Terjerat Cinta Mafia Kejam

Terjerat Cinta Mafia Kejam
BAB 15


__ADS_3

Mata carlin membelalak terkejut,ketika benda kenyal dan lembab itu menempel di bibirnya.


Untuk kedua kalinya,axel kembali menciumnya. Dia kembali menciumnya setelah kejadian tadi pagi.


Carlin memberontak dalam dekapan axel,berusaha lepas dari pria gila di bawahnya ini.


"eumm....."carlin terus berusaha memberontak,mencoba untuk lepas dari pria ini.


Namun,dengan sigap axel menekan tengkuk leher carlin. Membuat carlin hanya bisa pasrah karena tak bisa lagi memberontak, karena axel benar-benar telah mendekap tubuhnya dengan erat.


Sedangkan axel hanya memejamkan matanya menikmati bibir manis carlin. Rasa kesal bercampur marah kini tengah berkobar nyala di dalam hati carlin. Bagaimana bisa pria ini dengan semena-mena menciumnya.


Carlin hanya bisa menutup matanya erat,ia hanya bisa pasrah. Membiarkan axel menikmati bibirnya dengan sesuka hatinya sendiri.


Axel mel umat bibirnya dan bahkan ia memaksa untuk masuk lebih dalam kedalam mulutnya. Memiringkan kepala ke kanan dan kekiri secara bergantian, mel umat bibir itu dengan seditik kasar.


Lama kelamaan, rasanya carlin tak dapat bernapas. Ia pun terpaksa menggigit bibir axel,karena pria ini tak kunjung melepaskannya. Sontak saja axel langsung melepas tautannya,ia sedikit meringis dengan menyentuh bibir bawahnya. Sepertinya carlin terlalu keras menggigitnya,sehingga membuat bibirnya sedikit berdarah.


Saat menyadari dekapan tangan axel di pinggangnya melonggar,carlin tak menyia nyiakan kesempatan. Ia langsung bangun dari atas tubuh axel,lalu berniat berlari menuju pintu. Namun lagi lagi tangan axel menariknya sehingga carlin kembali tersungkur ke atas tubuh axel yang kini sudah duduk bersandar.


Carlin sedikit meringis kesakitan, karena axel mencengkram lengannya dengan kuat.


"Ingat ini baik-baik. Kau tidak akan bisa lari dari ku,karena aku takan membiarkan hal itu terjadi. Walaupun kau berhasil lari dan bersembunyi dari ku,aku akan mencarimu hingga ujung dunia sekalipun,dan akan menemukanmu. Oleh karena itu,jangan mencoba untuk lari dariku....."peringatan keras yang terucap langsung dari bibir axel yang kini tampak memerah dan sedikit bengkak karena ulah carlin yang menggigitnya.


"Aww....lepaskan, ka-kau menyakitiku....."pinta carlin dengan mencoba melepaskan cengkraman tangan axel yang membuat tangannya sakit.

__ADS_1


Axel melepaskan tangannya dari lengan carlin, melihat wajah carlin yang terlihat menahan sakit karena ulahnya membuatnya merasa kasihan.


Carlin kembali berdiri, seraya memegang lengan kirinya yang di cengkeram kuat oleh axel. Pergelangan tangannya tampak memerah dan terasa sakit bagaikan tulangnnya akan remuk .


"Dasar pria brengsek...." umpat carlin dengan memancarkan tatapan benci dari matanya.


"Ya,aku memang pria brengsek....."jawab axel dengan seringai liciknya.


"Apa kau tahu?, aku bukanlah orang yang menyelamatkanmu dari penculik seperti yang kau duga. Namun sebenarnya memang akulah penculik itu" ucap axel dengan jujur,membuat carlin terkejut mendengarnya.


Carlin hanya bisa tertegun di tempatnya, ia tak percaya dengan kebenaran yang baru ia dengar ini. Kebenaran bahwa axel bukanlah penyelamatnya, melainkan memang dialah penjahat itu. Pria yang menculiknya kemarin malam, dan ia mendengar kebenarannya dari mulut axel langsung.


