Terjerat Cinta Lama

Terjerat Cinta Lama
Menyebalkan


__ADS_3

"Bukan kah pertemuan keluarga di adakan nanti malam, mengapa kau sudah datang," ucap ku pada Seokjoon yang saat itu masih di dalam mobil.


"Naik saja," balas Seokjoon padaku.


Tanpa berfikir aku masuk ke mobil, Seokjoon menyalakan mobil berputar lalu pergi.


"Kita akan kemana?," tanyaku.


"Kau juga nanti akan tau," balas Seokjoon jutek.


Di depan sebuah butik, mobil Seokjoon berhenti kami keluar dari mobil, Seokjoon menyeret ku masuk.


Mendudukkan ku di kursi, dan memanggil karyawan butik itu.


"Dandani dia dengan baik," ucap Seokjoon pada beberapa karyawan butik.


"Baik Pak,"


"Eh, apa maksud ini, Seokjoon!," teriak ku memanggilnya.


"Sudah kau tenang saja biarkan para pekerja ini menunjukkan keahlian mereka," balas Seokjoon.


"Tapi, tapi," Seokjoon tak menghiraukan ku.


Para pelayan menunjukkan jalan untuk masuk ke dalam ruang ganti, di dalam ruang ganti terdapat banyak baju.


Mereka mengambil satu demi satu baju dan menyuruhku untuk memakai nya.


"Nona, ini baju terbaru kami silahkan nona pakai dan memperlihatkan nya pada tuan," ucap karyawan itu.


Aku memaikainya dan keluar untuk menunjukkan kepada Seokjoon.


Dari beberapa baju yang di berikan karyawan butik itu padaku, dalam percobaan ke tiga akhirnya tak mengecewakan, kami memilih gaun hitam yang di balur dengan burkat juga sedikit kilauan pada pinggang, tak ku pungkiri itu gaun paling indah yang aku punya.


Seokjoon berdiri dan mendekati ku, mengeluarkan barang dari saku celana nya kemudian menyetuh lembut leherku "ini akan pas dengan gaun itu." memakaikan sebuah kalung permata yang sangat indah, gemerlap cahaya kalung yang sangat mahal.


"Untuk apa ini semua, aku tidan mau memakai nya," ucap ku menolak.


Yang tiba-tiba jari telunjuk Seokjoon menyentuh bibirku.


"Sstt, dalam keluarga Park, jika kau tak ingin menjadi makanan kau harus bisa memakan nya," ucap Seokjoon berbisik ke telingaku, dengan jarinya yang masih menempel.


"Apa itu," batin ku yang bertanya.


"Kau pasti akan jadi wanita paling cantik di rumah Park," ucap Seokjoon melepaskan jarinya kemudian dia memegang pundak ku dengan kedua tangan nya.


Aku hanya bisa diam, mendengar kata itu.


Mungakin memang benar yang di katakan Seokjoon, rumah itu pasti rumit.


Baju yang aku pakai tadi telah di bayar dan di berikan padaku, termasuk juga kalung peberlian, Seokjoon mengantarkan ku pulang.


Sampai di halaman rumah ku, di dalam mobil aku yang ingin turun.

__ADS_1


"Aku akan menjemput mu malam ini," ucap Seokjoon padaku.


"Iya, aku akan memakai ini semua," balas ku.


Aku membuka pintu mobil.


"Tunggu," ucap Seokjoon.


"Ada apa," jawab ku yang mulai kesal.


Seokjoon mendekat ke arahku "Kau tak ingin memberiku hadiah juga, misalnya." menunjuk pipi kanan nya.


"Ah, jangan mimpi," ucap ku cepat-cepat kabur dari dalam mobil.


"Sampai bertemu nanti malam," teriak nya dari dalam mobil.


"Ih, maniak itu memang sudah gila, sudah pandai merayu dari mana dia belajar," gerutuku masuk ke dalam rumah.


Aku meletakkan semua barang yang Seokjoon berikan padaku.


"Lelah juga, dan ngantuk aku tidur sebenar, huaam," mata ku yang tak bisa menahan kantuk.


