Terjerat Cinta Lama

Terjerat Cinta Lama
Banding


__ADS_3

Aku tak menyangka bisa tertidur dalam keadaan seperti itu, aku hampir saja terlena oleh nya.


"Apa aku dahulu terlalu polos, bersama dengan nya selama hampir setahun tak pernah liat dia menampakkan otot perutnya," gumam ku tak sadar "lagi pula dia dulu sangat pendiam dan penuh perhatian tapi sekarang kenapa penuh tipu muslihat!," lanjut ku.


Aku tak sadar menyalakan keran air hingga membasahi baju, aku yang saat itu berfikir aku masih ada di rumah.


"Ahh," teriak ku dari dalam.


"Ada apa Hyuna," teriak Seokjoon membuka pintu kamar mandi dengan keras.


"Aaaa," aku terkejut dengan kedatangan tiba-tiba Seokjoon.


Sontak aku menutupi tubuhku dengan tangan " kamu jangan lihat," ucap ku.


Seokjoon membalikkan badan nya dengan cepat "kenapa kamu teriak," ucap nya.


"Aku lupa, ku kira aku ada di rumah, bajuku basah bagaimana aku berangkat kerja," jawabku panik.


"Aku kira ada apa, pakailah bagiku nanti aku ambilkan," balas Seokjoon.


"Iya,"


Saat Seokjoon pergi, aku cepat-cepat membuka pakaian ku dan mengeringkan dalaman ku.


Seokjoon datang membawa bajunya.


"Ini ambil," mengulurkan tangan nya ke dalam kamar mandi,


Segera aku mengambil dan memakainya, kemeja putih yang besar, terpaksa aku pakai di balut celana kulot yang aku pakai kemarin.


Aku keluar dari kamar mandi, Seokjoon yang telah bersiap dan beberapa sandwich tersedia di meja makan.


"Makan dulu," ucap Seokjoon.


Aku mengangguk dan menuju meja makan.


"Em, istriku ternyata cantik memakai pakaian itu," ucap Seokjoon merayu.


"Apa maksudnya itu," balas ku.


"Tak ada maksdunya kau harus memberi hadiah untuk ku," ucap Seokjoon.

__ADS_1


"Aku penasaran kapan kau bisa mengucapkan kata-kata gombalan seperti itu, atau jangan-jangan setelah putus dulu kau berpacaran dengan tiga wanita sekaligus," jawab ku mencelanya.


Namun siapa sangka dia malah mendekati ku dan memegang dagu ku "apa kau meragukan suami mu," ucapnya.


"Aish," aku menepis tangan nya " suami, ingat kita belum menjadi suami istri," ucap ku tegas.


"Oh, jadi kau tak sabar untuk menjadi istriku," ucap Seokjoon dengan senyum licik.


"Apa, pergilah sejak kapan kau pandai menjilat," ucap ku cepat-cepat aku malahat roti yang telah aku pegang.


Seokjoon menawarkan aku untuk berangkat bersama, terpaksa aku menyetujui nya, karena aku tak enak memakai pakaian pria saat menaiki bus.


Mobil Seokjoon yang berjalan menuju ke kantor kami.


Aku memberhentikan mobilnya sebelum sampai ke kantor untuk mencegah gosip yang akan beredar.


"Lebih baik aku turun di sini saja, perlu berjalan sebentar, jika aku ikut bisa menjadi masalah," ucap ku bersiap keluar dari mobil.


"Tunggu," teriak Seokjoon memegang tangan ku, dan berusaha menariknya.


Aku yang duduk lagi akibat tarikan kuat Seokjoon, dengan tiba-tiba Seokjoon mengecup kening ku.


"Emmh, selamat berkerja istri ku," ucap nya setelah menyelesaikan keinginan nya.


"Dasar, maniak gila," makiku sesaat setelah mobil Seokjoon pergi.


"Apa aku tak apa masuk dengan pakaian begini," gumam ku pada diri sendiri.


Kaki ku terus berjalan melangkah, melihat banyak karyawan dari kantor ku yang berjalan masuk menuju ke gedung, tak banyak dari mereka yang tak melihat ku.


Saat aku sampai ke lift, melihat lift yang telah penuh aku memutuskan menunggu lift berikut nya.


"Hyuna," terdengar seperti suara lelaki yang memanggilku.


Aku menoleh kebelakang, betapa terkejut nya Yoonji yang berada tepat di belakang ku.


"Astaga, kenapa kamu," ucap ku yang kaget saat itu.


"Kenapa? apa hanya boleh kak Seokjoon yang berada di sini," balas nya.


"Memangnya aku melarang," balasku " aku hanya terkejut," lanjut masih dengan muka jutek ku.

__ADS_1


"Mengapa bajumu tak asing," tanya Yoonji.


"Ah," aku yang gugup saat itu hanya diam, aku tak ingin karyawan lain tau mengenai baju Seokjoon yang aku kenakan.


"Ini, em ini,"


"Aku tau ini milik kakak bukan," balas Yoonji " tapi Hyuna." Yoonji yang mendekati ki dengan pelan.


Aku terus mundur hingga tak melihat lift yang telah terbuka, berusaha menghindari Yoonji dengan masuk ke dalam lift, meski Yoonji juga mengikuti ku dengan terus mendorong masuk.


"Aku tak menyerah untuk merebutmu dari nya, jika kau tau diq hanya memanfaatkan mu, apa yang kau akan lakukan, sebelum terlambat lebih baik tinggalkan saja dia dan bersama ku," ucapan Yoonji dengan mata yang serius.


Untung nya tak lana beberapa orang datang menuju lift, tingkah Yoonji saat itu terhenti akibat beberapa orang yang sibuk dengan urusan nya.


"Untung saja, aju bisa bebas," ucap ku dalam hati.


Suasana lift hanya hening, sampai ke area kantor dan aku menuju ke dalam, berjalan menghampiri meja ku.


"Hyuna," panggil Bu Hanseo yang saat itu memang sedang bekerja dan berada di lobi.


"Ah, Bu Han, apa kabar bu?," balasku basa-basi.


"Oh Hyuna, sekarang sudah berubah, sejak kapan kau memiliki pacar," tanya Bu Han.


Penampilan ku tak bisa di sembunyikan dari Bu Han, Bu Han yang ahli dalam berpacaran hingga menjadi janda dengan tatapan matanya saja dapat mengetahui segala sesuatu.


"Hehehe, ah tidak bu Han, semalam saya tidur di rumah teman saya, karena lupa tak bawa baju ganti." ucap ku berbelit.


"Oh benarkah, jadi teman mu laki-laki ya, Hyuna," ucap Bu Han dengan sedikit ledekan padaku.


"Itu kakak teman saya Bu," kebohongan yang saya mulai "aduh mengapa makin sulit," lanjut ku dalam hati.


Seokjoon yang tiba-tiba lewat dengan wajah yang masam ketika melihat ku dan Bu Han tengah membicarakan pakaian, nampak Seokjoon yang marah karena aku berbohong atau ada lagi hal lain lagi.


"Hyuna, cepat ikut aku," ucap Seokjoon saat dia melewati ku


Aku yang merasa merinding di dekat dirinya.


"Iya, Bu Han saya pamit permisi," ucapku pada Bu Han yang masih menunggu di lobi.


"Iya Hyuna," balas Bu Han dengan ramah.

__ADS_1


Dengan cepat aku mengikuti langkat Seokjoon yang berada lebih jauh dariku, "apa lagi yang akan dia lakukan,".batinku tak mendapat firasat yang baik.


__ADS_2