya.


"Baiklah aku akan selalu merayumu," jawaban nya yang membuat ku binggung.


Aku tak perduli dengan kata-kata terakhir nya karna aku sudah berjalan pergi meninggalkan nya.


Saat sampai ke rumah aku sedikit rebahan sebelum pergi mandi, dan terus terfikir kata-kata terakhir laki-laki itu.

__ADS_1


"Apa maksud dengan ucapan nya itu, hah," batin ku selalu berfikir tentang perkataan nya


Dan malam itu pun menjadi malam yang melelahkam bagiku, aku mulai menutup mataku dan beristirat agar bisa kembali bekerja besok.


__ADS_2