
Suasana kota A selalu tak pernah sepi, orang-orang berlalu lalang di trotoar, kendaraan-kendaraan melaju di jalanan, Gedung-gedung pencakar langit berdiri kokoh di berbagai penjuru kota memancarkan cahaya cahaya lampu yang tampak indah di pandang mata dari ketinggian.
Kota A merupakan kota yang banyak di minati orang-orang untuk berlibur, mulai dari misatawan dalam negri maupun luar negri.
Apalagi pantai pantainya yang masih terjada, pasir pantai yang putih bersih, air laut yang biru menjadi tempat kehidupan binatang binatang laut di dalamnya.
Seorang wanita cantik berlari tergesa gesa hingga membuat rambutnya berterbangan. Hari akan menjelang malam, wanita itu berlari di trotoar di mana tiang tiang lampu sudah mulai menyala. Saking tergesa gesanya wanita itu sampai tak sengaja menabrak beberapa pejalan kaki lainnya, sehinga ia mendapatkan beberapa teguran dari para pejalan kaki.
Wajahnya memancarkan kebahagiaan, wanita itu sedari tadi tersenyum lebar. Ia tak memperdulikan kata kata yang kurang mengenakan dari para pejalan kaki yang kesal kepadanya.
Hingga ia tak sengaja menabrak seorang pria asing yang membuatnya terjatuh di atas trotoar, ia meringis kesakitan karena lututnya sedikit terluka.
Wanita itu menengadahkan kepalanya saat sebuah uluran tertuju padanya, pria yang ia tabrak tadi tengah berdiri di hadapannya seraya mengulurkan tangannya dengan ekspresi wajah datar.
"Maaf....."ucap lirih pria asing itu, seolah tenggorokannya tercekat mengatakan kata yang jarang dia gunakan untuk siapapun.
"Tidak apa-apa, seharusnya saya yang meminta maaf pada anda.Saya yang tak sengaja menabrak anda tadi...."jawab wanita itu kembali berdiri dengan di bantu pria asing di depannya.
"Kalau begitu saya permisi, sekali lagi saya minta maaf karena tak sengaja menabrak anda..."wanita itu sedikit membungkukkan tubuhnya lalu kembali berlari.
Meninggalkan pria asing yang masih berdiri di tempatnya, pria itu menatap punggung wanita tadi hingga hilang di telan jarak. Tiba tiba salah satu sudut bibir pria itu terangkat, menyeringai aneh yang mampu membuat orang yang melihatnya merinding.
Akan tetapi senyum menyeringainya segera hilang kala melihat beberapa orang berpakaian serba hitam berlari ke arahnya, sontak saja pria asing itu membelalakan matanya lalu berbalik badan dan berlari seraya melemparkan umpatannya.
"sial..."umpatnya kesal,sesekali ia menoleh kebelakang melihat beberapa orang itu masih berlari mengejarnya.
Carlin Aurelia, nama yang tertera di sebuah kalung identidas karyawan sebuah perusahaan yang wanita itu kenakan, wanita itu berlari keluar dari taksi.
__ADS_1
Dengan cepat membuka sebuah gerbang berwarna hitam yang menjulang tinggi, beberapa orang pria yang mengenakan pakaian serba hitam menundukan badannya hormat menyambut kedatangannya.
Tak berbeda dengan di halaman rumah, saat wanita itu mengijakan kakinya masuk kedalam rumah megah dan mewah itu,banyak para pelayan dengan seragamnya membungkuk hormat di sepanjang langkahnya hingga ia sampai di sebuah ruangan di mana ada sepasang suami istri yang menunggunya.
Ia tersenyum senang, menghamburkan pelukannya pada seorang wanita dewasa yang membalas pelukannya erat.
"Mommy....carlin kangen mommy" ucap wanita itu, Nama lengkapnya adalah Carlin Aurelia Celestyn, anak tunggal keluarga celestyn, putri dari pemegang seluruh kekayaan keluarga celestyn yaitu Tuan elang Celestyn dengan sang istri yaitu Nyonya Carissa Celestyn. Memeluk erat tubuh wanita berusia sekitar 45 tahunan itu.
"Mommy juga kangen sama kamu sayang"jawab Nyonya carissa mengecup kening putrinya sayang.
"Ada yang mau daddy omongin sama kamu" seru Tuan elang membuat Kedua wanita itu melepaskan pelukannya.
Senyuman yang sedari tadi menghiasi wajah cantiknya perlahan menghilang tergantikan dengan wajah datar, Carlin duduk di salah satu sofa yang tak jauh dari kedua orang tuanya.
"Daddy akan menjodohkan kamu dengan anak teman bisnis daddy" ucap tuan elang to the poin.
Carlin membelalakan mata terkejut, menatap tak percaya pada pria berusia 50 tahunan, yang masih terlihat gagah di depannya.