"Pergi dari sini, kau temui pak rudy. Dan tanyakan kamar yang bisa kau tempati padanya....." suruh axel seraya memalingkan wajahnya, ia baru menyadari dengan semua yang ia lakukan tadi. Karena terlalu kesal sampai sampai ia menyakiti gadis itu, ia baru menyadarinya kalau semua yang ia lakukan tadi akan membuat carlin takut padanya atau bahkan membencinya.


Carlin melangkah menuju pintu dengan menahan air matanya, perlakuan axel barusan sungguh membuatnya marah dan kecewa. Pria yang ia anggap baik dan penyelamatnya, rupanya tak sebaik yang ia duga.


Tapi,saat tangannya menyentuh handel pintu. suara pak rudy menghentikannya, ia menoleh kebelakang. Di tempat yang tak jauh darinya, pak rudy tengah berjalan menghampiri dengan wajah yang datar. Tak ada wajah ramah dan murah senyum yang selama ini selalu carlin lihat dari wajah pak rudy.


"Anda mau pergi kemana, nona?"tanya pak rudy


"Sa-saya....."carlin tak tahu harus menjawab apa, apalagi melihat sikap tegas pak rudy yang berbicara padanya.


"Anda lebih baik kembali masuk kedalam kamar, waktu sudah larut malam" suruh pak rudy.


"I-itu pak, sa-saya mau keluar saja dari mansion ini" tutur carlin dengan menunduk, menyembunyikan buliran air mata yang siap menetes di pipinya.

__ADS_1


"Anda, tidak bisa pergi dari sini begitu saja. Anda harus meminta izin pada tuan axel terlebih dahulu" jawab pak rudy, ia sedikit merasa iba dengan keadaan carlin sekarang. Gadis tak berdosa ini harus terjerat dalam genggaman tuannya yang kejam itu, bahkan gadis polos ini tak tahu apa apa. Ingin rasanya ia membantu carlin untuk keluar dari mansion megah ini, namun ia bukan lah siapa siapa. Ia hanyalah seorang pelayan, sehingga ia tak berani melakukannya.


"Ta- .....hiks.....ta-tapi...." akhirnya air matanya menetes juga, ia menangis sesegukan dengan kepala yang menunduk.


Pak rudy hanya diam tak berniat mengeluarkan suaranya.


"Mari nona, saya antar ke kamar anda" ucap pak rudy.


Carlin mendongakan kepalanya,ia menggelengkan kepala dengan cepat. Ia tidak mau tinggal lagi di sini, ia ingin pergi dari mansion ini.


"Tidak, pak. Saya ingin pergi dari sini, tolong biarkan saya pergi pak......"mohon carlin dengan wajah yang mengiba, namun pak rudy hanya diam tak merespon.


"Maaf, nona....." ucap pak rudy, lalu dari belakang ada dua orang pelayan wanita yang memegang kedua tangan carlin membuat gadis itu panik.


"Bawa nona kekamarnya...."suruh pak rudy di angguki kedua pelayan itu, lalu menarik carlin yang terus memberontak.


"Saya mohon,..... biarkan saya pergi" ucap carlin dengan melihat kedua pelayan itu dengan wajah yang mengiba, namun pelayan itu hanya bisa diam dan menjalankan perintah atasannya saja.


Carlin di bawa menaiki tangga oleh kedua pelayan itu, ia masih melihat pada pak rudy yang berjalan mengikuti di belakang. Ia menatap memohon pada pria paruh baya itu.


"Saya, mohon pak....."ucap carlin namun sama sekali tak di hiraukan oleh pak rudy.


Carlin mengelengkan kepalanya dengan cepat ketika melihat pintu kamar axel di depannya. ia tak mau masuk kedalam kamar itu, ia tak mau bertemu dengan pria gila yang kini berada di dalam sana.


Namun dugaanya salah, ternyata pelayan itu tak membuka pintu kamar axel. Tetapi membuka pintu kamar yang berada di samping kamar axel, mereka memasukannya kedalam kamar yang tak kalah luas dari kamar axel.

__ADS_1


"Ini akan menjadi kamar anda mulai sekarang nona....."ucap pak rudy, berdiri di ambang pintu. Sementara di belakangnya berdiri kedua pelayan wanita yang tadi membawanya ke sini.


Bersambung......


__ADS_2