Aku terlelap sesaat, saat bangun waktu menunjukkan pukul 17.20 KST, bangun denga tergesa-gesa karena hampir waktunya Seokjoon menjemput ku.


"Ya ampun, aku tidur terlalu lama, segera bersiap," gumam ku sendiri.


Berdiri menuju kamar mandi, mandi juga menata semua perlengkapan, tak lupa aku sedikit bersolek, dengan lipstik merah apple yang hanya aku gunakan saat pergi kepesta.


"Ah, aku taruh dimana ponsel ku," ucap ku yang kebingungan mencari benda itu.


"Apa itu Seokjoon?," kataku sambil masih ribut dengan ponsel.


"Nak Seokjoon, ayo masuk," ucapan Ayah yang ramah terdengar sampai ke kamarku.


Aku tak memperdulikan ponsel ku lagi, dan mengambil tas juga memakai kalung berlian pemberian Seokjoon.


"Nak," Ayah ku yang memanggil.


"Ya Ayah sebenar," jawab ku lantang.


Aku menuruni tangga rumah, Seokjoon yang sudah duduk di kursi melihat ku dengan mata yang aneh, seakan ingin menyeret ku dan membelai ku, tentu itu hanya fikiran kotorku.


Seokjoon yang langsung berdiri ketika aku sampai di depan nya.


"Hem, cantik, paman aku dan Hyuna pamit pergi," ucap Seokjoon pada Ayahku.


"Yah, Hyuna pergi dulu," ucapku juga berpamitan.


"Iya, nak," balas Ayahku.


Kami berdua pergi dari dalam rumah, dan Ayahku yang masih melihat kam dari luar sampai masuk ke dalam mobil.


Mobil Seokjoon mundur berbelok, dan mulai berjalan.

__ADS_1


"Oh ya aku kehilangan ponsel ku, apa itu tertinggal di sini," tanya ku.


"Ponsel," balas Seokjoon.


"Iya,"


"Em, ada padaku," ucap Seokjoon.


"Hah, aku kira hilang kemana, kembalikan," pintaku pada Seokjoon.


Seokjoon menghentikan mobilnya di pinggir jalan.


"Eh, kenapa?," tanyaku yang bingung.


Seokjoon mengambil ponsel ku dari dalam saku jas nya.


"Ini ponsel mu," menunjukkan ponsel yang dia pegang.


"Iya, sini kembali kan," balas ku.


"Ini ambil sendiri," Seokjoon mengoyang-goyang kan ponselku.


"Seperti anak kecil saja." aku mendekati nya dan meraih ponsel namun tak sampai karena sabuk pengaman yang masih mengikat ku.


"Aish, menyebalkan, apa perlu kau begitu," terika ku yang kesal.


"Kalau kau tak mau ya sudah," ancam nya.


Aku pun membuka sabuk pengaman, dan meraih kembali ponsel ku.


Saat dekat dekan wajah Seokjoon, tiba-tiba saja dia mencium pipi ku dengan kesempatan itu.


"Yak, ternyata ini akal bulus mu," teriak ku padanya.


"Karena kau sangat cantik malam ini," balas Seokjoon dengan senyuman tergoda.


Aku sangat kesal, aku pun duduk kembali di kursi ku.


"Ini," Seokjoon memberikan ponsel miliku "ayo kita berangkat," lanjut Seokjoon.


Mobil Seokjoon mulai bergerak menuju ke tempat yang di tuju.


Berhenti di sebuah rumah mewah megah di kawasan elit.


"Kita sampai," Seokjoon membuka pintu dan turun, menghampiri ku.


Dia juga membukakan pintu untuk ku, tak lupa menggandeng tanganku.


Aku yang terkagum dengan kemewahan rumah itu, memandang nya tak henti.


"Ayo masuk, bertemu kakek," ucap Seokjoon.


Kami berdua masuk ke dalam, rumah yang di penuhi cahaya lampu besar, di dalam terdengar ramai dengan suara.

__ADS_1


Aku melangkah menuju ke dalam.


Terlihat seorang Kakek yang sedang duduk dengan beberapa orang.


__ADS_2