"Apa, daddy bilang? Perjodohan!!!"ucap gadis itu dengan kekesalan yang siap meledak.
"ya, daddy sudah menjodohkan kamu dengan anak teman bisnis daddy" Jawab Tuan elang mengulang apa yang ia katakan, duduk dengan santai di samping istrinya.
"Tapi-....." perkataan gadis berambut panjang berwarna madu itu terpotong.
"Daddy tidak terima penolakan, acara pertunangan kamu akan di laksanakan besok..."ucap pria itu dengan nada tegas tak ingin di bantah.
"Kenapa daddy gak bilang dulu sama aku?, kenapa kalian malah langsung ambil keputusan secara sepihak. Dan lagi ini adalah tentang hidup aku,tentang masa depan aku" pekik kesal gadis itu, ia benar benar marah dan kecewa atas apa yang di lakukan kedua orang di hadapannya. Yang tak lain orang tuanya sendiri.
__ADS_1
"Semua ini sudah kami pikirkan dengan baik, ini juga untuk kebaikan kamu" jawab Tuan elang masih mencoba bersikap tenang.
"Heh.....,kebaikan aku daddy bilang, yang ada ini semua hanya untuk kebaikan kalian sendiri kan, untuk kebaikan perusahaan daddy kan?..."tanya gadis itu dengan mata yang sudah memerah menahan air mata yang siap meluncur bebas di pipinya.
"Kalian itu egois banget sih,kalian hanya mementingkan bisnis kalian saja. Tak pernah sekalipun memikirkan ku, yang kalian pikirkan hanya bisnis,bisnis, dan bisnis saja di dalam hidup kalian. Apa kalian melupakan aku sebagai anak kandung kalian, atau memang kalian tak pernah menginginkan aku hadir didunia ini" pekik Carlin dengan kedua tangan yang mengepal erat.
"CARLIN........." bentak Tuan elang, berdiri dengan mengangkat telapak tangannya. Sedangkan carlin hanya mampu menutup matanya, siap menerima tamparan yang akan tertuju padanya.
"Sayang...." ucap lirih Nyonya Carissa di sampingnya seraya menggelengkan kepalanya dengan memegang lengan suaminya.
"Jangan pernah lakukan itu...." larangnya
Tuan elang hanya bisa mengepalkan tangannya yang masih melayang di udara, baru menyadari apa yang akan ia lakukan karena di pengaruhi kemarahan.
"Tampar dad, ayo tampar" ucap Carlin seraya menampar-nampar pipinya sendiri.
"Apa kalian pikir aku bahagia hidup seperti ini,Rumah mewah, kendaraan mewah,dan semua yang aku punya. Memang orang lain pasti menduga hidupku bahagia,berlinang harta. Tapi itu tidak lah benar, aku sedikitpun tak pernah bahagia, tak bahagia, kalian dengar. Aku tidak bisa bahagia dengan semua harta yang kalian berikan padaku,kasih sayang dari kalianlah yang aku mau bukan harta kalian itu......" Teriak carlin dengan air mata yang sudah menetes membasahi pipinya.
Sedangkan sepasang suami istri di depannya hanya bisa terdiam mendengar pengakuan dari sang putri.
"Setidaknya biarkan aku mencari kebahagiaanku sendiri, jangan kalian atur masa depanku, aku bisa mencari teman hidupku sendiri yang bisa membahagiakanku nantinya...."lanjutnya menatap kedua orang tuanya dengan penuh kemarahan dan kekecewaan.
"Kami bekerja untuk mu, agar kau tak sedikitpun merasa kekurangan"jawab tuan elang
"Sudah aku katakan, aku tidak bahagia dengan harta kalian itu......." Pekik carlin dengan dada yang menggebu gebu, ia menatap penuh amarah pada kedua orang tuanya.
"Aku lebih baik hidup miskin, asalkan aku mempunyai keluarga yang tak pernah kekurangan kasih sayang." Ucap Carlin
__ADS_1
"Kalian tahu?.....aku merasa kesepian tinggal di rumah besar ini. Dari bangun pagi hingga malam, aku tak pernah sekalipun melihat kalian ada di sini. Sedangkan kalian hanya pulang dua bulan sekali, itupun saat berada di rumah kalian tak pernah lepas dari urusan pekerjaan. Tak pernah sedikitpun meluangkan waktu untuk ku, padahal aku masih mempunyai orang orang yang berstatus keluarga dengan ku, tapi entah mengapa aku tak merasa mempunyai keluarga itu, rasanya aku hidup di dunia ini hanya sendiri" ucap carlin mengingat hari-harinya yang ia lalui dengan suasana yang sama, tak ada sekalipun terdengar suara canda tawa di rumah besar ini. Dihidupnya hanya ada kesunyian.
Bersambung........